Senin, 03 April 2023

PERISTIWA PENTING YANG TERJADI DI BULAN RAMADHAN

Edisi Senin, 3 April 2023 M / 12 Ramadhan 1444 H.

Ramadhan merupakan bulan yang dimulaikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka dari itu jangan menyia-nyiakan begitu saja, dengan banyaknya keutamaan Ramadhan dimana pahala ibadah dilipat gandakan, tentunya Anda tidak mau melewatkannya untuk memperbanyak ibadah.

Bulan Ramadhan juga ternyata menjadi bulan yang sangat penting bagi sejarah Islam. Ada peristiwa-peristiwa besar yang terjadi saat Ramadhan. Deretan peristiwa besar yang terjadi saat Ramadhan tentunya sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan Islam.

Sedikitnya, ada 17 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam di bulan Ramadhan, baik klasik ataupun modern. Apa sajakah peristiwa-peristiwa tersebut? Mari simak deretan peristiwa penting yang terjadi saat Ramadhan seperti berikut ini.

1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah) 

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci.

Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman.

Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah.

Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain: 

Pertama , gencatan senjata selama sepuluh tahun

Kedua , orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.

Ketiga , bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.

Keempat , orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.

Kelima , orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,

keenam , kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

2. Bulan Diturunkan Alquran 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Alquran: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS Al Baqarah: 185)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Allah Subhanahu Wa Ta'ala memuji Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-quran yang agung”. Sebagaimana Allah mengkhususkan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Alquran, sesungguhnya telah disebutkan oleh hadits bahwa pada bulan Ramadhan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. 

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan: “Lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadhan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadhan, sedang Alquran diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad no.1575)

3. Peristiwa Lailatul Qadr. 

Lailatul Qadr merupakan istilah yang digunakan untuk memperingati malam di mana al-Qur’an diturunkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara keseluruhan baitul izzah (semacam ruang ilahiyat) yang kemudian dibawa jibril secara berangsur kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Malam itu adalah malam mulia, malam penuh berkah yang tidak boleh diragukan lagi. Karena Allah Subhanahu Wa Ta 'ala sendiri menyebutnya dalam surat ad-Dukhan ayat 3.

4. Peristiwa Perang Badar 

Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.

Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.

Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadhan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Al-Imran:123)

5. Islam Masuk ke Yaman 

Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-10 hijrah.

6. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza 

Setelah umat Islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka’bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 H, Rasulullah mengirim Khalid bin Walid untuk memusnahkan patung al ‘Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, al ‘Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut. Khalid bin Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al ‘Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.

Hancur leburnya patung-patung ini jadi bukti jika Islam sudah benar-benar berjaya, dan peristiwa tersebut juga terjadi saat bulan Ramadhan.

7. Penyerahan Kota Taif 

Kota Taif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad.

Nabi muhammad dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadhan tahun ke-9 H dengan menyerahkan kota Taif sebagai tanda menyerah.

8. Perang Tabuk , Islam berhasil mengusir Bizantium 

Kemenangan umat Islam dalam perang Tabuk. Perang ini menjadi perang terakhir yang diikuti langsung oleh Nabi. Perang ini berkecamuk dan berakhir dimenangi oleh umat Islam pada tanggal 8 Ramadhan tahun 9 Hijriyah.

Rasul mendengar jika di daerah Tabuk pasukan Bizantium tengah mengumpulkan kekuatan yang sangat besar untuk menaklukkan Hijaz. Khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, kemudian beliau menghimpun sekitar 70 ribu pasukan untuk berangkat ke Tabuk dan memerangi pasukan Bizantium.

Ini adalah pasukan Muslim terbanyak yang pernah tercatat dalam sejarah. Memang sangat logis karena Bizantium adalah kerajaan besar dan kuat. Pasukan Rasul pun pada akhirnya sampai ke Tabuk, tapi tak menemui satu pun batang hidung pasukan Bizantium. Menurut kabar, pasukan Bizantium seperti agak ketakutan begitu mendengar pasukan Muslim akan ke Tabuk. Peristiwa ini sendiri juga berlangsung di bulan Ramadhan.

