Minggu, 24 Mei 2020

17 DOSA BESAR YANG TIDAK DIAMPUNI MESKIPUN SUDAH BERPUASA RAMADHAN

Edisi Ahad, 24 Mei 2020 M / 1 Syawal 1441 H

Sejatinya setiap orang yang beriman paska ramadhan sudah menjadi hamba yang telah bersih dari segala dosa yang pernah dilakukannya. Sebab ramadhan merupakan bulan yang didalamnya terdapat hikmah luar biasa tentang janji Allah yang menjamin pengampunan dosa bagi siapa saja yang berpuasa dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharapkan ridha Allah Subhanahu Wata'aala.

Namun ternyata masih banyak dosa lainnya yang tergolong kedalam dosa besar yang tidak terampuni dengan berpuasa saja kecuali bertaubat. Bertaubat artinya kembali kepada Allah dengan rasa penuh penyesalan dan berjanji serta bertekad tidak kembali lagi pada dosa yang pernah dilakukannya.

Berikut 17 dosa besar yang tidak diampunkan Allah (walaupun dalam Bulan Ramadhan) kecuali taubat menurut Imam Asy-Sya'rawi Al-Mutawalli, Ustaz Syaminan, M. Ag seorang dosen UIN Ar-Raniry membagikannya untuk kita melalui ceramahnya dan dirangkum kembali dalam artikel tausiah berikut ini :

1. Syirik 

Yaitu dosa karena menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Menyembah selain Allah merupakan perbuatan syirik yang dosanya tidak dapat terhapus oleh puasa.

2. Putus asa dari rahmat Allah 

Islam sangat melarang umatnya untuk berputus asa dari Allah, apalagi jika sampai berpikir bahwa Allah itu tidak adil terhadap dirinya. Karena sikap berputus asa adalah tidak menyakini bahwa Allah maha pemberi rezeki. Selain itu putus asa dapat menyebabkan seseorang terjerumus pada perbuatan yang merugikan dirinya sendiri karena godaan syaitan.

3. Merasa aman dari siksa Allah 

Sebenarnya tidak ada tempat yang aman baik di dunia maupun di akhirat dari ancaman siksaan Allah bagi siapa saja yang tidak menjalankan perintah Nya. Hanya saja di dunia semua pembalasan di tunda sampai datangnya hari kiamat. Jika kita merasa bahwa Allah tidak memberikan hukuman karena tidak melaksanakan Nya itu bukan berarti aman dari siksaan Allah.

4. Durhaka kepada kedua orang tua 

Dosa besar ini mungkin banyak orang yang tidak sadar bahwa dalam bulan ramadan menjadi masalah apabila hubungan antara anak dan orang tua tidak baik. Bahkan ada permusuhan diantara mereka. Perbuatan ini sangat dibenci oleh Allah. Sehingga ibadah puasa pun tidak dapat memperoleh ampunan. Kecuali ia meminta ampun kepada kedua orang tua mereka dan bertaubat kepada Allah.

5. Bunuh Diri dan Membunuh orang lain. 

Pembunuhan merupakan kejahatan yang sangat dilarang dalam Islam. Bahkan hukum membunuh pembalasannya adalah qisas (nyawa dibalas dengan nyawa), begitu kerasnya ancaman bagi pembunuh. Bukan hanya membunuh orang lain, bunuh diri pun termasuk pada perbuatan dosa besar dan dijamin masuk neraka. Oleh karena itu jangan sampai kita melakukan tindakan keji ini agar bulan puasa memberikan kita ampunan.

6. Menuduh / fitnah 

Dosa fitnah juga bukan dosa ringan dan sepele. Fitnah tergolong dalam dosa besar, bahkan melakukan fitnah dikatakan lebih keji dari pembunuhan. Ini artinya efek dari dosa fitnah itu dapat mendatangkan kerugian besar dan dapat menghilangkan nyawa orang lain akibat mengatakan sesuatu yang tidak benar terhadap orang lain dibelakang mereka.

