Sabtu, 26 September 2020

17 AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG LARANGAN PACARAN

Edisi Sabtu, 26 September 2020 M / 9 Shafar 1442 H

 Pacaran pada jaman sekarang menjadi sesuatu yang umum. Pacaran seolah menjadi sebuah ikatan bukti resmi nya hubungan dua insan manusia. Pada jaman sekarang pacaran menjadi hal yang biasa dan menjadi sesuatu yang dibangga bangga kan. Pacaran dilakukan oleh hampir semua kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan orang yang sudah tak lagi muda juga menjalankannya. Orang yang tidak ber pacaran dengan niat menjaga diri dipandang sebagai sesuatu yang aneh, disebut terlalu tertutup atau bahkan disebut sebagai orang yang belum laku.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat beliau, “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang cuma selintas atau tidak sengaja, kemudian beliau memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku”. (HR Muslim no 5770). 

Hadits tersebut bermakna bahwa tidak diperkenankan dengan sengaja memandang kepada lawan jenis, memandang saja tidak dibolehkan dalam islam, sebab menimbulkan hawa nafsu dan mudah sekali tergoda oleh bisikan syetan.

Apalagi pacaran yang identik dengan berduaan, komunikasi intens, berpandangan mata, bahkan melakukan sentuhan seperti berpegangan tangan. tidak ada istilah pacaran dalam islam, sebab pacaran menjurus kepada maksiat dan zina. Pendekatan sebelum menikah dalam islam dilakukan dengan jalan Istikharah, berikut 17 ayat tentang larangan pacaran beserta uraian singkat nya:

1. QS Al Isro’ Ayat 32 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Pacaran bukan sebuah ikatan yang resmi, ikatan resmi hanya didapat dengan menikah. Pacaran mendekatkan pelakunya ke arah zina yang jelas dilarang oleh Allah dan bukan jalan yang baik dalam islam. Untuk itulah larangan berpacaran dalam islam dijelaskan dalam ayat ini guna menegaskan perilaku tidak baik tersebut.

2. QS An Nuur Ayat 30 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

Pacaran yang identik dengan berpandangan, berdekatan, dll tidak sesuai dengan perintah Allah kepada semua laki laki beriman untuk menjaga pandangan dan menjaga diri, hendaknya setiap lelaki mukmin mengamalkannya dengan tidak menjalankan pacaran. Salah satu cara menghindari pacaran bisa dengan menahan diri untuk tidak bertemu dengan lawan jenis hanya berduaan saja.

3. QS An Nuur Ayat 31 

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Wanita yang dijunjung tinggi kehormatannya dalam islam juga hendaknya menjauhi pacaran dan mendekatkan diri hanya kepada suami nya kelak. Wanita baik yang senantiasa istiqomah menjaga diri akan mendapat jodoh yang baik pula. 

4. QS Al Ahzab Ayat 32 

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,"

Salah satu hal yang umum dalam pacaran ialah saling bertutur kata lembut bahkan merayu pada lawan jenis yang belum halal baginya, hal ini tidak diperkenankan oleh Allah sebab dapat memancing hawa nafsu orang lain.

5. QS Al Mu’minun Ayat 5 

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

"dan orang-orang yang menjaga kemaluannya."

Allah menjunjung tinggi dan menyukai mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga diri dengan menghindari pacaran sehingga terhindar dari perbuatan tercela. 

 6. QS Al Mu’minun Ayat 6 

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

"kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan jalan dalam islam yang halal yaitu melalui pernikahan bukan pacaran yang haram hukumnya. 

7. QS Al Ahzab Ayat 35 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

Allah menjanjikan pahala besar untuk mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga dirinya, mampu mengalahkan hawa nafsu nya, dan mampu menjalankan perintah Allah dengan menjalankan hubungan yang halal melalui ikatan pernikahan bukan berpacaran. 

8. QS Al Mu’minun Ayat 7 

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

"Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

Pacaran sama saja dengan mencari zina sebab memiliki kedekatan dengan lawan jenis tanpa ada ikatan yang syah.

9. QS At Tahrim : 6 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Ada sebagian orang tua yang merasa bangga jika anaknya berpacaran, bahkan merasa khawatir jika anaknya tidak berpacaran karena takut dianggap tidak laku. Dalam keluarga wajib menuntun dan mengingatkan dalam kebaikan, sebagai orang tua pula wajib melarang jika anaknya berbuat hal yang maksiat seperti pacaran, sebab salah satu kewajiban orang tua adalah memelihara keluarga nya dari api neraka. 