9. Strategi Perang Khandaq Dibuat di Bulan Ramadhan 

Perang Khandaq juga merupakan salah satu peristiwa besar yang sangat berpengaruh bagi dunia Islam. Peperangan ini dibuat oleh orang-orang Quraisy dan Yahudi untuk menggempur dan menguasai Madinah. Tak main-main, ada ribuan pasukan tempur yang siap serbu kala itu.

Menghadapi yang semacam ini Muslimin Madinah bisa berpikir sangat matang. Mereka kemudian membuat parit-parit agar menyulitkan pasukan gabungan tersebut. Perang ini sendiri berakhir dengan keteguhan Madinah. Para pasukan gabungan itu pulang dengan hampa. Nah, penyusunan strategi ini dilakukan Muslimin saat Ramadhan. Perangnya sendiri berlangsung selama Syawal.

10. Wafatnya Putri Rasulullah, sayyidah Fatimah Az-Zahra dan sayyidah Rukayyah 

Wafatnya perempuan suci nan agung, yang dikenal dengan sebutan Ummu Abiha. Fatimah az-Zahra wafat pada hari Selasa, tanggal 3 Ramadhan 11 H dalam usia 28 tahun. Saat wafat, Fatimah meninggalkan Hasan yang masih berusia 7 tahun, Husain yang masih 6 tahun, Zainab 5 tahun dan Ummi Kultsum yang baru saja memasuki usia 3 tahun. Aisyah Radhiyallahu'anha menceritakan saat-saat menjelang Fatimah wafat, “Fatimah wafat 6 bulan setelah ayahnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam wafat, tepatnya pada Selasa, 3 Ramadhan 11 H. Fatimah wafat dalam usia 28 tahun.”

Sedangkan Sayyidah Ruqayyah meninggal bertepatan saat berlangsungnya perang Badar. Inilah yang menyebabkan Sayyidina Utsman bin Affan Radhiyallahu'anhu tidak ikut serta dalam perang Badar karena merawat istrinya, itupun setelah ia mendapat izin dari Rasulullah. Putri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. ini wafat tepat ketika Zaid bin Haritsah menyampaikan berita gembira tentang kemenangan kaum muslimin dalam pertempuran Badar. Ruqayyah wafat pada usia 22 tahun. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Baqi’ al-Gharqad, Madinah.

11. Wafatnya Istri Rasulullah Sayyidah Khadijah dan Sayyidah Aisyah 

Ummul Mukminin, Sayyidah Khadijah wafat pada 10 Ramadhan tahun ke-10 kenabian atau 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah atau 619M. Setelah berakhirnya pemboikotan kaum Quraisy terhadap kaum muslim, Sayyidah Khadijah kemudian sakit. Semakin hari kondisi kesehatan badannya semakin memburuk. Beliau dimakamkan di dataran tinggi Mekah yang dikenal dengan sebutan Al-Hajun atau disebut Jannatul Ma’la (pemakaman ma’la). Tahun itu pula Rasulullah ditinggalkan paman tercinta, Abu Thalib sehingga tahun itu disebut ‘aamul huzni (tahun kesedihan).

Sedangkan Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah wafat pada malam 17 Ramadhan. Ketika itu Sayyidah Aisyah sudah berusia 67 tahun. Ia jatuh sakit pada Ramadhan 58 H. Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shidiq Radhiyallahu'anha wafat pada 58 H, malam 17 Ramadhan setelah shalat witir, bertepatan dengan Juni 678 M. Seluruh umat Islam pada saat itu sungguh berduka cita. Ia adalah sosok istri yang paling dekat dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan yang paling banyak mengetahui kehidupan dan teladan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. 

12. Wafatnya Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah. 

Sayyidina Ali Karramallahu wajhah dibunuh oleh Ibnu Muljam, seorang Khawarij yang bersekongkol dengan 2 orang temannya, al Burak bin Abdillah dan Amru bin Abi Bakr at-Tamimi. Masing-masing berikrar untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan dan Amru bin Ash. Mereka mengikat perjanjian untuk tidak mundur atau terbunuh. Mereka sepakat untuk melakukannya pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H. Kemudian ibnu Muljam pun menuju Kufah. Disana dia memulai rencananya dengan mengajak dua orang yang tersakiti akibat peperangan Nahrawan. Ketiganya sudah siap menghadang Sayyidina Ali saat akan membangunkan orang-orang untuk sholat subuh. Ketika Ibnu Muljam menebas Sayyidina Ali, ia berkata, “Tidak ada hukum kecuali milik Allah, bukan milikmu dan bukan milik teman-temanmu, Hai Ali!” Ia membaca firman Allah QS Al-Baqarah 207.