7. Makan riba 

Riba artinya kelebihan yang dilarang. Misalnya bunga uang. Dalam pandangan Islam membungakan uang adalah perbuatan riba. Riba dapat merusak tatanan ekonomi dan struktur sosial. Sehingga rasulullah mengatakan dosa riba itu sama seperti seorang anak menikahi ibunya. Na'uzubillah.

8. Melarikan diri dari peperangan 

Peperangan disini maksudnya adalah perang membela agama dari musuh. Bukan menyerang tetapi perang mempertahankan diri dari serbuan musuh. Nah ketika sedang berlangsung perang namun seseorang melarikan diri dari medan pertempuran. Jika hal ini pernah dilakukannya maka puasa tidak dapat menolongnya dari ampunan. Sehingga ia harus bertaubat secara khusus.

9. Makan harta anak yatim 

Memakan harta anak yatim dan fakir miskin secara batil termasuk perbuatan sangat tercela. Orang-orang yang makan harta anak yatim nanti di hari akhirat mereka akan disumpal mulutnya dengan api neraka. Oleh karena itu siapa saja yang saat ini mengelola harta anak yatim maka catatlah segala pemasukan dan pengeluaran yang nanti satu saat dapat dipertanggungjawabkan pada pemilik harta yakni anak yatim.

10. Zina 

Allah melarang hambaNya untuk melakukan zina dan harus menjauhi zina. Dalam sebuah firman dikatakan jangan kalian mendekati zina, sebab zina itu sungguh sangat keji. Nah pesan Allah sangat tegas dalam ini, jangankan melakukan, mendekati saja dilarang. Dosa besar ini tidak dapat diampuni dengan berpuasa namun harus melakukan taubat nasuha, yaitu dengan menyesali perbuatan tersebut dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

11. Saksi Palsu 

Saksi palsu adalah pihak yang memberikan keterangan kesaksian atas satu perkara atau masalah yang tidak benar atau bahkan dapat dikatakan mengada-ngada. Misalnya dalam hal jual beli, para agen sering mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dari barang yang mereka jual. Perbuatan semacam itu tergolong dalam kategori saksi palsu, dan ini termasuk dosa besar.

12. Sumpah palsu 

Selain berani memberikan kesaksian palsu bahkan ditambah pula dengan sumpah dengan menggunakan nama Allah. Padahal apa yang dikatakannya dusta belaka. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat orang yang sangat suka untuk bersumpah, sedikit-sedikit sumpah atas nama Tuhan. Ini dapat diduga bahwa ia telah atau sedang melakukan sumpah palsu. Dosa ini juga tidak dapat diampuni hanya dengan puasa saja tetapi perlu disertai dengan taubat.

13. Korupsi 

Tindakan korupsi termasuk dalam bagian mencuri, yang hukumannya adalah potong tangan. Mencuri berarti mengambil hak atau harta orang lain secara tidak sah. Di Indonesia saat ini kejahatan korupsi sudah sangat mengkuatirkan. Maka para pelaku koruptor harus bertaubat dengan mengembalikan seluruh uang atau harta yang diambil secara tidak sah tersebut kepada orang yang berhak menerimanya. Jika tidak maka puasa yang dilakukan akan sia-sia karena tidak memperoleh pengampunan Allah.

14. Minum khamar/ mabuk 

Minum minuman yang memabukkan atau menggunakan, mengkonsumsi zat-zat yang dapat membuat seseorang mabuk maka tergolong pada perbuatan dosa menurut ajaran Islam. Bahkan Allah melarang orang yang sedang dalam keadaan mabuk mendekati masjid, ini artinya orang yang sedang mabuk tidak boleh shalat. Islam sangat melarang umatnya minum khamar, arak, dan mengkonsumsi sabu-sabu atau sejenisnya.

15. Meninggalkan shalat 

Meninggalkan shalat wajib sehari semalam lima waktu termasuk dalam kelompok perbuatan dosa besar. Orang yang meninggalkan shalat secara otomatis puasa mereka tidak diterima. Bila kita lihat fenomena disekitar kita, ditemukan banyak orang yang bepuasa namun tidak shalat. Hal ini sangat keliru dalam memahami ajaran Islam, puasa, dan shalat.

