Selasa, 22 September 2020

17 CARA BISNIS ISLAMI SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH

Edisi Rabu, 23 September 2020 M / 6 Shafar 1442 H

Keberhasilan Rasulullah dalam berbisnis amat patut dicontoh kaum Muslimin. Terlepas dari jiwa entrepreneur dan keturunan yang memang dari para pengusaha, Rasulullah memiliki rahasia kunci sukses bisnisnya.

Muhammad Sulaiman PhD dan Aizuddinur Zakaria dalam Jejak Bisnis Rasul menuturkan, terdapat empat sifat nabi yang harus ada dalam diri seorang pengusaha.

Empat sifat tersebut yaitu  shiddiq (jujur), yakni jujur pada diri sendiri dan orang lain akan melahirkan sifat keyakinan dan keberanian menghadapi ujian. Kemudian, amanah (dapat dipercaya), mendorong seseorang untuk bertanggung jawab, membangun kekuatan diri dan memperbaiki kualitas hubungan sosial.

Lalu  tablig (komunikatif), yang berarti pebisnis harus menjadi marketing yang hebat dan seorang pembicara yang unggul. Dan terakhir, fathanah (cerdik), yaitu pebisnis harus memiliki kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda, lalu muncul kreativitas, ide, dan wawasan. Sehingga, produk atau jasa yang dihasilkan menjadi unggulan.

Beberapa contoh prinsip-prinsip bisnis yang digali dari sifat Rasulullah, menurut Sulaiman dan Zakaria, misalnya, re-branding dengan mengubah Yatsrib menjadi Madinah. Contoh lain yakni pemasaran holistik terlihat dari strategi rasul membagi empat pasukan saat fathul makkah.

Lalu sifat visioner, rasul menyetujui perjanjian hudaibiyyah yang merugikan saat perjanjian itu ditandatangani, namun menguntungkan di masa yang akan datang. Serta sifat lain Rasulullah yang begitu mencerminkan entrepreneur.

Malahayati dalam Rahasia Bisnis Rasulullah mengatakan, Rasulullah sukses dalam berwirausaha karena meyakini kerja sebagai ibadah. Dia sangat kreatif, visioner, the power of love,  dan pandai bersyukur. "Sukses bisnis Rasulullah karena manajemen yang andal, memahami konsumen, serta pintar melihat pangsa pasar," 

Berikut in adalah Cara Usaha berdasarkan Contoh dari Usaha/bisnis Rosulullah Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam :

1. Niat Beribadah

Awalilah segala hal yang akan Anda kerjakan dengan niat beribadah pada Allah. Niat yang baik akan membuatkan hasil yang baik. Niat yang buruk maka hasilnya pun pasti akan buruk. Untuk itu, dalam islam niat adalah awal dari segala aktivitas. Termasuk dalam bentuk usaha . Usaha merupakan satu hal yang bertujuan  untuk mendapatkan hasil yang pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri, ataupun keluarga, karenanya harus diniati dengan beribadah, sehingga usaha yang kita lakukan tidak sis-sia, akan tetapi merupakan salah satu usaha dan lading menjemput syurga Allah Subhanahu WaTa'ala.

2. Motivasi Yang Kuat! 

Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan kelelahan selama mengembangkan usaha, diperlukan pikiran dan tenaga extra dan kepercayaan yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam serta penuh saingan. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.

3. Planning atau Perencanaan yang matang 

Dalam berbisnis juga perlu perencanaan yang matang, keberhasilan seperti apa yang kita impikan. Dengan demikian kita bekerja sesuai dengan konsep keteraturan yang sudah kita rancang sebaik mungkin. Jika ada kegagalan akan lebih mudah menganalisisnya dan perbaikannya.

4. Perkuat Tawakkal Kepada Allah Ta’ala! 

Berusaha sekuat tenaga dan berdoalah, serahkan semuanya pada Allah Ta’ala. Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah Ta’ala.

manusia, hanya mampu berdoa dan berusaha untuk mewujudkannya. Namun, bukan berarti kita harus menyerah dan pasrah tanpa adanya perjuangan sama sekali sekalipun apa yang kita inginkan itu tak nampak akan dikabulkan. Kita tetap harus optimis dan sadar bahwa Allah Subhanahu WaTa'ala lebih mengetahui dari apa-apa yang tidak kita ketahui.

5. Jagalah Kejujuran 

Usaha apapun apabila tidak dilandasi dengan kejujuran maka tidak akan berjalan lama. “Yakinlah itu”. Kejujuran adalah di atas segala-galanya.

6. Amanah Dan Memenuhi Janji 

Rasulullah Shallallahu  Alaihi Wasallam memiliki sifat amanah dan selalu menepati janji-Nya. Jadilah Anda pengusaha yang selalu menjaga amanah dan menepati janji pada siapapun terutama para konsumen ataupun patner kerja

7. Membayar Pekerja sebelum keringatnya mengering 

Dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Baihaqi mengatakan bahwa;” Berikanlah gaji atau upah kepada karyawan sebelum kering keringatnya dan beritahukan ketentuan gaji/upahnya, terhadap apa yang dikerjakannya”. Gaji yang diberikan kepada karyawan hendaklah dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka. Dengan memberikan gaji tepat waktu dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja seorang karyawan.

8. Saat Merintis Usaha, Jangan Memaksakan Diri untuk Berbisnis Sesuai Gambaran Ideal yang Anda Miliki ! 

Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dsb. mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang, mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.

Kerjakan apa yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, syukuri apa yang ada, pasti Allah tambah nikmatNya. Just do it!

