Minggu, 03 Mei 2020

17 KEGIATAN POSITIF SELAMA BULAN RAMADHAN

Edisi Ahad, 3 Mei 2020 M / 10 Ramadhan 1441 H

Bulan ramadhan sudah selayaknya diisi dengan kegiatan yang positif, halal, berpahala, dan bermanfaat untuk orang lain dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan menyempurnakan ibadah, bukan bulan yang dijadikan alasan untuk bersantai dan bermalasan, menurut berbagai sumber syariat islam berikut 17 kegiatan positif selama bulan Ramadhan yang bisa kita lakukan.

1. Membaca Al Qur’an Bersama 

“Bulan Ramadhan, bulan yang mulia yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk yang benar bagi manusia dan penjelasan penjelasan di dalamnya mengenai petunjuk itu dan menjadi pembeda (antara yang hak atau yang benar dan yang bathil atau yang salah)” (Al-Baqarah: 185).

Salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan sebagai cara menambah pahala di bulan Ramadhan ialah mengaji atau membaca Al Qur’an bersama, hal itu bisa dilakukan dengan keluarga atau dengan teman teman sekumpulan (tentu dengan menjaga jarak mencegah covid-19). Membaca Al Qur’an bersama akan menjadikan lebih berilmu sebab akan saling mengingatkan jika ada kekurangan atau kesalahan dan dapat memahami maknanya bersama sama.

2. Kegiatan Sedekah 

Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Sebaik baik sebuah sedekah adalah sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi). Hadits tersebut menjelaskan bahwa sebaik sebaik sedekah ialah yang dilakukan di bulan yang mulia, yaitu di bulan Ramadhan, namun dengan adanya hadits tersebut bukan berarti yang dilakukan di bulan lain tidak baik sedekahnya.

Kegiatan positif yakni yang berhubungan dengan pahala bersedekah di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan ialah dengan memotivasi sesama untuk memperbanyak sedekah dan menyalurkan sedekah tersebut kepada yang membutuhkan seperti fakir miskin dan anak anak yatim piatu yang kekurangan, tentu saja boleh untuk mendahulukan orang terdekat atau tetangganya terlebih dahulu sebagai wujud keutamaan bersedekah kepada yang terdekat dahulu.

3. Shalat Tarawih Berjamaah 

Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Barang siapa umatku yang mampu menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman kepada Allah dan ia mengharap pahala indah dari Allah maka ia akan diampuni dosa dosanya atau kesalahannya yang telah lalu.” Menghidupkan malam bulan Ramadhan yang dimaksud ialah dengan melakukan amal baik misalnya shalat tarawih secara berjamaah.

Tentu ada diantara kita yang sepanjang hari sibuk dengan rutinitas dunia hingga tak pernah mengetahui atau bergaul dengan tetangga dekatnya sendiri, bulan ramadhan bisa menjadi moment untuk meingkatkan silaturahmi, yakni dengan shalat tarawih bersama tetangga sehingga terjalin hubungan yang damai namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan sosial distancing ditengah wabah corona yang masih melanda.

4. Memperbanyak Doa 

Sudah selayaknya bulan ramadhan digunakan untuk berdoa, kita bisa memotivasi teman teman kita untuk mendoakan kebaikan satu sama lain atau mendoakan saudara saudara kita sesama muslim yang mungkin saat ini sedang dalam kondisi susah karena berada dalam  peperangan atau terdampak bencana covid 19  sehingga mereka tidak bisa menjalankan ibadah di bulan ramadhan senyaman kita sehingga kita mendapatkan keajaiban doa di bulan ramadhan.

5. Memberi Makan pada Yang Tidak Mampu 

“Barang siapa umat islam yang memberi ifthar atau makanan minuman (untuk berbuka puasa) orang orang yang sedang berpuasa ramadhan maka baginya akan mendapatkan pahala seperti orang baik yang juga berpuasa tanpa dikurangi atau dihilangkan sedikitpun pahalanya.” (Bukhari Muslim). Memberi makan orang yang puasa akan mendapat pahala puasa pula.

Itulah kesimpulan dari hadist tersebut, ketahuilah bahwa tidak semua orang memiliki kemudahan untuk makan dan minum seperti kita, banyak orang di luar sana yang bahkan masih merasa lapar ketika waktunya berbuka puasa karena tidak ada yang bisa dimakan sama sekali, sebab itu jika memang kita mampu, luangkan rezeki untuk berbagi kepada sesama yang kekurangan dan pahami mengenai pahala menyantuni anak yatim di bulan ramadhan.