Setelah Sayyidina Ali wafat, kedua puteranya memandikan jenazah beliau dibantu dengan Abdullah bin Ja’far. Kemudian jenazahnya dishalatkan putra tertua, al-Hasan. Jenazah beliau dimakamkan di Darul Imarah di Kufah, karena kekhawatiran kaum Khawarij akan membongkar makam beliau. Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq, ia berkata “Jenazah Ali dishalatkan pada malam hari dan dimakamkan di Kufah, tempatnya sengaja dirahasiakan namun yang pasti di dekat gedung Imarah (Istana Kepresidenan).” [Tarikh Islam,Adz-Dzahabi, juz Khulafaur Rasyidin hal 650]

13. Pembebasan Andalusia (Spanyol) 

Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Iberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M. Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus.

Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalus dan menyelamatkan rakyat Andalus yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama delapan abad.

14. Peperangan Zallaqah di Portugal 

Peristiwa ini terjadi setelah subuh hari Jumat, bulan Ramadhan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Alfonso VI.

Tentara yang dipimpin oleh Alfonso VI yang berjumlah 80.000 tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh Spanyol dan menyelamatkan umat Islam. Setelah itu, Dinasti Murabit di Spanyol berdiri sejak 1090 sampai 1147 M.

15. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol 

Pada tahun 126 sampai 1405 M, kaum Mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut sejarah, kekaisaran penaklukan mereka seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.

Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan menyerbu kota Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Eufrat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta. Pada 15 Ramadhan 658 H bersamaan 1260 M, tentara Islam bangkit membuat serangan balas. Tentara Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir menyerbu ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di Ain jalut. Terjadilah Perang Ain Jalut.

Dalam pertempuran itu, tentara Islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, penasihat Hulagu Khan yang menasihatinya untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara Islam.

16. Peperangan Yakhliz 

Pada 15 Ramadhan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.

17. Direbutnya Garis Bar Lev, Israel 

Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadhan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadhan.

Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil menduduki bukit Golan, Syria, di utara dan semenanjung Sinai, Mesir, di selatan hingga ke kanal Suez.

Setelah itu, Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.

Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.

Itulah 17 peristiwa bersejarah di bulan ramadhan bagi umat Islam. Bulan Ramadhan bukanlah sekadar bulan peningkatan kesalehan spiritual semata. Bulan ini memberikan spirit bahwa peradaban Islam yang gemilang pernah terukir di dalamnya.

Bagi umat Islam Indonesia, bulan Ramadhan lebih dari sekedar istimewa. Karena bulan Ramadhan menjadi saksi sejarah puncak perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Dimulai dari pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia satu hari menjelang malam pertama bulan Ramadhan, Nagasaki dan Hiroshima dijatuhi bom yang akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus. Hingga saat itu hari Jumat, 17 Agustus 1945 tepat tanggal 9 Ramadhan 1364 H Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di kediaman Ir Sukarno, jl. Pegangsaan Timur 56. Selama masa persiapan menuju kemerdekaan, Ir. Sukarno meminta rekomendasi dari beberapa ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan mu’assis (pendiri) Nahdlatul Ulama.

Tak salah untuk kita berusaha khusyu beribadah di bulan yang suci ini. Namun, tak ada salahnya kita sebagai umat Islam Indonesia tahu peristiwa apa saja yang ada di dalam bulan nan agung ini. Sambil belajar kembali sejarah yang ada di balik peristiwa tersebut tentu diiringi dengan mengambil hikmah di baliknya.

Roda sejarah peradaban Islam akan terus berputar. Torehan prestasi telah berhasil dicatat oleh Nabi, Sahabat, dan orang-orang setelahnya.  Giliran kita: sejarah apa yang hendak kita ukir dalam Ramadhan edisi 1444 Hijriyah ini?

