Kamis, 29 April 2021

17 PAHALA MENGAJI (MEMBACA AL-QUR'AN) DI BULAN RAMADHAN

Edisi Kamis, 29 April 2021 M / 17 Ramadhan 1442 H.

Di setiap datangnya bulan Ramadhan , setiap umat muslim tentu sudah membayangkan indahnya dan merancang amalan yang ingin dilakukan. Bulan Ramadhan kerap terlihat banyak umat muslim yang menjalankan shalat tarawih, melakukan sahur dan buka puasa dengan semangat, serta memperbanyak amalan mengajinya atau membaca Al Qur’an. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dan juga telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Setiap amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan tentu dinilai dan mendapat pahala lebih banyak lagi hingga berlipat lipat, termasuk mengaji terlebih mengaji ialah amalan shaleh yang di dalamnya terdapat usaha untuk memahami dan mendalami Al Qur’an. Apa saja pahala tersebut?  Berikut ini, 17 pahala mengaji di bulan Ramadhan :

1. Pahala Berlipat Ganda 

Pahala mengaji di bulan Ramadhan ialah berlipat lipat dari pahala ketika dilakukan di bulan lain dan pahala tersebut dihitung  Allah dari per hurufnya, bukan jumlah surat yang dibaca. Jika di bulan lain mendapat pahala per hurufnya ialah 10 kebaikan, di bulan Ramadhan bisa berlipat hingga 700 kali sesuai dengan niat dan usahanya untuk menjaga hati dalam islam agar ikhlas dan tenang.

“Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Subhanahu Wa Ta'ala. berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim).

2. Wujud Menegakkan Bulan Ramadhan 

“Menegakkan bulan Ramadhan, yaitu menegakkan malam bulan Ramadhan dengan shalat atau membaca Al-Qur’an.” (Juz II, hlm: 173). Bulan Ramadhan menjadi hidup ketika ada orang yang mengaji, suasana menjadi damai dan penuh dengan sahut menyahut bacaan Al Qur’an, tentu akan memberikan pahala yang luar biasa karena memberikan rasa tenang di hati banyak orang serta menjadi jalan untuk mencari ketenangan dalam islam sesuai dalil Al Qur’an.

3. Pahala Lebih Banyak di Setiap Huruf 

“Barang siapa yang membaca satu huruf dalam kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Jelas bahwa membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala berlipat dari jumlah pahala yang terdapat di hadits tersebut. sungguh luar biasa dan menjadi alasan pentingnya akhlak mulia dalam islam dimana kemauan untuk mengaji tentu dilakukan oleh orang yang berakhlak mulia.

4. Dijauhkan dari Lalai 

Sebuah ungkapan Imam Ja’far Shadiq sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Syekh Taqi ad Din Ibrrahim bin Ali bin Hasan bin Muhammad bin Shahih al Amili al Kaf’ami, memberi pemahaman mengenai pahala mengaji di bulan Ramadhan berdasarkan hadits, pahalanya ialah, “Orang yang membaca 10 ayat al-Qur’an dalam satu malam, tidak akan tercatat di antara orang-orang yang lalai”. Orang terebut akan mendapat petunjuk dan dijauhkan dari lalai dan menjadi  cara memelihara akal dalam islam.

5. Dihitung Sebagai Pahala Dzikir 

Orang yang membaca 50 ayat al-Qur’an, akan tercatat di antara orang-orang yang berdzikir mengingat Allah. (Imam Ja’far Shadiq sebagaimana diriwayatkan oleh Syekh Taqi ad Din Ibrrahim bin Ali bin Hasan bin Muhammad bin Shahih al Amili al Kaf’ami). Sungguh luar biasa, orang yang mengaji di bulan Ramadhan mendapat keistimewaan pahala seperti selalu mengingat Allah sebagaimana pahala berdzikir di bulan Ramadhan.

6. Pahala Seperti Berdoa Terus Menerus 

Tentu indah sekali memiliki pahala mengaji di bulan Ramadhan yang pahalanya mengalir terus menerus seperti dalan riwayat berikut, “Jika ia membaca 100 ayat, ia akan tercatat di antara orang-orang yang berdoa terus menerus”. (Imam Ja’far Shadiq sebagaimana diriwayatkan oleh Syekh Taqi ad Din Ibrrahim bin Ali bin Hasan bin Muhammad bin Shahih al Amili al Kaf’ami).