6. I’Tikaf 

I’tikaf artinya ialah berdiam diri di dalam masjid atau mushalla atau tempat yang tenang untuk beribadah guna mendekat dan melakukan kebaikan kepada Allah. I’tikaf itu menurut Rasulullah disunahkan baik bagi lelaki dan perempuan, semasa ramadhan pun Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf dengan sungguh sungguh,
yaitu terutama pada hari hari 10 (sepuluh) malam ramadhan yang terakhir serta para wanita yang menjadi istri Beliau pun menjadi turut ikut beliau, yaitu ikut I’tikaf bersama dengan niat karena Allah. Dan hendaknya orang islam yang melaksanakan I’tikaf itu melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti memperbanyak bacaan dzikir, memahami dan banyak mengucap istigfar, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, berdoa kebaikan untuk dunia akherat, shalat sunnah dan sebagainya.

7. Aktif Mengingatkan Zakat Fitrah 

Di akhir bulan Ramadhan yang mulia, kita mengetahui bahwa Allah mewajibkan kepada setiap muslim laki laki dan perempuan untuk harus mengeluarkan zakat fitrah sebagai ibadah untuk penyempurna puasa ramadhan yang dilakukannya. Sebagai umat muslim, kita bisa mengingatkan kepada keluarga atau sahabat terdekat, atau lebih baik jika turut aktif membantu dan menjadi panitianya.

8. Umroh 

“Umroh yang dilakukan pada bulan Ramadhan ialah memiliki pahala seperti haji bersamaku.”. Begitulah sabda Rasulullah. Barang siapa yang umroh,  dan niat karena Allah, bukan karena ingin pamer atau ingin dipuji manusia maka akan mendapatkan pahala yang mulia, sedang yang melakukan karena ingin dipuji dan pamer semata hanya akan mendapat rasa lelah dan kebaikan yang dilakukannya sia sia.

Namun untuk ramadhan tahun ini masjidil Haram di Mekah dan masjid Nabawi di Madinah masih ditutup akibat covid-19, kita berdoa wabah ini segera berakhir dan otoritas setempat kembali membukanya di sisa Ramadhan tahun ini.

9. Memperbanyak Kebaikan 

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap amal baik di bulan ramadhan, apapun itu, baik amalan yang berhubungan dengan Allah, dengan diri sendiri, atau yang berhubungan dengan kebaikan untuk orang lain, akan dilipatgandakan pahalanya hingga 70 kali dibanding hari hari di bulan basa. Tentunya jika dilakukan dengan ikhlas. Sebaiknya banyak lakukan kebaikan walaupun hanya minimal seperti tersenyum kepada orang lain.

10. Kasih Sayang dengan Orang Tua 

Kegiatan positif lain yang bisa dilakukan ialah dengan lebih memperhatikan dan menyayangi orang tua, jangan lupa setiap hari terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan sendiri hingga sedikit sekali mengingat dan mendoakan orang tua. Perbanyak aktifitas mendoakan kebaikan untuk orang tua, berbuka dan sahur bersama, membelikan orang tua baju atau sesuatu yang beliau suka, dan membagi rezeki untuk orang tua untuk digunakan sebagai keperluan Lebaran.

11. Berbuat Baik pada Keluarga 

Jangan lupa juga untuk berbuat baik pada keluarga, jangan hanya sibuk berbuka puasa bersama dengan teman teman hingga lupa dan jarang berbuka puasa dengan keluarga sendiri, tentu ada kalanya mengadakan acara buka puasa bersama keluarga terdekat seperti dengan paman dan bibi, nenek kakek, keponakan, dan saudara terdekat lainnya.
Untuk ramadhan tahun ini, ditengah pendemi covid-19, sangat dianjurkan cukup berbuka puasa bersama keluarga. 

12. Puasa Lahir dan Batin 

Dari Abu Hurairah ia pernah berkata, bahwa “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barang siapa umat islam yang berpuasa ramadhan dengan ikhlas yakni hanya karena imannya kepada Allah dan berharap pahala akherat, maka akan diampuni dosa dosanya atau kesalahannya yang telah lalu”. (HR Bukhari dan Muslim). 
Biasakan untuk puasa lahir batin, yakni menahan lapar haus dan menahan hawa nafsu serta menjauhi perbuatan maksiat, sehingga puasa mendapat pahala yang sempurna, tidak hanya mendapat lapar dan haus saja.

