Minggu, 23 Februari 2020

17 KEUTAMAAN MENJADI SANTRI BERILMU DAN MULIA

Edisi Ahad, 23 Februari 2020 M / 29 Jumadil Akhir 1441 H

Santri, tentu setiap umat muslim tau siapakah itu santri dan apa saja ciri khasnya, santri secara umum ialah seseorang yang dengan sengaja mengabdikan diri dan memperdalam ilmu yang berkaitan dengan islam. Santri dapat berasal dari seseorang yang berumur berapapun mulai dari anak anak hingga dewasa. Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia pun memiliki keistimewaan dimana di dalamnya terdapat banyak santri serta lembaga lembaga yang medukungnya, yakni sekolah sekolah islami atau pondok pesantren.

Pondok pesantren dihuni oleh para santri yang juga memiliki guru dari seseorang yang dalam ilmu agamanya. Diwajibkan untuk menginap di tempat tersebut untuk memaksimalkan ilmu yang dipelajari secara langsung baik melaui teori dan praktiknya. Di dalam lingkungan pesantren, seorang santri dapat melaksanakan ajaran islam seperti berpuasa, shalat, serta bagaimana berhubungan sosial dengan orang lain sehingga keutamaan berilmu dalam islam yang didapat lebih maksimal.

Seorang santri yang menjalankan rutinitasnya dengan niat semata karena Allah tentu memiliki lebih banyak keistimewaan dibanding orang biasa karena menjalankan ibadah lebih sering dan berusaha mendalami ilmu lebih dalam dibanding orang lain, sebab itu dalam islam terdapat 17 keutamaan menjadi santri yaitu sebagai berikut :

1. Jalan Memperdalam Agama 

“Tidak sepatutnya bagi orang orang mu’min itu pergi semuanya ke medan perang, mengapa tidak pergi dari tiap tiap golongan diantara mereka untuk memperdalam agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu menjaga dirinya”. (QS At Taubah : 122).

Penjelasan dari firman tersebut ialah Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk tidak semata berperang melawan orang kafir,  tetapi juga memperdalam ilmu pengetahuan menurut islam agar menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain sebagaimana santri yang selalu mendalami ilmu agama dalam kesehariannya dan nantinya ia tentu akan menjadi seorang yang berguna dengan menyebarkan ilmunya kepada orang lain.

2. Mendapat Petunjuk Allah 

Menjadi seorang santri ialah memiliki hari hari yang penuh untuk belajar agama dan mendekat kepada Allah, hal tersebut akan membuatnya memiliki derajat yang lebih tinggi sehingga dalam kesehariannya ia selalu mendapat petunjuk karena selalu bersemangat mencari ilmu dan mencari hidayah dariNya. ayat ayat Al Qur’an tentang ilmu menjelaskan bahwa orang yang berilmu mendapat derajat lebih tinggi. “Barang siapa menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk niscaya dia melapangkan dadanya untuk memperdalam islam”. (QS Al An’am : 125).

3. Derajatnya Lebih Tinggi 

“Niscaya Allah akan meninggikan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS Al Mujadilah : 11). Jelas dari firman tersebut bahwa menjadi seorang santri yang rajin menuntut ilmu karena Allah mendapat derajat yang lebih tinggi di mata Allah jika ilmu tersebut dicari dan dipergunakan dengan niat semata karena Allah dimana manfaat ilmu dalam pandangan islam ialah menjadi dasar pada semua aspek kehidupan.

4. Mendapat Kebaikan di Akherat 

“Barang siapa dikehendaki Allah dengan kebaikan dunia dan akherat maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama”. (HR Bukhari). Menjadi seorang santri dan mampu memahami ilmu agama islam merupakan salah satu anugrah yang wajib disyukuri sebab mendapat hidayah dan petunjuk dari Allah untuk senantiasa memahami tentang islam sebagaimana para sahabat Rasulullah terdahulu yang selalu belajar tentang islam dan menjadikannya bagian untuk mengabdi kepada Allah sebagai wujud keutamaan iman dalam islam yang dimiliki.

5. Mendapat Naungan di Hari Akhir 

“Ada 7 golongan yang mendapat naungan Allah di hari akhir… remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan masjid…”. (HR Muslim). seorang santri identik dengan remaja yang senantiasa taat dengan Allah dan orang orang yang senantiasa dekat dengan masjid dimana kegiatan di pondok pesantren hampir semuanya berhubungan dengan masjid sehingga mereka akan mendapat ketenangan di hari akhir nanti.

