Minggu, 03 Juli 2022

KUMPULAN 17 HADITS TENTANG QURBAN

Edisi Ahad, 3 Juli 2022 M / 3 Dzulhijjah 1443 H. 

Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk berqurban di hari raya Idul Adha. Biasanya hewan yang umum dikurbankan adalah sapi, kambing, domba atau unta. Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat Idul Adha. Hal ini sangat dianjurkan karena kita akan mendapat pahala dan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Berqurban sendiri ada tata caranya dalam Islam. Mulai dari bagaimana cara penyembelihannya, syarat hewan yang akan disembelih, syarat berqurban, doa menyembelih hewan qurban, cara pembagian daging qurban, dan lain sebagainya. Untuk mengetahuinya kita haruslah belajar dan bisa dengan melihat dalil Al-Quran tentang qurban atau hadits tentang qurban dimana Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam menjelaskan banyak hal tentang qurban.

Simak firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini tentang dalil qurban:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya:“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.”(Surat Al Kautsar ayat 1-2).

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya:“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34].

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya:“Maka makanlah sebagiannya (daging kurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(Surat Al Hajj ayat 36-37).

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Artinya:“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Surat Al An'am ayat ke 162-163).

Selain ayat Al Quran di atas, ada banyak hadits tentang perintah qurban Idul Adha yang bisa kita pelajari. Dengan begitu kita akan mengerti bagaimana manfaat dan keutamaan ibadah qurban. Kita juga bisa mengerti tentang hal hal yang berkaitan dengan kurban seperti syarat dan tata caranya melalui hadits hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam. 

Dan yang terpenting adalah dengan berqurban, maka kita akan mendapatkan rahmat dan pahala yang besar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Langsung saja untuk lebih jelasnya, berikut di bawah ini akan dibagikan kumpulan hadits tentang qurban dan penjelasannya lengkap dalam lafadz Arab dan terjemahan bahasa Indonesianya.

1. Hadits kesatu 

وَعَنْ جُنْدُبِ بْنِ سُفْيَانَ قَالَ: { شَهِدْتُ الأَضْحَى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا قَضَى صَلاتَهُ بِالنَّاسِ, نَظَرَ إِلَى غَنَمٍ قَدْ ذُبِحَتْ, فَقَالَ: "مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاةِ فَلْيَذْبَحْ شَاةً مَكَانَهَا, وَمَنْ لَمْ يَكُنْ ذَبَحَ فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

”Barangsiapa menyembelih sebelum shalat, hendaknya ia menyembelih seekor kambing lagi sebagai gantinya. Barangsiapa belum menyembelih, hendaknya ia menyembelih dengan nama Allah.”(Muttafaq alaih). 

2. Hadits kedua 

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: سَأَلْتُ اَبَا اَيُّوْبَ اْلاَنْصَارِيَّ: كَيْفَ كَانَتِ الضَّحَايَا فِيْكُمْ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِى عَهْدِ النَّبِيّ ص يُضَحّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَ عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ. فَيَأْكُلُوْنَ وَ يُطْعِمُوْنَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاسُ فَصَارَ كَمَا تَرَى. ابن ماجه و الترمذى و صححه، فى نيل الاوطار 5: 136

 Dari 'Atha' bin Yasar dia berkata : Saya bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshariy, "Bagaimanakah udlhiyah yang dilakukan di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam?". Jawabnya, "Seorang laki-laki di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam menyembelih seekor kambing untuknya dan untuk ahli baitnya (rumah tangganya), lalu mereka makan dagingnya itu dan memberi makan kepada orang lain, sehingga manusia bermegah-megah dengan qurban itu sehingga menjadi seperti yang engkau saksikan sekarang ini". [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi].

