Senin, 20 September 2021

17 KATA-KATA MUTIARA ISLAM TENTANG KEHIDUPAN AGAR LEBIH BERSYUKUR

Edisi Senin, 20 September 2021 M / 13 Shafar 1443 H. 

Kata-kata mutiara islam tentang kehidupan bisa membuat anda lebih bersyukur dan bersemangat dalam hidup. Apalagi kata-kata tersebut memiliki berbagai macam makna yang dapat dijadikan penyemangat dalam segala macam aspek kehidupan. Dengan kata-kata religius yang menenangkan hati, tentunya akan membuat anda bisa hidup lebih tenang dan penuh semangat. Banyak kata-kata yang dapat membuat anda terdiam sejenak dan merenunginya, seakan kata tersebut mengerti tentang masalah yang sedang anda alami.

Kata-kata mutiara islam tentang kehidupan sepatutnya menjadi penyemangat dan penenang di kala hati anda sedang kacau dan galau. Selain itu, kata-kata ini juga dapat menjadi penunjuk jalan untuk semakin dekat kepada Allah Subhanahu WaTa'ala dan menjadi hamba yang baik.

Kata-kata mutiara Islam tentang kehidupan bisa anda ambil dari berbagai sumber. Salah satunya adalah dari Al Qur'an. Selain itu, anda juga bisa mengambil kata kata mutiara Islam tentang kehidupan dari perkataan atau sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Berikut ini kata-kata mutiara Islam yang dapat membuat kita lebih bersyukur dalam kehidupan :

1. “Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” - QS. Al Baqarah 153.

2. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” - QS. Al Insyirah 5.

3.  “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.” - QS. At Taubah 40.

4. “Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” - Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. 

5. “Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.” - Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

6.  “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” - HR. Ahmad.

Selain mengambil kata-kata mutiara islam tentang kehidupan dari Al Qur'an dan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam, anda juga bisa melihatnya dari kutipan-kutipan para tokoh islam. Baik tokoh dari zaman khalifah seperti Ali bin Abi Thalib, maupun tokoh dari Indonesia seperti Buya Hamka maupun Abdullah Gymnastiar menyampaikan berbagai kata kata mutiara islam tentang kehidupan yang patut direnungkan.

7. “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.” - Ali bin Abi Thalib.

8. “Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan pencuri.” - Buya Hamka

9. “Orang berilmu pengetahuan ibarat gula yang mengundang banyak semut. Dia menjadi cahaya bagi diri dan sekelilingnya.” - Abdullah Gymnastiar

10. “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.” - Ali bin Abi Thalib

11. “Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.” - Buya Hamka

“Air mata berasa asin itu karena air mata adalah garam kehidupan.” - Buya Hamka.

12. “Keluarga sakinah bukan keluarga yang tanpa masalah, tapi mereka terampil mengelola konflik menjadi buah yang penuh hikmah.” - Abdullah Gymnastiar

13. “Harta itu berkurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.” - Ali bin Abi Thalib.

14. “Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu.” - Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

15. “Menuntut ilmu adalah takwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.” - Abu Hamid Al Ghazali

16. “Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan, maka kita akan menjadi penghuni neraka.” - Abu Hamid Al Ghazali

17. “Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain.” - Jalaludin Rumi.

Semua kata kata mutiara islam tentang kehidupan tersebut mengajarkan anda untuk selalu bersyukur, selalu bersemangat, dan bagaimana menyikapi kehidupan di dunia ini. Dengan merenungi kata kata mutiara islam tentang kehidupan ini diharapkan anda bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu WaTa'ala dan menjadi manusia yang lebih baik untuk ke depannya.

Semoga bermanfaat....

Minggu, 19 September 2021

17 KATA NASEHAT BIJAK DARI AL-QUR'AN

Edisi Ahad, 19 September 2021 M / 12 Shafar 1443 H. 