6. Berada dalam Jalan lurus 

“Barang siapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu maka ia dalam jalanNya Allah SWT hingga ia kembali”. (HR Muslim). Jelas dari hadist tersebut bahwa seorang yang berkeinginan dan telah menjadi santri ia selalu bepergian atau berada di suatu tempat dalam rangka untuk beribadah kepadaNya dan urusan yang dilakukannya tersebut menjadi jalan untuknya untuk senantiasa mendekat pada Allah sehingga baginya adalah jalan yang lurus.

7. Jalan Menuju Surga 

“Barang siapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya dengan hal itu Allah mudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR Abu Dawud). Menuntut ilmu sebagaimana yang dilakukan oleh seorang santri akan mempermudah jalannya menuju surga karena sepanjang hidupnya diisi dengan urusan yang bermanfaat yang selalu mendekatkan dirinya pada agama, ia akan terlindung dari segala marabahaya dan menjadi calon penghuni surga.

8. Dosa Dosanya Diampuni 

Setiap manusia tentu tidak ada yang sempurna, pasti pernah berbuat kesalahan termasuk para santri, tetapi para santri senantiasa menutup kesalahan tersebut dengan segala kegiatan yang berpahala seperti menuntut ilmu sehingga ia mendapat ampunan dari dosa dosanya. “Dan sesungguhnya penghuni langit dan di bumi, sampai ikan ikan di lautpun memohonkan ampun untuk orang orang yang berilmu”. (HR Tirmidzi).

9. Mewarisi Ilmu Nabi 

“Dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian banyak”. (HR Ibnu Majah). Menjadi seorang santri yang selalu belajar sepanjang hidupnya bagaikan mewarisi ilmu Nabi karena dengan menjadi santri ia belajar mengenai semua hal tentang agama dalam lingkup yang luas yang orang biasa tidak mengetahuinya, ilmunya adalah istimewa.

10. Amalan Paling Utama 

“Tidak ada suatu amal perbuatan yang lebih utama daripada menuntut ilmu kalau ia niatnya benar”. (Miftah Daaris Saa’dah). Banyak amal perbuatan yang bernilai mulia di sisi Allah, salah satu amalan yang paling utama ialah beribadah dengan cara belajar dan mempelajari agama Allah sebanyak banyaknya seperti yang dilakukan para santri, mereka melakukan amalan yang utama yang diperintahkan oleh Allah.

11. Perintah Allah 

“Pelajarilah ilmu karena sesungguhnya mempelajari ilmu karena Allah adalah taqwa kepadaNya, mengkajinya adalah tasbih, mencarinya adalah ibadah, menelitinya adalah jihad dan mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah”. (Mu’adz Jabal). Menjadi seorang santri yang hanya berniat untuk mengharap ridho Allah di sepanjang hidupnya ia akan dilihat sebagai orang yang bertaqwa karena telah mengabdikan dirinya untuk belajar dan memahami tentang islam.

12. Lebih Baik dari Harta 

“Ilmu lebih baik dari harta sebab ilmu selalu menjaga sedangkan engkau yang selalu menjaga harta”. (Ali bin Abi Tholib). Dari hadist tersebut dapat diambil pelajaran bahwa ilmu memang lebih baik dari harta, memiliki ilmu yang banyak akan selalu berada dalam jiwa dan terus berkembang pahalanya jika diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan, tetapi memiliki harta hanya akan habis dan menguap jika dalam penggunaannya tidak sesuai jalan Allah serta harta tidak akan dibawa mati.

13. Merupakan Kebutuhan Dasar 

“Kebutuhan manusia terhadap ilmu itu melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum sebab ilmu dibutuhkan sepanjang tarikan nafasnya”. (Imam Ahmad bin Hambal). Manusia memang memiliki kebutuhan dasar berupa ilmu sebagaimana yang dilakukan santri dalam kehidupan keseharian yang selalu belajar, ilmu memang dibutuhkan sebab dalam kehidupan sehari hari dalam melakukan urusan tentu membutuhkan ilmu agar tidak tersesat.

14. Terbiasa Hidup Disiplin 

Hidup sebagai santri di pondok pesantren akan terbiasa disiplin sebab umumnya telah memiliki aturan yang jelas. Dalam sehari hari akan dibiasakan berpuasa rutin, shalat berjamaah, juga menjalankan shalat malam dan membaca Al Qur’an secara rutin sehingga kebiasaan baik tersebut akan selalu tertanam dan menjadi sebuah nilai kebaikan.