16. Dusta/ mengingkari janji 

Berdusta atau berbohong bukan hanya dosa besar yang puasa orang-orang berdusta tidak diterima tapi juga pendusta akan ditempatkan dalam neraka jahannam di hari pembalasan.
Apalagi misalnya yang dibohongi adalah orang tuanya, suami, atau istrinya. Maka jika sudah telanjur melakukan segera meminta ampun pada orang yang pernah kita bohongi, lalu bertaubatlah kepada Allah agar puasa yang telah dijalani selama sebulan dapat menghasilkan ampunan Allah dan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

 17. Memutuskan silaturahmi

Orang yang memutuskan silaturahmi, apalagi sesama muslim tidak akan diampuni dosanya sampai mereka kembali saling bermaafan atas kesalah pahaman yang terjadi untuk kembali menjalin persaudaran dan persahabatan melalui silaturahmi.

Setelah sebulan penuh kita menjalani puasa Ramadhan, di momen Iedul fitri inilah saatnya kita bersilaturahmi dan bermaafan meskipun ditengah wabah Covid-19 yang masih melanda, kita masih bisa bersilaturahmi secara virtual melalui video call, whatsapp, atau media sosial lainnya dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Semoga ibadah kita selama Ramadhan diterima Allah SWT dan wabah Covid-19 segera berakhir.

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 23 Mei 2020

17 MANFAAT ZAKAT YANG HARUS DIKETAHUI UMAT MUSLIM

Edisi Sabtu, 23 Mei 2020 M / 30 Ramadhan 1441 H

Zakat ternyata mendatangkan manfaat dan hikmah yang luar biasa. Berikut ini 17 manfaat dan hikmah zakat yang wajib diketahui muslim.

Melalui hadits Jibril, kita tahu bahwa Islam mengenal lima rukun. Salah satu dari lima rukun yang harus diamalkan muslim adalah zakat.
Zakat memang diwajibkan bagi muslim yang mampu. Namun, tahukah anda jika manfaat zakat ternyata sangat banyak. Manfaat zakat merentang dari urusan duniawi hingga akhirat. 

Mau tahu apa saja manfaat zakat bagi umat Islam? Mari, simak 17 manfaat membayar zakat di bawah ini.

Manfaat dari Segi Agama Tentang Membayar Zakat 

1. Menyempurnakan Iman 

Berzakat kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu pilar agama Islam. Setiap muslim pasti berusaha melaksanakan amalan ini dengan tujuan melengkapi kewajiban yang diamanatkan agamanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari: 13)

Dalam kaitannya dengan zakat, tanpa disadari anda juga menyempurnakan iman dengan tidak hanya mementingkan diri kita sendiri saja, melainkan juga orang-orang lain yang membutuhkan.

2. Bukti Keimanan dan Ketaatan

Manusia membutuhkan dan mencintai uang sebagai sesuatu yang bisa dimiliki. Oleh karena itu, terkadang orang tidak rela melepaskan apa yang dia cintai tanpa imbalan apapun.

Dengan membayar zakat, atau bisa disebut sedekah, anda sudah menunjukkan keimanan kepada Allah SWT.
Sebab, dengan berzakat anda tidak mengharapkan imbalan duniawi melainkan ketenangan hati dan pahala dari Allah SWT.

3. Membersihkan Hati dan Diri 

Dengan membayar zakat, muslim telah masuk ke dalam kelompok orang dermawan dan memisahkan diri dari kelompok orang-orang kikir.

Alasannya, jika seseorang sudah terbiasa memberi dalam bentuk apapun, seperti pengetahuan, uang, atau kebaikan, dirinya akan merasa lebih “lengkap” ketika telah memberikan sesuatu yang berarti untuk orang lain.

4. Menenangkan Hati 

Berzakat melatih umat Muslim untuk ikhlas. Jika dilakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan, zakat bermanfaat melatih kita menjadi pribadi yang ikhlas dan tulus melakukan kebajikan bagi orang lain. Inilah hikmah zakat yang akan membawa banyak keselamatan.

5. Tiket ke Surga 

Muslim pasti percaya akan adanya surga dan berusaha untuk masuk ke surga di akhir hidupnya.
Dalam kaitannya dengan surga, manfaat zakat selanjutnya adalah pahala yang diperoleh dapat menjadi “tiket” yang melancarkan dan memastikan perjalanan kita ke Surga.

