Minggu, 02 Mei 2021

17 PAHALA MENYANTUNI ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN BESERTA DALILNYA

Edisi Ahad, 2 Mei 2021 M / 20 Ramadhan 1442 H

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti nantikan kehadirannya oleh umat mukmin, di bulan tersebut banyak anjuran untuk berbuat baik dan beramal sholeh mulai dari mengerjakan amal yang berhubungan langsung dengan Allah seperti shalat, berpuasa, dan membaca Al Qur’an, juga ibadah yang dilakukan yang berhubungan dengan kebaikan untuk orang lain misalnya ialah menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan.

Seperti yang kita ketahui bahwa berbuat baik pada anak yatim di sepanjang hari saja sudah mendapatkan pahala yang mulia di sisi Allah, terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan, tentu akan lebih besar dan lebih mulia lagi. Apa saja kebaikan yang tersimpan di dalamnya? Mari simak dalam artikel berikut, 17 pahala menyantuni anak yatim di bulan ramadhan beserta dalilnya yang mulia di dunia dan di akherat.

1. Pahala Mudah Masuk Surga 

Orang yang menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala berlipat lipat sebagaimana amal kebaikan lain yang dilakukan di bulan Ramadhan dan hal tersebut menjadi jalan baginya untuk mudah menggapai surga. “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thabrani, 2543]. Amalan memperlancar rezeki dalam islam dapat dimaksimalkan dengan berbuat baik pada anak yatim.

2. Pahala Tercukupi Segala Kebutuhan 

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya: sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thabrani, Targhib].

Setiap orang yang berbuat baik kepada anak yatim walaupun mengeluarkan harta atau benda dalam jumlah lebih di bulan Ramadhan, tidak akan hilang harta tersebut melainkan akan diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih banyak sehingga segala kebutuhan tercukupi dan hidupnya terasa lebih berkah jauh dari segala kesusahan dan siksa neraka.

3. Pahala Amal Kebaikan yang Sempurna 

Amal kebaikan yang sempurna di bulan Ramadhan dapat dicapai dengan melakukan amal baik yakni menyantuni anak yatim karena anak yatim akan menjadikan hati mereka bersih sempurna karena menyayangi sesama yang membutuhkan. “Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al Baqarah,2:220). keutamaan memberi makan orang yang berpuasa dapat diberikan pada anak anak yatim yang berpuasa.

4. Menjadi Manusia Terbaik di Sisi Allah 

“Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Jelas bahwa menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan akan mendapat sisi terbaik di mata Allah dan mendapat hadiah berupa rumah yang terbaik di mata Allah. Cara menyikapi takdir Allah tentu harus dijalankan dengan menjalankan segala perintahNya termasuk menyantuni anak yatim.

5. Pahala Menyayangi Sesama 

Pahala menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan ialah mendapat kebaikan karena menyayangi sesama. Maka ia juga akan disayang oleh Allah dan dijauhkan dari segala keburukan, terlebih jika hal tersebut selalu dilakukan dan istiqomah baik selama bulan Ramadhan maupun di bulan bulan lain, maka ia akan mendapat kasih sayang dari Allah. kasih sayang Allah kepada hambaNya memang sangat luas.

6. Pahala Kebaikan di Akherat 

“Aku dan orang orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini, beliau menunjukkan telunjuk jari tengah serta beliau merenggangkan antara keduanya”. (HR Muslim). Hadits tersebut merupakan gambaran dari Rasulullah tentang kehidupan orang orang yang baik yang menyantuni anak yatim ketika berada di akherat nanti, yakni dekat dengan Rasulullah. Keutamaan dan pentingnya mengenal Rasulullah wajib dimengerti oleh setiap muslim agar dapat mencontohnya.

7. Mendapat Doa dari Malaikat 

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” [HR. Al-Bukhari no. 1442 & Muslim no.1016].

Orang yang menyantuni anak yatim akan mendapat doa dari malaikat dan akan diberikan pengganti dari sesuatu yang telah dia berikan kepada anak yatim yakni kebaikan yang jauh berlipat dari kebaikan yang dilakukannya untuk anak anak yatim sehingga ia akan merasa tenang sepanjang kehidupannya di dunia maupun di akherat. Hikmah beriman kepada malaikat akan mendapat doa dari mereka.

