Selasa, 09 Agustus 2022

17 KATA BIJAK ISLAM TENTANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Edisi Selasa, 9 Agustus 2022 M / 11 Muharram 1444 H. 

Di antara bentuk kesempurnaan ajaran islam adalah fakta bahwa dalam islam sangat memperhatikan masalah etika. Termasuk di dalamnya tentang etika bagaimana bersikap kepada orang tua. Islam sangat menekankan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua atau biasa dikenal dengan istilah Birrul Walidain.

Berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tertuang dalam alquran. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.” (Q.S Al-Isra’: 23-24).

Sudah sepantasnya bagi seorang anak untuk mempersembahkan bakti terbaik kepada kedua orang tuanya. Karena mereka adalah penyebab keberadaan kita di dunia, mereka juga yang telah merawat kita sejak kecil, terutama sang Ibu yang mengandung dengan susah payah sembilan bulan lamanya. Berbakti kepada kedua orang tua bukan hanya sebagai balas budi seorang anak kepada orang tua, tapi lebih dari itu, berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dalam beberapa ayat alquran, Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahkan menggandengkan perintah tauhid dengan berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan orang tua sangat agung, hingga Allah menyandingkannya dengan masalah tauhid. Rasulullah juga sampai mengatakan, “Ridha Allah tergantung pada ridhanya kedua orang tua, Murka Allah tergantung pada murkanya orang tua” (HR Tirmidzi).

Sayangnya, banyak anak di zaman sekarang yang mengabaikan perintah mulia ini. Mereka memperlakukan orang tua dengan kasar, membangkang perintahnya, bahkan menganggap orang tuanya sebagai beban dan menelantarkannya. Islam sangat tidak memperkenankan hal itu, bahkan untuk bilang “uh” saja dilarang, apalagi yang lebih dari itu.

Berikut ini beberapa kata mutiara islam tentang berbakti kepada kedua orang tua. Koleksi kata mutiara islam ini memuat pesan-pesan indah yang mengajak kita untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan menampilkan perkataan dan sikap yang terbaik pada orang tua.

1. Bukakanlah pintu surga 

Since your birth, your mother has made you happy without expecting anything in return. Ya Allah, open the gates of Jannah for her, and make her happy. 

Sejak kamu lahir, ibu selalu berusaha membuatmu bahagia tanpa mengharapkan imbalan apapun. Ya Allah, bukakanlah pintu surga untuknya dan bahagiakan dia.

2. Bakti kepada Ibu 

A person came to Messenger of Allah and asked, “Who among people is most deserving of my fine treatment?” He said, “Your mother”. He again asked, ”Who next?” “Your mother”, the Prophet replied again. He asked, “Who next?” He said again, “Your mother.” He again asked, “Then who?” Thereupon he said,” Then your father.” – Hadits 

Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi Shallallahu alaihi Wassalam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu alaihi Wassalam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu alaihi Wassalam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’ – Hadits

3. Mencintai kedua orangtua 

Love your parents. We are so busy growing up, we often forget they are also growing old. 

Cintai kedua orang tuamu. Kita begitu sibuk tumbuh dewasa, tapi kita sering lupa bahwa mereka juga bertambah tua.

4. Jangan memarahi mereka 

Don’t anger your parents in order to please other people. Those other people did not spend their lives building yours. 

Jangan memarahi kedua orang tuamu hanya untuk menyenangkan orang lain. Karena orang lain tidak menghabiskan masa hidup mereka untuk membina dan membangun hidupmu.

5. Melihat mereka tersenyum 

The most beautiful thing in this world is to see your parents smiling, and knowing that you are the reason behind that smile. 

Hal terindah di dunia ini adalah ketika melihat kedua orang tuamu tersenyum dan mengetahui bahwa kamu adalah alasan di balik senyuman itu.

6. Besarnya cinta mereka 

Nobody on earth can love you more than your parents. 