Seperti yang disebutkan (Dalam HR. At-Tirmidzi): surga adalah untuk “mereka yang bertutur halus, menyebarkan salam Islam, memberi makan orang-orang dan bermalam dengan memanjatkan doa secara sukarela ketika orang-orang sedang terlelap.”

6. Pelindung di Hari Akhir 

Pada saat hari kiamat, Islam mengajarkan bahwa seluruh manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar.

Nantinya, apa yang sudah anda amalkan akan menjadi tempat berteduh dari panas yang tidak tertahankan.

Seperti yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, tentang salah satu dari tujuh jenis orang yang akan berada di bawah teduh Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah: “orang-orang yang beramal dan menyembunyikannya sedemikian rupa sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya.”

Jadi, jangan lupakan kewajiban kita untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

7. Mempelajari Agama Lebih Dalam 

Manfaat zakat selanjutnya adalah dapat membuat seseorang mengetahui batasan-batasan dan hukum Allah SWT.

Sebab, untuk berzakat orang harus mengetahui banyak hal mulai dari jenis-jenisnya, Nisab (jumlah minimum untuk zakat), siapa yang berhak menerima zakat, dan hal-hal lainnya.

8. Meninggal dengan Tenang 

Zakat menjauhkan umat Muslim dari kematian yang kurang baik. Dengan melunaskan kewajibannya sebagai umat Muslim, pahala yang didapatkan pun bertambah.

Zakat juga bermanfaat untuk meringankan dosa-dosa yang telah diperbuat. Hal ini dapat mempermudah kepergian seseorang ketika waktunya sudah tiba.

9. Menghapus Dosa 

Berbuat kebaikan dapat menambah pahala dan mengurangi dosa kita, atau bahkan menghapusnya. Rasulullah SAW bersabda, “Amal memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (Dalam HR. At-Tirmidzi dan An-Nasaa’i).

Manfaat dari Segi Sosial Tentang Membayar Zakat 

10. Terbiasa Membantu Sesama 

Manfaat zakat selanjutnya adalah menjadikan umat Islam sebagai satu keluarga besar, yang saling membantu satu sama lain.
Empati saat berzakat menimbulkan perasaan bahwa kita memiliki saudara sesama yang harus diperlakukan dengan baik, sebagaimana kebaikan yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

Allah SWT berfirman (Al-Qur’an 28: 77): “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”

11. Menghilangkan Rasa Iri dan Prasangka 

Beberapa orang memang memiliki nasib kurang beruntung dibandingkan yang lainnya, maka dari itu tidak ada salahnya jika kita membantu mereka yang kurang beruntung.

Dengan begitu, anda akan mengurangi rasa iri atau prasangka buruk yang ada pada mereka.
Mereka akan berpikir bahwa orang-orang yang memiliki kekayaan merupakan saudara yang mau membantu di masa yang sulit, dan bukan orang yang sombong atau tidak peduli sekitar.

12. Mencegah Kriminalitas dan bencana 

Manfaat zakat lainnya adalah ikut andil dalam mencegah kejahatan seperti perampokan atau pencurian.

Sekadar informasi , sebagian kejahatan timbul karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar oleh orang-orang kurang mampu.
Jadi, dengan berzakat kita bisa berkontribusi untuk mengurangi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

Zakat juga dapat mencegah adanya bencana yang diturunkan ke bumi. Sebab, dengan berzakat kita dapat memadamkan kemurkaan Allah SWT.

13. Merendahkan Hati 

Zakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan, tetapi bukan secara terang-terangan. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai hambanya yang berhati tinggi.

Seperti apa yang difirmankan oleh Rasulullah SAW: “Amal yang diberikan secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan Allah SWT.” (Dalam HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban)

Manfaat dari Segi Finansial Tentang Membayar Zakat 

14. Meningkatkan Rezeki dan mendatangkan kebaikan 

Zakat yang kita berikan juga bermanfaat untuk meningkatkan dan menyucikan kekayaan. Sebab, orang kikir hidupnya akan dirundung kesulitan yang justru akan merugikan diri sendiri.