15. Ilmu Sosialisasi 

Jelas diketahui bahwa hidup di pesantren bersama banyak orang dari berbagai kalangan dan status sosial akan membuat kesadaran bagaimana cara bergaul yang benar dan bagaimana cara bersosialisasi seperti saling menghargai, saling membantu, saling mengingatkan dalam kebaikan, juga saling menjaga satu sama lain agar senantiasa berada dalam jalan Allah yang lurus.

16. Belajar Kesederhanaan 

Di pondok pesantren seorang santri akan terbiasa makan bersama dengan teman teman dengan makanan yang sederhana namun tetap diperhatikan kesehatannya, hal demikian akan mencegah dari sifat boros yang dapat menghancurkan diri sendiri serta membuat kesadaran untuk belajar sederhana walaupun mungkin memiliki kemampuan lebih untuk membeli banyak makanan.

17. Fokus Beribadah 

Seorang santri akan menjadi telah dibiasakan menjalankan rutinitas sehari hari sesuai jadwal, ia akan fokus beribadah dengan sendirinya sebab telah terbiasa disiplin yakni terbiasa fokus shalat 5 waktu tepat waktu, fokus berpuasa, shalat malam, juga membaca Al Qur’an. Hal ini akan menjadi kebiasaan baik yang selalu diterapkan dalam dirinya hingga ia dewasa.

Demikian artikel kali ini mengenai keistimewaan menjadi santri, semoga bisa menjadi motivasi untuk kita semua agar selalu memperdalam agama islam dengan mengharap ridhoNya. Terima kasih sudah membaca. 

Semoga bermanfaat...

Sabtu, 22 Februari 2020

17 BAHAYA LGBT DALAM ISLAM

Edisi Sabtu, 22 Februari 2020 M / 28 Jumadil Akhir 1441 H

Tahukah anda mengenai fenomena LGBT? LGBT atau dalam singkatan (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yaitu sebuah perilaku menyimpang yang bertentangan dengan hukum islam yang sangat mengkuatirkan bagi kehidupan umat manusia saat ini. Dimana fenomena LGBT menurut islam telah menjadi wabah baru di negara-negara timur seperti halnya di Indonesia.

Dalam pandangan islam LGBT merupakan perbuatan yang sangat dilarang keras karena sudah menyalahi fitrah diri manusia. Dimana perbuatan ini menjadi dosa besar bahkan lebih besar dari perbuatan zina yang telah dijelaskan sebelumnya.

Dalam firman Allah SWT menyebutkan:
“Dan Kami telah mengutus Luth ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa engkau melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan seorang pun kecuali kamu (di dunia ini). Sungguh engkau telah melampiaskan syahwatmu kepada mereka sesama lelaki dan bukan kepada mereka seorang wanita. Sesungguhnya engkau merupakan kaum yang telah melampaui batas fitrahmu sebagai manusia.” (QS. Al-A’raf: 80 – 81).

Berikut adalah 17 bahaya LGBT dalam islam yang dijelaskan secara lengkap di bawah ini:

1. LGBT Merupakan Perilaku Yang Sangat Bertentangan Dengan Ajaran Allah SWT. 

Dimana perilaku menyimpang ini dapat menimbulkan bahaya yang sangat luar biasa baik itu dalam moral, aqidah, akhlak, maupun kehidupan sosialnya.

Dimana Allah SWT sudah sangat tegas untuk mengharamkan perilaku kaum Nabi Luth AS di dalam Al-Qur’an. Haramnya perbuatan LGBT tentu bukan tanpa sebab. Dimana perilaku dan perbuatan semacam ini selain menyalahi hukum islam dan fitrahnya sebagai manusia. Seperti halnya hukum lelaki menyerupai wanita yang mana  memiliki dampak yang sangat buruk bagi kehidupan di masa mendatang. 

2. LGBT Merupakan Dosa Besar 

Ketika kaum Nabi Luth A.S melakukan perbuatan keji seperti ini, maka kemudian Allah SWT memusnahkan dengan cara yang sangat mengerikan. Dalam firman-Nya:

“Mengapa kamu (laki-laki) mendatangi kaum laki-laki diantara manusia lainnya, dan kamu tinggalkan istri-istri yang telah diciptakan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu merupakan orang-orang yang telah melampaui batas fitrah manusia.” (QS. As-Sty’ra: 165 – 166).

Bahkan Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang telah mengetahui ada yang melakukan perbuatan liwath (sodomi) sebagaimana yang telah di lakukan oleh kaum Nabi Luth A.S. Maka bunuhlah kedua pasangan liwath tersebut.”