13. Shalat Malam 

“Shalat malam atau shalat tahajud itu dua raka’at, dan apabila ada salah seorang darimu merasa khawatir akan masuk shubuh, maka hendaklah ia melakukan shalat satu raka’at yaitu witir sebagai pengganjil dari shalat malam yang dilakukannya.” (HR Bukhari dan Muslim). 
Di bulan ramadhan, perbanyak untuk melakukan shalat tahajud, lakukan juga aktifitas yang lebih positif seperti mengajak keluarga dan mengingatkan teman teman (lewat Wa/video call) untuk juga melakukannya sehingga jika menjadi kebiasaan nantinya akan selalu dilaksanakan di tiap malam, tidak hanya di bulan ramadhan saja.

14. Buka Puasa Bersama secara virtual 

“Manusia (yakni umat islam) yang senantiasa baik ialah yang selama mereka puasa ramadhan mereka bersegera dalam berbuka puasa.”  (HR Bukhari dan Muslim). Bukan sebuah larangan dalam islam jika ingin menjalankan acara buka puasa bersama terlebih jika ditambah dengan kebaikan seperti mengajak orang orang yang tidak mampu.

Tentunya aktifitas positif ini tetap harus menjaga jarak dan mendahulukan ajaran islam, yakni jangan sampai diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti menggosip, terlambat shalat maghrib dan isya’, dan bergadang yang tidak penting. Lebih baik isi kegiatan dengan amalan amalan islam yang baik.

Agenda buka puasa juga bisa kita adakan bersama teman-teman dengan menggunakan aplikasi video call. Iftar virtual bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk tetap bersilaturahmi bersama dengan kerabat dan keluarga besar yang kita cintai.

15. Mendengar Ceramah Islam 

“Apa apa atau sesuatu yang telah aku larang tinggalkanlah, dan juga segala sesuatu yang telah aku perintahkan lakukanlah dengan benar semampu kamu dengan niat karena Allah, karena sesungguhnya hal yang membinasakan orang orang kafir sebelum kamu adalah mereka itu banyak bertanya dan juga banyak menyelisi serta menentang Nabi Nabi mereka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits tersebut dapat diambil pelajaran bahwa banyak orang yang masuk neraka karena tidak mengikuti perintah Nabi, sebab itu sebagai umat muslim kita harus memperbanyak wawasan islami seperti mendengarkan ceramah Para da'i baik lewat televisi maupun media sosial (menghindari covid-19) sehingga mengerti apa saja yang benar dan yang salah dan terhindar dari jalan yang sesat.

16. Donasi untuk orang yang kurang beruntung 

Jika anda ingin berbagi di bulan Ramadhan ini di tengah wabah corona, pertimbangkan untuk menyumbangkan uang, pakaian layak pakai yang sudah tidak kita pakai, atau makanan berbuka untuk badan amal setempat. Atau carilah bank dan organisasi yang dapat mengambil barang sumbangan dari rumah ke rumah untuk menghindari kita pergi ke luar rumah.
Atau kita bisa memesan makanan melalui layanan  aplikasi ojek online. Ketika driver ojol tiba membawa pesanan makanan, kita bisa menyerahkan sajian untuk berbuka puasa seperti, kurma, dan sebotol air.

17. Batasi waktu di media sosial 

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau lockdown semuanya harus dikerjakan dirumah saja dan untuk menghindari rasa bosan, biasanya orang akan memilih untuk membuka jejaring media sosial. Sehingga tidak mengherankan penggunaan media sosial akhir-akhir ini telah melonjak tajam secara global, menurut data yang diberikan oleh Statista.

Pada Ramadhan ini, daripada menghabiskan berjam-jam untuk membuka Twitter, Instagram atau Youtube, lebih baik manfaatkan waktu untuk menyempurnakan ibadah, merenungkan apa saja yang sudah kita perbuat, introspeksi diri, berdoa mohon ampun kepada Allah SWT dan juga membaca Al-Qur'an.

Demikian artikel kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dan dapat menjadi wawasan islami yang bermanfaat, jangan lupa selalu perbarui ilmu anda dengan membaca  artikel mengenai agama islam diwebblog kami tausiah 17. Terima kasih.