8. Pahala Kebajikan yang Sempurna 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” [Ali Imran: 92]. 

Pahala kebajikan yang sempurna akan didapat oleh orang yang melakukan rangkaian ibadah dengan lengkap dan ikhlas selama bulan Ramadhan, yakni termasuk menyantuni dan berbuat baik pada anak yatim.

9. Pahala Kemuliaan di Mata Allah 

 “Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” [HR. Muslim no. 2588]. Jelas bahwa orang yang menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan akan mendapat pahala yang mulia di sisi Allah sehingga ia memiliki derajat yang lebih tinggi dari hambaNya yang lain.

10. Pahala Dihapuskan Dosa 

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, 614). Pahala menyantuni anak yatim di bulan ramadhan akan menjadikan orang tersebut dihapuskan dosa dosanya sehingga ia selalu dalam keadaan atau berada dalam jiwa yang bersih dan jauh dari nafsu duniawi serta memiliki hati lembut yang penuh kasih sayang.

11. Pahala Kedudukan Baik di Sisi Allah 

“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”).

Jelas dari hadits tersebut bahwa menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan termasuk perbuatan untuk menyambung silaturahmi karena ia menyadari bahwa Allah memberikan hak untuk anak yatim pada setiap rezeki yang ia berikan, sebab itu jika mampu berbuat baik pada anak yatim dengan menyantuninya di bulan Ramadhan yang penuh mulia maka ia akan mendapat sisi yang amat baik di mata Allah.

12. Wujud Akhlak Mulia 

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033). Akhlak yang mulia tercermin dari kebaikan yang dilakukannya selama bulan Ramadhan yakni salah satunya menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan. Tentu banyak orang yang memilih menggunakan harta untuk kepentingan pribadi seperti berbelanja dan sebagainya dan sedikit beramal. Menyantuni anak yatim akan menjauhkan dari nafsu duniawi yang demikian sehingga selalu berada dalam jalan yang lurus.

13. Dijauhkan dari Akhlak Tercela 

Bagi orang yang menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan semata karena Allah, maka ia akan dijauhkan dari akhlak yang tercela sebab ia memiliki kebaikan yang tulus dari hatinya dan melakukan perbuatan yang dicintai Allah. “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, 1744).

14. Pahala Mengikuti Sunnah Rasul 

Rasulullah selalu memberi teladan kebaikan dari setiap tingkah laku dan tutur katanya, begitu juga yang berhubungan dengan menyantuni anak yatim. Rasulullah juga menyantuni anak yatim ketika bulan Ramadhan. Tentu sebagai umatnya kita wajib meniru apa yang dilakukan oleh Rasulullah termasuk kegiatan menyantuni anak yatim yang dilakukannya dengan mulia dan ikhlas semata karena Allah.

Tentu kita mengetahui bahwa Rasulullah bukanlah seseorang yang memiliki harta sangat banyak atau hidup bermewah mewahan selama di dunia, namun beliau tetap selalu memikirkan dan membantu orang lain dengan apa saja yang beliau miliki, termasuk menyantuni anak yatim, sebab itu pahala menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan memiliki sisi yang mulia di mata Allah karena mengikuti sunnah Rasul.

15. Pahala Dijauhkan dari Dusta Agama 

Orang yang tulus menyayangi anak yatim dan selalu memperhatikan serta menyantuni mereka maka akan dijauhkan dari segala dusta duniawi seperti dusta karena hawa nafsu atau karena godaan syetan yang terkutuk. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”. [Al Ma’un : 1-3].

16. Pahala bersama Rasulullah di surga 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, dalam sebuah hadits shahihnya, bersabda:

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thabrani 2543].

Begitu istimewanya anak-anak yatim itu, sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan:

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhari].

17. Dimuliakan dan diangkat Derajatnya 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 “Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” [HR. Muslim no. 2588].

Mari kita optimalkan Ramadhan dengan mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim, karena efek kebaikan dari optimalisasi amal di Bulan Ramadhan akan terus dapat dilanjutkan pada bulan-bulan selanjutnya. Setelah Ramadhan pun kita akan terus menerus ingat dengan anak-anak yatim, karena sesungguhnya mereka pun memiliki hak untuk diperhatikan, bukan hanya di bulan Muharram atau bulan Ramadhan saja.

Demikian artikel mengenai 17 pahala menyantuni anak yatim di bulan ramadhan, semoga menjadi inspirasi untuk memperbanyak amal kebaikan sehingga mendapatkan pahala dan kebaikan yang sempurna. Terima kasih sudah membaca. 

Semoga bermanfaat.....