9. Pilih Usaha yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat! 

Anda dapat memilih usaha yang ada hubungannya dengan latarbelakang pendidikan, skill atau keahlian atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, saudara, dan juga sesuai dengan lingkungan anda, geografis anda, tempat tinggal anda misalnya pegunungan, pantai, pedesaan. Perkotaan, intinya pandai-pandailah melihat peluang usaha.

Manfaatkan asset apapun yang Anda miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupun aset yang tidak terlihat (intangible aset yang berupa skill, pengalaman kerja, hubungan baik, kepercayaan, jaringan, relasi, atau yang lainnya).

10. Tentukan Wujud Produk Yang Dihasilkan 

Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat diwujudkan, dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk lain dengan merek yang kuat yang terhubung kepada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk kita dikemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.

11. Bekerjalah Secara Fokus! 

Jangan mudah berpindah haluan karena halangan dan hambatan serta rintangan yang ada.Itiqomah lah dalam melakukan usaha. Jangan sampai Anda seperti layang layang yang putus dan mudah terbawa arus.

Jangan asal terima proyek, jangan kembangkan banyak produk untuk satu merek yang sama atau mengembangkan banyak bisnis sekaligus disaat Anda merintis usaha. Tujuan dari fokus adalah agar kita semakin ahli dan menguasai bidang usaha yang kita geluti yang pada akhirnya akan terbangun merek yang kuat yang terkait erat dengan satu jenis produk saja dibenak pelanggan .

Dana yang terbatas jangan dipecah2 untuk berbagai jenis produk atau banyak usaha. Tanamkan semua sumberdaya untuk menguatkan kekuatan bisnis/produk kita. (Ini mungkin bertentangan dengan pendapat jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang), tapi bagi saya justru telah terbukti, semakin kita fokus dan semakin banyak sumber daya yang kita tanamkan untuk satu jenis produk/jasa, maka hasilnya akan lebih baik.

12. Carilah Teman atau Berpartnerlah! 

Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang.

Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah Subhaanahu Wata’aala, kita hanya sarana saja. Justru dengan melibatkan orang lain InsyaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.

13. Mengutamakan Kerja sama 

Mampu menggandeng orang lain untuk bersama-sama dalam memajukan bisnis. Pebisnis cerdas akan menyadari bahwa tidak semua hal dapat ia lakukan sendiri, maka disinilah letaknya kerjasama untuk melengkapi kekurangan-kekurangannya dalam berbisnis.

14. Perkuat Kesabaran, Ketaqwaan dan Tawakkal! 

Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilkan pedang yang indah, kuat dan tajam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS. Al Baqarah : 153

“Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46).

“Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” Hadits Arba’in no. 19

15. Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit. 

“Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.” QS. Yunus : 17

“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah ﷻ maka Dia ﷻ akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidak disangka-sangka” (Q.S Ats\h-Thalaq 2-3).

Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepadaNya.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” QS. Al Baqarah : 268

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu..” QS. Ath Thalaaq : 3

Banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan betapa hebatnya kekuatan sabar, tawakkal dan taqwa itu, jadi jangan ragu lagi, kita orang Islam memiliki sesuatu yang tidak dimiliki non muslim.

Kalau cara berpikir kita terlalu matematis, seolah-olah tidak ada Allah Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu, seolah-olah kita sendirilah yang menentukan rezeki kita dan rezeki pegawai dan anak-anak kita, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan hidup susah. Tapi kalau kita yakin bahwa kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha saja, yakin bahwa rezeki itu urusan Allah Ta’ala, sedangkan kita tetap berusaha dalam ketaatan kepadaNya (bertaqwa), maka jangan heran kalau dalam waktu singkat bisnis anda akan berkembang pesat, InsyaAllah.

Berbisnis dengan Cinta; Melakukan segala sesuatu dengan cinta akan terasa perbedaannya, jika dibandingkan dengan keterpaksaan. Berbisnis dengan cinta akan membuat kita menikmati apa yang kita kerjakan. Tiada tekanan karena kita melaksanakannya dengan sepenuh hati.

16. Berbuat Baiklah dan Tinggalkan Maksiat! 

Banyak jalan kebaikan yang dapat melapangkan rezeki dan memudahkan urusan kita, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, bersedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang kesemua itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Baqarah : 261

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” QS. Al-Lail : 4 – 7.

“Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.” (HR. Bukhari)

“Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).” (Mutafaq’alaih)

Jauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena perbuatan dosa dan maksiat akan membuat hidup kita susah dan rezeki menjadi sempit.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” QS. Thaahaa : 124

“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

Jangan berbuat dosa hanya karena mengejar rezeki yang terlambat datang, karena rezeki telah ditentukan dan tidak akan datang dengan sebab dosa. Anda tidak akan mati sebelum rezeki yang telah ditentukan untuk Anda telah Anda terima semuanya.

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” QS Saba’ : 39

“Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.” (HR. Ath-Thabrani)

17. Bersyukur dan Berucap terima kasih 

Orang yang senantiasa bersyukur adalah orang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah Subhanahu WaTa'ala. Senantiasa bersyukur dengan kondisi apapun yang ia terima. Rasa syukur inilah akan mengundang nikmat-nikmat Allah lainnya.

Allah Ta’ala berfirman;

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Q.S Ibrahim;14:7)

(Dan ingatlah pula ketika mempermaklumkan) memberitahukan (Rabb kalian sesungguhnya jika kalian bersyukur) akan nikmat-Ku dengan menjalankan ketauhidan dan ketaatan (pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku) apabila kalian ingkar terhadap nikmat-Ku itu dengan berlaku kekafiran dan kedurhakaan niscaya Aku akan menurunkan azab kepada kalian. Pengertian ini diungkapkan oleh firman selanjutnya: ("Sesungguhnya azab-Ku sangat keras.")

