Sabtu, 17 Agustus 2024

MAKNA KEMERDEKAAN INDONESIA

Edisi Sabtu, 17 Agustus 2024 M / 12 Shafar 1446 H.

Angka 17 merupakan sebuah angka sakral. Hal ini dibuktikan bahwa shalat itu dilaksanakan sejumlah 17 rakaat setiap hari. Hari Proklamasi juga tepat pada tanggal 17 Agustus dengan berpedoman pada petunjuk yang diturunkan pada 17 Ramadhan. Hal itu disampaikan oleh ulama kharismatik Indonesia, almarhum KH Maimoen Zubair atau yang biasa disebut Mbah Moen. 

“Yang sudah kita ketahui bahwa ketika melaksanakan shalat itu satu hari satu malam terdapat 17 rakaat. Kemudian mulai dari Sumpah Pemuda sampai proklamasi yang jatuh pada 17 Agustus 1945 dan hari diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dengan diperingati pada 17 Ramadhan. Oleh sebab itu, hubungan antara 17 rakaat dengan makna 17 Agustus dan 17 Ramadhan itu mempunyai keterkaitan yang sangat erat,” katanya. 

“Satu-satunya negara yang menganut agama Islam terbanyak adalah Indonesia, sampai Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperingatkan kemerdekaan Indonesia dengan angka 17-08-45. Terlebih lagi, masyarakat harus mengetahui momen yang bermakna dan luar biasa ini karena kita sebagai masyarakat Indonesia, khususnya sebagai umat islam apabila ingin pintu surga yang terdapat pada angka 8, maka kita diharuskan untuk menjalankan ibadah yang dilakukan dengan 17 rakaat dan 45 yang merupakan syahadat yang dilakukan dalam sholat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa harus ingat bahwa dengan ada perjuangan pahlawan dan semangat untuk terus memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, peringatan 17 Agustus diharapkan masyarakat Indonesia harus mempunyai semangat untuk tetap menjalankan ibadah sebanyak minimal 17 rakaat.

Hari ini, 17 Agustus 2024, bertepatan dengan 79 tahun kemerdekaan Indonesia. Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, menjadi saksi bisu kala presiden pertama kita, Soekarno, membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Perjuangan panjang para leluhur dan pendahulu bangsa akhirnya mencapai titik cerah dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan tersebut. 

Kini, 79 tahun setelah proklamasi, apakah kita sudah benar-benar memahami makna dari kemerdekaan Indonesia? Mari menilik 17 makna di balik kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

1. Kebebasan 

Sebagaimana pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna “kemerdekaan” adalah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan. Merdeka berarti bebas. Perjuangan para pahlawan kemerdekaan membuat masyarakat Indonesia dapat menghirup udara bebas dengan jiwa yang terlepas dari belenggu penjajahan. Dari masa ke masa, kebebasan telah berevolusi, dan sekarang kebebasan dalam berdemokrasi serta berekspresi menjadi salah satu bentuk nyata kebebasan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Indonesia.

2. Kedaulatan 

Merdeka berarti Indonesia tak lagi berada di bawah kekuasaan pemerintah negara manapun. Hal ini menjadi penanda bahwa Indonesia merupakan negara yang berdaulat. Menjadi negara yang berdaulat berarti Indonesia memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan seluruh masyarakatnya dan memastikan keadilan serta kemakmurannya. Dengan mandat untuk mengatur masyarakatnya, pemerintah sepatutnya memastikan di masa sekarang tak ada lagi masyarakat yang merasa tertindas.

3. Kemandirian 

Kemerdekaan Indonesia memiliki makna kemandirian. Setelah menjadi bangsa yang merdeka, Indonesia pada hakikatnya tidak lagi menggantungkan nasib bangsa pada bangsa lain. Aspek-aspek kemandirian antara lain ideologi, politik, hukum, pendidikan, dan lain-lain. Namun, hal ini tidak menghalangi Indonesia untuk bekerjasama dengan negara lain dalam mencapai tujuan yang menguntungkan bersama. Dengan dilandaskan kemandirian, kita juga perlu memaksimalkan potensi anak bangsa di segala aspek pembangunan menuju Indonesia emas.