10. QS Al Baqarah Ayat 169

 إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."

Ada sebuah hadist dari Rasulullah, “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan wanita kecuali yang ketiga adalah syetan”. (HR Tirmidzi). Pacaran menjadikan jalan mudah bagi syetan untuk memberi bisikan yang menjurus pada perbuatan maksiat dan keji. Tidak sedikit orang berpacaran yang akhirnya rugi karena berbuat zina. 

11. QS Al Ahzab Ayat 33 

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Perempuan yang berpacaran tentu sering berhias diri agar terlihat menarik di mata lelaki yang berpacaran dengan nya, hal itu tidak dibenarkan dalam islam, sebab wanita hanya boleh berhias diri dan tampil menarik di hadapan suami nya. 

12. QS An’am Ayat 119 

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

"Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

Jangan terpengaruh dengan orang lain yang membanggakan diri karena berpacaran, setiap mukmin hendaknya istiqomah dan tetap berada pada jalan Allah, tidak mengikuti sesuatu yang sesat yang melampaui batas seperti pacaran. 

13. QS Qasas Ayat 50 

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Orang yang menjalankan perbuatan seperti pacaran termasuk merugi sebab termasuk perbuatan sesat yang tidak ada dalam syariat islam, perbuatan tersebut hanya mengikuti kehidupan seperti jaman jahiliyah dahulu sebelum mendapat petunjuk dari Allah dan para Rasul Nya.

14. QS Al Maidah Ayat 77 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang terdahulu sebelum kedatangan Muhammad dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. 

Pada jaman dahulu wanita tidak mendapat kehormatan, wanita hanya digunakan sebagai penghias dan pelayan bagi pria, banyak wanita yang merugi dan menderita.

Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul Nya untuk memberi petunjuk kepada setiap umat tentang syariat islam agar mendapat jalan yang lurus. Seseorang yang tidak mengikuti petunjuk dari Allah dan Rasul Nya tentu akan merugi sebab segala syariat dan hukum islam pasti memberikan kebaikan dan banyak manfaatnya.

15. QS Al Furqon Ayat 43 

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?"

Allah tidak menjamin ketenangan hidup orang orang yang tidak mengikuti syariat Nya. Pacaran adalah salah satu perbuatan yang tidak sesuai syariat islam, yang hanya bertujuan untuk mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.

16. QS An Naziat Ayat 40 

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

“Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keingingan hawa nafsu nya ”. 

Allah memberi jaminan surga untuk orang mukmin baik laki laki ataupun perempuan yang mengikuti syariat Nya dengan niat ibadah dan tidak mengikuti hawa nafsu nya karena Allah. Orang tersebut akan mendapat jalan lurus dan jauh dari godaan syetan sehingga jauh pula dari berbagai bentuk perbuatan maksiat.

17. QS An Naziat Ayat 41 

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

Pacaran bukan jalan dalam islam untuk meresmikan sebuah hubungan, pacaran justru terdapat ketidak pastian di dalam nya, hubungan yang serius adalah hubungan yang dibuktikan denga pernikahan, perempuan dan laki laki yang serius juga mereka yang menjauhi pacaran untuk menjaga diri dan kehormatannya, serta mengikti syariat Allah. Orang yang baik dan suci tentu kelak akan mendapat jodoh yang baik untuknya pula.

Demikian artikel 17 ayat Al Qur’an tentang pacaran. Jelas dari ayat ayat di atas bahwa pacaran adalah perbuatan yang tidak ada dalam hukum islam, pacaran termasuk perbuatan tercela dan menjurus ke arah maksiat serta zina. Jelas bahwa berpandangan, berduaan, bersentuhan, dll yang menjadi hal biasa dalam pacaran hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah memiliki hubungan yang halal berdasarkan syariat islam yaitu dengan jalan pernikahan.

Sebagai umat islam hendaknya tidak mengikuti kebiasaan tersebut, wajib bagi setiap mukmin untuk mempertahankan jati diri dan menjaga diri serta kehormatan dengan melakukan pergaulan yang dibolehkan oleh syariat islam. Setiap hukum islam yang diciptakan pastilah lebih banyak manfaat dan kebaikan di dalam nya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi perbaikan diri terima kasih.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 25 September 2020

17 KEUTAMAAN HARI JUM'AT BAGI WANITA

Edisi Jum'at, 25 September 2020 M / 8 Shafar 1442 H

Seperti diketahui Jum'at merupakan hari paling istimewa di antara hari lain bagi umat muslim.

