Kamis, 11 November 2021

17 KATA BIJAK ISLAMI USTADZ ADI HIDAYAT, PENDAKWAH CERDAS

Edisi Kamis, 11 November 2021 M / 6 Rabi'ul Akhir 1443 H.

Ustadz Adi Hidayat adalah seorang kelahiran Pandeglang, Banten lahir pada tanggal 11 September 1984, ia berumur 37 tahun. Sebagai seorang ulama ia sangat menguasai isi kitab suci Al-Qur’an, ilmu hadist, serta berbagai ilmu kitab beserta makna dan posisinya. Masa kecilnya berawal di Sekolah Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah, Pandeglang. Ia gemar menjadi penceramah cilik sejak kecil kerap diacara wisuda santri. Beranjak SMP hingga SMA, Ustadz Adi Hidayat menempuh pendidikannya di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut.

Dari prestasi agama dan lomba Qur’an, ia mendapat banyak mendapatkan penghargaan dari tingkat pesantren hingga provinsi. Kuliah di UIN Syarif Hidayatullah dan Libya. Pada tahun 2003, ia mendapat jalur PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah bertempat di Jakarta. Disana Fakultas tersebut telah bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Kairo. Ustadz Adi Hidayat lulus dan menjadi mahasiswa terbaik.

Ustadz Adi Hidayat menimba berbagai ilmu agama di Libya, disiplin ilmu Al-Qur’an yang ia pelajari meliputi, Hadist, Fiqh, Ushul, Tarikh, Lughah. Disana ia menimba ilmu dan juga melakukan pelajaran diluar pendidikan formal seperti bertalaqqi pada masyayikh di Libya, maupun negara lain yang ia kunjungi. Beliau juga sangat aktif dalam megikuti kegiatan seminar bersama para pakar ulama. Tahun 2009 akhir, ia diangkat menjadi Aminul Khutaba, sebagai ketua khatib jami Dakwah Islamiyyah. Ia juga sempat mengisi acara tsaqafah Islamiyyah di salah satu channel TV Libya at-tawashul.

Mendirikan Quantum Akhyar Institute

Ia kembali ke tanah air Indonesia pada awal tahun 2011 yang kemudian ia mengasuh sebuah Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah di Lebak Bulus. Ustadz Adi Hidayat juga mendirikan Quantum Akhyar Institute, yang merupakan lembaga kajian Islam. Ia juga mendirikan Akhyar TV pada tahu 2016, yang merupakan media channel inspiratif, kajian islam, fiqh, dan kajian kitab – kitab.

Hingga kini Ustadz Adi Hidayat menjadi aktivis dan narasumber keagamaan baik ta’lim, seminar, dan selainnya. Selain berdakwah ia juga gemar membuat karya tulis dalam bahasa Arab maupun Indonesia. Salah satu karyanya berjudul Muslim Zaman Now yang rilis tahun 2018 silam.

Ceramah dan kajian Islam yang dibawa Ustadz Adi Hidayat sungguh menyebar luas dan dikenal masyarakat. Selain di negara sendiri, ia juga mengisi ceramah di berbagai negara lain diantaranya Jepang dan Korea Selatan.

Mari kita simak kata kata islami Ustadz Adi Hidayat yang mampu menginspirasi dan menambah semangat kita untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

1. “Hidayah bukan hanya diberikan untuk orang yg tidak beriman saja, tapi Allah berikan hidayah pada orang yang beriman juga untuk menguatkan iman nya.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Allah sentiasa makbulkan doa kita. Cuma cepat atau lambatnya. Jika sholat ditunaikannya lambat, lambat jugalah Allah makbulkan.”

– Ustadz Adi Hidayat

2. “Mencaci itu tidak akan menambah kemuliaanmu, dan tidak pula membuat yang kau caci berkurang keburukannya.”

– Ustadz Adi Hidayat

3. “Jika umat islam seluruhnya dekat dgn al qur’an, maka turun rahmat kebaikan dari Allah subahanahuwata’ala dan negeri ini akan menjadi baik.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Kalau tidak bisa bersaing dengan orang sholeh dalam memperbanyak amal, maka bersainglah dengan para pendosa dalam memperbaiki diri.”

