Sabtu, 23 Juli 2022

17 DOA AL-QUR'AN UNTUK MEMIKAT HATI WANITA / PRIA

Edisi Sabtu, 23 Juli 2022 M / 23 Dzulhijjah 1443 H. 

Allah menciptakan hati sebagai media untuk merasakan berbagai perasaan. Bahagia, kecewa, sedih, senang, benci, suka, duka, cinta dan lain sebagainya. Dalam artikel tausiah ini yang akan kita bahas detail adalah tentang perasaan cinta antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Ketika salah satu kita mengagumi atau bahkan mencintai seseorang, pasti banyak cara yang akan dilakukan untuk menarik perhatian dari orang yang dikaguminya. Misalnya dengan cara PDKT istilah anak jaman sekarang atau bahkan sampai mengambil jalan yang salah dengan cara pacaran.

Padahal dalam islam pacaran tidak dibenarkan karena pacaran adalah sesuatu yang mendekati zina. Oleh sebab itu anda wajib mengetahui cara menjauhi zina agar tidak terjerumus pada perilaku yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Perihal cara mendekatkan jodoh dalam islam, seharusnya kita tidak perlu khawatir karena Allah sudah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa manusia diciptakan berpasangan-pasangan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya seperti di bawah ini :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49] : 13).

Dari ayat di atas, seharusnya kita tidak usah terlalu risau dan memikirkan tentang siapa jodoh kita. Kita serahkan saja sama Dzat yang Maha Mengetahui apa yang ada di dunia ini. Namun sah dan wajar saja jika kita mengagumi seseorang, karena ikhtiar juga harus kita lakukan.

Sebenarnya tidak ada doa untuk mendapatkan jodoh dalam islam dan yang perlu dilakukan hanyalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Di bawah ini ada beberapa ikhtiar atau lebih khususnya doa-doa untuk menaklukan hati seorang wanita/pria.

1. Membaca Surat Yusuf Ayat 13 

Ayat ini menjelaskan tentang kelebihan yang dimiliki oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. Beliau dikisahkan memiliki pesona yang telah memikat banyak wanita, seperti yang kita ketahui kisahnya para wanita tidak sadarkan diri menyayat tangannya ketika mengupas buah karena begitu terpesonanya dengan ketampanan beliau. Adapun arti dari ayat tersebut yaitu :

“ Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata:  Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.” (QS Yusuf [12] : 31).

2. Membaca Surat Yusuf Ayat 4 

Banyak yang percaya bahwa ayat ini dapat digunakan sebagai salah satu doa memikat wanita/pria dalam islam. Namun tetap saja semua ketentuan berada ditangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang terpenting adalah niat kita baik dan lillahi ta’ala. Adapun arti dari ayat ini yaitu, “ Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan kelihatan semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf [12] : 4).

Ayat ini memiliki beberapa khasiat diantaranya adalah:

Manis jika dipandang orang.

Wajah akan terlihat berseri-seri.

Senantiasa akan disayangi oleh siapa saja.

3. Membaca Surat Thaahaa Ayat 39 

Sebenarnya ayat ini ada hubungannya dengan surat yusuf ayat 4 yang telah dijelaskan di atas. Jadi jika ingin memikat hati seseorang setelah membaca surat yusuf ayat 4 kita lanjutkan dengan membaca surat thaahaa ayat 39 ini. Isi dari ayat ini adalah :

“ Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanku.” (QS Thaahaa [20] : 39).

4. Membaca Surat Yusuf Ayat 23 

Surat yusuf ayat 23 ini juga merupakan salah satu doa khususnya doa yang digunakan Nabi Yusuf Alaihissalam. Arti dari ayat ini yaitu :

“ Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata : Marilah kesini. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.” (QS Yusuf [12] : 23).

5. Membaca Surat Yusuf Ayat 55 

Ayat ini juga merupakan salah satu doa Nabi Yusuf agar disegani oleh orang lain, ayat ini juga bisa digunakan untuk memikat hati seseorang. Arti dari ayat adalah

“ Berkata Yusuf : Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS Yusuf [12] : 55).

6. Membaca Surat Al Waqi’ah 

Surat al wa’qiah adalah salah satu surat yang dipercaya dapat digunakan sebagai doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut al quran.  Surat al waqi’ah ini sangat ampuh untuk menaklukan seseorang. Namun tetap saja, niatnya lillahi ta’ala manusia boleh berencana dan berusaha tapi Allah lah yang menentukan semuanya.