Rasulullah pun sangat memuliakan hari Jum'at bahkan di dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda:

“Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jum'at. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jum'at.” (Riwayat Muslim)

Pada hari yang sangat istimewa tersebut, akan sangat banyak pahala yang akan diturunkan sekaligus banyak juga kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menghapus dosa dan sangat disayangkan jika terlewatkan atau disia-siakan begitu saja.

Bagi kaum adam ibadah shalat Jum'at hukumnya adalah wajib. Lalu bagaimana dengan keutamaan Hari Jum'at bagi seorang wanita?

Berikut beberapa keutamaan hari Jum'at bagi wanita :

1. Hari Paling Baik 

Hari Jum'at menjadi hari terbaik dimana matahari terbit pertama kali adalah di hari Jumat dan pada hari itu juga, Adam diciptakan serta dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya sekaligus kiamat tidak akan terjadi kecuali di hari Jum'at.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabada, “Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.

2. Waktu Mustajab Untuk Berdoa 

Tidak hanya lelaki yang diharapkan untuk melaksanakan shalat dan juga memanjatkan sesuatu pada Allah, namun para wanita juga bisa melakukan hal serupa sebab di hari tersebut niscaya Allah akan mengabulkan permohonan tersebut. Rasulullah sudah memberi isyarat tentang gambaran sedikitnya waktu tersebut.

Ibnu Qayyim Al Jauziah, setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu mengatakan, “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua,  sesudah Ashar dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi” (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah 

Hari jum'at juga diutamakan untuk lebih banyak melakukan sedekah dibandingkan dengan hari lainnya. Ibnu Qayyim mengatakan, “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab  menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih)

4. Hari Allah Menampakkan Diri 

Hari jumat juga menjadi hari dimana Allah menampakkan diri pada hamba-Nya yang beriman di surga. Sahabat Anas bin Malik  dalam berpendapat dalam ayat, “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

5.Membaca Surat Al Kahfi 

Kaum muslim dan juga muslimah diharapkan juga untuk membaca surat Al Kahfi pada hari jumat. Hari jum'at yang dimaksud adalah hari jum'at dalam perhitungan pada kalender hijriah yaitu dimulai pada hari Kamis petang di saat matahari terbenam sampai hari jum'at petang di saat matahari terbenam.

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)

6. Perbanyak Shalawat 

Keutamaan berikutnya yang harus dilaksanakan kaum muslimah pada hari jum'at adalah lebih memperbanyak shalawat. Amalan shalawat ini terbilang sesuatu yang ringan dan mudah untuk dilakukan kapan pun dan dimana pun terutama jika ingin mendapatkan pahala sunnah di hari Jum'at.

Shalawat ini dibacakan pada hari kamis petang saat matahari terbenam sampai hari jum'at petang di saat matahari terbenam.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro; hasan lighairihi)

7. Perbanyak Doa 

Tidak hanya memperbanyak shalawat, keutamaan muslimah lain di hari jum'at adalah lebih memperbanyak doa pada hari istimewa tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sudah memberi penjelasan mengenai keutamaan doa pada hari jum'at di dalam hadits yakni,

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Shalat Dhuhur Awal Waktu 

Meski tidak menunaikan ibadah shalat Jum'at, akan tetapi kaum muslimah masih bisa mendapatkan pahala sunnah dengan cara melaksanakan shalat dhuhur pada awal waktu.

Selain itu, shalat dhuhur juga tidak boleh ditunda bahkan sampai dilalaikan.

9. Hari Penghapusan Dosa 

Hari jum'at juga menjadi hari penghapusan dosa tidak hanya untuk kaum muslimin namun juga kaum muslimah. Salman Al Farisi berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

10. Hari Terhindar Dari Siksa Kubur 

Sudah disebutkan dalam sebuah hadits jika ada seseorang yang meninggal di malam Jum'at atau hari jum'at, maka orang tersebut juga akan terhindar dari fitnah siksa kubur.

“Barangsiapa yang meninggal dunia di malam Jum'at atau hari Jum'at terjaga dari fitnah siksa kubur”. (HR. Imam At Tirmidzi dari Abdullah bin Amr bin Ash)

11. Hari Kesaksian 

Di dalam Al Qur'an setidaknya ada tiga hari yang paling penting yakni hari kiamat, hari yang disaksikan yakni hari arafah dan juga hari persaksian yakni hari jum'at.