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 02 Mei 2020

17 PAHALA SHALAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN

Edisi Sabtu, 2 Mei 2020 M / 9 Ramadhan 1441 H

Bulan Ramadhan tentunya bulan yang penuh kebaikan dan selalu dinanti nantikan kehadirannya. Bulan Ramadhan memiliki berbagai amal ibadah yang secara langsung menjadi tradisi seperti sahur, berbuka puasa, membaca Al Qur’an, memperbanyak amal kepada fakir miskin, dan tentunya yang tak pernah ketinggalan ialah ibadah shalat Tarawih. Di bulan Ramadhan, masjid masjid dan mushala ramai terutama pada awal dan akhir Ramadhan karena banyaknya orang yang menjalankan shalat Tarawih secara berjamaah. 

Namun, karena hawa nafsu dan iman yang lemah, terkadang shalat tarawih dilakukan dengan tidak teratur, semangat di awal, lemah dan malas di pertengahan, dan kembali semangat lagi di akhir karena menyadari bahwa Ramadhan segera berakhir. Padahal shalat tarawih sangat baik dilakukan kapanpun dan memiliki pahala yang luar biasa jika dilakukan dengan istiqomah dan ikhlas. Apa saja pahalanya? Mari simak dalam artikel berikut, 17 pahala shalat tarawih di bulan Ramadhan.

1. Pahala Shalat Semalaman 

Tidak hanya pahala sahur di bulan Ramadhan yang akan didapatkan oleh umat muslim, namun juga Pahala shalat tarawih, yang pertama ialah akan mendapatkan keistimewaan pahala seperti shalat semalaman penuh. Walaupun shalat tarawih dilakukan dalam 8 rakaat, 20 rakaat, dan sebagainya, namun jika dilakukan dengan ikhlas dan hanya karena Allah akan mendapat pahala tersebut. “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327).

2. Bebas Dosa Seperti Baru Lahir 

Rasulullah saw pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah shalat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam pertama ialah membebaskan seorang mu’min dari dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan ibunya”. (Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra). Jelas dari hadist tersebut bahwa shalat tarawih yang dilakukan dengan ikhlas disertai taubat sungguh sungguh akan diampuni dosanya. Amalan penghapus dosa maksiat salah satunya ialah bertaubat dengan sungguh sungguh dan rutin shalat wajib serta shalat sunnah.

3. Pahala Seperti Membaca Kitab Suci 

“Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keempat akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang membaca kitab suci Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an”. (Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra). Orang yang menjalankan shalat tarawih dengan ikhlas akan mendapat pahala seperti membaca kitab suci dengan disempurnakan dengan seluruh amalan di bulan Ramadhan. keutamaan membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan didapat dari pahala melakukan shalat tarawih.

4. Keberkahan Dunia Akherat 

“Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kesepuluh akan diberikan karunia yaitu mendapat kebaikan kesejahteraan di dunia dan di akhirat”.  (Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra). Kebaikan dunia dan akherat akan didapat oleh orang yang melakukan shalat tarawih dengan sungguh sungguh dan puasa dengan hati yang ikhlas. cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an dapat dilakukan dengan cara memperbanyak shalat dan doa di bulan Ramadhan.

5. Pahala Wajah yang Bercahaya 

Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua belas akan datang nanti di hari qiyamah, mukanya akan bercahaya laksana bulan purnama. Ini menandakan bahwa dia termasuk orang yang selamat di akhirat. Tentunya dengan disertai ibadah Ramadhan dan akhlak yang baik serta niat suci hanya karena Allah, bukan untuk dipamerkan atau karena riya. cara menghindari riya dapat dilakuakan dengan menjalankan tarawih karena Allah, bukan untuk agar dipuji orang lain.

6. Mudah Masuk Surga 

Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keenam belas, Allah Swt akan mencatat dirinya bebas serta selamat dari api neraka dan mendapat kemudahan masuk ke surga. Jelas bahwa orang yang menjalankan ibadah dengan sempurna baik di bulan Ramadhan dan sepanjang hari di bulan lainnya akan mendapatkan pahala berupa masuk surga.

7. Pahala Haji 

Pada malam kedua puluh sembilan, Allah SWT memberinya pahala 1000 (seribu) haji yang diterima. Tentu sebuah pahala yang luar biasa. Pahala tersebut tidak didapat oleh sembarang orang, namun untuk orang orang yang jelas baik hatinya dan hal tersebut tidak ada yang bisa menilai selain Allah karena hanya Allah yang mengetahui hati manusia.