Tidak ada manusia di bumi yang bisa mencintaimu lebih dari kedua orang tuamu.

7. Memohonkan ampunan 

The best thing you can do for your parents, is none other than asking Allah to forgive them. 

Hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk kedua orang tuamu, tidak lain adalah memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka.

8. Berbakti kepada orangtua 

And your Lord has decreed that you not worship except Him, and to parents, good treatment. Whether one or both of them reach old age while with you, say not to them so much as, “uff” and do not repel them but speak to them a noble word. – (Q.S Al-Isra’: 23) 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai umur lanjut dalam penjagaanmu, maka sekali-kali jangan kamu katakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. – (Q.S Al-Isra’: 23).

9. Ridha dan murka-Nya 

Allah’s blessing will depend on the parents’ blessing, Allah’s wrath will depend on the wrath of both parents. – Hadits 

Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua. – Hadits

10. Kesempatan 

If your parents are alive, be grateful at the opportunity to earn Jannah by serving them. – Nouman Ali Khan 

Jika orang tua kalian masih hidup, bersyukurlah karena itu berarti kamu masih memiliki kesempatan untuk meraih surga dengan berbakti kepada mereka. – Nouman Ali Khan

11. Berpahala haji mabrur 

Looking at your parents with kindness brings the reward of an accepted pilgrimage. – Hadits 

Tidaklah seseorang yang berbakti kepada kedua Orang tuanya, kemudian Ia mamandang kedua orangtuanya dengan pandangan rahmat kasih sayang, melaikan ditulis padanya di setiap pandangan tersebut seperti Haji Mabrur. – Hadits

12. Pintu surga 

Your parents are the door to jannah. Open it or close it. Your choice 

Orangtuamu adalah pintu menuju surga. Membuka pintu itu atau menutupnya, itu tergantung pilihanmu.

13. Perintah birrul walidain 

And We have enjoined upon man, to his parents, good treatment. – (Q.S Al-Ahqaf: 15) 

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. – (Q.S Al-Ahqaf: 15).

14. Ampuni mereka 

Our Lord, Forgive me and my parents, and all the believers on the Day when the reckoning will be established. – (Q.S Ibrahim: 41) 

Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku serta seluruh orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). – (Q.S Ibrahim: 41).

15. Tunggu apa lagi 

Our parents are blessings, don’t delay showing them love. We don’t know how long we have this blessing for. – Dr. Bilal Philips 

Orang tua kita adalah berkah, maka jangan menunda untuk menunjukkan cinta kepada mereka. Karena kita tidak tahu berapa lama kita memiliki berkah ini. – Dr. Bilal Philips

16. Jangan mengeluh 

Don’t ever complain about what your parents never offered you. They probably gave you all they have. 

Jangan pernah mengeluh tentang apa yang tidak pernah ditawarkan oleh kedua orang tuamu. Karena mungkin mereka telah memberikan segala yang mereka miliki untukmu.

17. Mendoakan kedua orangtua 

My Lord, have mercy upon them as they brought me up when I was small. – (Q.S Al-Isra’: 24) 

Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah merawatku di waktu kecil. – (Q.S Al-Isra’: 24).

Semoga beberapa kata mutiara islam tentang berbakti kepada orang tua tersebut membuat kita semakin memahami kedudukan terhormat orang tua dalam islam dan menyadari kewajiban kita sebagai seorang anak untuk berbakti kepada mereka.

Semoga bermanfaat ...

Senin, 08 Agustus 2022

17 KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM DI HARI ASYURA

Edisi Senin, 8 Agustus 2022 M / 10 Muharram 1444 H. 

Menyantuni anak yatim menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada tanggal 10 Muharram. Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam senantiasa mengasihi dan menyantuni kepada anak yatim. menyantuni anak yatim di bulan Muharram adalah salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam. 