Semoga bermanfaat....

Minggu, 02 April 2023

KEUTAMAAN RAMADHAN 10 HARI KEDUA

Edisi Ahad, 2 April 2023 M / 11 Ramadhan 1444 H.

Bulan ramadhan ialah bulan yang penuh kebaikan sejak hari pertama hingga hari terakhir, bulan Ramadhan memang memiliki keistimewaan masing masing di tiap 10 harinya yang masing masing memiliki kebaikan dan pahala yang sama mulianya. Umumnya di ramadhan 10 hari kedua orang sudah mulai malas ibadah misalnya jumlah jamaah shalat tarawih di masjid mulai berkurang.

Tentu hal itu ialah sebuah kerugian padahal tersimpan begitu banyak kebaikan di hari hari tersebut. sebaiknya setiap umat mukmin menjalankan ibadah puasa secara menyeluruh dan rajin pada semua hari agar mendapatkan kebaikan dan pahala yang sempurna. Apa saja keutamaan ramadhan 10 hari kedua? Mari simak dalam artikel tausiah berikut ini:

1. Wujud Istiqomah 

Sering kita lihat orang orang yang berkurang intensitas ibadahnya di bulan ramadhan pada 10 hari kedua, misalnya ialah menjadi berkurang dalam ibadahnya dalam melakukan shalat tarawih karena mungkin sudah mulai sibuk membeli segala keperluan untuk lebaran dan berkurang frekuensi mengaji atau membaca Al Qur’an dengan alasan yang sama padahal di dalamnya tersimpan banyak kebaikan yang sayang untuk dilewatkan. keutamaan istiqomah dalam beribadah bulan ramadhan memiliki pahala luar biasa.

Orang yang mampu menjalankan rangkaian ibadan pausa ramadhan secara lengkap di 10 hari kedua bulan ramadhan ialah wujud bahwa orang tersebut memiliki rasa istiqomah karena ibadah yang dijalankannya semata karena Allah dengan minat untuk akherat sebab itu ia terus rajin mengerjakan walaupun orang lain di sekitarnya mungkin menjadi sibuk dengan kegiatan duniawi lain. orang tersebut akan mendapat pahala ibadah istiqomah yakni pahala yang tidak terputus dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

2. Jauh dari Godaan Duniawi 

Menjalankan rangkaian ibadah bulan ramadhan di 10 hari kedua artinya sebuah bukti bahwa orang tersebut mampu menahan dan menjauhkan dari  godaan duniawi yang berlebihan tidak seperti banyaknya orang orang yang menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan teman temannya dengan alasan buka puasa bersama atau orang orang yang tidak menjalankan shalat tarawih dengan alasan harus menyiapkan keperluan lebaran. Dunia menurut islam memang penuh ujian sehingga manusia harus memiliki iman yang kuat.

3. Dikabulkan Doa Doa 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,dimana ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).” Pada ramadhan 10 hari kedua inilah hari hari terbaik untuk berdoa kebaikan dunia dan akherat sebab pada hari hari tersebut Allah memberi kenikmatan dikabulkannya doa hambaNya. Waktu terkabulnya doa yang paling mustajab ada di bulan ramadhan.

4. Sukses dalam Ibadah Ramadhan 

… dan bertakwalah kepada Allah agar kalian sukses/ berhasil (Q.S alBaqoroh:189, Ali Imran:130, Ali Imran:200). Merupakan bukti bahwa seseorang mencapai sukses dalam menjalankan ibadah ramadhan karena mampu menjalankan ibadah ramadhan hingga 10 hari kedua, tentu sebuah kenikmatan iman dan hidayah dari Allah Ta'ala sebab tidak semua orang mampu melakukannya. suskes dunia akherat menurut islam ialah mampu menjadi duniawi hanya sebagai jalan untuk mendapat kebahagiaan di akherat, bukan mementingkan dan menjadikan duniawi sebagai yang utama.