8. Pahala Berupa Diangkat Derajatnya 

Pada malam keduapuluh delapan, Allah SWT mengangkat baginya 1000 (seribu) derajat dalam surga. Orang yang rutin menjalankan shalat baginya akan diangkat derajatnya oleh Allah, tentu saja yang menjalankan dengan ikhlas dan melaksanakan semua rangkaian ibadah bulan puasa dengan lengkap serta melakukan semuanya hanya karena Allah.

9. Jauh dari Azab Kubur 

Pada malam kedua puluh lima, Allah SWT membebaskannya dari azab kubur. Orang yang rajin shalat, mulai dari shalat wajib 5 waktu dan shalat sunnah yakni shalat tarawih dengan rutin dan dilakukan terus menerus sepanjang bulan Ramadhan tentu akan mendapatkan pahala yang banyak dan jauh dari azab kubur.

10. Pahala Bagaikan Mati Syahid 

Pada malam kedua puluh, Allah SWT memberikannya pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh). Mati syahid ialah orang yang mati dalam membela islam dan dibebaskan dosa dosanya. Pahala tersebut juga akan didapat oleh orang yang rajib beribadah dan rajin menjalankan segala amal kebaikan termasuk tarawih di bulan Ramadhan.

11. Pahala Memberi Teladan 

Orang yang rajin menjalankan shalat tarawih tentu akan memberi teladan pada orang lain tentang ibadah baik yang dilakukannya, jika hal tersebut diikuti oleh orang lain, maka orang tersebut juga akan mendapat pahala mulia karena telah memberi contoh yang baik pada orang lain dan mengarahkan orang lain pada jalan kebaikan.

12. Pahala Ibadah Ramadhan yang Sempurna 

Puasa tentu tidak cukup untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan, harus disertai ibadah lain seperti membaca Al Qur’an dan shalat tarawih. Pahala shalat tarawih di bulan Ramadhan ialah akan mendapat pahala ibadah yang sempurna karena telah menjalankan segala rangkaian ibadah dengan sungguh sungguh dan lengkap karena Allah.

13. Pahala Besar Jika Istiqomah 

Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya kepada ‘Aisyah radyillahu anha tentang salat rasulullah di bulan Ramadan. Maka ia menjawab ; Tidak pernah Rasulullah kerjakan (tathawwu’) di bulan Ramadan dan tidak pula di lainnya lebih dari sebelas raka’at  (yaitu) Ia shalat empat (raka’at) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia salat empat (raka’at)  jangan engkau tanya panjang dan bagusnya kemudian ia salat tiga raka’at“.[Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim].

Banyak orang yang menjalankan shalat tarawih dengan tidak rajin, yakni menjalankan di awal Ramadhan dan malas di pertengahan, kemudian rajin lagi di akhir sebagaimana yang kita lihat di masjid masjid karena banyak yang sibuk dengan duniawi. Orang yang istiqomah yakni menjalankan ibadah shalat tarawih secara rutin maka akan memiliki pahala yang lebih besar.

14. Seperti Sahabat Rasulullah 

Allah maha adil dalam memberikan pahala bagi hambaNya, jika ada orang yang rajin melakukan shalat tarawih tentu akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang orang terdahulu yang menjalankan ibadah shalat tarawih asalkan sungguh sungguh dijalankan dengan keikhlasan hati dengan mengharap ridho Allah semata dan mencontoh teladan sahabat sabahat Rasulullah yang mulia sikap dan tingkah lakunya.

15. Pahala Mengikuti Sunnah Rasul 

Hadits Nu’man bin Basyir, Radhiyallahu anhu : Ia berkata: “Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” [HR. Nasa’i, Ahmad, Al Hakim. Shahih].

Shalat tarawih termasuk amal ibadah sunnah selama bulan Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah, tentu orang yang menjalankan akan mendapat pahala yang luar biasa karena telah mengikuti sunnah Rasul sehingga ia mendapat petunjuk dan jalan lurus di setiap langkahnya dengan terus istiqomah mengikuti sunnah Rasul.

16. Pahala Shalat Paling Utama 

“Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih”. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9633).

Shalat tarawih termasuk shalat yang utama untuk dijalankan karena merupakan shalat yang melengkapi amal ibadah selama bulan Ramadhan, tentu amal yang istimewa ini harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh karena tidak bisa dilakukan di bulan lain. sebuah anugrah bagi yang bisa bertemu bulan Ramadhan dan menjalankan ibadah dengan nyaman.