3. Hadits ketiga 

 قَالَ جُنْدَبٌ، كَانَ النَّبِيُّ ص يُصَلّى بِنَا يَوْمَ اْلفِطْرِ وَ الشَّمْسُ عَلَى قَيْدِ رُمْحَيْنِ وَ اْلاَضْحَى عَلَى قَيْدِ رُمْحٍ. احمد بن حسن

Telah berkata Jundab, "Adalah Nabi Shallallahu alaihi wasalam shalat 'Iedul Fithri bersama kami, sedang matahari tingginya kadar dua batang tombak, dan (beliau shalat) 'Iedul Adlha (diwaktu matahari) tingginya kadar satu batang tombak". [HR. Ahmad bin Hasan].

4. Hadits keempat 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَلَّتِ اْلاِبِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص فَاَمَرَهُمْ اَنْ يَنْحَرُوا اْلبَقَرَ. ابن ماجه 2: 1047، رقم: 3134

Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata : Pernah terjadi pada jaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam (jumlah) unta sedikit, maka beliau menyuruh para shahabat berqurban dengan lembu. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1047, no. 3134].

5. Hadits kelima 

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” [HR. ibnumajah No.3117].

6. Hadits keenam 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

“Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127].

7. Hadits ketujuh 

أَرْبَعٌ لَا يُضَحَّى بِهِنَّ: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا، وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِيْ

“Ada empat macam yang tidak boleh dijadikan qurban. Yaitu, hewan yang rabun dan jelas kerabunannya, hewan yang sakit dan jelas sakitnya, hewan yang pincang dan jelas pincangnya, dan hewan yang kurus tidak berdaging”. (HR. Ibnu Hibban; Shahih). 

8. Hadits kedelapan 

 عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ  { أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ, أَقْرَنَيْنِ, وَيُسَمِّي, وَيُكَبِّرُ, وَيَضَعُ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا. وَفِي لَفْظٍ: ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ }  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ وَفِي لَفْظِ: { سَمِينَيْنِ }    وَلِأَبِي عَوَانَةَ فِي "صَحِيحِهِ" : { ثَمِينَيْنِ }  . بِالْمُثَلَّثَةِ بَدَلَ السِّين وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ, وَيَقُولُ: { بِسْمِ اللَّهِ. وَاللَّهُ أَكْبَرُ }

”Biasanya Nabi  biasanya berkurban dengan dua ekor kambing kibas putih yang bagus dan bertanduk.  Beliau menyebut nama Allah dan bertakbir,  dan beliau meletakkan kakinya di samping binatang itu.”  Dalam suatu lafadz: ”beliau menyembelih dengan tangan beliau sendiri.”  Dalam suatu lafadz: ”dua ekor kambing gemuk.”  Menurut Abu Awanah: ”dua ekor kambing yang mahal.”  dengan menggunakan huruf tsa,  bukan siin.  Dalam lafadz Muslim: ”Beliau membaca Bismillaahi walloohu akbar.”

9. Hadits kesembilan 

Hadits dari Ali bin Abu Thalib,

وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: { أَمَرَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.”

10. Hadits kesepuluh 

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِيْ يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ

“Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini adalah menunaikan shalat (idul Adha), kemudian pulang lalu menyembelih hewan kurban”. (HR. Bukhari). 

11. Hadits kesebelas 

 عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص لاَ تَذْبَحُوْا اِلاَّ مُسِنَّةً اِلاَّ اَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوْا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ. مسلم 3: 1555

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda, "Janganlah kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang Musinnah (telah berganti gigi) kecuali jika sukar didapati, maka boleh kamu menyembelih jadza'ah (yang berumur 1 tahun) dari kambing”. [HR. Muslim].

12. Hadits kedua belas 

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Apa bila kalian telah meru’yah (melihat) bulan sabit Zulhijah, dan seseorang diantara kalian hendak memotong hewan kurban, maka hendaklah ia menahan diri untuk tidak memotong rambut dan kukunya”. (HR. Muslim). 

13. Hadits ketiga belas 

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Seluruh hari-hari tasyriq adalah waktu menyembelih hewan qurban”. (HR. Ahmad; Shahih). 

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ

“Janganlah kalian memotong hewan qrban kecuali yang telah cukup umur. Kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka potonglah domba muda” (HR. Muslim).