5. Mendapat Kemudahan Selama Ramadhan 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menginginkan bagimu kemudahan dan tidak menginginkan kesukaran untukmu. Dan hendaknya kalian sempurnakan bilangannya dan bertakbirlah (mengangungkan kebesaran) Allah sesuai dengan yang Allah berikan petunjuk kepada kalian agar kalian bersyukur (Q.S al-Baqoroh: 185). Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kemudahan bagi orang yang menjalankan ibadah ramadhan di 10 hari kedua dengan diberikan kekuatan agar mampu selesai hingga akhir ramadhan. pahala berdzikir di bulan Ramadhan dapat dijalankan terus menerus hingga 110 hari kedua bulan ramadhan dan hingga akhir ramadhan sehingga mendapat kemudahan yang luar biasa dari Allah dalam setiap jalan kehidupan dunia akherat.

6. Memiliki Iman Lebih Dalam 

“Jika engkau mendengar Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, maka pasang pendengaran baik-baik karena padanya (pasti terdapat) kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang akan dilarang” (riwayat Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Awliyaa’). Orang yang menjalankan ibadah di ramadhan 10 hari kedua akan memiliki rasa iman yang lebih dalam karena ketekunan dan karena wujud istiqomahnya.

7. Jalan untuk Bersyukur 

Beribadah kepada Allah disertai dengan niat dalam bentuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari (asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ (6/298)). Merupakan bukti bahwa manusia bersyukur sebab tidak semua orang diberi nikmat mendapat umur dan kesempatan untuk menjalankan ibadah ramadhan di 10 hari kedua.

8. Mudah di Dunia dan Akherat 

Ayat ke-184 Surat al-Baqoroh (pada) hari-hari yang tertentu. Barangsiapa yang sakit atau safar, maka mengganti di hari lain. Bagi orang yang mampu, maka ia membayar fidyah memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (membayar kelebihan), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Ibadah puasa ramadhan di 10 hari kedua mudah dijalankan bagi orang yang ikhlas, bagi yang berhalangan boleh mengganti di hari lain dan akan tetap mendapat pahala yang sama seperti ketika Ramadhan.

9. Jalan Kebaikan Lebih Luas 

…setiap orang miskin (diberi) setengah sho’ (H.R alBukhari no 1688 pada bab al-Ith’aam fil fidyah nishfu sho’ dan Muslim no 2080). Menjalankan ibadah di ramadhan hari hari 10 yang kedua tentu sebuah kenikmatan karena diberi jalan untuk berbuat kebaikan dan mendapat pahala lebih luas lagi seperti shalat tarawih, berzakat, membaca Al Qur’an, dzikir, dan sebagainya.

10. Mendapat Petunjuk di Tiap Malam Ramadhan 

Sesungguhnya Kami menurunkan (alQuran) pada Lailatul Qodr (Q.S al-Qodr:1). Di setiap malam orang yang menjalankan ibadah ramadhan hari hari ke 10 yang kedua akan mendapat petunjuk dari Allah sehingga orang tersebut mampu menikmati indahnya Ramadhan dan diberi kekuatan agar bisa menjalankan ibadah hingga akhir ramadhan

Dan al-Quran diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan (H.R Ahmad dari Watsilah bin Asqo’, al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya). Hari hari ibadah ramadhan di 10 hari yang kedua tentu sudah dekat dengan Lailatul Qadar yang merupakan malam mulia, orang tersebut menjadi orang yang menunggu malam tersebut dengan penuh rasa iman.

11. Mendapat Jalan Jika Kesulitan 

Jika seseorang sakit sehingga tidak mampu sholat dalam keadaan berdiri, maka pada saat itu ia boleh untuk tidak berpuasa (riwayat Ibnu Jarir atThobary). Jelas bahwa Allah Ta'ala memberi kemudahan bagi orang yang sudah tidak bisa menjalankan ibadah ramadhan di hari kedua karena alasan tertentu, ia boleh menggantinya di hari lain dan tetap mendapat pahala yang sama karena niat mulianya.

…agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh:183). Orang yang menjalankan ibadah ramadhan di 10 hari kedua akan memiliki rasa keimanan yang lebih dalam karena sudah menjalani hampir setengah dari bulan ramadhan dan sudah menjalani serta menerima banyak kebaikan dari Allah, orang tersebut menjadi semakin bertaqwa dan semakin mulia di mata Allah.