Referensi : Anekapendidikan.com, Republica.co.id 

Semoga bermanfaat....

Senin, 21 September 2020

17 KEUTAMAAN YANG DIMILIKI ABU BAKAR, SAHABAT NABI

Edisi Selasa, 22 September 2020 M / 5 Shafar 1442 H

Sahabat Nabi yang satu ini adalah sosok sangat berpengaruh dan paling berjasa bagi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Agama Islam. Beliau adalah Abu Bakar Ass-shiddiq radhiallahu’anhu , orang pertama yang memeluk Islam bersama Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu dan Sayyidah Khadijah radhiallahu'anhuma (istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam).

Dalam Biografi Abu Bakar Ass-shiddiq yang ditulis Syaikh ‘Abdurrahman bin ‘Abdillah As Suhaim (hafizhahullah) dijelaskan bahwa selain Ash Shiddiq, Abu Bakar juga dijuluki ‘Atiq karena tampan dan memiliki wajah cerah.

Sedangkan julukan Ash Shiddiq artinya selalu membenarkan kabar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan keyakinan penuh. Beliau juga dijuluki Ash Shiddiq karena beliau adalah lelaki pertama yang membenarkan dan beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Abu Bakar dilahirkan 2 tahun 6 bulan setelah tahun gajah.

Ciri fisik beliau berkulit putih, bertubuh kurus, berambut lebat, tampak kurus wajahnya, dahinya muncul, dan ia sering memakai hinaa dan katm. Sahabat Nabi yang lemah lembut ini dikenal tegas dan memiliki pendirian yang kokoh.

Tidak ada lelaki di dunia yang memiliki keutaman sebanyak keutamaan Abu Bakar. Berikut 17 Keutamaan yang dimilikinya :

1. Abu Bakar adalah manusia terbaik setelah Nabi Muhammad dari golongan umat beliau. 

Ibnu ‘Umar radhiyallahu'anhu berkata: “Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu ‘Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu (HR. Al-Bukhari)Beliau juga orang yang paling pertama beriman kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, menemani Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan membenarkan perkataannya. Hal ini terus berlanjut selama Rasulullah tinggal di Mekkah, walaupun banyak gangguan yang datang. Abu Bakar juga menemani Rasulullah ketika hijrah.

2. Abu Bakar adalah orang yang menemani Nabi Muhammad di Gua Tsur ketika Dikejar kaum Quraisy. 

Allah Ta’ala berfirman: “Salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita”. (QS. At Taubah: 40).Dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik, Abu Bakar berkata kepadanya: “Ketika berada di dalam gua, aku melihat kaki orang-orang musyrik berada dekat dengan kepala kami. Aku pun berkata kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, kalau di antara mereka ada yang melihat kakinya, mereka akan melihat kita di bawah kaki mereka’. Rasulullah berkata: ‘Wahai Abu Bakar, engkau tidak tahu bahwa bersama kita berdua yang ketiga adalah Allah”.

3. Ketika hendak berhijrah, Abu Bakar menyumbangkan seluruh hartanya. 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)

4. Abu Bakar adalah khalifah pertama. 

Kita diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk meneladani khulafa ar-rasyidin, sebagaimana sabda beliau: “Hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin setelahku. Gigitlah dengan gigi geraham kalian” (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan lainnya. Hadits ini shahih dengan seluruh jalannya)

5. Abu Bakar dipilih sebagai khalifah berdasarkan nash. 

Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sakit keras, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam salat berjamaah. Dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha ia berkata: “Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sakit menjelang wafat, Bilal datang meminta izin untuk memulai salat.Rasulullah bersabda: ‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan salatlah’. ‘Aisyah berkata: ‘Abu Bakar itu orang yang terlalu lembut, kalau ia mengimami salat, ia mudah menangis. Jika ia menggantikan posisimu, ia akan mudah menangis sehingga sulit menyelesaikan bacaan Quran. Nabi tetap berkata: ‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan salatlah’. ‘Aisyah lalu berkata hal yang sama, Rasulullah pun mengatakan hal yang sama lagi, sampai ketiga atau keempat kalinya Rasulullah berkata: ‘Sesungguhnya kalian itu (wanita) seperti para wanita pada kisah Yusuf, perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan salatlah”.Umar bin Khattab pernah berkata: “Apakah kalian tidak ridha kepada Abu Bakar dalam masalah dunia, padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah ridha kepadanya dalam masalah agama?”

6. Umat Muhammad diperintahkan untuk meneladani Abu Bakar. 

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Ikutilah jalan orang-orang sepeninggalku yaitu Abu Bakar dan Umar” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Maajah, hadits ini shahih)

7. Abu Bakar adalah salah seorang mufti di masa Rasulullah 

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menugasi beliau sebagai Amirul Hajj pada haji sebelum haji Wada’. Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu: “Abu Bakar Ash Shiddiq mengutusku untuk dalam sebuah ibadah haji yang terjadi sebelum haji Wada’, dimana beliau ditugaskan oleh Rasulullah untuk menjadi Amirul Hajj. Ia mengutusku untuk mengumumkan kepada sekelompok orang di hari Raya Idul Adha bahwa tidak boleh berhaji setelah tahunnya orang musyrik dan tidak boleh ber-thawaf di ka’bah dengan telanjang”. Abu Bakar juga sebagai pemegang bendera Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika perang Tabuk.

8. Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya ketika Rasulullah menganjurkan sedekah. 

Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu berkata: “Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)

9. Abu Bakar adalah orang yang paling dicintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 

‘Amr bin Al Ash Radhiallahu’anhu bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam : “Siapa orang yang kau cintai? Rasulullah menjawab: ‘Aisyah’. Aku bertanya lagi: ‘Kalau laki-laki?’. Beliau menjawab: ‘Ayahnya Aisyah’ (yaitu Abu Bakar)” (HR. Muslim)

10. Abu Bakar adalah khalil bagi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 

Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu'anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkhutbah kepada manusia, beliau berkata: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala memilih hamba di antara dunia dan apa yang ada di dalamnya. Namun hamba itu hanya dapat memilih apa yang Allah tentukan’. Lalu Abu Bakar menangis. Kami pun heran dengan tangisan beliau itu, hanya karena Rasulullah mengabarkan tentang hamba pilihan. Padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lah orangnya, dan Abu Bakar lebih paham dari kami. Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wadallam bersabda: ‘Sesungguhnya orang yang sangat besar jasanya padaku dalam kedekatan dan kerelaan mengeluarkan harta, ialah Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan mengangkat seorang kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan se-Islam dan kecintaan karenanya. Maka jangan ditinggalkan pintu kecil di masjid selain pintu Abu Bakar saja’”

11. Allah Ta’ala mensucikan Abu Bakar. 

Allah Ta’ala berfirman: “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan” (QS. Al Lail: 17-21)

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar.Selain itu beliau juga termasuk As Sabiquunal Awwalun, dan Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)

12. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memberi tazkiyah kepada Abu Bakar. 

Ketika Abu Bakar bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wadallam : “Barangsiapa yang membiarkan kainnya terjulur karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar berkata: ‘Sesungguhnya salah satu sisi sarungku melorot kecuali jika aku ikat dengan baik. Rasulullah lalu berkata: ‘Engkau tidak melakukannya karena sombong”. (HR. Bukhari dalam Fadhail Abu Bakar)

13. Abu Bakar didoakan oleh Nabi untuk memasuki semua pintu surga. 

Nabi bersabda: “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan salat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Al Bukhari-Muslim).

14. Abu Bakar melakukan banyak perbuatan mulia dalam sehari. 

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wadallam : “Siapa yang hari ini berpuasa? Abu Bakar menjawab: "Saya". Siapa yang hari ini ikut mengantar jenazah? Abu Bakar menjawab: "Saya".Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin? Abu Bakar menjawab: “Saya”. Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit? Abu Bakar menjawab: "Saya". Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bersabda: "Tidaklah semua ini dilakukan oleh seseorang kecuali dia akan masuk surga"

15. Orang musyrik mensifati Abu Bakar sebagaimana Khadijah mensifati Rasulullah 

Mereka berkata tentang Abu Bakar: “Apakah kalian mengusir orang yang suka bekerja untuk mereka yang tidak berpunya, menyambung silaturahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di jalan kebenaran?” (HR. Al Bukhari)

16. Ali bin Abi Thalib mengenal keutamaan Abu Bakar. 

Muhammad bin Al Hanafiyyah berkata, aku bertanya kepada ayahku, yaitu Ali bin Abi Thalib: “Manusia mana yang terbaik sepeninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ? Ali menjawab: Abu Bakar. Aku berkata: ‘Kemudian siapa lagi?’. Ali berkata: ‘Lalu Umar’. Aku lalu khawatir yang selanjutnya adalah Utsman, maka aku berkata: ‘Selanjutnya engkau?’. Ali berkata: ‘Aku ini hanyalah orang muslim biasa’” (HR. Bukhari)

17. Abu Bakar juga dikenal sebagai sahabat yang bersikap zuhud. 

Beliau meninggal tanpa meninggalkan sepeserpun dirham atau dinar. Ia orang yang wara’ dan zuhud terhadap dunia sampai-sampai ketika menjadi khalifah, Abu Bakar tetap bekerja mencari nafkah. Abu Bakar wafat pada hari Senin di bulan Jumadil Awwal tahun 13 Hijriyah ketika beliau berusia 63 tahun. Semoga Allah meridhai Beliau.

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 19 September 2020

17 KHALIFAH DINASTI ISLAM YANG PERNAH BERKUASA DI DUNIA

Edisi Senin, 21 September 2020 M / 4 Shafar 1442 H

Khalifah Dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia seakan memberi pesan bahwa bagaimana sebenarnya Islam menjadi agama yang sangat besar dan kuat di Bumi. Letak dari berbagai khalifah dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia tersebut juga sangat tersebar luas di berbagai penjuru dunia.

Bahkan beberapa khalifah dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia tersebut tidak jarang meninggalkan berbagai bangunan penting bagi daerah tersebut. Selain berbagai bangunan penting, biasanya dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia tersebut juga meninggalkan sebuah sistem pemerintahan yang beberapa diantaranya masih digunakan hingga sekarang.

Mungkin tidak banyak dari umat muslim yang mengetahui apa dan dimana saja berbagai khalifah dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia. Memang sangat disayangkan, beberapa dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia tersebut tidak bertahan lama dan banyak yang hancur dalam waktu singkat karena dipengaruhi faktor seperti penjajah hingga gagalnya sistem pemerintahan.