– Ustadz Adi Hidayat

4. “Jika mata dibiasakan melihat yang tidak baik, ketika datang kebaikan padamu, maka hatimu tidak akan peka dan sulit menerimanya.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Jika yang kita dengar adalah nasihat, maka jangan lihat siapa yang mengucapkan, tapi dengarlah apa yg diucapkan. Namun jika menyangkut suatu pemikiran/pendapat, lihatlah dulu siapa yg mengucapkan, baru dengar apa yg dia ucapkan.”

– Ustadz Adi Hidayat

5. “Candaan anak-anak palestina dalam Menghafal Qur’an “Nanti di syurga antum saya dadah-dadah karena hafalan saya sudah lebih banyak.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Islam itu menenangkan, kalau masih sering gelisah ada yang salah dengan keislamannya.”

– Ustadz Adi Hidayat

6. “Jika ada yang lalai diingatkan, karena surga terlalu luas untuk sendirian.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Kalau anda bisa memilih yang baik, kenapa masih mempertahankan yg buruk?”

– Ustadz Adi Hidayat

7. “Kalau pengetahuan anda mau ditambah oleh Allah, mudah dalam belajar, kuat dalam ingatan. Tingkatkan takwamu kepada Allah maka Allah akan ajarkan anda pengetahuan (ilmu).”

– Ustadz Adi Hidayat

8. “Ketika seseorang mndapatkan ujian yang mengguncang jiwa, maka itu tandanya Allah ingin menaikkan derajat keimanan orang tersebut ke level tingkatan iman yang lebih tinggi. Maka berbahagialah! Karena ujian itu tanda cinta Allah kepada orang tersebut untuk mningkatkan kualitas hidupnya.”

– Ustadz Adi Hidayat

“Kunci dari semua hal adalah shalat. Kalau kita masih sering berbuat salah maka ada yang salah dalam shalat kita.”

– Ustadz Adi Hidayat

9. “Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup.”

– Ustadz Adi Hidayat

10. “Berteman carilah yang baik, candanya pun akan memberikan faedah, umumnya keseharian nya sederhana dan rendah hati. Sudahkah kita memiliki sahabat seperti itu? Kalau belum, cari sekarang, mumpung masih ada waktu. “

– Ustadz Adi Hidayat

11. “Nabi yang sudah jelas surga saja bangun malam untuk tahajud hingga bengka-bengkak, Ada sementara yang surganya tidak jelas, amalan berantakan, hisabnya menegangkan namun masih merasa aman dengan amalnya. “

– Ustadz Adi Hidayat

12. “Cara shalat khusu. 

1. kenakan pakaian terbaik, 

2. perbaiki wudhu, wudhu yang benar, 

3. hadirkan perasaan seperti shalat kita yang terakhir.”

– Ustadz Adi Hidayat

13. “Yang terlihat sedikit bisa jadi berkahnya melimpah. Makanya jngan bosan bersyukur. Biar nikmatnya ditambah.”

– Ustadz Adi Hidayat

14. “Seorang wanita jika kesehariannya terbiasa mengamalkan shalat fardu, shalat sunnah, puasa, baca al-qur’an. Jika tiba masa haid, dan tidak bisa mengerjakan kebiasaan keseharian nya kabar gembiranya anda tetap mendapatkan pahalanya selama masa haid."

– Ustadz Adi Hidayat

15. “Sudahkah kita mengerti ? Dari sekian ribu shalat yang kita tunaikan, berapa persen yang kita paham artinya. Jangan-jangan kita shalat tapi tidak tahu artinya. Bagaimana bisa khusyu’ kalau kita tidak mengerti apa yang kita lakukan?”

– Ustadz Adi Hidayat

16. “Jaminan Allah Bagi Orang yang Shalat Tahajud. 