12. Menguatkan Menjalankan Hingga Ramadhan Terakhir 

…sebagaimana diwajibkan kepada umat sebelum kalian…(Q.S al-Baqoroh:183). Orang orang jaman dahulu yang sholeh yang menjalankan ibadah Ramadhan di 10 hari kedua mendapat kekuatan dari Allah agar bisa menyelesaikan hingga akhir, begitu juga hingga jaman sekarang, akan mendapatkan pahala yang sama, yaitu kekuatan agar bisa menyelesaikan ibadah ramadhan hingga akhir dengan penuh berkah.

13. Menjadi Pribadi Lebih Baik 

…sesungguhnya aku bernadzar puasa untuk arRahman (Allah) sehingga aku tidak akan berbicara pada hari ini dengan manusia manapun (Q.S Maryam:26). Menjadi orang yang mampu menjalankan ibadah ramadhan di 10 hari kedua tentunya ialah sebuah berkah karena mampu istiqomah akan amal ibadah yang dijalaninya, ia akan menjadi orang yang semakin dekat dengan Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Sehingga di hari hari setelah ramadhan pun ia akan terus melakukan kebaikan dan selalu merindukan bulan ramadhan yang mulia. Tentu hal tersebut adalah sebuah kenikmatan sebab hidayah dari Allah belum tentu diterima atau dimiliki oleh semua orang. Sebagai orang yang diberi petunjuk dengan menjadi umat islam tentu harus selalu mengisinya dengan kebaikan.

14. Mencegah Maksiat 

Setiap perintah dalam al-Quran pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan. Sedangkan setiap larangan dalam al-Quran pasti mengandung kerugian, kebinasaan, kehancuran, keburukan (disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir (1/200)). Jelas bahwa ibadah di ramadhan 10 hari kedua akan menjadi jalan untuk mencegah maksiat karena banyak berbuat kebaikan.

15. Mengikuti Teladan Rasul 

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh:183). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat serta seluruh umat mukmin di jaman terdahulu telah menjalankan ibadah ramadhan di hari hari ke 10 yang kedua sebab itu orang yang menjalankannya juga mendapat pahala besar karena telah mengikuti teladan Rasul yang dicintai oleh Allah.

16. Mendapat ampunan 

Pada fase kedua atau fase 10 hari kedua Ramadhan inilah Allah membukakan pintu magfirah atau ampunan yang seluas-luasnya.

Karenanya, jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sia-sia. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

17. Dibebaskan dari Dosa yang lalu  

Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu agar diampuni dan dibebaskan dari hukuman.

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu. Diceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah menjelang Ramadhan, diantara isi khutbah Baginda, “Siapa saja yang memberi berbuka kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum, maka Allah Ta'ala akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk syurga. Inilah bulan, yang awalnya adalah Rahmah, Pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan nar (pembebasan dari api neraka). 

Demikian artikel tausiah kali ini, semoga bisa menjadi wawasan islami yang bermanfaat untuk anda dan menjadi motivasi untuk selalu menjadi mukmin yang lebih baik lagi. Terima kasih. 

Semoga bermanfaat ....

Sabtu, 01 April 2023

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Edisi Sabtu, 1 April 2023 M / 10 Ramadhan 1444 H.

Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan.

Dengan memahami hakikat dan kandungan yang luar biasa dari ibadah puasa Ramadhan, maka sudah sewajarnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menempatkan bulan Ramadhan sebagai bulan yang sangat istimewa. Bahkan, karena keistimewaannya itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan reward bagi kita yang mau mengisinya dengan kebaikan-kebaikan. 

Di bulan Ramadhan-lah pintu-pintu ampunan dan kasih sayang Allah terbuka lebar. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di siang hari, diwajibkan berpuasa, sementara di malam harinya disunnahkan untuk memperbanyak shalat malam. Di bulan ini, melakukan satu kewajiban itu berpahala seperti menjalankan 70 kewajiban di bulan lainnya. Atas besarnya keagungan Ramadhan ini, Nabi menyampaikan, “Seandainya semua manusia mengetahui besarnya rahmat yang diturunkan di bulan Ramadhan, pasti mereka mengusulkan agar setahun penuh berisi Ramadhan.” Berikut ini adalah beberapa keistimewaan bulan Ramadhan :

1. Al Qur’an Diturunkan 

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang bathil )“ ( Al Baqarah : 185 ). Al Qur’an adalah sumber syariat islam yang terbaik dan nomor 1 bagi umat islam.