Di bawah ini,  telah dirangkum berbagai khalifah dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Khulafaur Rasyidin (11 H/632 M - 40 H/661 M) 

Merupakan kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Secara istilah Khulafaur Rasyidin merupakan orang yang ditunjuk sebagai pengganti untuk memimpin umat islam yang mendapatkan petunjuk dari Allah Subhanahu WaTa'ala.

Pada puncak kejayaannya, Kekhalifahan Rasyidin membentang dari Jazirah Arab, sampai ke Levant, Kaukasus dan Afrika Utara di barat, serta sampai ke dataran tinggi Iran dan Asia Tengah di timur. Kekhalifahan Rasyidin merupakan negara terbesar dalam sejarah sampai masa tersebut.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum wafat tidak meninggalkan wasiat kepada seseorang untuk meneruskan kepemimpinannya. 

Akhirnya dengan semangat Ukhuwah Islamiyah, maka Abu Bakar terpilih menjadi orang yang pertama kali menjadi Khulafaur Rasyidin. Berikut kepemimpinan khalifah Khulafaur Rasyidin selengkapnya :

1. Abu Bakar As Shiddiq (11 H/ 632 M - 13 H/634 M) 

Abu Bakar As-Shiddiq merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang paling awal memeluk agama Islam atau disebut Assabiqunal Awwalun. Beliau juga seorang khalifah pertama yang ditunjuk oleh umat muslim.

Beliau lahir bersamaan dengan tahun kelahiran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu pada 572 Masehi di Mekah. Beliau lahir dari seorang ibu bernama Salma Ummul Khair dan ayahnya bernama Uthman Abu Quhafa.

Setelah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam wafat, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat menggantikannya. Hal ini merupakan salah satu tanda bahwa beliau kelak akan menggantikan posisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam memimpin umat. Kemudian melalui musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama dalam memulai era Khulafaur Rasyidin.

Abu Bakar, menjadi satu di antara nama-nama khulafur rasyidin, dan merupakan seorang terpelajar dan dipercayai dapat menafsirkan mimpi seseorang. Tidak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, rendah hati dan penyabar. Maka sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meneladani beliau.

2. Umar bin Khattab (13 H/634 M - 23 H/644 M) 

Umar bin Khattab termasuk dalam nama-nama khulafaur rasyidin di urutan kedua setelah Abu Bakar AS-Shiddiq. Beliau lahir di Mekah dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy dari keluarga kelas menengah. Ayahnya bernama Khattab bin Naufail dan Ibunya bernama Hantamah binti Hasyim.

Umar tumbuh menjadi sosok yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekah. Pasalnya beliau salah satu orang yang dikenal pemberani dan memiliki sikap tegas. Maka tak heran apabila ketegasan dan keberaniannya ini sering dijadikan motivasi oleh umat muslim.

Banyak hal yang perlu kita teladani dari Umar bin Khattab. Sebagai seorang pejuang, beliau selalu tegas, berani dan tidak mudah menyerah. Sehingga hal ini perlu kita jadikan panutan.

3. Utsman bin Affan (23 H/644 M - 35 H/656 M) 

Utsman bin Affan merupakan khalifah ketiga dari masa khulafa Ar-Rasyidin menggantikan Umar bin Al-Khattab. Nama lengkap beliau ialah Utsman bin Affan bin Abdul Ash bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf. Utsman dikenal sebagai sosok yang begitu dekat dengan keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Utsman merupakan sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang berasal dari strata sosial dan ekonomi tinggi yang pertama-tama masuk Islam. Beliau dikenal memiliki kepribadian yang baik dan terkenal memiliki kejujuran serta integritas tinggi.

Di samping itu, Utsman bin Affan juga dikenal sangat dermawan dan baik hati. Maka tak heran apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam begitu mencintai akhlaknya. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim kita dianjurkan untuk selalu meneladani sikap dan perbuatan beliau.

4. Ali bin Abi Thalib (35 H/656 M - 40 H/661 M) 

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'anhu menjadi khalifah yang keempat dari nama-nama khulafaur rasyidin. Beliau merupakan sepupu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang kemudian menjadi menantunya setelah menikah dengan Fatimah Az-Zahra.

Sejak 6 tahun, Ali bin Abi Thalib sudah diasuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga saat Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, Ali menjadi orang kedua yang menerima dakwah yang dilakukan Rasulullah setelah Khadijah bin Khuwailid.

Hasil pernikahan dengan Fatimah, Ali dikarunia empat orang anak, dua putra dan empat putri, yaitu Ummu Kultsum, Zainab, Husain dan Hasan. Selain itu, Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai pribadi sederhana dan Zuhud. Beliau juga terkenal sebagai panglima perang yang sangat berani.

2. Umayyah (40 H/661 M - 132 H/750 M) 

Dinasti Umayyah memiliki kekuasaan yang meliputi daerah Timur Tengah, Afrika Utara, serta Spanyol. Dinasti Umayyah merupakan keturunan Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf, yang merupakan pemimpin suku Qurais. Dinasti Umayyah muncul pasca kepergian Ali bin Abi Thalib (40 H/661 M).

Lalu, Mu'awiyah yang merupakan keturunan dari Bani Umayyah dari garis keturunan keluarga Harb yang melanjutkan kekuasaan dengan mendirikan Dinasti Umayyah. Dinasti ini sebenarnya terbagi menjadi dua periode kekuasaan. Periode tersebut dibedakan menjadi Umayyah Damascus di Suriah dan Umayyah Cordoba di Spanyol.