7. Membaca Dzikir Ya Rahman 

Salah satu Asmaul Husna yaitu Ya Rahman yang artinya Maha Pengasih juga dapat diamalkan agar dicintai banyak orang. Banyak Ulama atau para Ustadz menyarankan untuk selalu membaca surah Ar-Rahman setiap selesai shalat karena kandungan pahalanya teramat banyak salah satunya juga untuk membuat wajah lebih bercahaya.

8. Membaca Dzikir Ya Rahim 

Ar Rahim merupakan salah satu Asmaul Husna yang artinya Maha Penyayang. Wirid ini bisa digunakan untuk memikat hati wanita/pria dengan mengamalkannya seperti ini, mendirikan shalat istikharah dua rakaat secara terus menerus dalam beberapa malam sehingga mendapat ketetapan hati. Kemudian, setelah shalat selesai bacalah dzikir ini sebanyak 200 kali .

9. Membaca Surat At Taubah Ayat 128-129 

Dua ayat dari surat At Taubah ini juga bisa diamalkan agar disukai banyak orang dan juga untuk memikat hati wanita/pria. Ayat ini berbunyi sebagai berikut:

“ Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS At Taubah [9] : 128).

“ Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS At Taubah [9] : 129).

10. Membaca Amalan atau Dzikir 

Amalan atau dzikir yang bisa dibaca seperti halnya di bawah ini:

Membaca syahadat sebanyak 3 kali

Kemudian membaca Astaghfirullaahal ‘adziim min kulli dzanbin wa atubu ilaih sebanyak 3 kali

Setelah itu bershalawat sebanyak 3 kali

Kemudian membaca Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar laa haula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil ‘adzim sebanyak 3 kali.

Setelah itu, kirim surat Al Fatihah pada :

Ilaa hadratin Nabi Muhammad Saw

Ilaa hadratin Malaikat Jibril, wa Izrail, wa Mikail, wa Israil

Ilaa hadratin Abu Bakrin, wa Umar, wa Utsman, wa Radiyallahu Anhum

Ilaa hadratin Syaikh Abdul Qadir Jaelani

Fulanah binti Fulanah.

Doa diatas diamalkan setelah selesai shalat hajat sebanyak 313 kali, setelah shalat subuh 100 kali lakukan selama satu minggu. Setelah satu minggu lakukan doa-doa tersebut sebanyak 7 kali saja setiap hari. Setiap membaca satu bait tiupkan ke kedua telapak tangan, kemudian gosokkan ke muka atau wajah.

11. Membaca Surat At Tahrim Ayat 8 

Surat At Tahrim juga merupakan salah satu surat yang didalamnya terdapat ayat yang bisa diamalkan sebagai doa untuk memikat hati seseorang. Isi dari ayat tersebut yaitu meminta cahaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, cahaya yang bisa membantu dan membuat kita menjadi lebih menarik di depan orang lain. Arti dari ayat ini yaitu,

“ Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At Tahrim [66] : 8)

12. Membaca Amalan Lainnya 

Amalan tersebut bisa anda baca langsung seperti di bawah ini :

Beristighfar sebanyak 7 kali

Membaca surat An Naas sebanyak 7 kali

Bersyahadat sebanyak 7 kali

Membaca shalawat Nabi “ Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzim” sebanyak 7 kali.

13. Mengamalkan Doa – Doa Tertentu 

Anda bisa simak doa – doa yang saya maksudkan di bawah ini :

“ Allahumma haabib ‘abdaka haza ila i’badikal mukminin wahabbib ilal mukminin”

Yang artinya ‘ Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini dicintai pada hati yang beriman, dan jadikanlah mereka mencintai orang yang beriman.’ (HR. Muslim)

14. Mengamalkan Bacaan Ahabbakal ladzii ahbabtanii lahu 

Yang artinya, ‘ Semoga Dzat (Allah) mencintaimu sebagaimana kamu mencintai aku’.

Untuk mengingatkan saja, doa ini diamalkan setiap kali bertemu dengan orang yang dituju dan harus dihafalkan.

