Senin, 24 Mei 2021

17 BAHAYA INTERNET DALAM ISLAM YANG WAJIB DIKETAHUI

Edisi Senin, 24 Mei 2021 M / 12 Syawal 1442 H. 

Internet adalah media yang sekarang menjadi sesuatu yang umum bagi hampir semua orang, dengan internet, setiap orang bisa melihat apapun dan siapapun walaupun berada dalam jarak jauh. Internet bahkan dipakai sebagai salah satu media dalam pendidikan sebab mudah sekali menemukan ilmu dan wawasan di dalamnya. Terlebih di jaman yang serba praktis ini, mencari suatu bab atau bacaan di buku dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan dan membutuhkan lebih banyak biaya. Sedangkan internet bisa menjangkau dengan cepat dan jauh lebih hemat.

Internet dalam islam bukan hal yang dilarang jika bertujuan untuk mencari ilmu yang bermanfaat dengan tetap menggunakannya sesuai syariat islam. Namun, segala sesuatu tentu ada kelemahan dan kelebihannya termasuk internet, dimana dunia menurut islam adalah sesuatu yang penuh dengan ujian. Internet juga memiliki peran dalam akhlak dan pergaulan, akan mengarah kepada kebaikan atau keburukan tergatung dari bagaimana memanfaatkannya. Untuk memahaminya lebih lanjut, mari simak  selengkapnya melalui tausiah berikut ini  mengenai 17 bahaya internet dalam islam :

1. Menimbulkan Sifat Boros 

“Dan janganlah kamu menghambur hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara saudara syetan”. (QS Al Isro’ : 26-27). Bahaya internet dalam islam ialah dapat menimbulkan sifat boros, hal ini terjadi sebab internet memiliki banyak hal yang dibuat semenarik mungkin untuk membuat dan memancing orang agar mencari tahu lebih lanjut dan memancing bahaya hidup boros dalam islam.

Internet dapat menyebabkan boros jika orang yang menggunakannya tidak mampu mengontrol keinginannya dimana di internet tersedia berbagai bacaan dan konten yang menarik, jika digunakan untuk mencari sesuatu untuk kesenangan saja, maka orang tersebut akan mudah menghamburkan harta untuk menggunakan fasilitas internet.

2. Mudah Berbangga Diri 

“Seseorang yang di dalam hatinya terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak berhak masuk surga”. (HR Muslim). Di internet terdapat berbagai macam media sosial yang di dalamnya bebas memajang dan menceritakan tentang profil diri (status). Hal tersebut memancing untuk berlebihan dalam memajang atau menceritakan dirinya dan menjadi berbangga diri ketika banyak yang merespon atau menyukainya yang seharusnya bukan untuk dinikmati umum, hal ini berarti  secara tak sadar anda telah membanggakan diri dan menjadi takabur yang dilarang dalam islam.

3. Saling Hina 

Sering kita baca orang yang saling menghina dalam hal apapun karena tidak sepemahaman dalam berdebat. Di internet memang terdiri dari kumpulan orang yang tidak bertatap muka secara langsung sehingga merasa aman ketika saling menghina atau berkata buruk satu sama lain, padahal hal tersebut tidak sesuai syariat islam. “Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan wahyu kepadaku agar kamu sekalian selalu bersikap merendahkan diri sehingga tidak ada lagi saling hina”. (HR Abu Dawud). Saling hina umumnya dimulai dari kebiasaan gosip dan bahaya gosip dalam islam menyebabkan berbagai perepecahan.

4. Menyebar Berita Bohong 

Internet menjadi media untuk menyebar berita bohong sebab banyak bacaan yang terkadang tidak jelas penulis atau referensi didapat dari mana, berita yang bohong dapat menyebabkan salah paham bahkan pertengkaran diantara orang yang terlibat di dalam berita tersebut. Orang yang membaca berita bohong pun umumnya mudah terpengaruh jika tidak memiliki iman yang kuat, demikian bahaya berbohong dan hukumnya dalam islam yang salah satunya dapat timbul karena internet.