14. Hadits keempat belas 

 عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ تَبِيْعُوْا لُحُوْمَ اْلهَدْيِ وَ اْلاَضَاحِى فَكُلُوْا وَ تَصَدَّقُوْا وَ اسْتَمْتِعُوْا بِجُلُوْدِهَا وَ لاَ تَبِيْعُوْهَا، وَ اِنْ اُطْعِمْتُمْ مِنْ لَحْمِهَا فَكُلُوْا اِنْ شِئْتُمْ. احمد 5: 478، رقم: 16211

Dari Qatadah bin Nu’man, bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Janganlah kalian menjual daging-daging Hadyi (denda hajji) dan daging udlhiyah (qurban), makanlah dan sedeqahkanlah dan manfaatkanlah kulitnya, dan janganlah kalian menjualnya. Dan apabila kalian diberi dagingnya, maka makanlah jika kalian mau”. [HR. Ahmad].

15. Hadits kelima belas 

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قُلْتُ أَوْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا مَا لَنَا مِنْهَا قَالَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالصُّوفُ قَالَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

Dari Zaid bin Arqam ia bekata; Saya berkata atau mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, untuk apakah hewan kurban ini?” beliau menjawab: “Yaitu sunnah bapak kalian Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Lalu kebaikan apakah yang akan kami peroleh darinya?” beliau menjawab: “Setiap helai dari bulunya adalah kebaikan.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan domba?” beliau menjawab: “Setiap helai bulu domba itu adalah bernilai satu kebaikan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim). 

16. Hadits keenam belas 

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص اْلاَضْحَى بِاْلمُصَلَّى. فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَ اُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص بِيَدِهِ وَ قَالَ: بِسْمِ اللهِ وَ اللهُ اَكْبَرُ، هذَا عَنّى وَ عَمَّنْ لَمْ يُضَحّ مِنْ اُمَّتِى. ابو داود 3: 99، رقم:2810

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata : Aku shalat ‘Iedul Adlha bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam di mushalla. Setelah beliau selesai berkhutbah, lalu turun dari mimbar, maka didatangkan seekor kibasy, lalu beliau menyembelihnya dengan tangan beliau, dan beliau mengucapkan, “Bismillaahi walloohu Akbar, haadzaa ‘annii wa ‘amman lam yudlohhi min ummatii (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. (Qurban) ini dariku dan dari ummatku yang tidak berqurban)”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 99, no. 2810].

17. Hadits ketujuh belas 

 عَنْ شَدَّادِ بْنِ اَوْسٍ قَالَ: ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص. قَالَ: اِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلاِحْسَانَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ. فَاِذَا قَتَلْتُمْ فَاَحْسِنُوا اْلقِتْلَةَ وَ اِذَا ذَبَحْتُمْ فَاَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَ لْيُحِدَّ اَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ. مسلم 3: 1548

Dari Syaddad bin Aus, ia berkata : Dua hal yang aku hafal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan baik. Dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik, hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya, dan mudahkanlah penyembelihannya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1548].

Demikianlah kumpulan dalil hadits tentang qurban Idul Adha dalam Islam lengkap bahasa Arab dan artinya bahasa Indonesia. Semoga hadits tentang keutamaan qurban di atas bisa menjadikan kita tergerak utuk berqurban di hari raya idul adha. 

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 02 Juli 2022

17 KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR"AN DALAM HADITS

Edisi Sabtu, 2 Juli 2022 M / 2  Dzulhijjah 1443 H. 

Sebagai umat Islam kita memiliki pedoman hidup yaitu Al-Quran. Dengan Al-Quran inilah hidup kita dapat terarah dan berada di jalan yg benar. Selain mengarahkan kita ke jalan yang benar, Al-Quran memiliki banyak keutamaan buat orang yg membacanya. Banyak sekali keutamaan membaca ayat Al-Qur’an, baik keutamaan membaca ayat Al-Qur’an secara umum maupun secara khusus. Membaca Al-Qur’an sendiri termasuk ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. 