4. Edukasi 

Usaha untuk meraih kemerdekaan Indonesia secara tidak langsung mengajarkan pentingnya edukasi bagi generasi penerus bangsa. Edukasi pada zaman perjuangan kemerdekaan menstimulasi pembentukan organisasi-organisasi terpelajar seperti Budi Utomo, Indische Partij, dan Sarekat Islam. Munculnya organisasi-organisasi kebangsaan ini menjadi tanda dimulainya pergerakan nasional dengan visi yang jelas, yaitu kemerdekaan Indonesia. Pergerakan diplomasi organisasi-organisasi ini berperan penting pada kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, generasi yang nantinya membawa arah gerak Indonesia ke masa depan harus lebih sadar akan pentingnya edukasi.

5. Sumber Hukum 

Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 menandakan kelahiran sumber hukum di Indonesia yang di masa sekarang mengatur ketatanegaraan secara menyeluruh. Cita-cita bangsa yang tercantum pada proklamasi kemerdekaan menjadi arah gerak bangsa yang juga menjadi acuan untuk pembuatan landasan hukum Indonesia, hukum yang bebas dari kolonialisme. Sebagai warga negara yang menghargai perjuangan para pahlawan, hal ini dapat menjadi pengingat kita agar selalu menaati aturan hukum yang dirancang untuk memastikan kestabilan kehidupan berbangsa dan bernegara.

6. Kekuatan 

Mengusir penjajah yang telah menduduki tanah air selama bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah. Para pahlawan yang berhasil mengusir penjajah 79 tahun yang lalu menunjukkan bahwa kekuatan yang kita miliki tidak dapat dipandang sebelah mata. Meskipun kita masih perlu memperbaiki kekuatan dalam berbagai aspek, hal ini sepatutnya menyadarkan beberapa masyarakat Indonesia agar tidak selalu bersikap pesimis terhadap kekuatan bangsanya sendiri.

7. Martabat Bangsa 

Sebelum mencapai kemerdekaannya, Indonesia masih dianggap sebagai bangsa jajahan. Sebagai bangsa yang masih dijajah, Indonesia pada kala itu dinilai rendah oleh negara lain dan tidak memiliki hak yang setara dengan negara-negara berdaulat. Maka dari itu, proklamasi kemerdekaan Indonesia telah menaikkan martabat bangsa di mata dunia. Maka dari itu, ini menjadi tugas kita untuk selalu menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

8. Pemersatu 

Perjuangan demi meraih kemerdekaan Indonesia merupakan usaha kolektif bangsa dari Sabang sampai Merauke. Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai ras, agama, suku, dan golongan bersatu dan berjuang atas nama bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada dijadikan kekuatan untuk meraih tujuan bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Dewasa ini, hal ini dapat menjadi refleksi bersama agar tak mudah terpecah belah karena kemajemukan bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia.

9. Jembatan Emas 

Kemerdekaan Indonesia merupakan jembatan atau sebagaimana yang disampaikan oleh Soekarno, proklamator kemerdekaan, merupakan jembatan emas menuju kesempurnaan masyarakat. Kemerdekaan diharapkan dapat menjadi jembatan emas menuju masyarakat yang kuat, berkompeten, berintegritas, dan berdaya saing di kancah internasional.

10. Revolusi 

Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi penanda dimulainya sebuah revolusi baru. Revolusi yang dimaksud adalah perubahan secara fundamental dan dilaksanakan dengan cepat. Pemindahan kekuasaan dan struktur negara yang semula masih berada dalam bayang-bayang kolonialisme ke negara yang mandiri dan berdaulat. Hal ini dipertegas dengan dibuatnya beberapa lembaga pelengkap kebutuhan negara setelah menjadi negara merdeka.