Zakat juga bermanfaat mendatangkan kebaikan-kebaikan dalam hidup. Rezeki dilancarkan, kualitas hidup meningkat, hati terasa tenang, dan kehidupan juga terasa lebih tentram karena kebaikan yang telah dilakukan.

Jika seseorang mengamalkan kekayaannya, dia akan terlindung dari penyakit dan Allah SWT akan meningkatkan kualitas hidupnya. Seperti yang disebutkan dalam Hadits: “Kekayaan tidak akan berkurang karena amal.”

15. Membersihkan Harta 

Salah satu manfaat dari melakukan zakat yaitu membersihkan harta, maksudnya adalah membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada yang berhak.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketepatan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS At-Taubah ayat 60).

16. Meningkatkan Keberkahan Harta 

Zakat merupakan kunci agar harta kita menjadi berkah. Harta yang berkah akan membuat pemiliknya selalu tenang. Harta berkah tidak selalu harus banyak, selalu ada ketika dibutuhkan, dan membuat pemiliknya selalu tenang.

“Rasul SAW bersabda: Harta tidak akan berkurang karena sedekah (zakat) dan tidaklah Allah menambah bagi hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan dan tidak lah orang yang berlaku tawadhu’ karena Allah melainkan Dia akan meninggikannya (HR. Muslim)

17. Memperluas Peredaran Harta 

Jika seorang muslim ingin hartanya bertambah, buatlah harta itu menjadi berkah terlebih dahulu dengan mendapatkannya melalui cara yang halal, lalu membelanjakannya di jalan Allah dengan berzakat.

Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al-Baqarah : 261).

Itulah 17 manfaat zakat yang dapat disampaikan pada kesempatan  tausiah sore ini. Begitu luar biasa manfaatnya bagi kita yang memberi zakat maupun orang yang menerima zakat. Oleh karenanya, jangan lupa untuk selalu membayarkan zakat.

Semoga bermanfaat....

17 KEUTAMAAN MENUNAIKAN ZAKAT

Edisi Sabtu, 23 Mei 2020 M / 30 Ramadhan 1441 H

Zakat adalah salah satu amalan yang merupakan kewajiban bagi segenap umat islam baik laki laki maupun perempuan sebagai jalan untuk membersihkan harta yang dimilikinya agar memiliki harta dan jiwa yang lebih bersih, zakat bisa dilakukan kapan saja dan dapat dihitung jumlahnya yang menjadi kewajibannya untuk dizakatkan.

Sebab itu sebagai umat muslim wajib memahami bahwa zakat merupakan sebuah kewajiban yang jika dilakukan dapat mendatangkan kebaikan untuknya serta dapat menjadi jalan untuknya menjadi hamba yang terbaik, berikut 17 keutamaan menunaikan zakat yang wajib dipahami dan dijalankan oleh tiap muslim.

1. Membersihkan Harta 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah: 103). Zakat ialah sesuatu yang tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, namun juga memiliki manfaat jauh lebih besar untuk pemberinya, yakni menjadi sesuatu yang bisa membersihkan harta sehingga harta yang dimiliki bisa menjadi sesuatu yang berkah dan menjadi kebaikan ketika digunakan  yakni berkah harta dalam islam.

2. Menghapus Dosa 

“Shodaqoh/zakat itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat meredam api.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih). Sebagai manusia tentunya disadari atau tidak selalu melakukan kesalahan baik itu yang berhubungan dengan agama maupun yang berhubungan dengan orang lain, hal tersebut dapat dihapuskan dengan adanya zakat, zakat dapat menjadi jalan penghapus dosa sebab zakat berfungsi sebagai penyuci jiwa untuk mendapatkan jiwa tenang dalam islam.

3. Jauh dari Celaka 

“Celakalah orang-orang musyrik yang mereka itu tidak menunaikan zakat.” (Fush-shilat: 5-6). Zakat menjauhkan seseorang dari celaka sebab zakat dilakukan secara langsung memberikan kebaikan untuk orang lain sehingga kebaikan tersebut akan menjadi jalan untuk kebaikan yang didapatkan oleh dirinya sendiri dan mencegah penyakit hati menurut islam.