7. Dicatat Sebagai Orang yang Memiliki Derajat Tinggi 

Semakin banyak mengaji, maka pahala mengaji di bulan Ramadhan akan semakin tinggi dan derajat semakin meningkat di mata Allah. Jika ia membaca 300 ayat, ia akan tercatat di antara orang-orang yang beruntung. Jika ia membaca 500 ayat, ia akan tercatat di antara orang-orang yang mencapai derajat ijtihad (mujtahid). Dan jika ia membaca 1.000 ayat, ia akan diberi ganjaran satu qanthar yang sama dengan 5.000”. (Imam Ja’far Shadiq).

8. Pahala Mengurangi Dosa Orang Tua 

“Jika seseorang membaca al-Qur’an, Allah akan membiarkannya menikmati impian masa depannya, dan bacaan demikian dapat mengurangi hukuman orang tuanya meskipun mungkin (orangtuanya) adalah orang kafir.”  (Imam Ja’far Shadiq). Mengaji di bulan Ramadhan juga bisa mengurangi dosa orang tuanya sebagaimana orang tua yang memiliki anak sholeh akan selamat dari azab neraka.

9. Pahala Hati yang Tenang 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah dari rumah Allah yang membaca kitabullah serta saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali diturunkan atas mereka ketenangan dan dilimpahkan rahmat, dan dikelilingi malaikat serta Allah akan menyebut mereka di sisi-Nya.” (HR. Muslim / 2699). Rasulullah dan para sahabat selalu mengaji di bulan ramadhan sehingga mereka memiliki ketenangan hati.

10. Didoakan Malaikat 

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang terhormat, dan yang membaca al Qur’an sedangkan ia terbata-bata serta mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari / 4937 dan Muslim / 798). Siapa saja yang mengaji di bulan ramadhan baik itu yang masih belajar, keduanya tetap mendapat pahala yang mulia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist tersebut.

11. Bercahaya di Langit 

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Engkau hendaknya membaca al Qur’an, agar ia menjadi cahaya bagimu di muka bumi dan mengingatmu di langit.” Pahala membaca Al Qur’an di bulan ramadhan ialah akan menjadi cahaya di langit dan terlihat oleh Allah sehingga ia mendapat perlindungan dan keselamatan dari Allah.

12. Pahala Syafaat di Hari Kiamat 

Dari Abi Umamah al Baahili radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah al Qur’an maka ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi yang membacanya.” (HR. Muslim / 804). Pahala mengaji di bulan Ramadhan akan membuat yang melakukan terhindar dari azab karena mendapat syafaat dari Rasulullah.

13. Mulia di Mata Allah 

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dikatakan kepada sahabat al Qur’an, ‘Bacalah dan mendakilah! Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca dengan tartil di dunia! Maka sesungguhnya tempatmu di akhir ayat yang kamu baca.’” (HR. Abu Dawud / 1300). Jelas bahwa orang yang mengaji di bulan Ramadhan memiliki derajat mulia di sisi Allah.

14. Pahala Diingat Oleh Allah 

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa mereka?” Beliau bersabda, “Mereka adalah ahlul Qur’an yang menjadi keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.” sungguh luar biasa pahala mengaji di bulan Ramadhan yakni ia dianggap oleh Allah sebagai hamba yang dekat padaNya.

15. Pahala Memuliakan Orang Tua 

Bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca al Qur`an, mempelajarinya dan mengamalkannya, kelak pada hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tak bisa dinilai dengan dunia. Maka kedua orangtuanya bertanya: ‘Karena apa kami diberi pakaian (kemuliaan) seperti ini?’ Maka dijawab: ‘Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an’.” (Mustadrak Al-Hakim, 1/568).

Maksud dari hadits tersebut ialah, orang yang mengaji nantinya di akherat akan menolong orang tuanya dan melindungi orang tuanya dari azab sebab memiliki anak yang sholeh sebagaimana doa anak sholeh yang bisa menjadi amal jariyah dengan pahala yang terus menerus dan bisa menjadi penyelamat bagi manusia.

16. Pahala Menuntut Ilmu 

Setiap mengaji, tentu sekaligus mempelajari isinya sehingga hal tersebut dinilai seperti menuntut ilmu dan orang yang menuntut ilmu memiliki derajat yang mulia di mata Allah sehingga ia memiliki kebaikan dan pahala yang jauh lebih banyak serta mendapat kemudahan dari segala ilmu yang ia pelajari tersebut.