5. Timbul Rasa Sombong 

Bahaya internet dalam islam ialah menimbulkan sifat sombong dan merasa paling benar. Dalam internet, seseorang bisa mendapat banyak dukungan atau pengikut jika mampu membuat atau berkata hal yang menarik dan dipercaya semua orang, sehingga ia akan merasa sombong ketika mendapat banyak pendukung padahal belum tentu yang disampaikan benar.

6. Menyebabkan Bid’ah 

“Sebaik baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Nabi  Muhammad. Sejelek jelek perkara ialah yang diada adakan (bid’ah)”. (HR Muslim). Bid’ah ialah ibadah yang tidak sesuai syariat islam dapat menyebar melalui internet, setiap umat muslim wajib mengkaji setiap wawasan islami yang didapat, sudah sesuai dengan Al Qur’an dan hadits atau belum.

7. Berlebihan dalam Hawa Nafsu 

“Janganlah kamu melampaui batas dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang sesat terdahulu, mereka telah menyesatkan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (QS Al Maidah : 77). Internet membuat banyak orang merasa ketagihan dan berlebihan dalam menggunakannya padahal belum tentu digunakan untuk hal yang penting dan hanya mengikuti hawa nafsu semata.

8. Zina Mata 

Banyak gambar dan tontonan yang tidak pantas tampil di internet, contohnya ialah gambar lelaki dan wanita yang tidak menutup aurat, kebiasaan tersebut berbahaya sebab dapat memancing seseorang untuk melakukan zina mata. “Janganlah engkau iringkan satu pandangan kepada wanita yang bukan mahram dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu halal bagimu, tetapi tidak yang kedua!“. (HR Abu Daud).

9. Lupa dengan Orang Terdekat 

“Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS An Nisa : 1). Internet menghubungkan orang yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Terkadang seseorang merasa sangat nyaman dengan internet hingga sedikit sekali berkomunikasi dengan keluarga dan hubungan silaturahmi dengan saudara serta teman teman terdekat menjadi berkurang.

10. Kesibukan yang Tidak Bermanfaat 

Bahaya internet dalam islam ialah digunakan untuk urusan yang tidak bermanfaat. Banyak orang sibuk dengan gadget atau laptopnya padahal hanya untuk membuka urusan yang tidak ada manfaatnya sehingga waktu terbuang untuk kesibukan yang sia sia, hal tersebut tidak sesuai syariat islam sebab menurut islam dalam islam waktu adalah hal yang berharga.

11. Memudahkan Jalan Maksiat 

Internet memudahkan orang berbuat maksiat. internet memberi berbagai cara kemudahan untuk mengenal orang lain, diantaranya dengan melalui bertukar pesan dan gambar, bahkan melakukan komunikasi melalui Video kepada orang yang tidak dikenal, mudah sekali menjurus pada maksiat dan zina sebab askes untuk melihat orang lain atau hal yang bukan hak nya dapat dilalui dengan mudah.

12. Salah Satu Penyebab Kejahatan 

“Janganlah kamu mendekati perbuatan perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi… demikianlah yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya” (QS Al Anam : 151). Banyak kejahatan yang terjadi karena berawal dari media internet, diantaranya ialah penipuan dalam hal jual beli hingga tindak pencurian. Wajib untuk berhati hati dalam menggunakan internet dan tidak berbagi hal yang pribadi dalam media tersebut.

13. Berbohong dalam Tampilan Fisik 

“Janganlah kamu berdusta karena sesungguhnya siapa yang berdusta akan masuk ke neraka” (HR Al Bukhari). Internet tidak bertemu secara langsung, orang mudah sekali menipu dengan kecanggihan teknologi untuk menarik minat orang lain agar mendukung atau menyukai dirinya. tindakan menipu dan berbohong untuk menarik orang lain tidak dibenarkan dalam agama.

14. Alat untuk Menipu Orang Lain 

“Carilah rejeki di jalan Allah dan janganlah menjadi beban untuk kaum muslimin” (HR Muslim). Banyak orang tertipu dengan urusan yang dilakukan melalui internet, hal tersebut diawali dengan adanya kebohongan untuk menipu orang. Setiap umat mukmin wajib berhati hati dan tidak memanfaatkan ketidaktahuan atau kalalain orang lain untuk tindakan penipuan.