“Hari yang dijanjikan yaitu hari Qiyamat, hari yang disaksikan adalah hari Arafah dan hari persaksian adalah hari Jum'at”. (HR. Imam At Tirmidzi dari Abu Hurairah). Ini menyebabkan hari jum'at menjadi salah satu hari paling penting untuk umat muslim di seluruh dunia.

12. Rizki Berkelimpahan 

Hari jum'at menjadi hari dimana rizki akan berkelimpahan. Di dalam Surat Al-Jumu’ah ayat ke 10, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Dalam kitab tafsir Jalalayn juga dijelaskan tentang ayat ini yang turun di hari Jum'at dimana Nabi sedang berkhutbah dan sekumpulan kafilah datang membawa banyak barang dagangan kemudian dipukul generang untuk menyambut kafilah seperti biasa sehingga banyak ornag berhamburan keluar masjid dan hanya tersisa 12 orang saja bersama Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa Salam.

Dalam ayat tersebut memberi pengertian jika karunia tersebut bisa dicari asalkan tetap mengingat Allah sehingga nantinya Allah akan memberikan keberuntungan selama di dunia dan juga akhirat.

13. Memotong Kuku 

Pada hari jum'at, keutamaan wanita lainnya adalah membersihkan diri serta memotong kuku yang merupakan cara penambah keberkahan untuk menyambut hari raya setiap pekan yakni jum'at yang mulia sekaligus memuliakan hari jum'at tersebut. Sementara untuk pria disarankan untuk memotong kuku, memotong kumis dan juga membersihkan diri secara khusus sebelum berangkat shalat jum'at.

14. Mandi jumat 

Jum'at menjadi hari raya untuk semua umat muslim tanpa terkecuali sehingga penampilan dan juga fisik harus sangat disiapkan untuk menyambut dan menghias kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam sendiri juga sudah mempraktekkan sendiri bagaimana Beliau menggunakan pakaian khusus di hari jum'at dan juga memberi perintah pada sahabat untuk melakukan hal yang serupa. Selain itu, mandi dan mengenakan wewangian tidak hanya dilakukan sebagai syiar, namun juga kekhusyukan untuk melakukan ibadah. Meskipun mandi jum'at tidak diwajibkan untuk wanita serta anak-anak, namun tetap baik untuk dilakukan.

15. Tidak Mengkhususkan Puasa 

Hari jum'at juga tidak boleh dikhususkan untuk berpuasa dan ini juga diperkuat oleh riwayat dari Abi hurairah  radliyallah ‘anhu,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah salah seorang kamu berpuasa pada hari Jum’at, kecuali dia juga berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Jabir radiyallah’anhu pernah ditanya: “Apakah Nabi shallallahu’alaihi wasallam melarang tentang puasa hari Jum’at? Beliau menjawab, “ya.” dalam riwayat lain terdapat tambahan, “Kecuali digandengan dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan lainnya)

16. Memperbanyak Dzikir 

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah.” (QS Al Jumuah : 9)

Di dalam Al-Quran Surat Al Jumuah disebutkan bahwa di hari Jum'at kita bisa memperbanyak Dzikir agar mendapatkan keutamaan dari Allah. Untuk itu, bersegeralah diri kita mengingat Allah untuk mendapatkan keutamaan tersebut di hari Jum'at.

17. Ibadah yang Mendapat Keutamaan Pahala 

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan)

Dalam hadist diatas dijelaskan bahwa dengan melaksanakan ibadah di hari Jumat, bergegas untuk shalat, maka akan mendapatkan pahala yang lebih dari puasa dan shalat setahun. Hal ini tentu saja berhubungan dengan pengertian hari Jum'at bahwa Jum'at adalah persahabatan atau persatuan.

Demikian, itulah tadi 17 keutamaan hari Jumat bagi kaum hawa.

Semoga bermanfaat...

Rabu, 23 September 2020

17 KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Edisi Kamis, 24 September 2020 M / 7 Shafar 1442 H

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tidak lain karena syiar Islam yang masuk ke Indonesia diterima dengan baik oleh penduduk saat itu.

Keterlibatan Kerajaan islam di Indonesia pun turut memberikan peran dalam penyebaran islam ke seluruh penjuru Indonesia.

Sejarah Indonesia tak lepas dari kerajaan Islam yang pernah berdiri dan memberi beragam warisan budaya. Peninggalan kerajaan Islam di Indonesia ini sebagian masih bisa disaksikan dan menjadi saksi biru perkembangan zaman.