Sabtu, 01 Mei 2021

AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG KEBUMIAN

Edisi Sabtu, 1 Mei 2021 M / 19 Ramadhan 1442 H. 

Ilmu kebumian atau ilmu bumi adalah suatu istilah untuk kumpulan cabang-cabang ilmu yang mempelajari bumi. Cabang ilmu ini menggunakan gabungan dari ilmu geografi, fisika, matematika, biologi, dan kimia untuk membentuk suatu pengertian kuantitatif dari lapisan-lapisan Bumi. Kebumian lebih umum dan lebih luas daripada geografi.

Bumi diciptakan oleh Allah dalam struktur dan tekstur yang berbeda-beda. Perbedaan struktur dan tekstur ini memberikan manfaat yang berbeda-beda pula. Ada bagian yang tandus dan kering. Ada yang subur dengan struktur tanah yang gembur, cocok bila digunakan bercocok tanam. Ada yang kering dan tandus, berpasir, seperti padang pasir. Ada bagian bumi yang senantiasa diselimuti salju, sehingga karenanya nyaris tidak ada tanaman. Ada pula bumi yang dihuni oleh padang stepa, penuh dengan rerumputan, sehingga cocok bila dipergunakan untuk peternakan. Semua ini adalah gambaran manfaat dari perbedaan struktur dan tekstur bumi.

Di dalam Al-Quran banyak sekali pembahasan yang berkaitan dengan kebumian ini. Maka dari itu kita akan menyebutkan berbagai ayat Al-Quran tentang kebumian. Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Q.S. Al-An’aam : 59 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al-An’aam : 59)

2. Q.S. Ar-Ra’d : 17 

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (Q.S. Ar-Ra’d : 17)

3. Q.S. Az-Zumar : 21 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (Q.S. Az-Zumar : 21)

4. Q.S. Ibrahim : 32 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. (Q.S. Ibrahim : 32)

5. Q.S. An-Nahl : 65 

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (Q.S. An-Nahl : 65)

6. Q.S. Al-Baqarah : 164 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. Al-Baqarah : 164)

7. Q.S. Al-Jaatsiyah : 5 

وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (Q.S. Al-Jaatsiyah : 5)

8. Q.S. Al-Hijr : 22 

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Q.S. Al-Hijr : 22)

9. Q.S. An-Nuur : 43 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Q.S. An-Nuur : 43)

10. Q.S. Ar-Ra’d : 3 

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. Ar-Ra’d : 3)

11. Q.S. An-Nahl : 14-15 

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. An-Nahl : 14)

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, (Q.S. An-Nahl : 15)

12. Q.S. An-Naml : 61 

أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (Q.S. An-Naml : 61)

13. Q.S. Al-Anbiyaa’ : 31 

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 31)

14. Q.S. An-Nuur : 40 

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Q.S. An-Nuur : 40)

15. Q.S. Faathir : 12 

وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. Faathir : 12)

16. Q.S. Al-Furqaan : 53 

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Q.S. Al-Furqaan : 53)

17. Q.S. Asy-Syuuraa : 33 

إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, (Q.S. Asy-Syuuraa : 33)

Itulah berbagai ayat Al-Quranul Karim yang menyebutkan tentang kebumian. Semoga tulisan ini menambah khazanah pengetahuan kita terhadap kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat....

17 AMALAN PENGHAPUS DOSA DI BULAN RAMADHAN

Edisi Sabtu, 1 Mei 2021 M / 19 Ramadhan 1442 H.

Bulan ramadhan ialah bulan mulia yang telah diketahui oleh sebagian besar umat muslim sebagai bulan penuh keberkahan dan penuh amalan, di bulan ramadhan, kesempatan untuk bertaubat dibuka seluas luasnya dengan melakukan amal ibadah yang terbaik. Selama bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan menjalankan amalan-amalan wajib maupun sunnah, yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

“Sesungguhnya Allah telah menfardhukan puasa Ramadan dan aku telah mensunnahkan shalat di malam harinya. Karena itu, barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan shalat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Hendaknya kita melakukan 17 amalan penghapus dosa di bulan ramadhan berikut untuk mencapai kesempurnaan dalam memohon ampun kepada Allah sehingga bisa menjadi manusia baru yang melakukan perbaikan diri, berikut selengkapnya.

1. Shalat Wajib 

Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233).  Shalat wajib ialah kewajiban, jika dilakukan mendapat pahala, jika ditinggalkan berdosa.