15. Terlalu Fokus dengan Duniawi 

Bahaya internet dalam islam ialah membuat seseorang terlalu sibuk dengan urusan yang semu di internet dan menjadi lalai dalam beribadah, seperti menjadi telat dalam menjalankan shalat 5 waktu dan jarang membaca Al Qur’an dengan alasan kesibukan. Orang menjadi lupa dengan agama dan menjadikan internet yang berhubungan dengan duniawi sebagai prioritasnya.

16. Menimbulkan Sifat Riya’ 

Sifat riya merupakan salah satu bahaya internet dalam islam yang timbul dari niat untuk pamer atau karena kebanggaan diri. Orang menjadi lebih suka memamerkan apapun yang ada dalam dirinya, seperti tampilan fisik bahkan ibadah yang sedang dilakukan dengan harapan mendapat pujian dari orang lain atau agar dianggap baik sehingga ibadah yang sudah dilakukan justru akan sia sia dan mendapat dosa dari tindakan riya yang dilakukannya.

17. Mengurangi Keikhlasan dalam Beribadah 

“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada Nya”. (QS Az Zumar : 2). Ibadah yang di share atau diceritakan di media internet menjadi penyebab berkurangnya keikhlasan dalam menjalani ibadah tersebut. Hal ini sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari hari karena banyaknya orang yang menunjukkan kebaikan dirinya dengan niat selain Allah tetapi karena ingin mendapat kesan yang baik dari semua orang.

Contohnya ialah memakai pakaian yang menutup aurat tetapi dengan niat agar terlihat cantik dan dipuji banyak orang, bukan semata karena Allah. Juga kebiasaan seperti menceritakan kebiasaan baik atau ibadah dalam sehari hari misalnya puasa, sholat, dan ibadah lainnya. Tindakan tersebut termasuk ibadah yang dijalankan dengan tidak ikhlas sebab tidak menjalankannya semata karena Allah, ibadah dilakukan semata untuk urusan kebanggaan dan pamer.

Sampai disini dulu artikel  tausiah sore ini, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan anda , jangan lupa gunakan media internet dan segalanya dengan cara yang bijaksana dan tetap berada pada syariat islam. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

Semoga bermanfaat.....

Minggu, 23 Mei 2021

17 CARA MENGUNGKAPKAN PERASAAN KEPADA WANITA DALAM ISLAM

Edisi Ahad, 23 Mei 2021 M / 11 Syawal 1442 H. 

Memiliki rasa cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang wajar. Hal itu adalah fitrah setiap manusia. Namun untuk mengungkapkan cinta menurut Islam tentunya tidak boleh sembarangan. Terutama bagi umat muslim yang punya pedoman Al-Quran dan Al-Hadits. Maka sudah seharusnya mengikuti ajaran syariat agama. Apabila cinta disikapi dengan cara salah, ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan dosa.

Nah, oleh sebab itu, kali ini kita akan membahas tentang cara mengungkapkan perasaan cinta kepada wanita dalam islam. Untuk penjelasan lengkapnya, langsung simak ulasan di bawah ini!

Di Al-Quran, terdapat banyak sekali dalil yang menjelaskan tentang cinta kepada lawan jenis. Ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala memang menyisipkan rasa cinta ke dalam hati setiap manusia. Dan sebagaimana kodratnya, manusia itu diciptakan untuk saling berpasangan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut ini:

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap syahwat berupa wanita.”(QS. Ali Imran :14)

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzaariyat: 49)

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (QS. An-Najm : 45) 

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14) 

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah Ta'ala yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah Ta'ala adalah pengawas atas kamu.” (QS.An Nisa : 1)

Setelah membahas ayat-ayat Al-Quran tentang cinta, berikut akan kami jelaskan cara-cara mengungkapkan perasaan kepada wanita dalam islam. Diantaranya yakni:

1. Mendoakan 

Cara mencintai seseorang dalam islam bisa lewat doa. Sebab terkadang seseorang yang kita sukai itu belum tentu punya perasaan sama. Jadi kita harus berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala agar jalan kita untuk mendekati wanita tersebut menjadi lancar. Namun apabila mungkin wanita tersebut bukanlah jodoh kita, dengan berdoa maka Allah Ta’ala akan memberikan solusi yang terbaik.