17. Mendapat Ampunan Dosa 

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).  Ampunan dosa tentu akan didapatkan oleh orang yang rutin menjalanan ibadah dengan lengkap dan bertaubat akan dosa dosanya sehingga bulan Ramadhan benar benar memberikan keberkahan untuknya.

Demikian artikel kali ini mengenai 17 pahala shalat tarawih di bulan Ramadhan, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat untuk anda dan menjadi inspirasi anda untuk semakin rajin menjalankan shalat tarawih, walaupun saat ini akibat bencana covid 19, shalat terawih di daerah zona merah dianjurkan dilaksanakan berjemaah bersama keluarga di rumah, namun tidak mengurangi pahala seperti berjemaah di masjid. Terima kasih sudah membaca. 

Sumber: DalamIslam.com 

Semoga bermanfaat...

Jumat, 01 Mei 2020

17 AMALAN SUNNAH PUASA RAMADHAN YANG BISA MENAMBAH PAHALA DAN MENGISI WAKTU LUANG

Edisi Jum'at, 1 Mei 2020 M / 8 Ramadhan 1441 H

Amalan sunnah ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga bisa menjadi penghasil pahala di bulan suci.
Amalan sunnah puasa Ramadhan ini juga bisa jadi pengisi waktu luang dan bertambah pahala.

Berikut 17 amalan sunnah puasa Ramadhan :

1. Mempercepat (ta’jil) buka puasa jika sudah yakin masuk waktu berbuka (yakni terbenamnya matahari). 

Jika ragu, maka kita harus berhati-hati dengan menunda sebentar buka puasa sampai merasa yakin dengan masuknya waktu berbuka. Rasulullah saw bersabda:

لَاتَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الفِطْرَ. متفق عليه

“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbukanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Sahur, walaupun dengan seteguk air. 

Masuk waktu sahur mulai pertengahan malam. Rasulullah saw bersabda:
تَسَحَّرُوْا وَلَوْ بِجُرْعَةِ مَاءٍ. صحيح

“Bersahurlah walaupun dengan seteguk air.” (Shahih)

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً. متفق عليه

“Bersahurlah karena sesungguhnya dalam sahur itu ada barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِكُمْ وَبَيْنَ صِيَامِ أَهْلِ الكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحرِ .رواه أحمد في المسند

“Pembeda antara puasa kalian dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Ahmad dan al-Musnad)

3. Mengakhirkan waktu sahur malam. 

Disunnahkan untuk berhenti makan sebelum terbitnya fajar seukuran membaca 50 ayat (seperempat jam). Hal ini berdasarkan hadits riwayat Zaid:

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُوْرِ؟ قَالَ: قَدْر خَمْسِيْنَ آيَة. متفق عليه

“Kami sahur bersama Nabi saw kemudian beliau berdiri untuk shalat. Aku (perawi) bertanya, ‘Berapakah waktu itu jarak antara adzan dan sahur? Zaid menjawab, ‘Seukuran (membaca) 50 ayat (al-Qur’an).” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Berbuka dengan ruthab (kurma muda) 

Jika tidak ada maka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air zamzam, jika tidak ada maka dengan air biasa, jika tidak ada maka dengan makanan manis yang masak tanpa menggunakan api (seperti madu atau kismis), jika tidak ada maka makanan manis yang masak dengan api. Diriwayatkan bahwa Nabi saw:

يفْطرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسا حَسَوَاتٍ مِنَ المَاءِ. صحيح أبي داود

“Berbuka dengan beberapa ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tida ada ruthab, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada maka beliau berbuka dengan air.” (Shahih Abu Dawud)

5. Berdoa saat berbuka 

Doa buka puasa yang terpendek adalah: “Allahumma laka shumtu, wa bika aamantu, wa ‘ala rizqika afthartu”.

Selain doa di atas, terdapat riwayat lain tentang doa Rasulullah SAW.
Disebutkan bahwa Nabi SAW jika berbuka, membaca doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ. صحيح أبي داود

“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti pahala (puasa) insya Allah.” (Shahih Abu Dawud)

Terkait fadhilah doa saat berpuasa, Rasulullah saw bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يفْطرُ وَالإِمَامُ العَادِلُ وَدَعْوَةُ المَظْلُوْمِ. صحيح الترمذي

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: Orang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzalimi.” (Shahih al-Turmudzi)

6. Memberi makan untuk orang yang berbuka. 

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

7. Jika berhadats besar, disunnahkan mandi janabah/mandi besar sebelum terbit fajar. 

Aisyah meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُوْمُ. متفق عليه

“Bahwa Nabi saw pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub dari istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Mandi di malam hari setiap ba’da Maghrib di bulan Ramadhan 

Dalam sebuah riwayat dari Abu Bakr, beliau berkata,

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالْعَرْجِ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطَشِ أَوْ مِنَ الْحَرِّ.