Dan Al Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sehingga di bulan itu terdapat firman Allah yang diungkap kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada segenap umat muslim agar umat muslim terhindar dari jalan yang sesat.

2. Pintu Kebaikan Dibuka 

Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ). Ramadhan adalah bulan terbaik dimana kesempatan untuk berbuat amal kebaikan terbuka seluas luasnya dan tidak ada bulan dimana pintu kebaikan dibuka hingga seperti di bulan ramadhan dan memiliki banyak pahala seperti pahala sahur di bulan Ramadhan, pahala zakat di bulan ramadhan, dan berbagai kebaikan lainnya.

3. Bulan Pengampunan Dosa 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ). Allah akan mengampuni dosa hambaNya sebanyak apapun itu ketika ia bersungguh sungguh bertaubat dan menjalankan ibadah ramadhan dengan ikhlas, pintu kebaikan akan terbuka lebar untuknya terlebih dengan dilakukannya doa pengampunan dosa dalam islam.

4. Kesempatan Taubat 

“Celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni “ ( diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad ). Tentunya dengan adanya kesempatan doa diampuni bisa menjadi hari hari yang terbaik untuk bertaubat sehingga bisa menjadi orang baru yang bersih dari dosa dan mendapatkan pahala puasa ramadhan selama 30 hari.

5. Pahala Berlipat Ganda 

“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan “……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku“. Umrah di bulan biasa mendapat pahala yang biasa namun jika di bulan ramadhan mendapat pahala yang luar biasa lipat gandanya sehingga benar benar berbeda dari bulan yang lain seperti adanya malam lailatul qadar – malam istimewa berderajat seribu bulan.

6. Malam Lailatul Qadar 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar“ ( Al Qadr : 1-5 ).

Tidak ada malam yang lebih indah dan lebih baik dari malam Lailatul Qadar dan malam itu hanya ada di bulan ramadhan sehingga setiap harinya di bulan ramadhan wajib untuk selalu melakukan amal ibadah agar dapat bertemu dengan malam yang penuh dengan kebaikan tersebut. Tentunya dengan menjalankan amalan amalan baik yang wajib dan sunnah.

7. Malam Penuh Kebaikan 

“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan“ ( diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry ). Tidak ada malam yang lebih baik dari bulan ramadhan, barang siapa yang tidak mengisinya dengan kebaikan maka ia telah rugi sebab belum tentu di tahun depan ia akan bertemu kembali dengan ramadhan.

8. I’tikaf dengan Tenang 

Bulan ramadhan ialah waktu yang terbaik untuk i’tikaf sebab di bulan ini Allah memperhatikan hambaNya secara langsung. “Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri – istri beliau pun beri’tikaf setelahnya“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ).

9. Tidak Menghalangi Urusan Duniawi 

“Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, … (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya“ ( Al Baqarah : 187 ). Bulan puasa bukan bulan yang dilarang untuk melakukan urusan duniawi.

Yang salah satunya ialah berhubungan badan, suami istri tetap boleh melakukannya tentu saja di waktu yang diperbolehkan yaitu di jam jam yang bukan jam puasa atau bukan sejak fajar hingga maghrib tiba, di malam hari semuanya boleh dilakukan dan tetap mendapat pahala serta tidak ada dosa baginya.

10. Sebab Masuk Surga 

“Bukankah setelah itu ( dalam waktu setahun ) ia berpuasa Ramadhan, sholat enam ribu rakaat atau sholat sunnah beberapa rakaat?“ ( diriwayatkan oleh Ahmad ). 

Jika seseorang melakukan ibadah ramadhan dengan sungguh sungguh bisa menjadi sebab untuknya masuk surga sebab dosanya diampuni dan segala amal baiknya diterima.