Al-qur'an sebagai kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat muslim memuat segala hal yang akan mengarahkan manusia menjalani kehidupan yang lurus dan bernilai ibadah di mata Allah Subhanahu WaTa'ala. Mulai dari masalah yang berkaitan aqidah atau keyakinan, ibadah, hingga muamalah atau prinsip-prinsip dalam menjalin hubungan terhadap sesama manusia. Tentu saja pedoman hidup yang begitu lengkap dalam al-quran hanya bisa bermanfaat bagi mereka yang mau belajar dan menggali pesan-pesan dari ayat Al-quran.

Jika dicermati dan dipelajari secara seksama, dalam ayat-ayat alquran sesungguhnya terdapat banyak sekali kata-kata indah dan bijak yang memberikan motivasi serta nasehat bagi diri kita dalam berbagai aspek yang menyangkut kehidupan di dunia dan akhirat. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, apakah bisa menangkap pesan-pesan nasehat dan hikmah dari ayat-ayat alquran tersebut ataukah tidak?.

Koleksi kata mutiara islam dari Al-quran berikut ini juga sebagai sarana dakwah kepada saudara muslim lainnya dengan cara dibagikan melalui media sosial. Dilengkapi juga dengan teks arab ayat Al-quran, translation dalam bahasa inggris, serta terjemahan bahasa indonesia.

1. Kehidupan yang menipu 

So let not this present life deceive you. – (Q.S Fatir: 5).

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا

Maka jangan sekali-kali membiarkan kehidupan dunia ini memperdayakan kamu. – (Q.S Fatir: 5).

2. Ada kemudahan 

So verily with the hardship there is relief, verily with the hardship there is relief. – (Q.S Al-Insyirah: 5-6).

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. – (Q.S Al-Insyirah: 5-6).

3. Bersabarlah 

So be patient. Indeed, the promise of ALLAH is truth. – (Q.S Ar-Rum: 60).

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ

Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar. – (Q.S Ar-Rum: 60).

4. Siapa yang bertakwa 

And for those who fear Allah, he will make their path easy. – (Q.S At-Talaq: 4).

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. – (Q.S At-Talaq: 4).

5. Sesuai kesanggupan 

Allah does not burden a soul beyond that it can bear. – (Al-Baqarah: 286).

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. – (Al-Baqarah: 286).

6. Allah pemberi rezeki 

and Allah is the best of providers. – (Q.S Al-Jumu’ah: 11).

وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki. – (Q.S Al-Jumu’ah: 11).

7. Fungsi shalat 

Indeed, Prayer prohibits immorality and wrongdoing. – (Q.S Al-Ankabut: 45).

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. – (Q.S Al-Ankabut: 45).

8. Allah bersamamu 

He is with you, where you may be; and Allah is seeing your deeds. – (Q.S Al-Hadid: 4).

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ .وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Hadid: 4).

9. Tambahkanlah ilmu 

And Say: My lord, Increase me in knowledge. – (Q.S Thaha: 114).

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. – (Q.S Thaha: 114).

10. Jangan takut 

Allah said: fear not. indeed, I am with you both; I hear and i see. – (Q.S Thaha: 46).

قَالَ لَا تَخَافَا ۖ إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ

Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. – (Q.S Thaha: 46).

11. Pahala tanpa batas 

Indeed, The patient will be given their reward without account. – (Q.S Az-Zumar: 10).

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. – (Q.S Az-Zumar: 10).

12. Karena pertolongan Allah 

My Success is only by Allah. – (Q.S Huud: 88).

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ

Dan tidak ada kesuksesan bagiku melainkan atas (pertolongan) Allah. – (Q.S Huud: 88).

13. Nikmat mana? 

So which of the favors of your lord would you deny?. – (Q.S Ar-Rahman).

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. – (Q.S Ar-Rahman).

14. Kita milik Allah 

Indeed we belong to Allah, and indeed to him we will return. – (Q.S Al-Baqarah: 156).

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua kembali. – (Q.S Al-Baqarah: 156).

15. Sekecil apapun 

So whoever does an atom’s weight of good will see it. – (Q.S Al-Zalzalah: 7)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. – (Q.S Al-Zalzalah: 7).