Oleh karena itu perbuatan LGBT atau perilaku homoseksual merupakan dosa besar dalam islam bahkan lebih besar dari perbuatan zina.

3. Kaum LGBT Tidak Mungkin Menghasilkan Keturunan 

Di dalam pernikahan yang sah seseorang ingin melangsungkan kehidupan alamiahnya untuk meneruskan kehidupan dengan memperbanyak keturunannya. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi:

“Harta dan anak-anak merupakan perhiasan dunia.” (QS. Al-Kahfi: 46).

Namun, nampaknya hal ini akan berbanding terbalik bagi mereka yang sudah melakukan pernikahan sesama jenis (gay dan lesbian) seperti hukum bagi pria yang tidak menikah dan hukum wanita tidak menikah dalam islam. Dimana mereka tidak akan mungkin menghasilkan keturunan yang baik dalam kehidupan yang mereka jalani.

Meskipun berbagai cara dapat dilakukan, misalnya melakukan bayi tabung ataupun dengan proses mengadopsi anak. Namun sayangnya hal tersebut tidak akan menghasilkan perilaku sebagaimana anak yang terlahir dari perkawinan yang sah yakni antara wanita dan pria.

4. Kelegalan LGBT Akan Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Mereka 

Mungkin secara garis besar terdapat beberapa negara yang sudah melegalkan perilaku LGBT dalam kehidupan masyarakat mereka, misalnya saja seperti Belanda, Amerika Serikat, Prancis dan masih banyak lagi.

Namun dalam kehidupan nyata, seorang yang melakukan perilaku menyimpang seperti ini akan merasakan dampak buruk bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Seperti halnya pembahasan tentang pandangan silam tentang operasi plastik.

Dalam firman Allah SWT:
“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu semua dari seorang diri, dan dari padanya Allah SWT menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah SWT menciptakan keturunan yakni seorang laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah SWT yang dengan mempergunakan nama-Nya engkau akan meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Karena sesungguhnya Allah SWT akan selalu menjaga dan mengawasi hambanya.” (QS. An-Nisaa: 1).

5. Perilaku yang Bertentangan dengan Ajaran Allah SWT 

Di dalam ajaran islam, LGBT merupakan sebuah perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran Allah SWT. Dimana perbuatan ini dihukumi haram dan menjadi dosa besar bagi yang melakukannya. Dalam firman Allah SWT yang berbunyi:

“Mengapa kamu (laki-laki) mendatangi kaum laki-laki diantara manusia lainnya, dan kamu tinggalkan istri-istri yang telah diciptakan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu merupakan orang-orang yang telah melampaui batas fitrah manusia.” (QS. As-Sty’ra: 165 – 166).

Rasulullah SAW pun bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin (khalifah di bumi) atas apa yang dipimpinnya, apakah ia telah menjaganya atau justru menyia-nyiakannya.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist tersebut, apa yang telah diperbuat (manusia) selama masa hidupnya di muka bumi maka akan dipertanggung jawabkan kepada yang Maha Pencipta.

6. Siksaan yang Sangat Pedih Bagi Pelakunya 

Saat perilaku LGBT banyak dilakukan oleh umat Nabi Luth A.S di zamannya, Allah SWT telah melakukan adzab yang sangat pedih. Dimana semua umatnya dibinasakan dalam keadaan yang sangat menyedihkan.

Hal ini mungkin tidak berlaku untuk saat ini, namun semua tindakan dan perbuatan tentu akan dimintai pertanggung jawabannya dengan berbagai siksaan yang sangat pedih. Termasuk perbuatan LGBT yang sangat bertentangan dengan ajaran islam.

7. Menularkan Penyakit Kelamin 

LGBT merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dalam islam. Dimana perbuatan ini bisa menimbulkan dampak yang sangat buruk, yaitu timbulnya wabah penyakit kelamin atau yang biasa disebut dengan AIDS. Dimana dalam sebuah penelitian menyebutkan, jika 78% dari perilaku LGBT (homoseksual) akan berdampak pada penularan penyakit AIDS.

8. Dampak Bagi Kehidupan Sosialnya 

Menurut sebuah penelitian yang sudah dilakukan oleh Corey, L. And Holmes, etc. Mengatakan jika seorang homoseksual akan memiliki pasangan antara 20 – 106 orang per tahunnya. Hal tersebut lebih banyak dibandingkan dengan perilaku zina yang hanya dilakukan tidak lebih dari 8 orang dalam hidupnya. Hal ini tentu sangat kontras perbandingannya.