Berbagai buku dan situs sejarah mencatat berdirinya kerajaan Islam di Indonesia, sosok di baliknya, masa kejayaan, dan peninggalan yang bersejarah. Kerajaan Islam kadang disebut kesultanan mengikuti sebutan pemimpin utama di wilayah tersebut. 

Kerajaan islam di Indonesia antara lain kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Aceh Darussalam, Kesultanan Malaka, Kerajaan Demak, dan masih banyak lagi yang akan dibahas dalam artikel ini.

Berikut ini beberapa kerajaan islam yang pernah ada di Indonesia:

1. Kerajaan Samudera Pasai 

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh persisnya di Aceh Utara kabupaten Lhokseumawe. Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M.

Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe.

Diantara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah ia masuk Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting yang dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Pada masa pemerintahan Sultan Malik At-Tahir, Kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.

2. Kerajaan Aceh Darusaalam 

Kerajaan Aceh Darussalam (1496-1903 M) berdiri pada masa runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Aceh Darussalam atau yang disebut juga sebagai Kerajaan Aceh atau Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatra  dengan ibu kota Banda Aceh Darussalam.

Sultan pertama Kerajaan Aceh Darussalam,Sultan Ali Mughayat Syah, dinobatkan pada hari Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H bertepatan dengan tanggal  8 September 1507 kalender Masehi. Kerajaan Aceh Darussalam mengalami kejayaan pada masa perintahan Sultan Iskandar Muda atau Sultan Meuku Alam. Pada masa kepemimpinannya, Aceh mengalami masa ekspansi dan pengaruh luas hingga menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama.

3. Kesultanan Malaka 

Kesultanan Malaka merupakan sebuah kerajaan Islam Melayu yang berdiri di tanah Malaka. Kerajaan ini pertama kali dibentuk dan didirikan oleh Parameswara dari Sriwijaya Palembang pada tahun 1405 dan merubah namanya menjadi Sultan Iskandar syah setelah memeluk Islam. 

Setelah Sultan Iskandar Syah, kepemimpinan kerajaan Malaka dipegang oleh anaknya, yakni Sultan Muhammad Syah di tahun 1424 sampai 1444. Di masa kepemimpinannya, wilayah kerajaan diperluas ke seluruh Semenanjung Malaka. Setelah itu, ia digantikan oleh saudaranya Sultan Muzaffar Syah dari tahun 1444 hingga 1459. Selanjutnya, pemerintahan dipegang oleh Sultan Mansur Syah di tahun 1459 hingga 1477, Sultan Alauddin Syah pada 1477 hingga 1488, dan terakhir Sultan Mahmud Syah 1488 hingga 1528.

Kerajaan Malaka tercatat memiliki hubungan baik dengan Cina yang dimana tercatat sudah banyak hubungan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Kerajaan ini terkenal sebagai penguasa jalur pelayaran dan perdagangan di selat Malaka sekitar abad 15. Runtuhnya Kesultanan Malaka akibat dari invasi Portugis pada tahun 1511 dan peristiwa tersebut menjadi salah satu awal mula invasi militer Eropa ke Nusantara.

4. Kesultanan Perlak 

Kerajaan Perlak merupakan kerajaan Islam di Indonesia yang terletak di Peureulak Aceh Timur pada tahun 840 sampai 1292 Masehi. Perlak atau Peureulak merupakan sebuah area produksi kayu perlak, sejenis kayu yang sangat cocok digunakan untuk pembuatan kapal.

Pada masa itu, daerah tersebut dikenal sebagai negeri Perlak. Oleh karena itu, daerah tersebut ramai dikunjungi oleh kapal-kapal dari negara Arab dan Persia. Hal ini menyebabkan perkembangan komunitas Islam di daerah ini hingga pernikahan campuran pedagang Muslim dengan wanita asli daerah Perlak.

Raja pertama Kerajaan Perlak adalah Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Namun, masa kekuasaannya tidak banyak diketahui. Raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Shaleh lalu Malik Shaleh mendirikan Kerajaan Samudra Pasai.

5. Kerajaan Demak 

Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama dan terbesar di pulau Jawa yang berdiri pada tahun 1478 yang dipimpin oleh Raden Patah. Kerajaan Demak terletak di wilayah Demak daerah pesisir utara Jawa Tengah.