2. Menjauhi Pacaran 

Apabila kita melihat pergaulan anak muda jaman sekarang memang sangatlah menyedihkan. Begitu jauh dari nilai-nilai agama. Bahkan tak jarang di media sosial kita melihat bocah SD yang memamerkan foto saat berpelukan dengan pacarnya.

Tindakan pacaran itu tidak pernah diajarkan dalam islam. Pacaran justru merupakan perbuatan yang mendekati zina. Memandang dan memegang orang yang bukan muhrim itu dosa. Maka sudah tentu harus dihindari. Sekalipun kita mengaku cinta atau mungkin ‘tidak bisa hidup tanpa dirinya’, percayalah perasaan tersebut hanya bisikan dari syetan. Berusahalah move on. Hentikan aktivitas berpacaran dan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Larangan berpacaran dalam islam telah disebutkan dalam Al-Quran:

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

“Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan sedangkan yang berikutnya tidak.” (HR. Tirmidzi).

“Pandangan mata adalah panah beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Hakim)

3. Menghindari Zina 

Perbuatan zina bukanlah cara tepat untuk mengungkapkan perasaan. Zina dalam islam adalah dosa besar. Maka itu jangan sampai kita mendekatinya. Dengan memperbanyak mengingat Allah, berdzikir dan berpuasa insyaAllah bisa menahan hawa nafsu diri.

Dalam hadits disebutkan: “Setiap manusia sudah ditentukan bagiannya dari berzina. Hal itu pasti akan dirasakannya. Zina kedua mata adalah dengan memandang. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berucap. Zina tangan adalah dengan memukul. Zina kedua kaki adalah dengan melangkah. Hati itu bisa suka dan berkeinginan, sedangkan kemaluan bisa melaksanakan hal itu atau pun tidak melaksanakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Meminta Bantuan Orang Lain 

Untuk mengungkapkan perasaan cinta, sebaiknya seorang pria meminta bantuan orang lain. Misalnya teman atau orang yang dipercayai sebagai perantara. Ini bertujuan untuk menghindari hubungan secara langsung yang mungkin bisa menimbulkan dosa ataupun fitnah.

5. Melalui Orang Tua 

Selain teman, kita juga bisa meminta bantuan orang tua untuk mendatangi keluarga dari wanita yang kita sukai. Nantinya orang tualah yang akan mengutarakan maksud kita untuk meminang. Namun tentunya kita juga harus ikut agar bisa melihat wanita tersebut secara langsung.

6. Mendatangi Rumahnya Untuk Mekhitbah 

Seorang pria yang baik bila mencintai wanita bukan mengajak berpacaran. Tetapi langsung mendatangi rumahnya untuk bertemu sang wali wanita tersebut. Kemudian mengutarakan maksud kedatangannya bahwa ia hendak melamar wanita tersebut. Anda bisa mempraktekan cara mengambil hati calon mertua dalam islam. Yang demikian ini lebih baik dalam pandangan Allah Ta’ala sekaligus menghindari dosa.

Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian mencintai rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah”.

7. Menikah 

Cinta sejati dalam Islam tentunya harus diwujudkan lewat pernikahan. Jangan hanya sekedar menebar janji manis. Menikah itu lebih suci di sisi Allah Ta’ala dan mampu mendatangkan banyak pahala. Bahkan jikapun kondisi kita miskin, maka Allah Ta’ala akan mencukupkan rezeki setelah menikah.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Rum: 21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Ta'ala akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS.An Nur: 32)

8. Bersikap Baik 

Mengungkapkan perasaan juga bisa diwujudkan lewat sikap atau perbuatan yang baik. Maksudnya bukan berarti kita mendekati wanita tersebut lalu mengumbar kata-kata mesra. Tentu bukan ya! Tetapi sikap yang baik adalah dengan menjaga kehormatan wanita itu. Tidak mengajaknya berbuat hal-hal yang mendekati zina.