Dimana perilaku zina yang dianggap sebagai perbuatan keji, masih dikalahkan dengan perbuatan LGBT yang jauh lebih keji daripadanya. Mengenai dampak tersebut anda bisa membaca mengenai hukum tidak menikah dalam islam.

9. Dampak Bagi Pendidikan 

Bukan hanya dampak bagi kehidupan sosialnya saja, melainkan bagi mereka yang masih berusia sekolah. Perilaku penyimpang seperti LGBT memiliki dampak yang sangat buruk bagi keberlangsungan pendidikannya. Dimana sekitar 28% siswa dan siswi yang mengalami LGBT akan melakukan putus sekolah. Dan hal tersebut sangat memprihatinkan, dimana pendidikan merupakan kunci keimanan yang harus ditempuh hingga ke liang kubur.

10. Dampak Keamanan 

Bahaya perilaku LGBT memang sangat mengkuatirkan dalam kehidupan di suatu negara. Dimana jika dalam suatu negara tersebut tindakan homoseksual dilegalkan. Maka tingkat keamanan justru semakin terpuruk dengan banyaknya perilaku menyimpang, seperti tindak asusila, pelecehan seksual, perzinaan yang merajalela, dan masih banyak lagi dampak lainnya.

11. Menjerumuskan Diri ke Hal Negatif 

Bukan tidak mungkin bagi pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) akan melakukan segala cara demi hawa nafsunya semata. Mereka umumnya akan mencapai kepuasaan seksual dengan berbagai macam cara. Misalnya saja seperti berganti pasangan, memilih pasangan sesama jenis, hingga melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran islam. Hal tersebut bukan hanya merugikan bagi kehidupan sosialnya, namun juga akan menjerumuskan dirinya ke hal-hal yang lebih negatif.

12. Kehidupan yang Hancur Seperti di Zaman Jahilliyah 

Di negara barat seperti Amerika Serikat, Prancis, Belanda, dan negara-negara lainnya. Tindakan dan perilaku LGBT mendapatkan dukungan khusus, dimana perbuatan yang bertentangan dengan ajaran islam ini semakin dilegalkan keberadaannya.

Jika hampir semua negara mengesahkan tentang perilaku keji dan tercela ini, tentu kehidupan pun akan semakin hancur seperti halnya kehidupan di zaman jahilliyah yang begitu marak dengan kejahatan dan tindakan kemaksiatan.

13. Terpuruknya Moral Manusia 

Apabila perbuatan seperti homoseksual atau LGBT semakin marak terjadi dimana perilaku menyimpang ini terus dilakukan. Maka bukan hanya berdampak bagi kehidupan saat ini, melainkan beberapa perilaku negatif pun akan semakin marak terjadinya. Dan salah satu yang bisa terjadi adalah semakin terpuruknya moral manusia dimana sudah tidak adanya perilaku positif untuk merubah kehidupan yang lebih baik lagi.

14. Kemaksiatan Semakin Merajalela 

Perilaku LGBT mungkin bukanlah suatu hal baru yang ada di kehidupan masyarakat saat ini. Dulunya perilaku menyimpang ini hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang bebas sejak adanya kelegalan atas perilaku yang dilakukan oleh sesama jenis ini.

Maka perilaku yang dulunya hanya sebuah noda kecil di dalam masyarakat. Kini seakan sudah semakin banyak untuk dilakukan apalagi secara terang-terangan mereka berani mengakui dirinya di hadapan publik. 

Hal inilah yang sangat ditakutkan oleh beberapa umat manusia. Dimana apabila perilaku menyimpang ini terus dilakukan dan memiliki jumlah yang semakin banyak. Maka bumbu kemaksiatan di kehidupan masyarakat pun juga akan semakin merajalela.

15. Dosanya Lebih Besar dari Zina dan Pembunuhan 

Ibnul-Qayyim Al-Jauziyah menguatkan pendapat bahwa dosa liwath LGBT merupakan dosa yang lebih berbahaya daripada pembunuhan dan zina. Dosa yang menjijikkan ini berada setingkat di bawah kesyirikan. Kesimpulan ini didasarkan kepada penilaian dari berbagai aspek, aspek azab yang diberikan kepada mereka, membanding dalil-dalil tentang mereka dengan dosa-dosa lainnya.

16. Melawan dan Membalikan Fitrah Allah 

Allah SWT juga menjelaskan bahwa pelaku homoseks telah memutarbalikkan fitrah yang manusia diciptakan atas dasar fitrah tersebut. Secara fitrah manusia memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Allah SWT berfirman :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Artinya, “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf : 81)

Oleh karena mereka membalikkan fitrah, Allah juga membalikkan negeri mereka, sebagai hukuman atas mereka.

