Selasa, 03 Maret 2020

17 CARA RASULULLAH MENYAYANGI ISTRI

Edisi Selasa, 3 Maret 2020 M / 8 Rajab 1441 H

Rasulullah adalah sosok manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Beliau mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun. Sebagai hamba yang diberi amanah untuk menyebarkan sumber syariat islam, beliau menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah.

Di medan perang ketika berjuang membela islam, beliau menjadi sosok pemimpin yang menguasai strategi dan mampu mengalahkan musuh dengan jalan yang lurus tanpa kecurangan atau cara yang jahat. Di tengah masyarakat beliau menjadi sosok teman, sahabat, guru yang berwibawa.

Dan di rumah pun, Rasulullah menjadi sosok penyayang dan kepala rumah tangga yang adil dan mampu memberikan rasa aman serta kebahagiaan bagi istrinya. Tidak salah jika beliau dijadikan sebagai teladan bagi seluruh umat islam.

Sebagai umat mukmin yang mengikuti ajaran Rasul, hendaknya kita mengikuti teladan Rasulullah dalam menyayangi istri, bagaimana Rasulullah selalu membahagiakan istrinya dan bagaimana Rasulullah selalu bertutur kata lembut serta memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah menjadi teladan untuk para suami juga segenap laki laki yang nantinya akan menjadi seorang suami tentang cara memberikan kasih sayang dalam islam untuk istri.

Berikut 17 cara Rasulullah menyayangi istri, simak baik baik dan pahami sebagai jalan teladan anda untuk menjadikan kehidupan rumah tangga lebih indah dalam rangka beribadah kepada Allah.

1. Romantis 

Cara pertama yang dilakukan Rasulullah untuk menyayangi istrinya ialah beliau selalu memperlakukan istrinya dengan romantis dan penuh kasih sayang. Rasulullah sering mencium istrinya “Rasulullah sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa”. (HR Nasai). Penjelasan dari hadits tersebut ialah Rasulullah mencium istrinya karena ingin memberikan kesenangan dan kebahagiaan, bukan semata karena hawa nafsu.

2. Berkata Kata Lembut 

Rasulullah mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sederhana dan bersahaja. Beliau pernah bersabda “Aku diberi rezeki berupa rasa cinta kepada engkau wahai istriku”. (HR Muslim). Kalimat tersebut sederhana tanpa berisi kalimat pujian yang berlebihan, tetapi sangat berkesan mendalam bukan? Seorang istri tentu akan bahagia jika mendengar kalimat tersebut dari suaminya.

3. Memanggil dengan Panggilan yang Indah 

Rasulullah selalu memanggil istrinya dengan panggilan indah yang disukai. Aisyah dipanggil dengan panggilan “Ya Humaira” (Wahai wanita yang pipinya kemerah merahan).
Rasulullah juga suka memanggil aisyah dengan sebutan "aisy/aisyi", dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan "panggilan manja/tanda sayang"

4. Memanjakan Istri 

Dari Anas berkata : “Kemudian kami pergi menuju Madinah. Aku lihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah (salah satu istri Rasulullah) kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga ia bisa menaiki unta tersebut”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menceritakan bahwa Rasulullah memanjakan istri dengan memberi pelayanan dan memberikan kenyamanan untuk istrinya.

5. Memberi Hadiah 

Sebagai keinginan untuk membahagiakan istrinya, Rasulullah pernah memberi istrinya hadiah. “Rasulullah memberi kepada masing masing istrinya satu botol minyak kasturi”. (HR Ahmad). Hadiah tersebut bukan sesuatu yang bertujuan untuk berlebihan atau menimbulkan sifat bermewah mewahan, tetapi hal sederhana yang bermanfaat dan disukai oleh istrinya.

6. Makan Berdua 

Rasulullah sering bersikap manis dengan makan atau minum berdua bersama istrinya, beliau tidak menampakkan perasaan jijik atau sejenisnya, melainkan dengan sikap bahagia sebab menerima istrinya apa adanya.