17. Menyempurnakan Ibadah Puasa 

Ibadah di bulan puasa tentu tidak hanya puasa, ada yang lain seperti sahur, shalat tarawih, mengaji, dan sebagainya yang masing masing bernilai pahala luar biasa. Mengaji akan menyempurnakan ibadah bulan puasa bagi orang tersebut serta memberikan rasa keindahan dan ketentraman hati karena bisa mempelajari apa yang telah Allah sampaikan dan mengambil maknanya.

Demikian artikel tausiah kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan amal kebaikan di bulan Ramadhan.  

Semoga bermanfaat.....

Rabu, 28 April 2021

17 AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG KOSMOLOGI

Edisi Rabu, 28 April 2021 M / 16 Ramadhan 1442 H. 

Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari di dalam astronomi, filosofi, dan agama. (Wikipedia)

Kosmologi merupakan titik awal dari semua ilmu pengetahuan dalam Islam. Ilmu ini berhubungan dengan penciptaan dunia yang indah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala,  Tuhan Yang Maha Esa. Kalimat tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah merupakan doktrin pokok dari semua pengetahuan ilmiah karena semua kosmos diciptakan oleh Tuhan Yang Esa. Meskipun semesta raya sedemikian luas dan memiliki struktur yang hierarkis, kesemuanya merefleksikan keesaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Al-Quran beberapa kali membahas tentang kosmologi ini seperti tentang kejadian alam semesta, benda-benda langit dan lain sebagainya. Maka dari itu kita akan membahas tentang ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan kosmologi. Simak selengkapnya pada tulisan ini.

1. Q.S. Al-Baqarah : 22 

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 22)

2. Q.S. Al-Baqarah : 29 

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah : 29)

3. Q.S. Al-A’raaf : 54 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)

4. Q.S. Yunus : 3 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Yunus : 3)

5. Q.S. Huud : 7 

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (Q.S. Huud : 7)

6. Q.S. Ar-Ra’d : 2 

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (Q.S. Ar-Ra’d : 2)

7. Q.S. Al-Anbiyaa’ : 30 

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 30)

8. Q.S. Al-Mu’min : 57 

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al-Mu’min : 57)

9. Q.S. Fushshilat : 9 

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam." (Q.S. Fushshilat : 9)

10. Q.S. Fushshilat : 10 

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (Q.S. Fushshilat : 10)

11. Q.S. Fushshilat : 11 

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati." (Q.S. Fushshilat : 11)

12. Q.S. Fushshilat : 12 

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat : 12)

13. Q.S. Al-Ahqaaf : 33 

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ ۚ بَلَىٰ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahqaaf : 33)

14. Q.S. Qaaf : 6 

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ? (Q.S. Qaaf : 6)

15. Q.S. Qaaf : 38 

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. (Q.S. Qaaf : 38)

16. Q.S. Al-Hijr : 19 

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Hijr : 19)

17. Q.S. Ibrahim : 19 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, (Q.S. Ibrahim : 19)

Itulah berbagai ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang kosmologi. Semoga menambah ilmu dan wawasan kita terhadap kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat....

17 PAHALA DZIKIR DI BULAN RAMADHAN

Edisi Rabu,  28 April 2021 M / 16 Ramadhan 1442 H.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, setiap yang kita lakukan bernilai ibadah serta mendatangkan pahala. Tentu setiap orang pasti akan berlomba-lomba mendapatkan pahala dan kebaikan tersebut. Salah satu amalan yang mendatangkan pahala di bulan Ramadhan yaitu dengan dzikir.

Dalam islam, dzikir merupakan amalan yang berupa menyebut asma Allah, baik itu pujian, memuliakan, atau memohon ampun. Dzikir bisa dilakukan kapan saja oleh siapa saja dalam keadaan apapun, langsung dengan lisan ataupun mengucap di dalam hati. Dzikir dikenal memiliki banyak manfaat seperti mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memberikan ketenangan hati bagi yang melakukan.