11. Merdeka secara de facto 

Untuk menjadi negara yang merdeka secara de facto berarti negara tersebut diakui kemerdekaannya oleh negara lain berdasarkan fakta yang ada. Proklamasi, yang telah menyatakan bahwa Indonesia akhirnya menjadi negara yang merdeka, menjadi pernyataan kemerdekaan secara de facto. Setelah proklamasi dibacakan, dunia luar pun tahu bahwa ada bangsa yang baru merdeka, yakni Indonesia. Dengan diakuinya kemerdekaan secara de facto, Indonesia dapat mulai menjalin hubungan dengan negara-negara lain.

12. Merdeka secara de jure 

Setelah merdeka secara de facto, kemudian Indonesia sebagai negara yang merdeka mendapatkan pengakuan dan dapat menyatakan kemerdekaannya secara de jure, yakni diakui merdeka secara hukum oleh negara-negara lain. Dengan pengakuan kemerdekaan secara de jure yang bersifat tetap, Indonesia dapat menjalin persahabatan antar negara dan membuka peluang lebih untuk pembangunan yang lebih meluas.

13. Hilangnya Ego Pribadi 

Ego pribadi untuk saling merasa lebih dan saling ingin menguasai dikesampingkan saat kemerdekaan sudah menjadi keinginan dan tujuan bersama. Hal tersebut yang hanya akan memancing perpecahan memang tak sepatutnya ditinggikan demi kemerdekaan di tangan. Kini, ego pribadi misalnya haus akan kekuasaan dan mengecilkan atau melupakan tujuan bangsa harus kita binasakan. Kita perlu merefleksi pada hilangnya ego pribadi di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

14. Simbol Kemenangan 

Pertempuran yang terjadi di berbagai daerah di seluruh penjuru nusantara telah mengorbankan jiwa dan raga para pendahulu bangsa. Namun, pertempuran yang telah merenggut banyak nyawa ini menemukan titik akhir. Kemerdekaan Indonesia menjadi simbol kemenangan yang menandakan bahwa segala bentuk pengorbanan para pahlawan terbayarkan dengan manis di titik akhir pertempuran.

15. Satu Rasa 

Saat sebuah bangsa memiliki musuh bersama atau common enemy, secara langsung maupun tidak langsung, bangsa tersebut akan memiliki satu rasa. Begitu pula dengan Indonesia, common enemy yakni penjajah yang merampas kebebasan masyarakat membuat bangsa Indonesia memiliki satu rasa, hasrat untuk menumpas penjajahan dan sarana untuk mencapai tujuan bangsa.

16. Nasionalisme 

Kecintaan para pendiri bangsa terhadap tanah air yang membumbung tinggi menjadi penyulut untuk terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Rasa senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang tertindas dirasakan oleh masyarakat Indonesia kala itu. Rasa tersebut berkembang menjadi rasa cinta terhadap ibu pertiwi. Rasa nasionalisme ini menjadi penumpas rasa takut dan pesimis yang pada akhirnya menghantarkan bangsa ini ke pintu kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa, nasionalisme harus terus tertanam di dalam dada karena untuk membangun negeri ini harus dilandaskan oleh rasa cinta terhadap tanah air.

17. Perjuangan yang Belum Usai 

Setelah merdeka, Indonesia kemudian memiliki tujuan bangsa yang secara formal ada pada Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Tujuan Indonesia ada pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi "..melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…"

Mari bersama-sama kita jadikan momentum hari kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum usai. Kemerdekaan Indonesia berperan sebagai kunci pembuka gerbang kebebasan masyarakat Indonesia untuk berperan. Pada akhirnya, perjuangan untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia ada di tangan kita, tangan penerus bangsa.

Semoga bermanfaat.....


ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 17 Agustus 2024 M / 12 Shafar 1446 H.