“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ” (HR. Abu Daud no. 2365)

Walaupun dalam hadits dibolehkan mandi saat berpuasa, namun sebaiknya dilakukan setelah waktu magrib, karena tubuh menjadi lebih segar dan juga supaya lebih giat untuk qiyamul lail (tarawih, tadarrus, dan lain-lain).

9. Melaksanakan shalat Tarawih selama bulan Ramadhan. 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. متفق عليه

“Barangsiapa menghidupkan (malam Ramadhan) karena iman dan mengharap (ridha Allah), maka akan diampuni baginya dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Senantiasa melaksanakan shalat Witir. 

Shalat Witir pada bulan Ramadhan mempunyai kekhususan hukum yaitu:

a. Disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah.

b. Disunnahkan bagi imam untuk memperkeras bacaan.

c. Disunnahkan untuk membaca qunut pada separuh kedua bulan Ramadhan.

11. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an. 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ وَأَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ وَيُعْرِضُ عَلَيْهِ القُرْآنَ. رواه البخاري

“Rasulullah adalah orang yang paling baik dalam melakukan kebaikan dan paling baik dalam Ramadhan saat ditemui oleh Jibril dan ia membacakan al-Qur’an kepada Nabi.” (HR. Bukhari)

12. Memperbanyak melakukan Sholat sunnah 

"Allah akan menulis untuknya sejuta perbuatan baik dan menghapus sejuta perbuatan buruk dan membesarkannya satu juta tingkatan. ” (Tirmidzi)

Dari hadits ini jelas bahwa melafalkan sholat sunnah khusus ini membantu menulis sejuta perbuatan baik dan pada saat yang sama menghapus jutaan perbuatan buruk yang juga datang dengan peningkatan dalam jutaan tingkat spiritualitas dengan mengerjakan sholat sunah seperti shalat Rawatib, shalat Dhuha, shalat Tasbih, dan sebagainya.

13. Memperbanyak amal-amal shalih 

Bulan ramadhan diisi dengan amalan amalan shalih seperti shadaqah, shilaturrahmi, menghadiri majlis taklim/pengajian, i’tikaf, umrah, menjaga hati dan anggota tubuh dari perbuatan maksiat, memperbanyak doa, dan sebagainya.

14. Lebih meningkatkan semangat ibadah pada 10 hari terakhir 

Mengejar lailatul qadar pada malam-malam tersebut, terutama pada tanggal-tanggal ganjilnya. Diriwayatkan dari Aisyah ra:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ العَشْرَ الأَوَاخِرَ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ المَئْزَرَ. متفق عليه

“Bahwa Nabi saw jika memasuki 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau menghidupkan malam, membangunkan istri beliau, dan meninggalkan hubungan suami istri (untuk dipergunakan ibadah). (HR. Bukhari dan Muslim)

15. Lebih memperbanyak dalam menafkahi keluarganya. 

Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ

“Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampaipun makanan yang kamu berikan kepada istrimu” (HR. Bukhari 56 dan Muslim 1628).

16. Meninggalkan banyak bergurau,terutama yang mengandung ejekan. 

Jika diejek oleh seseorang, harus segera ingat bahwa dirinya sedang berpuasa.

فَإِنْ امُرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ. رواه مسلم

“Jika seseorang menghina atau menengkarinya, maka hendaknya orang yang berpuasa itu mengatakan. ‘Sesungguhnya aku berpuasa, sesungguhnya aku berpuasa.” (HR. Muslim)

17. Banyak berinfaq dan shadaqah 

Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadlan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR Al Bukhari).

Hadits tersebut memberikan faidah kepada kita bahwa kedermawanan hendaknya lebih di tingkatkan lagi di bulan Ramadlan.

Amalan sunnah puasa Ramadhan  ini sesuai hukumnya sunnah, bila dikerjakan akan mendapat pahala, tak dikerjakan juga tidak apa-apa.

Semoga bermanfaat...