Dari sahabat Nu’man bin Basyir, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : “Permisalan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai, dan saling kasih sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan ikut merasakan, dengan tidak bisa tidur dan demam.” ( HR Muslim).

9. Saling Tolong-Menolong 

Apabila pria jatuh hati kepada seorang wanita, ia bisa menolong atau membantu wanita tersebut jika dirasa kondisinya kesulitan. Namun pertolongan sebaiknya diberikan lewat perantara untuk menghindari fitnah.

Dari Abu Hurairah, bahwasahnya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu  kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah:2).

10. Menutupi Aibnya 

Perasaan cinta tidak harus ditunjukkan lewat kata-kata romantis. Cara lain yang lebih baik adalah dengan menutupi aib orang yang dicintainya. Mengumbar aib orang lain tidak ada gunanya. Toh, kita juga punya aib. Setiap orang tak terlepas dari khilaf dan salah. Jadi koreksi diri masing-masing saja daripada menjelek-jelekan lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).

11. Tersenyum 

Daripada menunjukkan wajah muram dan cuek, lebih baik kita ramah dengan orang lain. Termasuk kepada wanita yang kita cintai (khusus istri) sebaiknya kita memperbanyak mengumbar senyum. Ini akan membuat hati istri menjadi bahagia sekaligus kita juga mendapat pahala.

Dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

12. Bersikap Rendah Hati 

Rendah hati berarti tidak sombong. Sebenarnya sikap ini berlaku untuk setiap orang, tidak hanya ditunjukkan kepada wanita yang kita cintai saja. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Israa’ 37)

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

“Dan Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman” (QS Asy Ssuara: 215)

13. Berbicara yang Sopan dan Lembut 

Apabila kita memang memiliki kepentingan dengan wanita tersebut, misalnya saat Ta’auf dan harus saling berbicara, maka kita harus berbicara yang sopan dan lembut. Sebab begitulah cara memperlakukan seorang wanita.

“Karena disebabkan rahmat Allah lah engkau dapat bersikap lemah lembut dan lunak kepada mereka. Sekiranya engkau itu adalah seorang yang kaku, keras lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

14. Berkata Jujur 

Sebuah hubungan yang baik tentunya harus diawali dengan kejujuran. Maka itu, saat kita mendatangi rumah wanita tersebut, maka kita harus menceritakan kondisi dan diri kita sejujur mungkin. Tak perlu ada yang ditutup-tutupi. Dengan demikian nantinya pernikahan bisa menjadi lebih damai.

15. Proses Ta’aruf yang Benar 

Dalam hal ini juga tidak ada ketetapan khusus. Proses cara ta’aruf yang benar bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun harus tetap sesuai dengan adab-adab dalam bergaul antar lawan jenis. Ada proses cara ta’aruf yang benar (cara ta’aruf yang benar yang sobat ketahui jika melalui murabbi) dimulai dengan membuat proposal (biodata diri) kemudian saling menukar biodata, mengadakan proses pertemuan disuatu tempat dengan disertai murabbinya, proses percakapan dengan calon pasangan dengan hijab/ tabir yang menghalangi keduanya saling bertatapan, proses melihat calon pasangan, proses meminta kepastian apakah cara ta’aruf yang benar akan dilanjutkan atau tidak, memberikan tenggang waktu untuk berpikir atau melakukan istikharah, kemudian jika pasangan sudah merasa cocok maka akan dilanjutkan pada proses selanjutnya yaitu kapan waktu khitbah dan proses selanjutnya.