Dari Aisyah r.a “Aku biasa makan bubur bersama Rasulullah dalam wadah yang sama, aku minum air dengan gelas dan beliau meletakkan mulut beliau di gelas tersebut lalu beliau minum”. (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur).

7. Membujuk dengan Lembut Ketika Istri Marah 

Dalam kehidupan rumah tangga tentu pernah mengalami suatu perselisihan, entah karena masalah kesalahpahaman dalam berkata kata, faktor kesibukan, cemburu, atau diantara satu sama lain merasa kurang diperhatikan.

Ketika istri Rasulullah marah atau merasa tidak nyaman dalam hatinya, Rasulullah tidak menanggapi dengan kalimat yang kasar atau bersikap kaku pada istrinya, melainkan mendinginkan hati istrinya tersebut dengan cara yang manis dan lembut. “Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

Cara rasulullah marah kepada istri tidak pernah menanggapi kemarahan istri dengan amarah apalagi dengan memukul istrinya diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

8. Mencium Istri Ketika Hendak Bepergian atau Baru Pulang 

Dari Aisyah r.a “Rasulullah selalu mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat, kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad). Hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti untuk istri, Rasulullah berusaha memberikan ketenangan pada istrinya selama beliau bepergian dengan cara menciumnya terlebih dahulu agar tidak timbul prasangka buruk pada hati istri sebab suami telah meminta ijin dan berpamitan dengan baik.

9. Tidur di Pangkuan Istri 

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa istri nya tersebut sangat dibutuhkan dan disayangi oleh Rasulullah, beliau bersandar pada pangkuan istrinya dengan tujuan saling berkasih sayang.

“Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”. (HR Muslim).

10. Mandi Bersama Istri 

Dalam sebuah riwayat Rasulullah mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama “Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan”. (HR Mutafaqun ‘Alaih).

Mandi bersama istri bukanlah tindakan tercela atau sesuatu yang dilarang dalam islam, sepasang suami istri memiliki hak sepenuhnya dalam kasih sayang dan pelayanan untuk satu sama lain. Rasulullah melakukan hal tersebut untuk melayani dan memberikan kegembiraan bagi istrinya.

11. Pendengar yang Baik 

Ketika mendengar keluhan dari istrinya, Rasulullah mendengar keluh kesah istrinya tersebut dengan sabar dan memberi tanggapan dengan baik. beliau melakukan hal tersebut untuk memberikan hak pada istrinya bahwa salah satu tugas seorang suami ialah menjadi pemimpin dan pemberi keputusan ketika istrinya dilanda kebingungan.

Dari Aisyah r.a “Rasulullah adalah orang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit”. (HR Bukhari).

12. Mengajak Istri Bepergian Untuk Hiburan 

Aisyah r.a berkata : “Rasulullah jika hendak melakukan perjalanan, beliau melakukan undian diantara para istri, barang siapa yang keluar namanya, maka dialah yang ikut pergi bersama beliau”. (HR Bukhari).

Dari Aisyah, dia berkata: "Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: Apakah aku ingin melihatnya?Aku jawab: Ya. Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)! Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: Apakah kamu sudah puas?Aku jawab: Ya. Beliau berkata: Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim).

13. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga 

Hal ini pernah diutarakan oleh Aisyah ketika ada yang bertanya padanya mengenai urusan apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumah, Aisyah menjawab : “Rasulullah membantu melaksanakan pekerjaan keluarga”. (HR Bukhari)

Ketika ditanya oleh Aisyah “Ya Rasulullah bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?. Beliau menjawab “Ya Humaira, apakah aku tak boleh menjadi hamba Nya yang bersyukur?”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah bersedia membantu pekerjaan rumah tangga walaupun lelah atau berat untuk dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah telah diberi seorang istri dan wujud nyata dalam mensyukuri nikmat tersebut dengan cara memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

14. Membelai Istri 

Rasulullah memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya, “Setiap hari Rasulullah membelai semua istrinya seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau gilir waktunya lalu beliau bermalam di tempatnya”. (HR Ahmad).