1. Disukseskan karir/dimudahkan pekerjaan. 

2. Dibimbing mengawali aktivitas. 

3. Diberikan solusi terbaik ketika terkena masalah. 

4. Ditolong Allah tanpa perantara.”

– Ustadz Adi Hidayat

17. “Kalau kita tak punya harta tidak apa-apa, kita punya doa. Kalau kita tampangnya biasa, tidak apa-apa, kita doanya luar biasa. Kalau kita merasa tidak menarik, tidak apa-apa, doa kita itu menarik di sisi Allah. Pokonya kalau kita tidak punya modal apapun dalam hidup kita masih punya Allah Subhanahu WaTa'ala, tinggal minta.”

– Ustadz Adi Hidayat

Semoga bermanfaat.....

Rabu, 10 November 2021

17 PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA DAN KATA-KATA BIJAK PERJUANGANNYA

Edisi Rabu, 10 November 2021 M / 5 Rabi'ul Akhir 1443 H.

10 November 1945 menjadi momentum bersejarah dan berharga bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan yang saat ini bisa dirasakan nikmatnya oleh para generasi penerus bangsa. Sudah menjadi keharusan bagi generasi yang tidak ikut berjuang mengangkat senjata merebut kemerdekaan dengan darah dan nyawa, untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu WaTa'ala dengan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini.

Kebebasan yang kita jalani selama ini sungguh menyimpan riwayat pedih dan keras bagi para pejuang yang telah gugur mendahului kita. Bagaimana kebebasan itu? Ya yang kita tinggali sekarang ini yaitu kemerdekaan bangsa kita. Pahlawan-pahlawan bangsa telah berupaya sekeras mungkin dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bangsa yang bebas dari penjajahan bangsa lain.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari jasa-jasa pahlawan, kita harus berani dan bisa beranggung jawab dalam menjalankan tugas hak dan kewajiban kita untuk kehidupan individu dan bersosial. Yang terutama kita harus bisa memberi manfaat yang baik untuk orang lain, akan sangat baik jika kita bisa berjasa untuk orang lain.

Untuk bisa mengetahui sikap bijak para pahlawan bangsa Indoneisa, berikut telah dirangkum kumpulan quotes heroik dan bijak para pahlawan kita.

1. Ir. Soekarno 

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

– Ir. Soekarno

“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.”

– Ir. Soekarno

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

– Ir. Soekarno

“Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.”

– Ir. Soekarno

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

– Ir. Soekarno

2. Mohammad Hatta 

“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”

– Mohammad Hatta

“Tak ada harta yang pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran”

– Mohammad Hatta

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.”

– Mohammad Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.”

– Mohammad Hatta

3. KH.Hasyim Asyari 

“Jangan Jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja.”  

– KH. Hasyim Asy’ari

“Agama Dan Nasionalisme Adalah Dua Kutub Yang Tidak Berseberangan. Nasionalisme Adalah Bagian Dari Agama Dan Keduanya Saling Menguatkan.” 

– KH. Hasyim Asy’ari

4. Buya Hamka 

"Kemerdekaan suatu negara dapat dijamin teguh berdiri apabila berpangkal pada kemerdekaan jiwa." 

–  Buya Hamka

"Tuan boleh kata muslim itu fanatik, tapi tuan juga harus denga kata hati tuan bahwa itu adalah modal besar bagi kemerdekaan Indonesia. Untuk tuan tahu, itu bukanlah fanatik, itu adalah gairah." 

– Buya Hamka

5. Bung Tomo 

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan.”

– Bung Tomo

“Jika ada yang layak disebut pahlawan, maka ribuan rakyat yang gugur itulah yang paling layak menyandang sebutan pahlawan.”

– Bung Tomo

“Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka…Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka”

– Bung Tomo

6. Nyi Ageng Serang 

"Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada  Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya."

– Nyi Ageng Serang

7. H.O.S Tjokroaminoto 

“Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.”

– H.O.S Tjokroaminoto

8. Cut Nyak Dien 

"Saat terbaik untuk membuktikan bahwa kita adalah pemenang yaitu saat ketika kita tampak kalah." 

– Cut Nyak Dhien

"Pada waktu kita khawatir, kita terkadang lebih percaya pada masalah kita dari pada janji Allah." 