Sejarah singkatnya, ketika Marwan II dibunuh tentara Abbasiyah pada 132 H/750 M. Lalu, Abdurrahman yang merupakan cucu dari Hisyam meloloskan diri ke Spanyol dan mendirikan Dinasti Umayyah di Cordoba. Dinasti Umayah Cordoba sendiri mengalami masa emas pada pemerintahan Abdurrahman III dan al-Hakam II.

Hingga saat ini dapat ditemukan berbagai peninggalan Dinasti Umayyah Damascus seperti Katedral St. John di Damascus yang telah menjadi masjid dan juga peninggalan Dinasti Umayyah di Cordoba yaitu Masjid Cordoba di Spanyol.

3. Abbasiyah (132 H/750 M - 656 H/1258 M) 

Dinasti Abbasiyah memiliki wilayah kekuasaan meliputi Irak, Suriah, Semenanjung Arab, Uzbekistan dan Mesir Timur. Pendiri dinasti Abbasiyah adalah Abu Abbas as-Saffah. Kekuasaan dari Dinasti Abbasiyah sendiri dibagi menjadi empat periode, yaitu periode awal 132 H/750 M-232 H/847 M), periode lanjutan (232 H/847 M-333 H/945 M), periode Buwaihi (333 H/945 M- 447 H/1055 M), dan periode Seljuk (447 H/1055 M- 656 H/1258 M). Pola pemerintahan pada dinasti ini memang berubah-ubah disesuaikan dengan iklim politik, sosial, budaya, serta faktor penguasa. Dinasti Abbasiyah mencapai masa keemasan saat dipimpin as-Saffah, al-Mansur, al-Mahdi, Harun ar-Rasyid, al-Amin, al-Ma'mum, Ibragim, al-Mu'tasim, dan al-Wasiq.

Hancurnya Dinasti Abbasiyah karena pertentangan dan pemberontakan dari dalam negeri serta ancaman dari pihak luar, seperti Bizantum dan Mongol. Dan hal tersebut diperparah setelah orang Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan cucu Genghis Khan, menghancurkan Baghdad.

Beberapa peninggalan Dinasti Abbasiyah seperti Baitulhikmah yang merupakan lembaga pusat kajian keilmuan yang didirikan oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Selain itu ada juga Masjid al-Mutawakkil yang memiliki menara spiral di Samarra, Irak.

4. Idrisiyyah (172 H/789 M - 314 H/926 M) 

Wilayah kekuasaan dari Dinasti Idrisiyyah ada di Magribi. Dinasti Idrisiyyah didirikan Idris I bin Abdullah cucu Hasan bin Ali bin Abi Thalib, yang merupakan dinasti Syiah pertama. Pemimpin Idrisiyyah terbesar yaitu Yahya IV (292 H/905 M-309 H/922 M).

Dinasti Idrisiyyah memiliki peran penting dalam menyebarkan budaya dan agama Islam ke bangsa Berber. Hancurnya Dinasti Idrisiyyahkarena ditaklukkan oleh Dinasti Fatimiyah pada tahun 374 H/985 M.

Seperi Dinasti sebelumnya, Dinasti Idrisiyyah juga memiliki peninggalan yaitu Masjid Karawiyyin dan Masjid Andalusia yang didirikan pada tahun 244 H/859 M.

5. Aghlabiyyah (184 H/800 M - 296 H/909 M) 

Selanjutnya adalah Dinasti Aghlabiyyah yang wilayah kekuasaannya di Aghlabiyah meliputi Tunisia dan Afrika Utara. Pemimpin pertamanya adalah Ibrahim I bin al-Aglab, yang merupakan panglima dari Khurasan Aghlabiyyah. Dirinya berperan dalam penggantian bahasa latin dengan bahasa Arab serta menjadikan Islam sebagai agama mayoritas.

Pada abad ke 9 dinasti ini berhasil menduduki Sicilia dan sebagian besar daerah Italia Selatan, Sardinia, Corsica, serta pesisir Alpen. Dinasti Aghlabiyyah selesai setelah ditaklukan oleh Dinasti Fatimiyah. Beberapa peninggalan Dinasti Aghlabiyyah antara lain Masjid Raya Qairawan dan Masjid Raya di Tunis, Tunisia.

6. Samaniyah (203 H/819 M - 395 H/1005 M) 

Dinasti Samaniyah memiliki wilayah kekuasaan di Khurasan, Irak dan Transoksania, Uzbekistan. Dinasti Samaniyah didirikan Ahmad bin Asad bin Samankhudat, yang merupakan seorang bangsawan Balkh dari Afghanistan Utara.

Puncak kejayaannya ada pada pemerintahan Isma'il II al-Muntasir, namun tidak dapat dipertahankan karena adanya serangan Dinasti Qarakhan dan Dinasti Ghaznawi. Beberapa peninggalan Dinasti Samaniyah yaitu Mausoleum Muhammad bin Ismail al-Bukhari, yang merupakan seorang ilmuwan muslim.

7. Shafariyah (253 H/867 M - 900 H/1495 M) 

Dinasti Shafariyah adalah dinasti Islam yang memiliki kekuasaan paling lama di dunia. Wilayah kekuasaannya di Sijistan, Iran. Dinasti ini didirikan oleh Ya'qub bin Lais as-Saffar yang merupakan pemimpin Khawarij di Provinsi Sistan, Iran.

Dinasti Shafariyah saat pemerintahan Amr bin Lais dapat melebarkan wilayah kekuasaanya hingga Afghanistan Timur. Dan saat masa tersebut kekuasaan Dinasti Shafariyah mencapai masa keemasannya. Melemahnya dinasti ini karena adanya pemberontakan dan kekacauan dari dalam pemerintahan itu sendiri dan berakhir pada pengambil alihan kekuasaan oleh Dinasti Ghaznawi.