15. Tidak Membebani 

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Aisyah menunggu Rasulullah karena belum pulang hingga tengah malam, Aisyah menunggu beliau pulang hingga tertidur di dekat pintu rumah. Ketika Rasulullah sampai rumah dan menyadari hari sudah larut malam, beliau ingin mengetuk pintu tetapi khawatir akan mengganggu Aisyah yang barangkali telah terlelap tidur.

Beliau lalu menggelar sorban di depan pintu dan tidur di atasnya. Walaupun dalam keadaan lelah beliau tidak ingin mengganggu atau membebani istrinya. Dan malam itu tanpa saling mengetahui mereka tertidur di depan pintu.

Pagi hari ketika Aisyah membuka pintu ia kaget karena melihat Rasulullah tidur di luar dan Rasulullah berkata “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu”. (HR Muslim). Kisah tersebut terjadi karena tingginya rasa kasih sayang diantara keduanya.

16. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain 

Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini "Ladies First" ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai "manusia".

Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)

17. Makan/minum sepiring/segelas berdua 

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam " (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Bahkan keberkahannya dijamin,diriwayatkan Abu Hurairah : "Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang" ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

Demikian 17 cara Rasulullah menyayangi istri, perlu dipahami bahwa Rasulullah melakukan hal tersebut bukan karena untuk merayu tetapi melakukannya dengan niat membahagiakan istri dan ibadah kepada Allah.

Memang sebagai manusia biasa kita tidak akan mungkin sepenuhnya mampu meniru Rasulullah sebab beliau memang sosok yang paling sempurna diantara semua manusia, tetapi ada baiknya kita selalu melakukan dan meniru teladan dari Rasulullah dengan sebaik dan semampu kita, agar timbul kasih sayang dan kehidupan rumah tangga yang lebih indah. Dan tentunya semoga kita semua dimudahkan dapat berkumpul bersama diJannah. Aamiin...

Semoga bermanfaat...

Senin, 02 Maret 2020

17 CARA MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA MENURUT ISLAM

Edisi Senin, 2 Maret 2020 M / 7 Rajab 1441 H

Setiap orang tua pasti ingin mengajarkan pada anaknya cara menjadi orang tua yang baik. Menjadi orang tua adalah suatu amanah dalam mendidik dan membesarkan anak – anak mereka. Jasa kedua orang tua bagi anaknya sangatlah banyak dan belum tentu bisa di balas dan tidak akan pernah terbalas. Ibarat sang surya yang menyinari dunia, terus memberi tanpa mengharap kembali.

Cara mendidik anak yang baik sudah diterapkan oleh para orang tua. Mendidik dengan baik perlu agar tidak terjadi alasan lain penyebab anak melawan orang tua. Jangan sampai anak durhaka terhadap orang tuanya  maka berikan mereka arahan yang baik dan benar. Sedangkan sebagai anak, tugas yang paling utama adalah untuk membahagiakan orang tua. Berikut ini cara membahagiakan orang tua menurut Islam :

1. Menghindari pergaulan bebas 

Cara menghindari pergaulan bebas sudah menunjukkan salah satu bagian dari membahagiakan orang tua. Dengan menjadi anak yang baik dalam pergaulan sehari – hari sudah membuat orang tua merasa tenang dan bahagia. Bahagia melihat anaknya kini tumbuh dewasa dengan lingkungan yang baik. Orang tua tidak perlu merasa cemas lagi pada anaknya.

2. Berteman dengan orang baik 

Berteman dengan orang baik akan menjadikan kita ikut baik. Ciri – ciri teman yang baik dan tulus sangat penting kita ketahui jika ingin menjalin pertemanan dengan orang yang baru kita kenal. Karena teman adalah bagian dari cerminan diri kita. Teman kita juga tahu cara memberikan motivasi pada  saat kita tengah mengalami kegagalan.

3. Jujur 

Jangan berbohong pada orangtua. Katakan apapun pada orang tua. Bersikaplah jujur pada orang tua karena sikap jujur juga bisa membuat orang tua bahagia. Jujur sangat penting jika ingin mempunyai pertemanan yang luas.