– Cut Nyak Dhien

"Cuma sedikit orang yang rela menjadi kecil sehingga bisa dipakai oleh Allah untuk melewati lubang-lubang ujian yang sempit." 

– Cut Nyak Dhien

"Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua." 

– Cut Nyak Dhien

“Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang.”

– Cut Nyak Dien

9. R. A Kartini 


"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang." 

– R.A Kartini

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.”

– R. A Kartini

“Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.”

– R. A Kartini

10. Mohammad Natsir 

“Untuk mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa, dan tidak menunggu saja seperti jatuh durian yang telah masak.”

– Mohammad Natsir

11. Jenderal Soedirman 

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.”

– Jenderal Soedirman

“Kebebasan berarti bebas melakukan semua kebaikan, bukan bebas lepas melakukan semua kejahatan tanpa boleh diadili.”

– Jenderal Soedirman

“Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan adalah akibat kebodohan mereka sendiri.”

– Jenderal Soedirman

"Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapa pun juga." 

– Jenderal Soedirman

12. Sutan Syahrir 

“Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”

– Sutan Syahrir

“Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan. Yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia.”

– Sutan Syahrir

"Kemerdekaan nasional adalah bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya." 

– Sutan Syahrir

13. Pangeran Diponegoro 

“Pahlawan-pahlawan di dalam tentara kami, satu dengan yang lainnya berselisih, dan kemudian yang gagah berani menyerah.”

– Pangeran Diponegoro

“Hidup dan mati ada dalam genggaman Illahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan. Proses kehidupan adalah hakikat, sementara hasil akhir hanyalah syariat. Gusti Allah akan menilai ketulusan perjuangan manusia, bukan hasil akhirnya. Kalaupun harus menjumpai kematian, itu artinya mati syahid di jalan Tuhan.”

– Pangeran Diponegoro

“Aku adalah pejuang! Sebagai pejuang, tugasku adalah berjuang. Soal kalah atau menang, itu bukan urusanku, karena tugasku adalah berjuang!”

– Pangeran Diponegoro

14. Ki Hajar Dewantara 

“Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. (Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan baik. Di tengah, guru harus menciptakan ide. Dari belakang, seorang guru harus memberi dorongan dan arahan.”

– Ki Hajar Dewantara

“Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat beranfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”

– Ki Hajar Dewantara

“Lawan sastra ngesti mulya (Dengan ilmu kita menuju kemuliaan).”

– Ki Hajar Dewantara

15. KH. Ahmad Dahlan 

“Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyaknya orang yang mempercayainya.”

– KH. Ahmad Dahlan

“Jangan suka menempatkan seseorang pada posisinya, tapi tempatkanlah diri saudara terlebih dahulu pada posisi yang benar.”

- KH. Ahmad Dahlan

16. Abdul Muis 

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.”

– Abdul Muis

17. Mohammad Yamin 

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.”

– Mohammad Yamin

Semoga bermanfaat....

Selasa, 09 November 2021

17 KATA BIJAK ISLAMI USTADZ ABDUL SOMAD, PENDAKWAH INSPIRATIF

Edisi Selasa, 9 November 2021 M / 4 Rabi'ul Akhir 1443 H.

Seorang Ulama dan Pendakwah Islam di Indonesia yaitu Ustadz H. Abdul Somad Batubara, Lc., M.A., Ph.D., dikenal ramah masyarakat umum dengan nama Ustadz Abdul Somad. Kelahiran Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977.

Sebagai seorang pendakwah ia dikenal karena kelugasan dan kemampuannya dalam merangkai kata dalam berceramah, sehingga mudah dicerna dan dipahami berbagai kalangan masyarakat. Ustadz Abdul Somad banyak mengulas masalah persoalan agama, lebih khusunya ilmu hadist, fiqih, juga mengenai ilmu nasionalisme dan masalah terkini yang menjadi perbincangan masyarakat. Ustadz Abdul Somad dipanggil dengan nama UAS bagi kalangan masyarakat dan banyak jamaah.