Agar dosa dosa diampuni hendaknya melakukan shalat sesuai adab, yakni tepat waktu tidak menunda nunda, melakukan dengan rukun dan syarat yang lengkap, berdzikir dan doa setelahnya tidak langsung pergi begitu saja, menutup aurat dengan benar, dan sebagainya serta bagi lelaki wajib untuk melakukan shalat wajib shalat jumat dengan segala adabnya sehingga memiliki kebaikan dalam kedudukan shalat dalam islam.

2. Puasa Lahir Batin 

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760). Banyak orang berpuasa hanya mendapat lapar dan haus saja, untuk bisa diampuni dosa dosa harus melakukan puasa lahir batin.

Dari lahir yakni tidak makan minum dan semuanya yang berhubungan dengan fisik, dari batin harus menjauhi perbuatan maksiat, prasangka buruk, perbuatan yang merugikan orang lain seperti ghibah atau bergosip, menutup aurat dengan benar, dan menjaga pandangan dari hal hal yang tidak pantas seperti tontonan di televisi yang tidak sesuai syariat islam, sebab zina dalam islam tidak hanya perbuatan saja, namun juga zina hati dan zina mata.

3. Amar Ma’ruf 

Yaitu mengajak kepada kebaikan, ajak orang orang terdekat kita untuk melakukan amalan amalan yang baik agar secara bersama menjauhi dosa dan api neraka. “Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari no. 3586 dan Muslim no. 144). Amar ma’ruf juga termasuk cara menambah pahala di bulan Ramadhan.

4. Istiqomah Shalat Tarawih 

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Agar dosa diampuni, hendaknya melakukan shalat tarawih semampunya dengan keutamaan istiqomah dalam islam walaupun sedikit namun sering dan ikhlas, seperti misalnya setiap hari 8 rakaat tarawih dan 1 witir daripada di suatu malam hingga 20 rakaat namun malam berikutnya tidak melakukan karena malas atau karena alasan shalat terlalu lama dan melelahkan.

5. Shalat Malam 

Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901). Lakukan shalat malam sebagai upaya untuk lebih khusyu’ dalam beribadah dan memohon kepada Allah, mulai biasakan agar mendapat kasih sayang Allah kepada hambaNya dan ampunan dari Allah.

6. Zakat 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827).

Zakat fitrah ialah bagian dari ibadah bulan ramadhan, agar dosa dosa diampuni oleh Allah, hendaknya melakukan amalan yang sempurna yakni melengkapinya dengan melakukan zakat fitrah sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan zakat tersebut kepada yang berhak sehingga dapat benar benar digunakan oleh yang membutuhkan.

7. Lailatul Qadar 

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menerangkan bahwa pengampunan dosa pada lailatul qadar adalah apabila seseorang mendapatkan malam tersebut, sedangkan pengampunan dosa pada puasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) adalah apabila bulan Ramadhan telah usai. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 365-366).

Malam Ramadhan terdapat salah satu malam yang indah yaitu malam lailatul qadar yang di dalamnya terdapat begitu banyak kebaikan, sebab itu diupayakan untuk mampu memperbanyak amal kebaikan terutama di hari hari akhir bulan ramadhan untuk bisa menggapai malam tersebut dan memperboleh ampunan darinya.

8. Membaca Al Qur’an 

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Pada bulan Ramadhan, Al Qur’an diturunkan. Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah : 185).

Setiap huruf yang dibaca di dalam Al Qur’an ialah pahala, terlebih jika dilakukan dengan penuh penghayatan dan berusaha memahami maknanya, maka baginya ialah pahala dan dapat menjadi salah satu ampunan, di bulan ramadhan pun apa yang diberikan Allah ialah pahala yang berlipat, sehingga ia pun mendapat amal kebaikan yang berlipat dari membaca Al Qur’an.

9. Sedekah 

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawaan beliau akan bertambah pada bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril. dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dari hembusan angin (yakni sangat mudah mengeluarkan sedekah).” (HR. Bukhari).

Amalan penghapus dosa di bulan ramadhan ialah melakukan sedekah, dapat dilakukan kepada orang yang terdekat dahulu seperti anggota keluarga yang kurang mampu dan tetangga, sehingga sebagaian rezeki yang diberikan Allah pada kita dapat disampaikan kepada yang memang berhak untuk menerimanya.