4. Berprestasi 

Anak yang memiliki prestasi yang baik pasti sangat membanggakan bagi orang tuanya. Seorang anak dapat berprestasi karena kepintaran dan juga pendidikan yang diberi oleh orang tuanya. Untuk itu sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya.

5. Menuruti nasehat orang tua 

Orang tua kadang suka memberikan nasehat pada anaknya. Dan nasehat yang diberikan oleh orang tua biasanya nasehat yang baik bagi masa depan anak. Orang tua yang bijak akan menghindari ciri – ciri orang tua yang over protektif. Dia tidak akan memaksa anaknya untuk mengikuti semua nasehat tapi memberikan pilihan jika anak mengikuti dia akan memperoleh manfaat seperti ini dan jika tidak mengikuti nasehat tersebut dia juga akan mendapat manfaat seperti itu.

6. Berkata lemah lembut 

Banyak anak yang tidak bisa berkata lembut pada orangtuanya. Saat anak berkata kasar, orang tua akan merasa sedih . Mungkin kesedihan itu tidak diperlihatkannya tapi di dalam hati orang tua kesedihan itu ada. Jadi untuk membahagiakan orang tua tidak perlu susah – susah, cukup dengan perkataan lembut sudah bisa membuat orang tua bahagia.

7. Tidak nakal 

Kenakalan anak jaman sekarang sudah sangat di luar batas kewajaran. Banyak orang tua yang khawatir jika anaknya nakal di lingkungan sekolah ataupun kampus. Dengan menjadi anak yang tidak nakal juga bisa membuat orang tua merasa bahagia.

8. Tidak berpacaran 

Bahaya pacaran usia dini harus di ajarkan oleh orang tua terhadap anaknya. Sebagai anak manfaat pacaran sama sekali tidak ada hanya membuang waktu dan tenaga belum lagi penyebab putus cinta yang membuat seorang akan  jadi galau dan tidak berprestasi. Untuk itu fokuskan saja diri belajar dan berpestasi untuk membanggakan orang tua.

9. Hidup hemat 

Bahaya hidup boros sangat mempengaruhi dalam kehidupan sehari – hari. Uang jajan yang diberi orang tua selama sebulan bisa jadi tidak tercukupi sampai sebulan. Untuk hidup sikap hidup hemat perlu di terapkan agar hidup hemat. Hidup hemat menjadikan anda mempunyai tabungan yang bisa di gunakan untuk masa depan.

10. Mencintai orang tua 

Penyebab rasa cinta berkurang sebagai anak pada orang tua sangatlah tidak mungkin. Orang tua telah mendidik dan membesarkan anak sedari kecil, untuk itu perlu kesadaran bagi anda untuk terus mencintai orang tua sampai tua. Mungkin membalas jasa orang tua tidak mungkin tapi berikanlah yang terbaik pada orang tua agar mereka bahagia.

11. Pandang orang tua dengan wajah lembut 

Saat tengah berbicara dengan orang tua pandanglah wajah keduanya dengan tatapan yang lembut. Wajah anda yang lembut dan pandangan teduh membuat orang tua bahagia dan senang jika ingin berbagi cerita dengan anak yang telah dibesarkannya.

12. Berbagi rezeki dengan orang tua 

Salah satu yang menggembirakan bagi orang tua adalah saat anda sudah bisa mandiri secara finansial. Saat itu orang tua akan bahagia jika melihat anaknya bahagia. Saat mandiri bantulah orang tua dengan memberikan rezeki anda pada beliau. Rezeki yang anda beri mudah – mudahan berkah dan dibalas oleh Tuhan.

13. Menjaga nama baik orang tua 

Dimanapun berada dan dalam lingkungan di manapun, usahakan untuk selalu menjaga nama baik orang tua. Jika anda bergaul dengan rekan beliau muliakanlah rekan beliau sebagaimana anda memuliakan kedua orang tua.