4. Jiwa Bersih 

“Tetapi Allah yang membersihkan/mensucikan siapa yang Dia kehendaki.” (An-Nisa”49). Allah akan menyucikan jiwa orang yang berzakat sebab orang tersebut telah menjalankan perintah Allah dan memberikan kebaikan untuk sesama sehingga orang tersebut akan memiliki jiwa yang bersih serta terhindar dari  penyebab penyakit hati dalam islam.

5. Hidup Lebih Berkah 

“Berbuatlah ihsan/kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (Al-Qashash: 77). Jelas orang yang menunaikan zakat akan memiliki kehidupan yang lebih berkah sebab ia memiliki harta dan jiwa yang bersih sehingga ia menjalani hidup dalam keberkahan dan jauh dari segala kesusahan dan kesulitan hati  dan penyebab matinya hati dalam islam.

6. Naungan di Hari Kiamat 

“Setiap orang dalam naungan shodaqohnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad).Di hari kiamat nanti, harta yang dizakatkan akan menjadi penolong dan menjadi jalan kebaikan sehingga ia terlindung dari bahaya dan ketakutan serta terlindung dari segala kesusahan di hari kiamat, ia akan melewati dengan tenang karena kebaikan yang dilakukannya.

7. Jalan Kebaikan 

“Tidaklah suatu kaum menolak zakat harta mereka kecuali mereka telah menolak turunnya hujan dari langit.” (HR. Ibnu Majah). Zakat yang dilakukan dengan keikhlasan semata karena Allah tidak akan tertolak dan akan menjadi jalan kebaikan yang menjadikannya penghalang dari segala keburukan, ia akan jauh dari segala celaka.

8. Mencegah Penyakit Hati 

Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, menyegerakan kebaikan itu akan membebaskan dari tanggungan, menghilangkan kesulitan bagi orang yang membutuhkan, menjauhkan diri dari sikap tercela dan menunda-nunda sesuatu yang sebenarnya dapat segera ditunaikan, lebih diridhai oleh Allah dan akan menghapuskan dosa-dosa.” (Fathul Bari, 3/299). Penyakit hati akan terhapus dengan zakat dan dosa dosa akan diampuni karena zakat adalah sumber kebaikan.

9. Teladan Rasulullah 

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau sangat dermawan pada bulan Ramadhan di saat Jibril menjumpainya, dan Jibril menjumpainya setiap malam di malam-malam bulan Ramadhan sambil mengajarkan kepada beliau Al Qur’an, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no. 6 dan Muslim, no. 2308). Zakat adalah teladan Rasulullah sebab itu sebagai umatnya harus menjalankan hal itu.

10. Jauh dari Kesusahan 

Dari Ali sesungguhnya Al Abbas bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang penyegeraan dalam membayar zakat sebelum habis masa satu tahun, lalu Rasulullah memberikan keringanan akan hal tersebut. (HR. TirmIzi, no. 673). Menjalankan zakat akan menjauhkan orang yang melakukannya dari kesusahan sebab ia melakukan kebaikan untuk orang lain dan menjalankan perintah Allah sehingga Allah pun akan melindunginya dan menjauhkannya dari kesusahan.

11. Ketenangan Hati 

“Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS.  Al An’am: 141). Ketenangan hati akan didapatkan oleh orang yang melakukan zakat sebab ia melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah, hal itu akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan hati tersendiri sebab apa yang menjadi hak orang lain telah ditunaikan dan dilaksanakan.

12. Jalan ke Surga 

“Surga itu bagi orang yang memperbagus pembicaraannya, suka menebar salam, suka memberi makan, dan mendirikan shalat malam sedangkan manusia sedang tidur.” (HR. Tirmidzi hadits hasan shahih). Jelas bahwa salah satu jalan untuk mencapai surga adalah dengan melakukan zakat sebab zakat termasuk memberikan sesuatu kepada orang lain sehingga ia memberikan kebahagiaan dan bahagia tersebut yang akan kembali pada dirinya sendiri.