Masa kecilnya memang sudah di bumbui dengan berbagai ilmu agama, ia adalah keturunan dari ulama besar Kabupaten Batu Bara, Sumatera yaitu Syaikh Abdurrahman. Ia menimba ilmu dari SD AL-Washliyah Medan, dan melanjutkan ke jenjang MTS Mu’alimin. Setelahnya ia masuk ke pondok Pesantren Darul Arafah Deli Serdang selama kurun waktu satu tahun. Sampai akhirnya di tahun 1966 ia lulus dari tingkat SMA di Madrasah Aliyah Nurul Falah di daerah Indragiri Hulu.

UAS sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau di antara tahun 1996-1998. Ia juga lolos tes beasiswa dan berkuliah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, sejak pemerintah Mesir membuka program beasiswa untuk belajar di Mesir. Hingga diperolahnya gelar Lc-nya dalam kurun waktu tiga tahun 10 bulan pertengahan tahun 2002. UAS terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2, di University Kebangsaan Malaysia, yang saat itu hanya berkuliah selama dua semester saja.

Pendidikan UAS S3 di Maroko

Hingga di tahun 2004 melalui AMCI, dari Kerajaan Maroko, UAS terpilih dalam kuota penerimaan orang asing di jalur beasiswa untuk menempuh pendidikan S2 hingga S3 di Institut Darul – Hadist Al- Hassaniyah. Ia menyelesaikan program S2 nya pada akhir tahun 2006, selama kurun waktu satu tahun 11 bulan saja, serta mendapatkan gelar D.E.S.A ( yaitu Diploma Studi Lanjutan).

Setelah menimba ilmu agama di berbagai pendidikan, UAS kembali ke Indonesia dan mengajar sebagai dosen bahasa arab dan tafsir hadits di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim sejak tahun 2009. Ia juga mengajar ilmu agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur. Kegiatan aktif lainya, ia adalah anggota Komisi Pengkajian dan Keorganisasian, juga MUI Riau, dan Sekertaris Lembaga Bahstul Masa’il Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Riau. Peran lainnya ia menjadi anggota Badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014.

UAS selalu sibuk dengan kegiatan mengajar dan keorganisasian dalam agama. Namun UAS juga menyempatkan diri untuk berdakwah melalui streaming, media, Youtube khususnya, dari sana banyak sekali yang menggemari ceramah nasihatnya dan popular di berbagai kalangan masyarakat dari anak muda hingga dewasa.

Berbagai quotes inspiratif Ustadz Abdul Somad bisa di simak disini, semoga kita bisa mengambil pelajaran dan maknanya :

1. “Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.”

– Ustadz Abdul Somad

2. “Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar. Air nampak lemah, ketika dia sedikit. tapi, ketika dia sudah berkumpul maka menjadi besar, dia menjadi kekuatan yang luar biasa. Belajarlah dari air.”

– Ustadz Abdul Somad

3. “Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.”

– Ustadz Abdul Somad

“Berkawan karena harta, harta akan binasa. Berkawan karena kuasa, kuasa tak akan lama, paling 5 tahun kalau tak di tangkap KPK. Tapi, kalau berkawan karena Allah maka akan kekal abadi.”

– Ustadz Abdul Somad

4. “Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang kau tak dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat, jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes.”

– Ustadz Abdul Somad

“Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap syukur “Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Segala puji hanya bagi Allah” . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam “ketaatan” kepada Allah Ta’ala.”

– Ustadz Abdul Somad

5. “Kalau engkau sudah menikah, maka pandanglah saudaramu yang belum menikah, maka akan timbul rasa syukur.”

– Ustadz Abdul Somad

“Bahagia itu terletak pada syukur. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka dialah orang yang paling bahagia.”

– Ustadz Abdul Somad

6. “Apapun yang terjadi, Islam akan tetap ditolong Allah. Yang menjadi masalah adalah, apa yang telah dan akan kita lakukan untuk Islam, demi untuk menolong diri kita di dunia dan akhirat nanti? Jangan jawab dengan lidah, karena lidah terlalu mudah untuk berkata-kata. Tapi, jawablah dengan perbuatan.”

– Ustadz Abdul Somad

7. “Hidup ini seperti bahtera di lautan. Di atas ada ombak kencang yang akan menghadang. Dari bawah ada batu karang yang besar. Tak ada yang bisa menguatkan hidup ini, kecuali Allah Ta’ala.”