14. Membantu di rumah 

Jika pada hari ini anda tidak sedang ada kerjaan di luar rumah, maka pada saat di rumah bantulah beliau. Anda bisa membantu melakukan pekerjaan rumah yang bisa anda lakukan.

15. Saat makan bersama 

Terkadang orang tua rindu saat – saat makan bersama anda di meja makan. Untuk anda ketahui jika makan bersama orang tua makan jangan makan terlebih dahulu sebelum orang tua makan. Dahulukan beliau terlebih dahulu sebelum anda.

16. Tidak sombong 

Seorang anak dilarang keras untuk melakukan perbuatan yang sombong kepada orang tua. Anak yang sombong tentu dimurka oleh Allah. Jadi setinggi apapun jabatan anda di kantor tetaplah bersikap rendah hati pada orang tua.

17. Tetap mengunjungi orang tua 

Saat telah berkeluarga nanti, seorang anak tetap wajib untuk mengunjungi orang tua. Jangan sampai tali silaturahim terputus, jaga selalu komunikasi dengan kedua orang tua. Bawakan juga beliau makanan jika ingin mengunjungi beliau.

Demikian 17 cara membahagiakan orang tua. Tidak perlu yang mewah cukup sederhana sudah bisa membahagiakan hati kedua orang tua.

Semoga bermanfaat ....

Minggu, 01 Maret 2020

17 CARA NABI MUHAMMAD MENDIDIK ANAK YANG PATUT DITIRU

Edisi Ahad, 1 Maret 2020 M / 6 Rajab 1441 H

Anak adalah karunia dari Allah Ta’ala. Sebagai orang tua sudah seharusnya kita menjaga anak dengan sebaik mungkin. Memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Serta memberikan pendidikan untuk bekal masa depannya agar si anak bisa menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlakul karimah.

Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau memberikan contoh yang baik dalam mendidik anak. Beliau dikenal penyayang dan penyabar. Tidak suka membentak anak. Namun juga tegas dalam urusan agama.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”  (HR.Tirmidzi).

Berikut ini adalah 17 cara Rasulullah mendidik anak perempuan dan laki-laki yang wajib kita contoh.

1. Tidak mengekang anak bermain 

Dalam mendidik anak, Rasulullah tidak selalu mengekang. Beliau suka melihat anak bermain. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:  “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk dibawah sebuah pohon hingga aku kembali.” (HR. Ahmad).

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari).

2. Mengajarkan ilmu tauhid 

Ilmu tauhid adalah ilmu tentang ketuhanan. Ilmu ini sangat penting untuk diajarkan kepada anak semenjak dini. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, beliau mengajarkan anak-anaknya untuk mengucapkan Lailaha illaallah yang mana berarti tidak ada Tuhan selain Allah. Dan Allah itu Maha Esa.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

3.Mengajarkan ilmu agama 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan ilmu agama kepada anak semenjak dini. Sebab jika anak tidak dididik agama sejak kecil maka bisa saja ia terpengaruh pergaulan dan menjadi salah langkah. Ilmu agama yang diajarkan oleh Rasul kepada anaknya tentu sangat luas. Dan itu diajarkan secara bertahap tidak serta-merta sekaligus.

4. Mengajarkan tata cara sholat 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

5. Mengajarkan ibadah puasa 

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Mengajarkan bacaan doa-doa harian 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga kerap melatih kepada anak-anaknya untuk rutin membaca doa harian. Misalnya doa bercermin, doa keluar-masuk toilet, doa sebelum dan sesudah makan, doa keluar rumah dan sebagainya. Ini penting agar diri kita senantiasa dijaga oleh Allah Ta’ala dan terlindungi dari bahaya.

7. Mengajarkan anak untuk berbakti kepada orang tua 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang keutamaan berbakti kepada orang tua. Sebab Anak durhaka dalam islam adalah perbuatan dosa besar.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

8. Berlaku adil kepada anak perempuan dan laki-laki 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membeda-bedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Bukan berarti anak laki-laki derajatnya lebih tinggi dari perempaun ataupun sebaliknya. Dalam suatu hadist dijelaskan:

Dari Nu’man bin Basyir, beliau pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari).