8. Thuluniyah (254 H/868 M - 292 H/905 M) 

Dinasti Thuluniyah merupakan dinasti Islam yang masa paling cepat berakhir masa kekuasaannya. Wilayah kekuasaan dari Dinasti Thuluniyah ada di Mesir dan Suriah. Pendiri Dinasti Thuluniyah adalah Ahmad bin Tulun yang merupakan seorang Turki utusan gubernur Transoksania, Uzbekistan. Sebenarnya tugas dari Ahmad bin Tulun adalah membawa upeti ke Abbasiyah. Dinasti Thuluniyah hanya berkuasa hingga 38 tahun dan berakhir saat dikalahkan pasukan Abbasiyah dan terbunuhnya Khalifah Syaiban bin Tulun.

9. Hamdaniyah (292 H/905 M - 394 H/1004 M) 

Wilayah kekuasaan Dinasti Hamdaniyah ada di Aleppo, Suriah dan Mosul, Irak. Dinasti Hamdaniyah Mosul dipimpin Hasan yang menggantikan ayahnya yaitu Abu al-Haija. Kemampuan Hasan dalam memimpin diakui pemerintah Baghdad. Sedangkan Dinasti Hamdaniyah Aleppo didirikan Ali Saifuddawlah, suadara dari penguasa Hamdaniyah Mosul. Berakhirnya Dinasti Hamdaniyah baik di Mosul atau Aleppo berakhir saat para pemimpinnya meninggal.

10. Fatimiyah (296 H/909 M - 566 H/1171 M) 

Dinasti Fatimiyah memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi Afrika Utara, Mesir, juga Suriah. Latar belakang berdirinya Dinasti Fatimiyah karen melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pendiri dari Dinasti Fatimiyah ini adalah Ubaidillah al-Mahdi. Dinasti Fatimiyah mengalami puncak kejayaan saat masa kepemimpinan al-Aziz. Budaya Islam berkembang sangat pesat di masa Dinasti Fatimiyah. Hal tersebut terlihat dari berdirinya Masjid al-Azhar.

Masjid al-Azhar memiliki fungsi sebagai pusat kajian Islam dan ilmu pengetahuan. Akhir dari Dinasti Fatimiyah setelah al-Adid yang merupakan khalifah terakhir Dinasti Fatimiyah jatuh sakit. Salahudin Yusub al-Ayyubi yang merupakan wazir Dinasti Fatimiyah menggunakan kesempatan tersebut dengan mengakui kekuasaan Khalifah Abbasiyah yaitu al-Mustadi.

Dinasti Fatimiyah memiliki berbagai peninggalan seperti Masjid al-Azhar yang saat ini dikenal dengan Universitas al-Azhar-nya, Bab al-Futuh atau yang dikenal dengan Benteng Futuh, serta Masjid al-Akmar di Kairo, Mesir.

11. Buwaihi (333 H/945M - 447 H/1055M) 

Wilayah kekuasaan Dinasti Buwaihi ada di Irak dan Iran. Dinasti Buwaihi dibangun tiga bersaudara yaitu Ali bin Buwaihi, Hasan bin Buwaihi dan Ahmad bin Buwaihi. Dinasti Buwaihi sendiri terbagi menjadi dua periode.

Pada periode pertama adalah periode pertumbuhan dan konsolidasi. Selanjutnya pada periode kedua merupakan periode mempertahankan, terutama mempertahankan wilayah Irak dan Iran Tengah. Dinasti Buwaihi mengalami perkembangan pesat saat Dinasti Abbasiyah di Baghdad melemah. Sedangkan kemunduran dari Dinasti Buwaihi karena adanya pengaruh Tugril Beg dari Dinasti Seljuk.

Ada beberapa peninggalan dari Dinasti Buwaihi yaitu seperti observatorium di Baghdad dan beberapa perpustakaan di Syiraz, ar-Rayy, serta Isfahan, Iran.

12. Seljuk (469 H/1077 M - 706 H/1307 M) 

Daerah kekuasaann dinasti ini meliputi Irak, Iran, Kirman, Suriah. Dinasti Seljuk terbagi jadi lima cabang , yaitu Seljuk Iran, Seljuk Irak, Seljuk Kirman, Seljuk Asia Kecil, Seljuk Suriah. Pendiri dari Dinasti Seljuk ini adalah Seljuk bin Duqaq yang berasal dari suku bangsa Guzz dari Turkestan.

Namun, ada satu tokoh yang paling dipandang sebagai pendiri Dinasti Seljuk yaitu Tugril Beq. Dirinya berhasil memperluas kekuasaan Dinasti Seljuk dan mendapat pengakuan dari Dinasti Abbasiyah. Masa melemahnya Dinasti Seljuk sendiri ketika para pemimpinnya meninggal dan Dinasti Seljuk takluk oleh bangsa lain.

Beberapa peninggalan dari Dinasti Seljuk antara lain Kizil Kule atau yang juga disebut Menara Merah di Alanya, Turki Selatan, dan juga Masjid Jumat di Isfahan, Iran.

13. Ayyubiyah (569 H/1174 M - 650 H/1252 M) 

Daerah kekuasaan dari dinasti ini ada di Mesir, Suriah, dan Yaman. Dinasti Ayyubiyah didirikan Salahuddin Yusuf al-Ayyubi setelah berhasil menaklukan khalifah terakhir Dinasti Fatimiyah yaitu al-Adid. Salahuddin berhasil menaklukan daerah Islam lainnya beserta pasukan salib.