Selain dicontohkan oleh Rasulullah, Allah juga telah menyampaikan di dalam Al-Quran bahwa seorang muslim hendaknya memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri"  (QS An-Nisa : 36).

Pada hari Asyura tepatnya tanggal 10 bulan Muharram disunnahkan kepada umat Islam untuk menyantuni anak yatim, karena dihari tersebut memiliki beberapa keutamaan salah satunya dilembutkan hatinya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura umat Islam rutin mengadakan kegiatan, mulai dari arak-arakan, karnaval, sampai pada acara inti menyantuni anak yatim.

 Berikut ini adalah 17 keutamaan menyantuni anak yatim di bulan Muharram hari Asyuro yang dikutip dapat menjadi pengetahuan bagi kita semua tentang pentingnya menyantuni anak yatim di hari Asyuro.

1. Mendapat perlindungan di hari Kiamat 

Orang-orang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan balasan kebaikan di akhirat dan akan mendapat perlindungan di hari kiamat.

Rasulullah bersabda yang artinya:

"Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya," (HR. AT – Thabrani).

Menyantuni anak yatim tentu tidak harus pada bulan Muharram saja. Namun pada saat bulan Muharram, segala amalan baik telah dijanjikan akan dilipatgandakan ganjarannya, begitu pula semua perbuatan buruk.  

2. Mendapatkan kemudahan di surga 

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini", kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya," (HR Bukhari).

Selain itu pada Surat Al Baqarah ayat 220 yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik." 

Dari dalil di atas, jelas bahwa dengan menyantuni anak yatim akan mendapatkan balasan di surga. Hal ini juga dikuatkan pada hadits lain yang mengatakan bahwa, 

"Barangsiapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni." (HR.Tirmidzi).

3. Pahala seperti berjihad 

Pahala menyantuni atau merawat anak yatim bahkan setara dengan orang berjihad di jalan Allah. Hal itu sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berikut ini.

"Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan pertama, memiliki pahala yang setara dengan jihad. Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam pernah bersabda, "Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah).

4. Mendapatkan kebaikan yang berlimpah 

 Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya ini tertuang di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh radhiyallahu'anhu Pada hadits tersebut tertulis bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

“Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.”

5. Dijamin akan Masuk Surga 

Surga menjadi tempat impian semua orang, berbagai cara dilakukan umat muslim untuk memperoleh ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mendapatkan tempat di surga-Nya.

 Seperti yang kita tahu tujuan hidup manusia di dunia yaitu mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat. Akhirat merupakan kehidupan abadi yang kekal dan menjadi tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia.

Rasulullah bersabda :

"Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas). 

6. Mendapatkan Pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

 Allah tidak hanya menjanjikan surga kepada orang-orang beriman yang mau merawat dan menyantuni anak yatim. Tapi Alla Subhanahu Wa Ta'ala juga akan memberikan uluran tangan kepada orang-orang tersebut ketika mereka mengalami masalah atau kesulitan.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Barang siapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). 

7. Terhindar dari Siksaan di Akhirat 

 Siksaan di akhirat tidak seperti di dunia, yang mana siksaan tersebut sangat pedih dan menyakitkan. Tentunya setiap orang tidak ingin merasakan siksaan tersebut, salah satu cara agar terhindar dari siksa akhirat yaitu dengan menyantuni anak yatim.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR Thabrani dari Abu Hurairah).

8. Berkesempatan Menjadi Teman Rasulullah di Surga 

Bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam di dalam mimpi saja sudah menjadi angan-angan setiap muslim. Apalagi menjadi teman Beliau saat di surga nanti, tentunya menjadi suatu impian besar yang membahagiakan.

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga berdekatan dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Sebab, kedekatan itu seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Sebagaimana Rasulullah:

"Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini. Kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit." (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). 

9. Mendapat Gelar Abror (Orang yang Taat kepada Allah) 

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan mereka beserta orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abrar. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS Al Insan: 5–6).