9. Mendidik anak dengan akhlak mulia 

Kebaikan seseorang dinilai dari 2 hal yakni agama dan akhlaknya. Sedangkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang akhlaknya paling baik di muka bumi ini. Beliau diutus untuk memperbaiki perilaku manusia. Dan maka itu, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anaknya, tentang akhlak Dalam Islam,cara meningkatkan akhlak, hubungan akhlak dengan iman dalam islam , serta hubungan akhlak dengan iman islam dan ihsan. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

10. Mengajarkan cara berpakaian yang sesuai syariat agama 

Bagi anak perempuan, Rasul juga memberikan pendidikan tentang bagaimana menjadi muslimah yang baik dengan cara berpakaian secara islami. Yakni mengenakan pakaian longgar dan berjilbab syar’i.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab:59).

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, maka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya).” (HR. Abu Daud)

11. Mengajarkan batasan pergaulan antara perempuan dan laki-laki 

Cara Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mendidik anak juga meliputi pergaulan. Beliau mengajarkan tentang batasan-batasan berteman antara laki-laki dan perempuan, tentang pentingnya menjaga pandangan, tentang besarnya dosa zina dan sebagainya.

12. Mengajarkan pekerjaan rumah tangga untuk anak perempuan 

Untuk mendidik anak perempuan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan perihal pekerjaan rumah. Seperti memasak, mencuci pakaian dan bersih-bersih rumah. Ini juga penting dalam islam. Sebab bagaimanapun juga kodrat wanita dalam islam adalah menjadi istri bukan mencari nafkah untuk keluarga.

13. Mengajari adzan untuk anak laki-laki 

Abu Mahdzurah bercerita: Aku bersama 10 orang  remaja berangkat bersama Rasulullah dan rombongan. Pada saat itu, Rasulullah adalah orang paling kami benci. Mereka kemudian menyerukan azan dan kami yang 10 orang remaja ikut pula menyerukan azan dengan maksud mengolok-ngolok mereka. Rasulullah bersabda, ‘Bawa kemari 10 orang remaja itu!’ Beliau memerintahkan,‘Azanlah kalian!’ Kami pun menyerukan azan.

Kemudian selesai azan, Rasulullah bersabda‘Alangkah baiknya suara anak remaja yang baru kudengar suaranya ini. Sekarang pergilah kamu dan jadilah juru azan buat penduduk Mekkah.’ Beliau bersabda demikian seraya mengusap ubun-ubun Abu Mahdzurah, kemudian beliau mengajarinya azan dan bersabda kepadanya: Tentu engkau sudah hafal bukan?’ Abu Mahdzurah tidak mencukur rambutnya karena Rasulullah waktu itu mengusapnya. (HR. Ahmad, Musnadul Makkiyah).

14. Menganyomi dengan baik dan Tidak Memisahkan dengan Ibunya 

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengayomi anak-anaknya. Khususnya anak perempuan. Sebab perempuan cenderung lemah dan membutuhkan perlindungan. Mengayomi disini berarti memberikan perhatian, menjaga dan merawat dengan baik hingga anak tumbuh dewasa.

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa. Maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” Kemudian Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau.” (HR Muslim).

Abu Ayyub lalu mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

15. Bersikap lemah lembut terhadap anak 

Walaupun Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin umat muslim. Namun beliau tidak pernah sombong ataupun bersikap semena-mena terhadap keluarganya. Beliau justru menunjukkan akhlak yang baik dan lemah lembut. Kepada anak-anaknya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sering memanggil mereka dengan sebutan yang indah, menggendong dan mengusap kepala mereka.

Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.

16. Mencintai dan bergantung pada Allah 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia bersatu-padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.”

17. Memberikan hadiah 

Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda: “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini. Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

Demikianlah beberapa cara Nabi Muhammad mendidik anak-anaknya. Semoga kita bisa mencontoh beliau, sebab beliau adalah sebaiknya-baiknya suri tauladan di muka bumi. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Semoga bermanfaat....