– Ustadz Abdul Somad

8. “Jangan batasi ibadah hanya ketika di Masjid. Ada yang menganggap beramal itu hanya ketika duduk di Masjid, sholat, dzikir dan membaca Al-Quran. Jangan lupa, bekerja dari jam 8 pagi sampai 4 sore, ditambah lagi apabila lembur itu juga adalah amal. Karena, bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga di rumah adalah ibadah, bernilai pahala di hadapan Allah Ta’ala. Maka, kalau dipahami bahwa bekerja adalah amal ibadah, tidak akan ada pegawai yang main “game on-line” saat jam kantor, tidak akan ada pedagang yang memainkan timbangan, tidak akan ada karyawan yang curang dalam laporan tugasnya.”

– Ustadz Abdul Somad

9. “Jika kau masih hidup bersyukurlah masih melakukan amal sholeh. Jika kau mati tetap bersyukurlah, setidaknya dosamu tidak semakin bertambah.”

– Ustadz Abdul Somad

“Kebahagiaan seorang guru ialah ketika melihat muridnya sukses dunia dan akhirat.”

– Ustadz Abdul Somad

10. “Ketika engkau susah di dunia ini. Sabarlah, karena ia hanya sementara. Ketika engkau diberi kesenangan di dunia ini jangan bangga dan sombong karena ia juga hanya sementara.”

– Ustadz Abdul Somad

11. “Kalau dengan memiliki motor dan mobil bertambah ketaatan kita kepada Allah, maka itu adalah rezeki. Tapi kalau dengan kendaraan itu menjauhkan diri dari Allah, dipakai untuk pergi ke tempat maksiat, maka itu adalah laknat dan azab. Hati-hati.”

– Ustadz Abdul Somad

“Kita tidak perlu satu organisasi, satu sekolah ataupun satu guru, kita beteman di satu titik, mukhlisinnalahuddin. Mudah-mudahan titik itulah yang mempertemukan kita.”

– Ustadz Abdul Somad

12. “Hari ini kita boleh kalah dalam segala hal, tapi tanamkan pada anak anak kita bahwa 10 atau 20 tahun lagi mereka akan memimpin negeri ini dengan cara yang Allah ridhoi.”

– Ustadz Abdul Somad

13. “Jika mencari kawan tak bercacat, selamanya kita tak kan berkawan. Jika mencari pasangan yang sempurna, selamanya kita tak kan berpasangan.”

– Ustadz Abdul Somad

“Jika tidak berubah Mungkin Anda akan musnah.”

– Ustadz Abdul Somad

14. “Jika engkau kehilangan harta, engkau tidak kehilangan apa-apa. Jika engkau kehilangan kesehatan, engkau telah kehilangan sebagian dari sesuatu. Jika engkau kehilangan akhlaq, maka engkau telah kehilangan segalanya. (Sayyidina Ali ibn Abi Thalib ra)”

– Ustadz Abdul Somad

15. “Orang yang paling buruk perangainya; jika ia marah padamu, ia lupakan semua kebaikanmu. Ia sebarkan rahasiamu, ia lupakan kedekatanmu. Ia berkata buruk tentangmu, padahal engkau tidak melakukannya.”

– Ustadz Abdul Somad

“Ikhlas itu rahasia antara Allah dan hamba-Nya. Tidak diketahui malaikat untuk ditulis. Tidak pula diketahui setan untuk dirusak. Tidak diketahui nafsu untuk digoda”. (Imam al-Junaid)”

– Ustadz Abdul Somad

 16. “Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.”

– Ustadz Abdul Somad

“Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang kau tak dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat, jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes.”

– Ustadz Abdul Somad

17. “Syukurilah semua yang diberikan Alllah Subhanahu WaTa'ala. Jika kau masih hidup bersyukurlah masih melakukan amal saleh. Jika kau mati tetap bersyukurlah, setidaknya dosamu tidak semakin bertambah.”

– Ustadz Abdul Somad

Semoga bermanfaat...