Diberikan gelar oleh sesama manusia menjadi salah satu kehormatan bagi kita. Tapi bagaimana jika kita mendapat gelar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala ?

10. Dilembutkan Hatinya 

Seseorang yang menanggung anak yatim dan juga mengasihi anak yatim, maka akan dilembutkan hatinya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan dicukupi kebutuhan setiap harinya. Sebab seseorang yang mengasihi anak yatim maka akan menjadi figur orangtua untuk anak yatim tersebut. Kasih sayang yang dicurahkan pada anak yatim akan melembutkan hati sebab kekerasan hati manusia hanya berasal dari akhlak yang buruk seperti kikir, dusta, dengki dan sebagainya.

Tidak semua orang memiliki hati yang lemah lembut, ada juga sebagian yang sangat keras hatinya.

Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80).

11. Mendapatkan Pahala yang Berlipat dan Keberkahan. 

Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya yaitu akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah No. 3669).

12. Perbaikan Urusan Akhirat dan Dunia 

Apabila seseorang selalu mengasihi sesama yang berada di muka bumi, maka niscaya juga akan dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sehingga urusan di akhirat dan juga di dunia akan diperbaiki seperti yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada hamba-Nya yang selalu patuh pada perintah dan mengasihi sesama mereka.

“Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rohman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit.” [HR. Abu dawud, Tirmidzi dan lain-lain. As silsilatu shohihah : 925].

13. Menyucikan Jiwa 

Jiwa manusia tidak jarang terkotori dengan perbuatan yang dilakukan selama hidup di bumi. Salah satu penyebabnya adalah karena memiliki sifat yang terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga akhirnya menimbulkan sifat kikir dan tidak mau melakukan sedekah pada sebagian harta yang dimilikinya. Sikap tersebut tidak disukai Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sangat membenci orang yang mengumpulkan harta sebanyak mungkin sementara tidak ada keinginan untuk mengamalkan harta yang dimilikinya tersebut sehingga nantinya akan menjadi orang yang celaka.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, “Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya” (Q.S. Al-Humazah : 1-2).

Dalam ayat tersebut terlihat jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengancam orang yang mencintai harta yang dimilikinya, sehingga sangat baik untuk mulai menyantuni anak yatim supaya bisa menyucikan diri lebih baik lagi.

14. Sumber Cinta Allah dan Sesama 

Sebagai makhluk Allah yang beriman dan bertaqwa, sudah seharusnya kita memiliki rasa cinta dan juga kasih sayang jika mengharapkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga akan mencintai diri kita. Orang yang berbuat baik pada sesama seperti menyantuni anak yatim, maka juga akan memperoleh kasih sayang dan cinta berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, “jika kamu benar-benar mencinta Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S Ali-Imron : 31).

Tidak hanya sekedar mendapat cinta dan kasih sayang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala namun menyantuni anak yatim juga akan membuahkan rasa cinta dan kasih sayang yang akan dicurahkan sesama umat muslim lainnya.

15. Menumbuhkan Sifat Murah Hati 

Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda, “Lima hal termasuk sunah para rasul, pemalu, murah hati, berbekam (hijamah), dan memakai wangi-wangian.” (HR Tirmidzi).

Murah hati menjadi tiang akal sehingga orang yang memberikan kasih sayang juga akan dikasihi. Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda, “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

16. Menjauhkan Dari Sikap Kikir 

Menyantuni anak yatim juga menjauhkan dari sikap kikir. 

Kikir menjadi sebuah penyakit manusia. Apabila kita menyantuni anak yatim atau bersedekah pada anak yatim meskipun dilakukan dengan harta yang sedikit, maka sifat kikir ini akan menghalangi sehingga membatalkan niat kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, “Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.” (QS Al-Lail [92]: 18).

17. Menunaikan Hak Sesama Muslim 

Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orangtua dan tidak menyayangi anak kecil.” (HR Bukhari dan Abu Dawud dengan sanad hasan).