16. Diketahui Orang Tua dan Keluarga 

Adapun proses yang sobat ketahui jika melalui orang tua, saudara, sahabat dll yaitu dimulai dengan menanyakan apakah bersedia diperkenalkan dengan calon cara ta’aruf yang benar, menentukan kapan waktu cara ta’aruf yang benaran, menentukan tempat pertemuan (biasanya pihak pria datang kerumah pihak wanita, namun juga bisa ditempat lainnya), memperkenalkan kedua calon cara ta’aruf yang benar (selama ini boleh mempertanyakan sesuatu yang diperlukan)

17. Memberikan Mahar Terbaik 

Seorang wanita yang baik memang yang mudah dilamar dan maharnya juga tidak memberatkan. Namun sebagai pria yang bertanggung jawab, tak ada salahnya kita memberikan mahar terbaik untuk calon istri. Tapi tidak perlu memaksakan juga. Hanya saja, jika memang cinta, bukankah kita ingin membahagiakannya? Maka itu tak ada salahnya berjuang sedikit keras demi mendapatkan sang pujaan hati.

Intinya, untuk mengungkapkan perasaan kepada wanita hendaknya kita langsung datang ke rumahnya. Menemui orang tuanya kemudian mengutarakan maksud untuk meminang. Jangan menunggu lama, sebab tak perlu ada yang ditakutkan dalam pernikahan. Menikah itu ibadah dan bisa mendatangkan rahmat Allah Ta’ala. Jadi tunggu apa lagi?

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 22 Mei 2021

17 AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG PEREMPUAN

Edisi Sabtu, 22 Mei 2021 M / 10 Syawal 1442 H. 

Allah Tabaraka Wa Ta’ala mencipakan segala sesuatu berpasang-pasangan, ada yang manis ada yang pahit, ada laki-laki dan ada perempuan. Ini bukan tanpa alasan, semua tentu saja ada alasannya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 49)

Perempuan di dalam Islam sangat mulia sekali sampai-sampai Allah menamakan salah satu surat di Al-Quran dengan “An-Nisaa’” yang berarti perempuan/wanita. Perempuan juga merupakan makhluk Allah yang memiliki banyak keistimewaan. Sebagai seorang anak yang akan tumbuh dewasa menjadi seorang istri dan seorang ibu, seorang perempuan sangat dimuliakan perannya dalam kehidupan.

Alquran menjelaskan bahwa kedudukan perempuan dalam Islam sama dengan laki-laki. Sebagaimana laki-laki, hak perempuan juga terjamin dalam Islam. Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak perempuan. Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki. 

Pada artikel tausiah kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan dan menyebutkan tentang perempuan. Simak selengkapnya pada tulisan ini.

1. Q.S. An-Nisaa’ : 1 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An-Nisaa’ : 1)

2. Q.S. Al-A’raaf : 127 

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?." Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka." (Q.S. Al-A’raaf : 127)

3. Q.S. Al-Ahzaab : 35 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Al-Ahzaab : 35)

4. Q.S. Al-Ahzaab : 36 

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Q.S. Al-Ahzaab : 36)

5. Q.S. Al-Ahzaab : 49 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik- baiknya. (Q.S. Al-Ahzaab : 49)

6. Q.S. Al-Ahzaab : 50 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzaab : 50)

7. Q.S. Al-Ahzaab : 73 

لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzaab : 73)

8. Q.S. Al-An’aam : 100 

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (Q.S. Al-An’aam : 100)

9. Q.S. Al-Buruuj : 10 

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (Q.S. Al-Buruuj : 10)

10. Q.S. Al-Fath : 5 

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah, (Q.S. Al-Fath : 5)

11. Q.S. Al-Fath : 6 

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. (Q.S. Al-Fath : 6)

12. Q.S. Al-Mu’min : 40 

مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ

Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (Q.S. Al-Mu’min : 40)

13. Q.S. An-Nahl : 97 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An-Nahl : 97)

14. Q.S. An-Nisaa’ : 176 

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nisaa’ : 176)

15. Q.S. An-Nuur : 2 

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nuur : 2)

16. Q.S. Ar-Ra’d : 8 

اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَىٰ وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Q.S. Ar-Ra’d : 8)

17. Q.S. Ath-Thalaaq : 4 

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Q.S. Ath-Thalaaq : 4)

Itulah berbagai ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang perempuan. Semoga menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang Al-Quran.

Semoga bermanfaat....