Salahuddin selain terkenal akan kemampuan perangnya, dirinya juga mendorong kemajuan di bidang agama dan pendidikan. Akhir dari masa pemerintahan Ayyubiyah ketika meninggalnya Malik al-Asyraf Muzaffaruddin. Salah satu peninggalan Dinasti Ayyubiyah yaitu Benteng Qal'ah al-Jabal di Kairo, Mesir.

14. Delhi (602 H/1206 M - 962 H/1555 M) 

Wilayah kekuasaan Dinasti Delhi ada di India Utara. Pada periode pertama, Dinasti Delhi dipimpin oleh Mamluk selama 84 tahun. Mamluk senidiri adalah keturunan Qutbuddin Aybak, yang merupakan budak dari Turki. Lalu, Khalji dari Afghanistan memerintah selama 30 tahun. Dilanjutkan Tuglug yang memerintah selama 93 tahun, dan Dinasti Sayid selama 37 tahun. Penguasa terakhir Dinasti Delhi merupakan Lodhi yang memerintah 75 tahun. Ada beberapa peninggalan Dinasti Delhi seperti Masjid Kuwat al-Islam dan Qutub Minar di Lalkot, Delhi, India.

15. Mamluk (648 H/1250 M - 923 H/1517 M) 

Daerah kekuasaan Dinasti Mamluk ada di Mesir dan Suriah. Dinasti Mamluk merupakan golongan hamba yang dimiliki oleh para sultan dan amir dimana mereka diberi pendidikan militer oleh tuan mereka. Dinasti Mamluk yang memerintah di Mesir terbagi menjadi dua, yaitu Mamluk Bahri dan Mamluk Burji.

Sultan pertama Dinasti Mamluk Bahri yaitu Izzudin Aibak. Dinasti Mamluk sendiri mencapai masa keemasannya pada msaa pemerintahan Baybars. Namun, pemerintahan dinasti tersebut digulingkan Mamluk Burji dan diambil alih dengan menggulingkan sultan Mamluk Bahri terakhir, as-Salih Hajii bin Sya'ban.

Sultan pertama yang memimpin Dinasti Mamluk Burji adalah Barquq. Dinasti Mamluk Mesir sendiri sebenarnya memberikan sumbangan besar bagi sejarah Islam dengan mengalahkan kelompok Nasrani Eropa yang menyerang Syam, Suriah. Dinasti Mamluk Mesir tersebut juga berhasil mengalahkan bangsa Mongol, merebut dan mengislamkan Kerajaan Nubia, Ethiopia. Selain itu, Dinasti Mamluk juga berhasil menguasai Pulau Cyprus dan Rhodos.

Dinasti Mamluk Mesir berakhir setelah al-Asyras Tuman Bai, yang merupakan sultan terakhir, dihukum gantung oleh pasukan Usmani Turki. Beberapa peninggalan Dinasti Mamluk seperti Masjid Rifai, Mausoleum Qalawun dan Masjid Sultan Hassan di Kairo, Mesir.

16. Utsmaniyah (699 H/1300 M - 1341 H/1922 M) 

Pusat pemerintahan dari dinasti ini ada di Istanbul, Turki. Dinasti ini memiliki wilayah kekuasaan paling luas. Bahkan wilayah kekuasaannya meliputi sebagian Asia, Afrika dan Eropa. Dinasti Utsmaniyah adalah satu di antara tiga dinasti Islam yang cukup besar di abad Pertengahan. Dinasti Utsmaniyah sendiri menjadi negara besar setelah menaklukan Bizantium.

Dinasti Utsmaniyah berhasil menyebarkan Islam hingga ke daratan Eropa dan puncak kejayaan dinasti ini ada pada masa pemerintahan Sulaiman I. Dinasti Usmani kemudian melemah karena pemberontakan internal dan kalah dalam melawan bangsa Eropa. Dinasti Utsmaniyah berakhir menjadi negara modern dalam bentuk republik sekuler pada tahun 1924.

Berdirinya republik Turki sendiri dipelopori Mustafa Kemal Pasha Ataturk. Dirinya menanamkan paham nasionalisme dan menghapuskan kesultanan. Hingga saat ini masih bisa ditemukan berbagai peninggalan Dinasti Utsmaniyah, seperti Masjid Sulaiman, Masjid al-Muhammadi, Masjid Abu Ayub al-Ansari, dan Masjid Hagia Sopha di Istanbul.

17. Mughal (931 H/1525 M - 1275 H/1858 M) 

Dinasti ini berkuasa di India. Dinasti Mughal didirikan Zahiruddin Muhammad Babur yang merupakan putra pertama Umar Syeikh Mirza. Dinasti Mughal muncul saat Babur menguasai Punjab dan meruntuhkan Dinasti Lodhi di Delhi. Dinasti Mughal sangat memperhatikan perkembangan Islam, terutama pada bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Dinasti Mughal mendirikan khanqah yang merupakan pesantren dimana menjadi pusat studi Islam dan ilmu pengetahuan. Dinasti Mughal memberi perhatian penuh pada pengembangan peradaban. Beberapa peninggalan dinasti ini adalah Istana Hawa Mahal di Jaipur, Red Fort atau Benteng Merah di Delhi, Taj Mahal di Agra, serta Masjid Badsyahi di Lahore. Runtuhnya dinasti ini setelah Inggris menancapkan kekuasaanya di India, dan Bahadur II yang merupakan sultan terakhir Dinasti Mughal diusir dari istananya oleh penguasa Inggris.

Semoga bermanfaat....