Kerajaan Demak merupakan pelopor penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Hal ini lantaran dukungan dari para Wali Songo kala itu. Munculnya Kerajaan Demak terjadi pada masa kemunduran Kerajaan Majapahit yang kala itu beberapa wilayah kekuasaan Majapahit memisahkan diri.

Kerajaan ini tercatat memiliki 5 raja yang pernah berkuasa yaitu Raden Fatah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Sunan Prawata dan Arya Penangsang. Pada masa kejayaannya kerajaan ini menjadi kerajaan yang tak tersaingi di pulau Jawa khususnya.

Kemunduran Kerajaan Demak dipicu olehh perang saudara antara Pangeran Surowiyoto dan Trenggana yang berujung saling bunuh antar saudara untuk merebut tahta Kerajaan Demak. Pada tahun 1554 Kerajaan Demak mengalami keruntuhan akibat pemberontakan Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Oleh Hadiwijaya pusat kekuasaan Kerajaan Demak dialihkan ke daerah Pajang sehingga berdirilah Kerajaan Pajang.

6. Kerajaan Islam Pajang 

Kerajaan Pajang berdiri sebagai kelanjutan Kerajaan Demak setelah mengalami keruntuhan. Pajang didirikan oleh Sultan Hadiwijaya atau biasa disebut Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging yakni di lereng Gunung Merapi. Ia adalah menantu Sultan Trenggono yang diberi kekuasaan di Pajang. Pasca membunuh dan merebut kekusaan Demak dari Aria Penangsang, seluruh kekuasaan dan benda pusaka Demak dipindahkan ke Pajang. Jaka Tingkir mendapat gelar Sultan Hadiwijaya dan sekaligus menjadi raja pertama Kerajaan Pajang.

Islam yang semula berpusat di pesisir utara Jawa (Demak) dipindahkan ke pedalaman membawa pengaruh yang besar dalam penyebarannya. Selain Islam yang mengalami perkembangan, politik juga mengalami perkembangan.

Pada masanya, Jaka Tingkir memperluas kekuasaannya ke arah timur hingga Madiun di area pedalaman tepi aliran sungai Bengawan Solo. Pada tahun 1554 Jaka Tingkir mampu menduduki Blora dan Kediri pada 1577. Karena Kerajaan Pajang dengan raja-raja di Jawa Timur sudah bersahabat, pada tahun 1581 Jaka Tingkir mendapat pengakuan sebagai sultan Islam oleh raja-raja penting di Jawa Timur.

7. Kerajaan Mataram Islam 

Kerajaan Mataram Islam merupakan sebuah Kerajaan Islam yang berdiri di Pulau Jawa pada abad ke-16. Pusat pemerintahan Kerajaan Matarama Islam terletak di Kotagede Yogyakarta. Kerajaan ini dipimpin oleh dinasti yang mengaku sebagai keturunan Majapahit yaitu Keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan.

Awal mula Kerajaan Mataram Islam adalah dari Kadipaten yang berada di bawah Kesultanan Pajang dan berpusat di Bumi Mentaok. Kemudian diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasa yang diberikannya. Raja yang berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Penembahan Senapati), yang merupakan putra Ki Ageng Pemanahan. Pada masa pemerintahan Sutawijaya, kerajaan ini menjadi kerajaan independen.

Kerajaan Islam Mataram mengalami masa kejayaan pada masa pemeritahan Mas Rangsang atau Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Sultan Agung berhasil melakukan ekspansi dan menguasai hampir seluruh wilayah di tanah Jawa. Ia juga melakukan perlawanan kepada VOC dengan bekerja sama bersama Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon.

Kerajaan Mataram Islam atau yang disebut dalam Bahasa Jawa Nagari Kasultanan Mataram menerapkan kerajaan berbasis pertanian dengan berasaskan ajaran Islam. Kerajaan Mataram meninggalkan beberapa peninggalan seperti kampung Matraman di Batavia  / Jakarta, sistem persawahan di Pantura, Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dan lainnya.

8. Kerajaan Islam Cirebon 

Kerajaan Cirebon atau Kasultanan Cirebon adalah Kasultanan Islam yang cukup besar di Jawa Barat pada abad 15-16 Masehi. Kasultanan Cirebon pertama kali di didirikan pada tahun 1430 dan penguasa atau Sultan pertama yang menjabat di kerajaan adalah Pangeran Walangsungsang sebagai Sultan Cirebon I dan menjabat dari tahun 1430 hingga 1479 M.