17. Perbuatan Yang Keji,  Fasik dan Zholim 

Kemudian, di dalam surat Al-Anbiya ayat 74, disebutkan 3 sifat tercela sekaligus terhadap mereka. Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

Artinya, “Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS Al-Anbiya : 74)

Di dalam ayat di atas, Allah mensifati kaum nabi Luth dengan kaum yang mengerjakan perbuatan keji (menjijikkan). Kemudian mereka disebut sebagai qauma sauinn faasiqin kaum yang jahat lagi fasik.

Dalam surat Al-Ankabut mereka disifati sebagai kaum yang berbuat kerusakan. Allah SWT berfirman :
قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ
Artinya, “Nabi Luth berkata, “Wahai Rabb-ku, tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Ankabut : 30)

Dan setelah ayat di atas, malaikat menyebut mereka dengan kaum yang zalim. Allah SWT berfirman :
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

Artinya, “Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabut : 32)

Beberapa sifat yang buruk, seperti; kaum yang melakukan hal menjijikkan, kaum yang jahat dan berbuat fasik, kaum yang melakukan kerusakan dan kaum yang zalim, itulah sifat-sifat buruk yang disematkan kepada mereka di dalam Al-Quran. Ini menjadi penegas kepada kita bahwa dosa liwath, homoseks dan LGBT amat sangat dibenci oleh syariat.

Itulah, mengapa LGBT sangat dilarang dan bahkan diharamkan dalam islam. Semoga informasi mengenai bahaya LGBT dalam islam di atas dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi kita semua. 

Semoga bermanfaat...

Jumat, 21 Februari 2020

17 CIRI-CIRI WANITA PENGHUNI NERAKA DAN DALILNYA

Edisi Jum'at, 21 Februari 2020 M / 27 Jumadil Akhir 1441 H

Allah Ta’ala menjanjikan surga bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa. Sedangkan untuk orang-orang yang berpaling dari agama akan memperoleh azab pedih di neraka. Hal ini berlaku untuk wanita ataupun laki-laki. Tak ada perbedaan. Siapa yang benar tentu akan beruntung. Sedangkan siapa yang sesat akan celaka. Begitulah janji Allah subhanahu wa taala di dalam Al-Quran.

Namun tahukah anda, bahwa ternyata penghuni neraka terbanyak ialah kaum wanita. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Aku berdiri di atas surga, kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya ialah golongan miskin, Sedangkan orang-orang kaya tertahan di luar pintu surga kerena dihisab. Selain itu, ahli neraka diperintahkan masuk ke neraka. Dan, aku telah berdiri di atas pintu neraka, aku melihat kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya ialah wanita.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari hadist diatas muncul pertanyaan, mengapa mayoritas penduduk neraka adalah wanita? Pertama, mungkin karena jumlah wanita di dunia ini memang lebih banyak dibandingkan pria. Kedua, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang mudah bengkok, mereka lebih memgutamakan perasaan dibandingkan akal pikiran. Oleh sebab itu, tak jarang wanita terjerumus ke dalam kesesatan. Ketiga, karena wanita itu indah. Apabila ia tak mampu melindungi diri maka keindahan tersebut bisa menjadi dosa baginya.

Berikut ini beberapa ciri-ciri wanita penghuni neraka sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dan berdasarkan dalil-dalil agama:

1. Durhaka terhadap suami 

Ciri-ciri wanita penghuni neraka pertama yakni mereka yang durhaka terhadap suaminya. Ketika seorang wanita menjadi istri, maka ia harus patuh kepada suaminya. Patuh disini berarti menuruti perkataan suaminya dalam hal kebaikan dan sesuai syariat agama. Apabila ia mampu menjalankan hal tersebut maka Allah akan membukakan delapan pintu di surga, dan ia bisa memilihnya sesuka hati.

Sebaliknya, seorang istri yang durhaka kepada suaminya maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih di akhirat. Misalnya saja, ia mengungkit-ungkit keburukan si suami dan melupakan kebaikannya. Kemudian mengumbar-umbar kejelekan suami di hadapan masyarakat, berkata kasar dengan suami tanpa alasan (seperti membentak) dan berbagai macam perbuatan lain yang menyakiti hati suami. Balasannya adalah neraka.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas RA, dia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Saya diperlihatkan Neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuni Neraka adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulullah SAW? Beliau bersabda, Dikarenakan kekufurannya. Lalu ada yang berkata, ‘Apakah kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat ada (sedikit ) kejelekkan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak seorang wanita pun yang boleh menyakiti hati suaminya melalui kata-kata kecuali Allah SWT akan membuat mulutnya kelak di hari kiamat selebar tujuh puluh dira’, kemudian akan mengikatkannya di belakang lehernya.”