13. Hati yang Mengasihi 

“Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”(HR. Muslim). Memberi zakat kepada orang lain sama seperti mengasihi orang lain sebab zakat yang diberikannya merupakan bentuk kasihnya kepada orang lain sehingga ia juga akan mendapatkan kasih sayang dari Allah.

14. Menjadi Orang yang Beruntung 

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan hatinya.” (Asy-Syams:9). Maksud dari ayat tersebut ialah orang yang membersihkan dan mensucikan hati adalah orang yang beruntung, sebab ia memiliki hati yang jauh dari penyakit dan memiliki hati yang dekat kepada Allah sehingga sepanjang hari ia memiliki hati yang tenang dan jauh dari kesusahan.

15. Bekal Kebaikan Akherat 

“Jika engkau berada di waktu sore, jangan menunggu waktu pagi dan jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu waktu sore. Ambillah (kesempatan) dari waktu sehat untuk (bekal) di waktu sakitmu dan ambillah kesempatan dari waktu hidupmu untuk bekal matimu [HR. Bukhâri].

Zakat tentunya menjadi bekal untuk kehidupan akherat sebab zakat diberikan kepada orang lain dan hal itu dicatat sebagai bekal kebaikan sehingga di akherat ia telah memiliki bekal dan memiliki kebaikan yang membawanya ke surga, hal ini tentu akan berbeda jika ada seseorang yang tidak menunaikan zakat, ia tidak memiliki bekal di akherat dan ia hidup dalam rezeki yang tidak berkah.

16. Baik untuk Disegerakan 

Syaikh rahimahullah mengatakan : “Hendaknya mereka senantiasa menanamkan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla di dalam hati mereka. Hendaklah mereka beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dengan melaksanakan semua yang menjadikan kewajiban mereka di setiap waktu dan dimanapun juga. Karena, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan maut menjemputnya?.

Segala kebaikan tentunya wajib untuk dilaksanakan dengan segera termasuk kebaikan yang berhubungan dengan zakat sebab hal itu merupakan kewajiban yang harus dilakukan untuk membersihkan hartanya, zakat menjadi jalan untuk seseorang memiliki kebaikan dan keikhlasan jika dilakukan dengan segera dan dilakukan dengan ikhlas dengan niat semata hanya karena Allah dan untuk menjalankan perintah agama.

Zakat tak perlu ditunda misalnya menunggu bulan atau hari yang menurutnya baik sebab zakat ialah kebaikan yang baik untuk dilakukan dalam bulan atau hari apapun dan akan jauh lebih baik jika segera menjadikannya bermanfaat untuk orang lain sehingga kebaikan dan manfaatnya segera tersampaikan kepada orang lain pula.

17. Meninggal dalam Keadaan Baik 

Dari Anas Radliyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi wassallam) bersabda,” Zakat itu dapat meredam murka Allah dan mencegah mati jelek.” (HR. Tirmidzi). Orang tentunya akan meninggal dunia sesuai dengan kebiasaan yang dilakukannya, misalnya ialah seseorang yang sering berbuat keburukan maka ia akan meninggal dengan cara yang sama karena hal itu sudah menjadi sesuatu yang mendalam dalam hatinya dan menjadi sesuatu yang disenanginya sehingga umat muslim dianjurkan untuk terbiasa melakukan kebaikan agar meninggal dalam kebaikan pula.

Hal itu pula yang berhubungan dengan zakat, zakat ialah perbuatan yang baik yang ia selalu berada dalam doa serta dalam amalan yang sholeh, hal itu tentunya akan menjadi jalan untuknya untuk nantinya ia meninggal dalam keadaan baik dan dalam keadaan yang beramal sholeh, namun hal itu hanya diketahui oleh Allah semata, manusia hanya bisa berusaha.

Demikian artikel kali ini, semoga bisa menjadi wawasan islami yang bermanfaat untuk anda dan bisa menjadi sesuatu yang diterapkan dalam kehidupan sehari hari, jangan lupa selalu membaca artikel islami agar anda selalu memiliki wawasan islami yang luas dan memiliki jalan untuk selalu berbuat kebaikan. Terima kasih sudah membaca. 

Semoga bermanfaat....