15. Membaca Surat Yasin Ayat 36 

Di dalam surat Yasin ternyata juga terdapat salah satu ayat yang dapat diamalkan sebagai doa untuk menarik atau memikat hati perempuan/laki-laki. Tapatnya terdapat pada ayat ke 36 yang artinya :

“ Maha Suci Allah yang menciptakan pasangan-pasangan semua, baik apa ditumbuhkan oleh bumi serta dari mereka maupun dari apa tidak mereka ketahui.” (QS Yasin [36] : 36).

16. Mengamalkan Surat Ali Imran Ayat 31 

Sebenarnya ayat ini lebih tepatnya diamalkan agar disukai oleh banyak orang. Namun bisa juga diamalkan untuk menarik perhatian seseorang, isi dari ayat tersebut yaitu :

“ Katakanlah ya Muhammad! Jika kamu mengasihi Allah, maka hendaklah kamu mengikuti aku, niscaya Allah mengasihi kamu dan mengampuni dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [2] : 31).

17. Membaca Doa

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad, habibil mahjuubi syaafil ‘ilali wa mufarrijil kurab

Yang artinya ‘ Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).’

Itulah beberapa doa/amalan yang dapat diamalkan agar disukai wanita atau pria dan disukai banyak orang. Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya semua doa itu berisi tentang kebaikan terutama ayat-ayat Allah.

Untuk itu, kita sebagai makhluk Allah harus menyerahkan semuanya kepada Dia yang Maha Mengetahui segalanya. Manusia memang harus berikhtiar tapi semua ketentuan Allah lah yang menentukan.

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, mohon maaf jika masih ada kata-kata atau kalimat yang masih belum bisa dipahami.  Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel tausiah ini.

Semoga bermanfaat ....

Jumat, 22 Juli 2022

17 AYAT AL-QUR AN TENTANG GELAP

Edisi Jum'at, 22 Juli 2022 M / 22 Dzulhijjah 1443 H. 

Dari sahabat Abu Bakar As-Shidiq Radhiyallahu anhu bahwasannya ada lima jenis kegelapan yang menjadikan pekatnya kehidupan manusia. Namun lima kegelapan itu dapat disirnakan oleh lima macam cahaya. Satu diantaranya حب الدنيا ظلمة والسراج لها التقوى 'hubbud dunya dhulmatun was siroju lahat taqwa' Kegelapan terjadi akibat dari terlalunya cinta manusia kepada kehidupan dunia, dan cahaya yang menghilangkannya adalah taqwa.

Terlalu mencintai kehidupan dunia (hubbud dunya) akan menyebabkan seseorang menghampiri perkara-perkara syubhat. Perkara samar yang tidak jelas kadar halal dan haramnya. Kemudian yang syubhat itu akan menghantarkan kepada yang makruhat, yaitu perkara yang dibenci oleh syariat. Jika sudah demikian maka akhirnya jatuhlah ia di lembah muharramat, perkara yang dilarang oleh agama. Semua ini berawal dari semangat yang berlebihan pada cinta kehidupan dunia.

Kegelapan di dalam Al-Quran memiliki banyak arti dan makna. Ada yang bermakna gelap sebagai kondisi kurangnya cahaya. Ada pula bermakna gelap maksudnya kondisi kejahilan (kesesatan). Bahkan ada pula pengertian gelap/kegelapan maksudnya adalah kekafiran. Adapun kondisi gelap adalah Allah yang menciptakannya. Dan kondisi seseorang berada dalam kegelapan (kejahilan), kesesatan, itu adalah kehendak daripada Allah Jalla Jalaluh. Semuanya terjadi dan ada atas kehendak dan izin Allah ‘Azza Wa Jalla.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang kegelapan. Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Q.S. Al-An’aam : 1 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (Q.S. Al-An’aam : 1)

2. Q.S. Al-An’aam : 39 

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. (Q.S. Al-An’aam : 39).

3. Q.S. Al-An’aam : 122 

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-An’aam : 122).

4. Q.S. Al-Anbiyaa’ : 87 

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 87).

5. Q.S. Al-Baqarah : 19 

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Baqarah : 19).

6. Q.S. Al-Maa’idah : 16 

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Q.S. Al-Maa’idah : 16).

7. Q.S. An-Nuur : 40 

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Q.S. An-Nuur : 40).

8. Q.S. Ar-Ra’d : 16 

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?." Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." (Q.S. Ar-Ra’d : 16).