2. Wanita yang bersolek berlebihan saat keluar rumah 

Wanita jaman sekarang tampaknya tak bisa hidup tanpa make-up. Mulai dari yang masih ABG sampai yang berusia tua selalu berpenampilan cantik (full make up, aksesoris dan baju mahal) tiap keluar rumah agar terlihat lebih menarik. Berhati-hatilah saudariku, terutama untuk anda yang sudah berstatus istri. Sebaiknya hindari bersolek berlebihan saat keluar rumah. Sebab hal itu bisa mengundang syahwat pria untuk melirik dan memandangmu. Selain itu, islam juga tidak memperbolehkan wanita bertabarruj berlebihan, kecuali di hadapan suaminya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyah dulu,” (Al-Ahzab: 33).

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka,” (An-Nur: 31).

Dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Memamerkan aurat 

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab:59)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan wanita untuk menutup aurat dengan mengenakan jilbab dan pakaian longgar (dalam artian tidak membentuk lekak-lekuk tubuh). Sayangnya, kebanyakan wanita sekarang kurang memahami perintah tersebut. Mereka malah memamerkan aurat dengan terang-terangan. Bahkan ada yang berjilbab namun pakaiannya ketat seumpama orang yang telanjang. Wanita-wanita yang gemar memamerkan aurat inilah yang mejadi calon penghuni neraka.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasululloh SAW bersabda:  “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan Bersolek diri untuk memperdaya laki-laki, kepala-kepala mereka seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, sebab sesungguhnya bau surga itu akan tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

4. Menyusui anak orang lain tanpa izin suami 

Menjadi seorang wanita itu bisa dibilang susah-susah gampang. Ada banyak larangan bagi wanita, salah satunya menyusui anak orang lain. Berhati-hatilah, jika Anda berniat memberikan ASI bagi anak yang bukan lahir dari rahim Anda, mintalah izin kepada suami terlebih dahulu. Jika Anda nekat melakukannya maka bisa saja Anda ditimpa azab di neraka kelak. Menurut sebuah dalil, seorang wanita yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami, di neraka akan digantung tubuhnya diatas payudaranya sendiri.

5. Tidak wudhu dan tidak pernah mandi junub 

Islam mewajibkan seorang wanita untuk melakukan mandi wajib setelah masa menstruasinya dan setelah nifas. Apabila perintah ini tidak dilakukan, maka ia bisa ditimpa azab di neraka. Tidak hanya itu saja, sholat tanpa berwudhu pun juga tidak diperbolehkan dalam islam. Suatu dalil menjelaskan bahwa seorang wanita yang tidak pernah bersuci kelak di akhirat akan diazab dengan cara kaki dan tangannya diikat, sementara tubuhnya dililit oleh kalajengking dan gerombolan ular.

6. Berkata tidak baik 

Wanita- wanita yang tidak bisa menjaga lisannya dan kerap mengumbar perkataan jelek. Bahkan melukai perasaan kerabat dan suaminya tanpa alasan, maka kelak ia akan diazab dengan cara lidahnya digantung dan kerongkongannya disiram oleh cairan aspal yang mendidih.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata: Dikatakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya fulanah (seorang wanita) rajin mendirikan shalat malam, gemar puasa di siang hari, mengerjakan (kebaikan) dan bersedekah, tapi sering menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.”

Hadits di atas adalah contoh nyata. Seorang wanita ahli ibadah, rajin shalat malam, gemar berpuasa, banyak bersedekah dan beramal, tapi lidahnya selalu membawa rasa sakit bagi tetangganya. Rasulullah mengatakan: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk ahli neraka.” Artinya, amal ibadah yang tidak berbanding lurus dengan perilaku sosial yang baik, ibadahnya kekurangan makna. 

7. Keluar rumah tanpa izin suami 

Seorang wanita yang hendak keluar rumah wajib meminta izin kepada suaminya. Sebab keluarnya seorang wanita tanpa didampingi mahramnya bisa menimbulkan fitnah. Bahkan di akhirat kelak, ia akan disiksa dengan diikat kaki dan tangannya.