Kemudian pada tahun 1479 Sultan Cirebon I menyerahkan jabatan dan kekuasaannya kepada Sunan Gunung Jati yang tidak lain ada keponakannya sendiri dan menjabat sebagai Sultan Cirebon II.

Sultan atau penguasa Kerajaan Cirebon selanjutnya adalah Sultan Abdul Karim yang merupakan penguasa Kasultanan Cirebon terakhir sebelum terbagi menjadi dua yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman.

9. Kerajaan Islam Banten 

Kesultanan Banten atau Kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam di pulau Jawa tepatnya di Pasundan, Banten pada tahun 1526. Sultan pertama yang memimpin kerajaan ini adalah Sultan Maulana Hasanudin dan pemimpin terakhir dari Kasultanan Banten sebelum dipaksa bubar oleh kolonial Inggris adalah Sultan Maulana Muhammad Syafiudin.

Raja atau sultan yang paling terkenal di Kesultanan Banten adalah Sultan Agung Tirtayasa yang dimana masa kejayaan Kesultanan Banten terjadi di masa kepemimpinannya.

Kerapuhan dan akhir dari Kesultanan Banten terjadi akibat banyak faktor salah satunya adalah adanya perang saudara yang terjadi di kerajaan dimana Sultan Haji anak dari Sultan Ageng Tirtayasa berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dari tangan sang ayah.

Dari kejadian tersebut akhirnya berimbas pada pembubaran Kesultanan Banten pada tahun 1813 oleh pemerintah Inggris yang sedang berkuasa di Indonesia.

Didirikan oleh Hasanuddin pada tahun 1552 di Banten. Pada masa kepemimpinannya Kerajaan Banten mengalami masa kejayaan. Setelah Hasanuddin wafat kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Yusuf. Kemunduran Kerajaan Banten terjadi pada masa kepemimpinan Sultan Abdul Muffakir.

10. Kerajaan Islam Banjar 

Kesultanan Banjar berdiri sejak tahun 1520 dan bertahan hingga tahun 1905. Sultan atau pemimpin pertama dari Kerajaan Banjar adalah Sultan Suriansyah yang dilantik pada tahun 1526 dan memimpin hingga tahun 1550.

Masa keemasan dari Kesultanan Banjar terjadi sejak periode awal tahun 1526 hingga 1787 yang dimana kerajaan ini terkenal akan aktivitas pertanian dan juga agensi militernya.

Pada tahun 1860, Belanda secara langsung membubarkan Kesultanan Banjar yang mengharuskan Kesultanan Banjar ditiadakan kembali. Namun sejarah mencatat bahwa pemerintahan Banjar tetap ada hingga tahun 1905 yang dimana rakyat Banjar meyakini adanya pemerintahan darurat. Pemimpin atau sultan terakhir Kerajaan Banjar adalah Sultan Muhammad Seman.

11. Kerajaan Sukadana atau TanjungPura 

Kerajaan Tanjungpura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang berdiri pada abad ke-8. Kerajaan ini mengalami beberapa kali pemindahan ibukota kerajaan. Ibukota pertama terletak di Negeri Batu (saat ini dikenal sebagai Kabupaten Ketapang), kemudian pindah ke Sukadana (saat ini kota di Kabupaten Kayong Utara) pada abad ke-14 dan berubah menjadi Kerajaan Matan pada abad ke-15 semenjak Sorgi (Giri Kesuma) berkuasa dan memeluk islam.

12. Kerajaan Islam Ternate 

Kerajaan Islam Ternate didirikan oleh Sultan Marhum. Keberadaan Kerajaan ini adalah di Maluku Utara. Di Maluku sendiri terdapat 4 Kerajaan yaitu Ternate, Tidore, Obi, dan Bacan. Dari keempat Kerajaan tersebut Ternate dan Tidore merupakan Kerajaan yang berkembang cepet karena sumber rempah-rempah yang sangat besar.

Banyak para saudagar yang datang untuk melakukan perdagangan di Kerajaan Ternate, dan selain bertransaksi perdagangan mereka juga menyebarkan agama islam. Setelah Sultan Mahrum wafat digantikan oleh Sultan Harun. Sultan Harun kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Baabullah.

Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Sultan Baabulah kemudian meninggal pada tahun 1583. Tampuk kekuasaan kemudian digantikan putranya yang bernama Sahid Barkat. Kerajaan Ternate mengalami kemunduran karena tidak mampu melawan Spanyol dan VOC.