Selain itu masih banyak lagi keutamaan membaca Al-Qur’an yang disebutkan para ulama. Di antaranya dapat melembutkan dan menerangi hati, memfasihkan lisan, memudahkan urusan, dan terkabulnya berbagai permintaan. Tak hanya itu, bila dihadiahkan kepada orang yang meninggal, bacaan Al-Qur’an juga akan mendatangkan kebaikan tersendiri untuknya. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dan sebagian ulama Syafii. Sebab, dalam pandangan mereka, kebaikan membaca Al-Qur’an yang dihadiahkan kepada ahli kubur akan sampai.  

Terakhir, kiranya perlu diingatkan bahwa membaca Al-Qur’an hendaknya dilakukan dengan tartil dan memenuhi adab-adabnya, seperti dalam keadaan berwudhu, di tempat yang suci, menghadap kiblat, menghadirkan hati, disertai kekhusyukan, kerendahan hati, penghayatan, dan pengagungan terhadap Dzat pemilik kalam, seakan-seakan sedang bertutur sapa dengan-Nya atau sedang dinasihati-Nya.

Berikut ini adakah beberapa keutamaan membaca Al-Quran berdasarkan hadits nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam :

1. Sebaik-Baik Manusia yg Mempelajari dan Mengajarkan Al-Quran 

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, “Sebaik-baik kita adalah siapa yg mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya,” (HR. Bukhari).

2. Pahala Membaca Al-Quran 

“Siapa saja membaca sesuatu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya sesuatu kebaikan, dan sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya,” (HR. At-Tirmidzi).

3. Keutaman Membaca Al-Quran, Menghafalnya dan Pandai Membacanya 

“Perumpamaan orang yg membaca Al-Quran sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al-Quran melakukan ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala,” (Muttafaq ‘alaih).

4. Pahala untuk Orang yg Anaknya Mempelajari Al-Quran 

“Siapa saja membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yg nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepda kalian semuanya itu?’ Dijawab, ‘Karena anakmu sudah membawa Al-Qur’an,” (HR. Al-Hakim).

5. Al Quran Memberi Syafa’at kepada Ahlinya di Akhirat 

“Bacalah Al-Quran karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya,” (HR. Muslim).

“Puasa dan Al-Quran keduanya mulai memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat…” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

6. Pahala bagi Orang yang Berkumpul untuk Membaca dan Mengkajinya 

“Nir berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, melakukan mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka mulai dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya,” (HR. Abu Dawud).

7. Bisa Menentramkan Hati 

(merupakan) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, cuma dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram,” (QS.13:28).

8. Bisa Menyembuhkan Penyakit 

“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al-Qur’an,” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).

9. Pembaca Al Quran Dikurniakan Hatinya dengan Cahaya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala Dan Dipeliharanya dari Kegelapan 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yg maksudnya: “Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Siapa yg medengar sesuatu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya sesuatu kebaikan yg berlipatganda. Siapa yg membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

10. Pembaca Al-Quran Memperoleh Kemulian dan Diberi Rahmat kepada Ibu Bapaknya 

“Siapa yang membaca Al-Qurandan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (Al-Qur’an),” (HR. Abu Daud).

11. Pembaca Al Quran Memperoleh Kedudukan yang Tinggi dalam Syurga 

Bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang maksudnya: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yg engkau baca.” (HR. Ahmad).

12. Membaca Satu Huruf Al Quran Akan Memperoleh Sepuluh Kebaikan 

“Barang siapa yg membaca satu huruf kitab Allah, maka ia mulai mendapatkan sesuatu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah menyampaikan Alif Laam Miim itu sesuatu huruf, tapi alif sesuatu huruf, lam sesuatu huruf dan Mim sesuatu huruf.” (HR. Tirmidzi).

13. Orang yang Membaca Al-Quran Secara Terang-Terangan seperti Bersedekah Secara Terang-Terangan 

“Orang yang membaca Al-Quranterang-terangan seperti orang yg bersedekah terang-terangan, orang yg membaca Al-Quransecara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi,” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

14. Al Quran Akan Menjadi Syafaat Bagi Orang yang Membacanya 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam salah satu haditsnya “Bacalah Al Quran karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada orang yang sudah membaca dan mengamalkan isinya.”