Pandangan Islam Tentang Kemerdekaan

عن جابرُ بنُ عبدِ اللهِ رضِيَ اللهُ عنهما أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خَطَبَ أصحابَه في حَجَّةِ الْوَداعِ في أوْسَطِ أيَّامِ التَّشْريقِ: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى، أَبَلَّغْتُ ؟ قَالُوا: بَلَّغَ رَسُولُ اللَّه

Dari Jabir bin Abdullah semoga Allah meridhai keduanya, sesungguhnya nabi shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah dihadapan pengunjung haji wada' diwaktu hari tasyriq:

“Wahai umat manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian adalah satu, dan nenek moyang kalian juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas bangsa non-Arab, juga bangsa non-Arab atas bangsa Arab; bangsa berkulit putih atas bangsa kulit hitam, juga bangsa kulit hitam atas bangsa kulit putih, kecuali karena ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan?” Mereka [para sahabat] menjawab, “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan.” (HR Ahmad). 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits : 

1- Ini adalah penegasan Nabi Shallallahu alaihi wasallam saat khutbah Haji Wada’. Dengan tegas Nabi Shallallahu alaihi wasallam. menyatakan bahwa identitas ketakwaan atau Islam itulah satu-satunya identitas yang ada; sementara identitas kesukuan, etnis dan bangsa semuanya telah dilebur dalam identitas keislaman. Karena itu meski suku, etnis dan bangsa tertentu jumlahnya banyak, itu tidak menentukan kedudukannya di dalam Islam. Yang menentukan adalah kualitas ketakwaan atau keislamannya.

2- Dengan demikian aspek dan faktor kesukuan, etnis dan bangsa yang menjadi penyebab lahirnya kelompok mayoritas dan minoritas jelas telah dihapus oleh Islam. Sebabnya, siapapun sama kedudukannya di dalam Islam. Inilah yang juga ditunjukkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam ketika beliau mengangkat Muhammad bin Maslamah untuk menjadi pimpinan sementara di Madinah, selama Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak berada di tempat saat berperang. Padahal Muhammad bin Maslamah bukan dari suku Quraisy. Begitu juga Abu Bakar yang dari suku Quraisy menjadi Khalifah, menggantikan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, meski suku Quraisy di Madinah merupakan suku minoritas karena yang menjadi pertimbangan bukan faktor kesukuan, tetapi keislamannya.

3- Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam datang salah satunya juga dalam rangka menghapus dan menenggelamkan superioritas suku dan kaum tertentu. Bagaimana tidak? hal ini terlihat dari fakta historis yang mengungkap bahwa aspek kesukuan pada masa itu masih sangat kental.

4- Juga islam datang salah satu juga dalam rangka menghapus adanya perbudakan dan penjajahan. Bagaimana tidak? hal ini terlihat dari fakta ajarannya dan perjalanan sejarah membuktikan, diantara sebagai cirihas ajaranya yaitu: Tauhidiyah ( menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya).

Al insan wal musawah(persamaan harkat dan martabat). Karomatul insan(memuliakan kehidupan manusia). Al hurriyah al masuliyah (kemerdekaan yang bertanggung jawab). Al wahdah wal ukhuwah(persatuan dan persaudaraan). Fakta sejarah, dengan berjalannya waktu secara berangsur-angsur perbudakan lenyap dari negeri-negeri islam. Dan dalam sejarah islam dan umatnya tidak pernah menjadi penjajah. 

Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an : 

-Standar kemuliaan di sisi Allah adalah ketakwaan. Semakin tinggi tingkat takwa seseorang maka semakin mulia pula dirinya di hadapan Allah. Merupakan hal yang disepakati dalam syariat bahwa yang membedakan antara seseorang dengan yang lainnya adalah ketakwaan. 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenali. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat : 13).

UCAPAN HUT RI DALAM BAHASA ARAB

Edisi Khusus Sabtu, 17 Agustus 2024 M / 12 Shafar 1446 H.

Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah terbesar yang telah diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karenanya, perayaan HUT RI di setiap tahunnya harus dimaknai sebagai momentum ungkapan rasa syukur atas segenap nikmat kebebasan bangsa dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.

Salah satu bentuk rasa syukur itu bisa diungkapkan lewat saling menebarkan pesan kebaikan. Terutama pesan-pesan yang mengandung semangat persatuan, semangat meneruskan perjuangan, serta meneladani pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam UUD 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju cita-cita kebangsaan dan keindonesiaan yang sejati. Dari sini untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih, kita bangsa Indonesia dituntut menjadi seseorang yang dapat mengharumkan bangsa melalui prestasi dan cita-cita yang tinggi.

Prestasi melalui olahraga misalnya, pencapaian di arena Olimpiade Paris pada keikutsertaan Indonesia yang ke 17 dengan raihan 2 medali Emas menjadi bukti bahwa Allah mengisyaratkan relevansi keistimewaan tanggal kemerdekaan Indonesia dengan TakdirNya. Seperti emas yang diiraih Atlet Speed Climbing yang didapat di hari ke 17 pkl 17.45 WIB menjadi bukti kuasa dan kasih sayang Allah yang merubah air mata kesedihan menjadi air mata kebahagiaan.

Guna menyemarakkan perayaan HUT Ke-79 RI, berikut di sajikan 17 ucapan HUT RI dengan menggunakan Bahasa Arab, lengkap dengan transliterasi dan terjemahannya:

1. Ke Satu 

عيد ذكرى استقلال إندونيسيا. تحيا!

Eid dhikra istiqlal Indonisiya. Tahya!

Artinya: Selamat memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Merdeka!

2. KeDua 

اجتمعوا، اتركوا الخلافات، وقوّوا الوحدة. عيد استقلال الـ-٧٩ تحيا!

Ijtami’u, utruku al-khilafat, wa qawwuu al-wihda. Eid istiqlal al-79! Tahya!

Artinya: Rapatkan barisan, sisihkan perbedaan, kuatkan persatuan. Selamat HUT Kemerdekaan Ke-79 RI. Merdeka!

3. KeTiga 

١٧ أغسطس سنة ٤٥ هو يوم استقلالنا. تحيا! عاشت إندونيسيا العظمى!

17 Aghustus sanat 45 huwa yawm istiqlalina. Tahya! ‘Asht Indonisiya al-‘uzma!

Artinya: 17 Agustus Tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita. Merdeka! Hidup Indonesia Raya!

4. Ke Empat 

عيد استقلال إندونيسيا. الأبطال ضحوا بأرواحهم وأجسادهم، حان وقتنا للقتال من خلال العمل

Eid istiqlal Indonisiya. Al-Abtal dahu bi arwahihim wa ajsadihim, haan waqtuna lil-qital min khilal al-‘amal.

Artinya: Selamat hari kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan telah berkorban jiwa dan raga, waktunya kita berjuang lewat karya.

5. Ke Lima 

عيد استقلال الـ-٧٩.الجيل الشباب، الجيل الذي سيواصل ويدفع تقدم الأمة

Eid istiqlal al-79. Al-jil al-shabab, al-Jil alladhi sayuwasil wa yadfa’ taqaddum al-umma.

Artinya: Selamat HUT Ke-79 RI. Generasi muda, generasi pelanjut dan pendorong kemajuan bangsa.

6. Ke Enam 

دعونا نتخذ الخطوات معا! احتفال بالاستقلال

Dauna natakhidh alkhutuat ma’a! ihtifal bil istiqlali!

Artinya: Mari satukan Langkah! Rayakan Kemerdekaan!

7. KeTujuh 

عيد استقلال إندونيسيا! لنعمل جاهدين لتحقيق أحلام الأبطال

Eid istiqlal Indonisiya! Linamal jahedin litahqiq ahlam al-Abtal.