Menyantuni dan mengasuh anak yatim juga mengartikan kita sudah menunaikan hak kerabat kita. Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda, “Aku adalah yang Maharahman dan ini adalah rahim (sanak keluarga). Aku ambilkan nama rahim ini dari nama-Ku (yaitu Rahman dan Rahim). Barangsiapa yang menyambungnya (silaturahim), aku pasti menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskannya maka aku akan menghancurkannya.”‘ (HR Bukhari dan Muslim).


Demikian 17 keutamaan menyantuni anak yatim di hari Asyuro yang dapat disampaikan pada kesempatan tausiah sore ini. 

Semoga bermanfaat....

Minggu, 07 Agustus 2022

17 MANFAAT SEDEKAH ANAK YATIM

Edisi Ahad, 7 Agustus 2022 M / 9 Muharram 1444 H. 

Dalam islam, manfaat sedekah anak yatim sangatlah banyak. Jangan takut miskin karena mengeluarkan sedekah. Justru dengan bersedekah rejeki anda akan semakin melimpah. Karena itu janji Allah bagi hambanya yang senantiasa menjalankan perintah-Nya.

Kita diciptakan di dunia ini sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya bagi mereka yang hidup berkecukupan dan mampu saling berbagi kebahagiaan kepada mereka – mereka yang kurang beruntung serta berkehidupan serba kekurangan.

Bermanfaat bagi orang lain sama halnya kita menanam mesin penghasil amal kebaikan. Apapun yang kita berikan tanpa terkecuali ke anak yatim, jika pemberian itu masih dimanfaatkan secara terus menerus, itu artinya termasuk kategori amal jariyah.

Pada artikel tausiah kali ini  akan membahas mengenai manfaat sedekah anak yatim, mari kita simak bersama – sama, penjelasan lebih lengkapnya:

1. Sebagai Penanda Tingkat Keimanan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2] : 177).

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah [2] : 195).

2. Memahami Indahnya Berbagi dan makan berbagi 

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 215).

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 245).

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Baqarah [2] : 254).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

3. Mengajarkan Kepada Kita Untuk Menjauhi Sifat Riya  

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah [2] : 262).

4. Mengajarkan Arti Dari Keikhlasan 

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah [2] : 263).

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2] : 264).

5. Mendapatkan Ganti Yang Berlipat – lipat 

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah [2] : 265).

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34] : 39).

6. Terhindar Dari Sifat Sombong dan Membanggakan Diri 

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah [2] : 267).

7. Mengajarkan Agar Tidak Takut Miskin Karena Sedekah 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 268).

8. Mengajarkan Banyak Kebaikan 

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 271).

9. Mengharapkan Untuk Mendapat Keridhaan Dari-Nya 

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah [2] : 272).

10. Mengajarkan Tentang Kepedulian Dan Tolong Menolong 

“(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 273).

“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 280).

11. Mendapatkan Pahala Dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah [2] : 274).

12. Menyempurnakan Ketaqwaan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali-Imran [3] : 92).

13. Mengajarkan Kesabaran dan Untuk Selalu Bertutur Kata Baik 

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS. Ar-Ra’d [13] : 22).

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS. An-Nisaa [4] : 8)

14. Tidak Akan Merasa Rugi Dengan Bersedekah 

“Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal [8] : 60)

15. Mengingatkan Kita Bahwa Hidup Kekal Hanya Di Akhirat 

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim [14] : 31).

16. Meneladani Sifat Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam 

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al-Hadid [57] : 7).

17. Terhindar Dari Azab Allah Yang Pedih 

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” “(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,” (QS. As-Saff [61] : 10-11).

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai manfaat sedekah anak yatim di atas diharapkan bisa membantu memudahkan dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi.

Sehingga nantinya mungkin bisa dijadikan sebagai bahan referensi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menambah wawasan bagi anda. 

 Semoga bermanfaat.....