9. Q.S. Faathir : 20 

وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ

dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, (Q.S. Faathir : 20).

10. Q.S. Ibrahim : 1 

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Q.S. Ibrahim : 1).

11. Q.S. Ibrahim : 5 

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. (Q.S. Ibrahim : 5).

12. Q.S. Yunus : 27 

وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Yunus : 27).

13. Q.S. Al-Ahzaab : 43 

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Ahzaab : 43).

14. Q.S. Al-An’aam : 59 

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al-An’aam : 59).

15. Q.S. Al-An’aam : 97 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-An’aam : 97).

16. Q.S. Al-Baqarah : 17 

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (Q.S. Al-Baqarah : 17).

17. Q.S. Al-Baqarah : 257 

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al-Baqarah : 257).

Itulah berbagai ayat Al-Quran yang membicarakan tentang kegelapan. Semoga tulisan ini menambah wawasan dan pengetahuan kita seputar Al-Quran.

Semoga bermanfaat....

Kamis, 21 Juli 2022

17 AYAT AL-QUR'AN TENTANG ORANG FASIK

Edisi Kamis, 21 Juli 2022 M / 21 Dzulhijjah 1443 H. 

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, menyebutkan pengertian fasik yang sering kita temukan dan kita dengar ketika orang membaca Al-Qur’an. Menurutnya, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.

Imam Al-Ghazali membagi dua jenis orang fasik. 

والفاسق على نوعين فاسق كافر وفاسق فاجر 

Artinya, “Orang fasik terbagi atas dua jenis: yaitu fasik kafir dan fasik,” (Imam Al-Ghazali, Kitab Mukasyafatul Qulub, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2019 M/1440 H], halaman 27).

Orang fasik yang kafir adalah mereka yang tidak beriman kepada Allah dan rasul Shallallahu alaihi wasallam. Mereka keluar dari hidayah dan masuk ke dalam kesesatan sebagaimana “fa fasaqa ‘an amri rabbihi” atau “ia mendurhakai perintah Tuhannya,” (Surat Al-Kahfi ayat 50), yaitu keluar dari perintah Allah untuk beriman.

Adapun fasik fajir adalah mereka yang meminum khamar, mengonsumsi makanan yang diharamkan, berzina, mendurhakai perintah Allah lainnya, keluar dari jalan ibadah, masuk ke dalam kemaksiatan. Tetapi mereka tidak menyekutukan-Nya. (Imam Al-Ghazali, 2019 M/1440 H: 27).

Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang  membicarakan tentang orang fasik. Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Q.S. Adz-Dzaariyaat : 46 

وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 46).

2. Q.S. Al-A’raaf : 102 

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ

Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-A’raaf : 102).

3. Q.S. Al-A’raaf : 163 

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (Q.S. Al-A’raaf : 163).

4. Q.S. Al-Ahqaaf : 20 

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik." (Q.S. Al-Ahqaaf : 20).

5. Q.S. Al-Ahqaaf : 35 

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Q.S. Al-Ahqaaf : 35).

6. Q.S. Al-An’aam : 49 

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Q.S. Al-An’aam : 49).

7. Q.S. Al-Anbiyaa’ : 74 

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 74).

8. Q.S. Al-Baqarah : 26-27 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-Baqarah : 26-27).

9. Q.S. Al-Baqarah : 59 

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. (Q.S. Al-Baqarah : 59).

10. Q.S. Al-Baqarah : 99 

وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-Baqarah : 99).

11. Q.S. Al-Hadiid : 16 

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-Hadiid : 16).

12. Q.S. Al-Hasyr : 19 

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. Al-Hasyr : 19)

13. Q.S. Al-Hujuraat : 6 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S. Al-Hujuraat : 6).

14. Q.S. Ali ‘Imran : 110 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali ‘Imran : 110).

15. Q.S. An-Nuur : 55 

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. An-Nuur : 55).

16. Q.S. At-Taubah : 24 

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah : 24).

17. Q.S. At-Taubah : 67 

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah : 67).

Itulah berbagai ayat Al-Quran yang membicarakan tentang orang-orang fasik. Semoga kita tidak tergolong orang-orang fasik dan dijauhkan dari kefasikan. Dan semoga tulisan ini menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Semoga bermanfaat....