 “Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat,dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya. (QS Al-Ahzab: 33)

Rasullulah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (HR Abu Daud Ath-Thayalisi)

8. Prasangka buruk dan Membuka aib orang lain 

Ciri-ciri wanita penghuni neraka selanjutnya adalah wanita yang gemar membuka aib orang lain. Mereka akan disiksa di neraka dan kelak mereka akan memakan daging tubuhnya sendiri. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka ‘memakan daging’ saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(Al-Hujurat : 12)

9. Gemar pamer (Riya’) 

Sifat gemar pamer atau riya’, melakukan kebaikan agar dipuji orang lain juga bisa mendatangkan azab di akhirat. Menurut suatu dalil, wanita-wanita yang suka riya’ kelak akan dimasukkan ke dalam neraka, dan mereka akan memotong-motong tubuhnya sendiri dengan gunting.

10. Suka mengadu domba orang lain 

Sifat adu domba atau membuat sesama muslim saling berselisih paham dan bertengkar dapat menyebabkan murkanya Allah SWT. Wanita-wanita yang gemar melakukan adu domba kelak diakhirat akan berwujud seperti binatang, kepalanya mirip babi dan tubuhnya mirip keledai.

11. Suka iri hati dan dengki (hasad) 

Sikap iri hati atau dengki dengan kenikmatan orang lain juga menjadi salah satu sifat yang menyebabkan seorang wanita terjerumus ke dalam lubang neraka.

Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (At Taubah:125)

12. Sombong 

Sifat sombong juga sangat membahayakan. Seseorang yang memiliki sifat sombong dalam hatinya dan berbangga diri dengan apa yang dimiliki maka Allah akan membenci mereka.

Allah Ta’ala berfirman:“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” (Al Mu’min: 76)

13. Tidak pernah sholat 

Secantik apapun wanita, setinggi apapun pendidikannya, bahkan walaupun ia taat dengan suaminya namun tak pernah sholat maka ia tetap menjadi calon penghuni neraka.

Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (HR. Ath Tabrani).

14. Berzina 

Zina termasuk salah satu dosa besar. Seorang istri yang gemar melakukan zina maka ia akan ditimpa azab yang pedih. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Isra:32)

Diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub, bahwasanya Rasulullah SAW didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail. Beliau bercerita, “Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal ‘tannur’ bagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata di situ banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada di bawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.” (HR.Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, dan Ahmad).

15. Wanita yang suka mengumpat dan fitnah 

Fitnah adalah perbuatan yang sangat kejam. Bahkan disebut-sebut lebih kejam dari tindakan pembunuhan. Dan wanita-wanita yang gemar menyebar fitnah semasa hidupnya kelak di akhirat akan diazab dengan sangat pedih. Begitupun dengan mereka yang suka mengumpat, mereka tidak akan diperlihatkan pintu surga.

Dari Hudzaifah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda: “Tidak akan pernah masuk surga orang yang suka mengumpat”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a: bahwasahnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya 2 (dua) orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah. Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”. (HR. Bukhari dan Muslim).

16. Membicarakan Keburukan orang lain/ ghibah 

Bukankah banyak wanita yang melakukan hal ini setiap harinya? Membicarakan keburukan sesama wanita lain maupun aib orang lain.

Rasulullah shallallahi ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada malam Isra’ mi’raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku tajam yang terbuat dari tembaga. Mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka sendiri. Lalu aku bertanya pada Jibril” Siapa merka?” Jibril menjawab, “Mereka itu suka memakan daging manusia, suka membicarakan dan menjelekkan orang lain, mereka inilah orang-orang yang gemar akan ghibah!” (dari Abu Daud yang berasal dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu)

17. Wanita yang memperlihatkan aurat pada laki-laki selain suami 

Banyak wanita yang berbangga diri ketika dipuji kecantikannya, mereka mengenakan pakaian tipis, kurang bahan, ketat, yang menampilkan keindahan tubuhnya, wanita seperti ini pun diancam tak akan mampu mencium wangi surga.

“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian,” (HR. Imam Muslim)

Demikianlah ciri-ciri wanita penghuni neraka menurut pandangan islam. Semoga kita bisa menghindari sifat-sifat tercela diatas dan mampu mengamalkan nilai-nilai islam semasa hidup. Sehingga di akhirat kelak kita dapat masuk ke dalam surga, bertemu dengan Allah Ta’ala, serta berkumpul bersama Rasululllah SAW dan orang-orang mukmin lainnya. Aamiin... 

Semoga bermanfaat....