10. Dzikir 

Bulan ramadhan tentu bukan waktunya untuk bermalas malasan dan berdiam diri, hendaknya selalu meluangkan waktu untuk berdzikir di sepanjang aktifitas yang dilakukan baik itu secara langsung atau di dalam hati, dzikir dapat menjadi salah satu pengurang dosa dan akan menjadi kebiasaan yang baik sehingga terhindar dari kata kata yang kotor.

11. Shalat Taubat 

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha, niscaya Rabb kalian akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahrim [66]: 8). Shalat taubat dapat dilakukan untuk memohon ampun dan waktu terbaiknya ialah ketika sepertiga malam yang terakhir.

12. Sering Berwudhu 

Barangsiapa berwudhu dan memperbagus wudhunya, niscaya dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya, sampai keluar dari bawah kuku-kukunya. (HR. Muslim no. 245). Selalu menjaga diri dalam keadaan suci akan menjadi sebab diampuni dosa dosa sebab orang yang dalam keadaan berwudhu akan berada dalam hati yang bersih dan terhindar dari hawa nafsu, juga di setiap bekas air wudhunya ialah pengampunan dosa.

13. Memperbanyak Langkah ke Masjid 

Lakukan lebih banyak kegiatan yang berhubungan dengan masjid, seperti shalat berjamaah atau mengaji dan mendengarkan ceramah keagamaan tiap langkah menuju masjid adalah pengampunan dosa terlebih jika dilakukan di bulan ramadhan dengan niat tulus untuk memohon ampun kepada Allah, maka ia akan mendapat ampunan dan jalan kebaikan.

Di bulan Ramadhan, sangat dianjurkan umat Muslim untuk memperbanyak iktikaf di masjid. Karena ini adalah salah satu amalan pelebur dosa saat bulan Ramadan.

14. Iktikaf di Masjid 

Sesuai konteks ibadah dalam Islam, iktikaf biasanya dilakukan di masjid. Dengan tujuan, untuk mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bermuhasabah atas segala perbuatan.

Adapun lama waktu iktikaf sebaiknya dilakukan selama satu bulan penuh atau minimal 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. ‘Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah,’. Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau.” (HR Bukhari).

15. Istighfar 

Permohonan ampun ini merupakan pelindung dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari dari kegelisahan, kefakiran dan penderitaan, pengaman dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menggunung sampai menyentuh langit. Dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman :

Wahai bani Adam, sesungguhnya selama engkau masih berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak akan peduli; Wahai bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli; Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan seukuran bumi kemudian engkau datang menjumpai-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik atau menyekutukanKu dengan apapun juga, maka sungguh Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan seukuran bumi juga. (HR. at-Tirmidzi)

16. Menutup Aurat 

Dengan menutup aurat, akan menghindarkan dari sifat yang buruk dan termasuk juga perbuatan yang menjaga diri, ia akan menghindarkan orang lain dari hawa nafsu dan fitnah sehingga ia juga berperan menyebarkan kebaikan, menutup aurat yang dilakukan dengan sungguh sungguh akan menjadi pengampun dosa dan membawa kepada segala kebaikan dunia akherat.

Hal ini berlaku untuk wanita dan lelaki, umumnya yang dituntut untuk menutup aurat adalah wanita, memang wanita harus lebih disadarkan untuk menutup aurat, begitu pun laki laki, yakni sesuai syariat islam misalnya tidak memakai celana di atas lutut, tidak memakai pakaian yang tipis, dan sebagainya sehingga keduanya baik laki laki maupun wanita sama sama menutup aurat dan sama sama memiliki tata krama serta keindahan dalam islam.

17. Memperluas Silaturahmi 

Memperluas silaturahmi juga termasuk dari amalan yang menghapus dosa, di bulan ramadhan lakukan silaturahmi kepada saudara saudara yang mungkin selama ini tidak bisa bertemu karena kesibukan, terutama untuk orang tua agar mereka terhibur dan merasa diperhatikan, bisa juga bersilaturahmi sambil sedekah.

Silaturahmi dapat dilakukan dengan tetangga terdekat atau teman teman yang lama tak berjumpa sehingga tercapai hubungan persaudaraan yang lebih dekat dan dapat menambah relasi lebih banyak lagi. Dengan melakukan silaturahmi yang disertai berbuat baik seperti wajah yang ceria dan senyum tulus yang membawa kebahagiaan untuk orang lain maka akan menjadi doa kebaikan yang menuju kepada dirinya pula.

Semoga bermanfaat....