15. Al Quran adalah Cahaya Di tengah Kegelapan 

“Aku wasiatkan kepada kami agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh,” (HR. Baihaqi).

16. Ahlul Quran adalah Keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau Shallallahu alaihi wasallam menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

17. Yang Mahir Membaca Dia Akan Bersama Malaikat, dan yang Terbata-Bata Mendapat Dua Pahala 

“Orang yang mahir membaca Al-Quran kelak (memperoleh tempat disurga) bersama para utusan yg mulia lagi baik. Sedangkan orang yg membaca Al-Quran dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan beberapa pahala.”

Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Quran itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.

Semoga bermanfaat...

Jumat, 01 Juli 2022

17 ORANG DARI KALANGAN QURAISY YANG MAMPU BACA TULIS SEBELUM MASA ISLAM

Edisi Jum'at, 1 Juli 2022 M / 1 Dzulhijjah 1443 H. 

Bangsa Arab dikenal sebagai bangsa jahiliyah atau bodoh sebelum masa kedatangan Islam, bahkan masyarakatnya disebut sebagai al ummiyun atau masyarakat buta huruf. Meski demikian, ada 17 orang Arab di Mekah yang sudah terbekali dengan kemampuan baca tulis.

Ketujuh belas orang tersebut berasal dari kalangan Quraisy atau suku terbesar di Arab pada masa itu. Keterangan tersebut bersumber dari Al Baladuri dalam Kitab Futub Al Baldan.

"Hal ini dibuktikan ketika Islam lahir, masyarakat Mekah yang bisa membaca dan menulis berkisar sekitar 17 orang," tulis Sungkowo dkk dalam buku Sejarah Pendidikan Islam yang mengutip pendapat Al Baladuri.

17 Orang dari Kalangan Quraisy yang Mampu Baca Tulis Sebelum Masa Islam

1. Umar bin Khattab

2. Ali bin Abi Thalib

3. Utsman bin 'Affan

4. Abu 'Ubaidah al Jarrah

5. Talhah

6. Yazid bin Abu Sufyan

7. Abu Hudzaifah bin 'Utbah

8. Abu Salamah bin 'Abu al Asad al Makhzumi

9. Abdullah bin Sa'id bin Abi Sarh al Amiri

10. Mu'awiyah bin Abi Sufyan

11. Khalid bin Sa'id

12. Aban bin Sa'id bin al-'As

13. Abu Sufyan bin Harb

14. Hatib bin 'Amr

15. Juhaym bin Abi al Salt

16. Abu al 'Ala al Hadrami

17. Huwaitib bin Abdul Uzza

Sebetulnya dalam catatan sejarah, masyarakat Islam di Mekah telah mengenal lembaga pendidikan rendah yang disebut dengan Al Kuttab. Lembaga pendidikan ini mengajarkan pengetahuan dasar berupa keterampilan baik membaca maupun menulis.

Menurut Kitab Futub Al Baldan tersebut, hal ini terbukti dari Sufyan bin Ummayyah dan Abu Qais bin 'abd Manad menjadi orang asli Arab pertama yang belajar membaca dan menulis. Ia berguru pada Bishr 'Adb al-Malik yang pernah belajar di Hira.

Saat keduanya pergi ke Ta'if, Ghailan bin Salmah Thaqafi dan Amru bin Zurarah juga berkesempatan belajar dari mereka hingga menyebarkan ke Syam. Senada dengan itu, Ibnu Al Nadim dalam At Fihrist menyebut, orang-orang Quraisy termasuk dalam kelompok penduduk Ta'if yang sama-sama belajar dari penduduk Hira.

Sebab itulah, setidaknya ada 17 orang laki-laki dari kalangan Quraisy seperti yang telah disebutkan sebelumnya, telah memiliki keterampilan membaca dan menulis.

Semoga bermanfaat...