11. Adanya Ibadah Khusus Shalat Tarawih 

“Barangsiapa yang berdiri sholat pada bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ). Semua sholat bisa dilakukan di bulan ramadhan terutama sholat tarawih sebab itu sholat tarawih ialah ibadah yang khusus dan istimewa.

12. Hari Hari Penuh Keberkahan 

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah“ ( diriwayatkan oleh An Nasai ). Tidak ada bulan yang lebih berkah dari ramadhan dan tidak ada bulan yang penuh kebaikan melebihi ramadhan. Hari hari yang penuh dengan berkah tersebut karena dibukanya pintu kebaikan dan pintu keburukan ditutup.

13. Waktu Dikabulkannya Doa 

“Sesungguhnya setiap muslim pada tiap siang dan malam hari – pada bulan Ramadhan – memiliki doa yang mustajab“ (diriwayatkan oleh Al Bazzar). Bulan Ramadhan juga merupakan waktu yang terbaik untuk berdoa sebab di bulan ramadhan terdapat banyak waktu yang mustajab untuk berdoa.

Tentunya doa yang dilakukan ialah dengan ikhlas dan dengan adab adab yang baik, waktu yang baik untuk berdoa di bulan ramadhan ialah ketika sahur dan berbuka, di sepertiga malam yang terakhir, setelah sholat, dan juga ketika melakukan i’tikaf dan masih banyak lagi sebab sepanjang hari orang yang berpuasa ialah hari yang penuh kebaikan.

14. Waktu Terbaik Sedekah 

Rasululllah pernah bersabda bahwa waktu yang terbaik untuk bersedekah ialah di bulan ramadhan, sebab di bulan tersebut kita bisa merasakan tidak semua orang mendapat kemudahan seperti kita misalnya tidak semua orang punya uang untuk membeli makan, membeli baju baru, bahkan memiliki tempat tinggal yang layak.

Sebab itu sedekah yang dilakukan akan sungguh sungguh membantu mereka yang kesusahan untuk bisa lebih jauh mendapat kesenangan dan kenyamanan dalam menjalani ibadah puasa, tentu kita senang jika melihat mereka bahagia karena bisa makan makanan lezat seperti kita, bisa memakai baju baru seperti kita, dan sebagainya.

15. Merasakan Nikmatnya Makan Minum 

Di hari hari biasa kita terkadang merasa biasa saja dengan makan dan minum, namun akan berbeda di bulan ramadhan sebab sepanjang hari kita merasa lapar dan haus sehingga ketika mendapat makanan kita merasa sangat bersyukur. Padahal ada juga saudara kita di luar sana yang setiap hari seperti berpuasa karena setiap hari ia tidak memiliki uang cukup untuk makan dan minum.

16. Tidak Ada Syetan Pengganggu 

Di bulan biasa, ada banyak setan berkeliaran dan mengganggu manusia, sedang di bulan ramadhan tidak ada syetan sama sekali karena semua syetan dikurung di dalam neraka, sehingga ketika ada perbuatan maksiat itu adalah karena hawa nafsu dari manusia itu sendiri dan sesungguhnya perbuatan maksiat tersebut bisa dicegah dengan memperbanyak amal baik.

17. Ibadah Hanya Bisa Dinilai Allah 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di sisi kita ada malaikat yang senantiasa mencatat kebaikan dan keburukan kita sehingga laporan kebaikan dan keburukan tersebut yang nantinya dilaporkan kepada Allah, namun beda halnya dengan ibadah puasa yang dilakukan di bulan ramadhan, ibadah tersebut khusus dinilai oleh Allah dan hanya Allah yang tahu diterima atau tidak, perbuatan tersebut sehingga manusia tidak dapat mengira apa yang terjadi, hanya berbuat sebaik mungkin agar amal kebaikannya diterima yakni dengan melakukan puasa dengan ikhlas niat semata karena Allah dan melakukan segala kewajiban serta menjauhi segala larangan sebagai wujud sungguh sungguh dalam menjalankan ibadah.

Demikian artikel tausiah kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dan dapat menambah wawasan islami kita, Terima kasih. 

Semoga bermanfaat...