Berikut adalah pahala dzikir yang dilakukan selama bulan Ramadhan

1. Dijanjikan Pahala Berupa Surga 

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa dzikir memiliki kebaikan yang luas dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Pahala dzikir di bulan Ramadhan akan mendekatkan orang yang melakukan kepada surga sebab selalu mengingat Allah serta memiliki nilai yang sama baik untuk laki laki maupun perempuan. pengaruh dzikir terhadap jiwa akan mengarahkan kepada petunjuk Allah yang lurus sehingga petunjuk tersebut yang memberi jalan ke surga.

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzaab 35).

2. Anjuran dari Allah 

Dzikir dianjurkan langsung oleh Allah Subhanahu Wa'Ta'ala melalui firmanNya, dalam keadaan apapun terlebih di bulan Ramadhan dimana pintu surga terbuka lebar, melakukan anjuran dari Allah sebanyak banyaknya tentu juga akan mendapat pahala sebanyak yang ia niatkan yang sebanyak ketulusannya. cara menambah pahala di bulan Ramadhan yang termudah ialah berdzikir sepanjang waktu.

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyak nya. (QS. Al Ahzaab:41).

3. Mendapat Rahmat Bulan Ramadhan 

Bulan Ramadhan ialah waktu untuk beramal, bukan hanya puasa saja, namun juga amal ibadah yang lain. untuk menyempurnakan rahmat tersebut, jauh lebih baik jika selalu berdzkir agar selalu memahami amal kebaikan apa yang sedang dilakukan di bulan Ramadhan, sehingga membuat selalu mawas diri dan terlindung dari bahaya hawa nafsu.

“Jika ada suatu kaum yang duduk untuk berdzikir kepada Allah Azza wa jalla, niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, mereka pun diliputi rahmat, dan diturunkan ketenangan jiwa untuk mereka. Dan Allah pun menyebut mereka kepada orang-orang yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad).

4. Memperkuat Jalan Taubat Selama Ramadhan 

Bulan Ramadhan ialah bulan yang penuh ampunan, untuk memohon ampun tidak harus dilakukan dengan doa, dzikir juga sebagai ungkapan memohon ampun kepada Allah Ta'ala seperti yang tertulis dalam firman-Nya,

“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya.” (QS Huud: 90).

Karena dzikir tersebut dapat memperkuat jalan taubat di bulan Ramadhan dan dilakukan secara terus menerus dan menjadi amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Syarat agar taubat diterima ialah dengan kesungguhan dan tidak mengulangi, hal itu bisa dilakukan dengan rutin berdzikir.

5. Pahala Mengikuti Sunah Rasul 

Segala yang Rasul ajarkan tentu sebuah kebaikan yang dianjurkan untuk dianut dan dilakukan oleh umat-Nya. Termasuk dzikir tersebut, barang siapa mengikuti sunah Rasul untuk berzikir selama bulan Ramadhan, tentunya akan memberi pahala yang luar biasa. keutamaan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala memang jauh lebih mulia jika dilakukan di bulan Ramadhan.

“Demi Allah, sesungguhnya aku ini beristghfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dan Ahmad).

6. Pahala Kekuatan Menahan Hawa Nafsu 

Berdzikir akan selalu mengingatkan orang yang melakukan akan Allah Ta'ala. Dengan demikian, ia akan selalu takut dan menjauh dari segala perbuatan dosa, ia akan mampu menahan hawa nafsu sebab ia paham bahwa Allah selalu memperhatikan dan mengetahui tingkah lakunya terlebih lagi di bulan Ramadhan ketika ia ingin mendapat amal baik sebanyak banyaknya.

7. Menyempurnakan Ibadah Bulan Puasa 

Bulan puasa tentu bertujuan untuk mendapatkan berkah yang sempurna, hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan ibadah yang lengkap dan yang bisa dilakukan sewaktu waktu, yakni dzikir.

Dzikir akan membuat ibadah selama bulan puasa menjadi sempurna karena ibadah dilakukan setiap waktu sambil menjalankan ibadah yang lain, seperti sambil puasa, sambil bersedekah, dan sebagainya.