16. Ucapkan insyaallah 

And never say of anything, “indeed, I will do that tomorrow.” except [when adding]. “if Allah wills”. – (Q.S Al-Kahfi: 23-24)

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا . إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. – (Q.S Al-Kahfi: 23-24).

17. Allah tidak suka 

Indeed he does not like the proud. – (Q.S An-Nahl: 23)

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. – (Q.S An-Nahl: 23).

Itulah beberapa kata mutiara islam dari alquran yang semoga bisa menambah semangat dan menjadi nasehat dan motivasi bagi kita untuk terus berusaha menjadi muslim yang lebih baik.

Semoga bermanfaat ....

Sabtu, 18 September 2021

17 AMALAN SUNNAH RASULULLAH YANG MUDAH UNTUK DIKERJAKAN

Edisi Sabtu, 18 September 2021 M / 11 Shafar 1443 H. 

Sebagai seorang muslim, tentu kita akan menjalankan segala kewajikan kepada Allah. Seperti misalnya sholat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji jika kita mampu melakukannya. Semua kewajiban itu harus kita laksanakan karena merupakan perintah dari Sang Pencipta.

Selain ibadah ada perintah yang wajib dilakukan, ternyata kita juga harus menambahnya dengan amalan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam . Amalan sunnah ini nantinya akan menambah kebaikan di akhirat kelak.

Ada banyak amalan sunnah yang masih sering terlupa oleh kita. Berikut ini ada beberapa amalan yang bisa mulai kita lakukan sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi kebiasaan dan kita menjadi ringan mengerjakannya.

1. Memelihara Wudhu 

Menjaga wudhu merupakan sunnah yang terlihat mudah tapi sulit untuk dipraktekkan. Kadang ada rasa malas ketika wudhu sudah batal dan harus pergi untuk berwudhu lagi. Padahal, menjaga wudhu merupakan sunnah yang begitu baik.

Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

2. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal dan Melepasnya dari Kaki Kiri 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kita kadang lupa ketika sedang terburu-buru dan harus memakai atau melepas sandal. Saking terburu-burunya, kita memakai sandal dengan mendahulukan kaki kiri dan melepasnya dari kaki kanan. Padahal kalau mengikuti apa yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, memakai sandal itu kanan dulu, dan melepasnya didahulukan kaki kiri.

3. Sebelum Tidur Berwudhu Terlebih Dahulu dan Tidur Miring ke Kanan 

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kalau kita membiasakan sunnah yang satu ini, tentu tidur akan menjadi lebih nyaman. Selain kita tidur dalam keadaan suci, semua hal yang ada sudah kita pasrahkan kepada Allah.

Waktu tidur pun kita juga bisa mempraktekkan posisi tidur dengan miring ke kanan. Jadi kita bertumpu pada tubuh bagian kanan. Posisi ini sangat baik untuk jantung, karena jantung tidak akan tertekan jika kita memiringkan posisi ke kanan.

4. Mengikuti Bacaan Muadzin 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim).

Sunnah yang satu ini mungkin tidak pernah atau jarang sekali kita lakukan. Apalagi ketika adzan berkumandang, kita sedang sibuk melakukan aktifitas sehingga tidak menghiraukan panggilan untuk sholat itu.

5. Berbuka Puasa dengan Makanan Ringan 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa kita diperintahkan untuk berbuka dengan beberapa kurma basah saja. Kalaupun tidak ada kurma basah, cukup dengan beberapa kurma kering. Jika kurma kering juga tidak ada, cukuplah beberapa teguk air.

Tentu kita bisa memetik pelajaran dari hadits tersebut, bahwa sesungguhnya berbuka puasa itu tidak perlu dengan makanan super mewah dan banyak. Kita tidak membutuhkan makanan yang banyak saat berbuka, kurma beberapa butir saja cukup untuk sekedar mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa.

6. Meruqyah Diri Sendiri dan Keluarga 

Ruqyah merupakan salah satu sunnah yang sebaiknya kita lakukan, selain untuk meminta perlindungan kepada Allah, juga untuk meminta kesembuhan. Seperti sebuah hadits yang menceritakan ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sakit.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari).