13. Kerajaan Islam Tidore 

Berdiri pada tahun 1801 yang dipimpin oleh raja Muhammad Naqil. Kerajaan Islam Tidore terletak di sebelah selatan Kerajaan Ternate Agama islam menjadi agama resmi Kerajaan Tidore dan disahkan oleh raja Tidore ke-11 yaitu Sultan Djamalludin berkat dakwah dari Syekh Mansur dari Arab.

Kerajaan Tidore menjadi pusat perdagangan karena banyaknya bangsa Eropa yang melakukan transaksi perdagangan. Bangsa tersebut seperti Spanyol, Portugis dan Belanda. Kerajaan Islam Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M).

14. Kerajaaan Islam Makassar 

Terdapat beberapa Kerajaan yang berada  di Sulawesi Selatan yaitu Kerajaan Gowa, Bone, Waju, Luwu, Tallo, dan Soppeng. Diantara kerajan tersebut yang berkembang sangat pesat hanya Kerajaan Gowa dan Tallo saja. Hal tersebut dikarenakan letak Gowa dan Tallo  yang berada ditengah jalur pelayaran yang strategis. Oleh karena itu raja kedua Kerajaan maju itu memutuskan untuk bergabung dan mendirikan Kerajaan Islam Makassar dengan raja pertamanya adalah Sultan Alauddin.

Kerajaan Islam Makassar ini gemar menyebarkan dakwah Islam. Masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Makassar ini ialah pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin.

15. Kerajaan Bone 

Kerajaan Bone dikenal dengan Akkarungen ri Bone, merupakan kerajaan islam yang terletak di Sulawesi bagian barat daya yang sekarang dikenal dengan provinsi Sulawesi Selatan.

Kerajaan Bone berdiri pada awal abad ke-16 dengan datangnya Tomanurung ri Matajang Matasilompoe mempersatukan 7 komunitas yang dipimpin oleh Matoa.

Bone meraih puncak kejayaan setelah berakhirnya perang Makassar pada tahun 1667 sampai 1669. Bone kemudian menjadi kerajaan paling dominan di wilayah selatan Sulawesi. Perang Makassar mengantarkan La Tenritatta Arung Palakka Sultan Saadudin menjadi penguasa tertinggi. Selanjutnya tahta diwariskan ke keponakannya yaitu La Patau Matnna Tikka dan Batari Toja. La Patau Matanna Tikka kemudian menjadi leluhur utama aristokrat di Sulawesi Selatan.

16. Kerajaan Buton 

Kerajaan Buton merupakan salah satu kerajaan islam yang terletak di Kepulauan Buton Sulawesi Tenggara. Kerajaan Buton resmi menjadi kerajaan Islam pada masa pemerintahan Raja Buton yang ke-6 yaitu Timbang Timbangan atau Lakilaponto atau Halu Oleo. Baginda diislamkan oleh Syeikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman al-Fathani yang datang dari Johor.

Agama islam berkembang pesat di wilayah Kerajaan Buton. Ajaran islam banyak diterapkan dalam pemerintahan dan masyarakat. Peraturan undang-undang Kerajaan Buton disebut Murtabat Tujuh yang erat dengan ajaran tasawuf.

Pada masa kejayaannya, Kerajaan Buton menjalin hubungan yang baik dengan seluruh kerajaan di Sulawesi hingga pulau Jawa. Hubungan diplomatik ini membuat perekonomian wilayah Kerajaan Buton lebih baik karena hubungan perdagangan.

17. Kerajaan Gowa 

 Kesultanan Gowapun tidak mau kalah meramaikan list kerajaan Islam di Indonesia terbesar. Di mana kerajaan ini berdiri sejak tahun 1300 dengan nama rajanya, Tumanurung. Letaknya berada diwilayah Sulawesi bagian Selatan. Perdagangan rempah-rempah menjadi aktivitas utama rakyatnya.

Masa kejayaan kerajaan ini adalah saat dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Silsilah raja Kerajaan Gowa ini lebih dari 20 orang. Sekitar 30 sultan pernah memimpin kerajaan ini. 

Tepat satu tahun setelah Indonesia merdeka, Kesultanan Gowa resmi menjadi bagian dari Indonesia. Sampai sekarang Kesultanan Gowa masih dilestarikan. Peninggalan-peninggalan sejarahnya pun menarik perhatian.

Demikian mengenai 17 Kerajaan Islam di Indonesia beserta penjelasannya. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca.

Semoga bermanfaat....