8. Dekat dengan Allah 

Dzikir di bulan Ramadhan akan membuat orang yang melakukan semakin dekat dengan Allah karena Allah selalu mengingat hamba yang mendekati-Nya. Hari hari di bulan Ramadhan terasa indah dan nikmat karena melakukan segala amal kebaikan sambil menyebut asma-Nya. Sebab itu ia akan merasa tentram dan mampu menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

9. Mendapat Doa dari Malaikat 

Orang orang yang berdzikir di bulan Ramadhan akan mendapatkan doa dari malaikat karena malaikat bersaksi dan melaporkan segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Orang yang berdzikir akan disukai oleh malaikat karena menghindarkan diri dari setan dan melakukan amalan baik sepanjang waktu, doa tersebut membuat amal ibadah di bulan Ramadhan semakin mendapat berkah.

10. Pahala Rezeki yang Berkah 

Di bulan Ramadhan, Allah juga memberikan rezeki yang berkah dan lebih terutama bagi orang orang yang senang berdzikir dan bersedekah.

“Barangsiapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Al-Baihaqi).

11. Mendapat Berkah Ramadhan 

Berkah Ramadhan jelas akan didapat oleh orang orang yang berdzikir sebab mereka mengisi waktu yang dimiliki dengan kegiatan yang bermanfaat yakni dengan menyebut dan memuji nama Allah, sepanjang waktu ia mendapat pahala dari Allah dan sepanjang waktu ia mendapat berkah di setiap urusan yang dilakukan dan ibadah yang diperbuat.

Aku bersama sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Jika dia menyebut-Ku dalam dirinya, aku pun menyebutnya dalam Diri-Ku. Dan apabila dia menyebut-Ku di hadapan orang banyak, Aku pun menyebutnya di hadapan orang-orang yang lebik baik dari mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

12. Pahala Perlindungan dari Allah 

Orang yang berdzikir ialah mengucapkan kalimat permohonan ampun atau kalimat pujian yang berarti ia mengakui keesaan dan kekuasaan Allah. dalam kerendahan hatinya tersebut, ia mendapat pahala berupa keselamatan dan perlindungan di dunia dan di akhirat serta memberikan keselamatan ketika menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku pun ingat kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan jaganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152).

13. Senantiasa Diingat Allah 

Nikmat yang luar biasa ialah nikmat diingat Allah, tentu semua orang mukmin ingin mendapatkan nikmat tersebut, yakni nikmat luar biasa sebab diingat oleh sang maha pencipta yang memiliki kebaikan sempurna serta memiliki seluruh alam. Hal tersebut dapat terjadi jika selalu berdzikir dengan niat semata karena Allah dengan istiqomah dan kerendahan hati.

14. Terhindar dari Sesat 

Ketika bulan ramadhan tiba, memang syetan dikekang dan tidak dapat mengganggu manusia, namun sebagai makhluk yang memiliki hawa nafsu, gangguan tersebut akan datang dari dirinya sendiri yakni dari hawa nafsunya sendiri. Dzikir akan menghindarkan dari hal tersebut.

“Dan Jika Setan mengganggumu dengan suatu ganguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: Fushilat [41]:36).

15. Mendapat Ampunan Dosa 

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih dilaut.” (Muttafaq ‘alaih).

Ampunan dosa akan didapat oleh orang yang rutin melakukan dzikir di bulan Ramadhan dengan menyempurnakan ibadah yang lainnya, ia seolah menjadi orang yang baru jika ia sungguh sungguh bertaubat dan juga meminta maaf pada orang orang yang pernah disakitinya, sehingga Allah pun memaafkannya sebagaimana ia telah bersungguh sungguh dalam memperbaiki dirinya.

16. Tentram dalam Menjalankan Ibadah Puasa 

Orang yang berdzikir merasakan ketenangan dalam hatinya, dalam segala kegiatan ibadah puasa yang dilakukannya pun menjadi ibadah yang tentram dan semakin banyak mengingatkannya akan Allah.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Raad [13]:28).

17. Pahala Besar Jika Istiqomah 

Istiqomah dalam hal kebaikan apapun termasuk dalam melakukan ibadah dzikir, akan mendapat pahala yang besar dari Allah sebab ia melakukan dengan kesungguhan dan terus menerus.

“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“ (QS. Al-Ahzâb[33]: 35).

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dzikir adalah ibadah yang mudah dilakukan, bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, sehingga bisa dilakukan dalam keadaan yang istiqomah dalam melakukan berbagai aktifitas. Memang segala yang diperintah Allah akan membawa kebaikan dalam bentuk apapun, termasuk perintah dzikir di bulan Ramadhan, semoga kita bisa melakukannya dengan istiqomah.

Semoga bermanfaat ....