7. Mengibaskan Seprei Sebelum Tidur 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim).

Mengibaskan seprei saat mau tidur merupakan hal yang sangat jarang kita lakukan. Kalau sudah terasa ngantuk, paling kita langsung merebahkan diri dan tertidur lelap. Padahal dalam hadits di atas, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di atas kasur kita.

8. Sujud Syukur Ketika Mendapatkan Nikmat atau Terhindar dari Bencana 

Sujud syukur biasanya akan dilakukan seseorang ketika dia mendapat nikmat dari Allah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Berdoa Ketika Memakai Pakaian Baru 

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Hal lain yang kadang kita lupa untuk melakukannya adalah berdoa ketika memakai pakaian yang baru. Mungkin karena hal ini jarang kita lakukan dan doa-nya pun belum hafal.

10. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu 

Bertamu itu juga ada adab-nya, tidak boleh kita sembarangan bertamu dan masuk rumah tanpa izin dari pemilik rumah. Ketika bertamu, kita hanya dibolehkan sebanyak tiga kali untuk meminta izin, atau mengetuk pintu. Jika lebih dari itu, maka lebih baik kita pulang, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Bahkan, ada juga ayat Al-Qur’an yang mengatur perihal bertamu ini. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28).

11. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub) 

Sebelum mandi besar, kita juga disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

12. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil 

Mengucapkan salam merupakan satu sunnah yang sebenarnya mudah dilakukan, tapi sulit dipraktekkan. Kita sering melewati seseorang dan biasanya enggan untuk mengucap salam. Entah karena sedang terburu-buru ataupun karena malu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mencontohkan untuk memberikan salam sekalipun kepada anak kecil.

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim).

13. Membuat Pembatas Ketika Sedang Shalat 

Ketika kita sedang melaksanakan ibadah sholat, baik itu fardhu maupun sunnah, hendaklah membuat pembatas di depan kita. Bisa menggunakan tas, jaket, atau mungkin mendekat ke tiang ataupun tembok. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

14. Membaca Aamiin dengan Suara Keras 

Ketika Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Aamiin” maka kalian juga harus membaca “Aamiin” karena barangsiapa yang bacaan Aamiin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Setelah imam selesai membaca surah Al-Fatihah dan membaca aamiin, kita sebagai makmum juga disunnahkan membaca aamiin dengan suara yang keras. Bukan cuma menggerakkan bibir untuk formalitas saja, atau bahkan di dalam hati.

15. Shalat Dhuha dan Sholat Tahajud 

Selain shalat fardhu, masih ada shalat lain yang bisa kita kerjakan, salah satunya adalah shalat dhuha. Shalat ini bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Tapi kalau ternyata anda mampu lebih, maka diperbolehkan sampai 12 rakaat.

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat.” (HR. Tirmidzi).

Jika shalat dhuha merupakan shalat sunnah saat pagi hari, maka pada malam harinya anda bisa mengerjakan shalat tahajjud.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Sedekat-dekat hamba kepada Allah adalah pada tengah malam terakhir. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang berdzikir mengingat Allah ada saat itu, maka lakukanlah.” (HR. Al-Hakim).

16. Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam besabda, “Allah berfirman: Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Riwayat Tirmidzi).

Amalan sunnah ini cukup mudah untuk dilakukan, anda bisa merutinkan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sehabis shalat maghrib. Atau ketika anda sedang terjebak macet di jalan, nggak ada salahnya untuk membaca kitab suci umat Islam ini.

17. Berdzikir Kepada Allah 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti orang yg hidup dan orang yg mati.” (HR. Bukhari).

Kita sebagai hamba-Nya sebisa mungkin untuk mengingat-Nya dimanapun berada. Salah satu cara kita untuk mengingat Allah adalah dengan berdzikir kepada-Nya. Minimal kita berdzikir setelah selesai melaksanakan shalat fardhu. Tapi kalau bisa kita berdzikir dimanapun dan kapanpun kita berada.

Demikian, 17 amalan Sunnah Rasulullah yang mudah untuk dikerjakan.

Semoga bermanfaat....