Artinya: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia! Mari terus berjuang demi mewujudkan cita-cita para pahlawan.

8. Ke Delapan 

إندونيسيتي، وطني، أنا فخور بأن أكون جزءًا منك. عيد استقلال سعيد!

Indonisiati, watani, ana fakhar bi’an akun juz’an minka. Eid istiqlal Sa’id!

Artinya: Indonesiaku, Tanah Airku, aku bangga menjadi bagian darimu. Selamat Hari Kemerdekaan!

9. Ke Sembilan 

عيد استقلال الـ-٧٩! تحيا إندونيسيا

Eid istiqlal al-79! Tahya Indonisiya!

Artinya: Selamat HUT ke-79 RI! Dirgahayu Indonesia!

10. Ke Sepuluh 

تحيا! مرة واحدة تحررنا، سنظل أحرارًا! عيد استقلال إندونيسيا

Tahya! Marra wahida taharrarna, sanazal ahraran! Eid istiqlal Indonisiya!

Artinya: Merdeka! Sekali merdeka, tetap merdeka! Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia!

11. Ke Sebelas 

لنتكاتف ونحافظ على وحدة الأمة من أجل إندونيسيا أفضل. عيد استقلال إندونيسيا! عيد أمتنا

Linta’atef wa nuhafiz ‘ala wahdat al-umma min ajl Indonisiya afdal. Eid istiqlal Indonisiya! Eid ummatina!

Artinya: Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia yang lebih baik. Dirgahayu Indonesia! Dirgahayu Bangsaku!

12. Ke Duabelas 

عيد ميلادك الـ-٧٩، إندونيسيا الحبيبة! نتمنى أن تصبح إندونيسيا أكثر تقدمًا وازدهارًا.

Eid miladika al-79, Indonisiya al-habiba! Natamanna an tusbih Indonisiya akthar taqadduman wa izdiharan.

Artinya: Selamat ulang tahun yang ke-79, Indonesia tercinta! Semoga Indonesia semakin maju dan sejahtera.

13. Ke Tigabelas 

عيد استقلال إندونيسيا! نتمنى أن تكون إندونيسيا أكثر تقدمًا وتألقًا في عامها الـ-٧٩.

Eid istiqlal Indonisiya! Natamanna an takun Indonisiya akthar taqadduman wa ta’aluqan fi ‘amha al-79.

Artinya: Dirgahayu Indonesia! Semoga di usia ke-79 tahun Ini, Indonesia akan semakin maju dan jaya selalu.

14. Ke Empatbelas 

عيد استقلال إندونيسيا! لنتكاتف ونحافظ على وحدة الأمة لتحقيق إندونيسيا أفضل.

Eid istiqlal Indonisiya! Linta’atef wa nuhafiz ‘ala wahdat al-umma litahqiq Indonisiya afdal.

Artinya: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia! Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

15. Ke Lima belas 

عيد استقلال إندونيسيا! لنعمل لتحقيق أحلام مؤسسي الأمة لجعل إندونيسيا دولة عادلة ومزدهرة وذات كرامة

Eid Istiqlal Indonisiya! Linamal litahqiq ahlam mu’assisi al-umma lij’al Indonisiya dawla ‘adila wa muzdahirah wa dhat karamah.

Artinya: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia! Mari kita wujudkan cita-cita para pendiri bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang adil, makmur, dan bermartabat.

16. Ke Enambelas 

شكراً للأبطال، أفضل الدعاء للمجاهدين. عيد استقلال جمهورية إندونيسيا الـ-٧٩.

Syukran lil-abtal, afdhal al-du’a lil-mujahidin. Eid istiqlal Jumhuriyat Indonisiya al-79.

Artinya :

Terima kasih para pahlawan, doa yang terbaik untuk para pejuang. Selamat HUT Kemerdekaan Ke-79 Republik Indonesia.

17. Ke Tujuhbelas 

لنتذكر ونحتذي بإنجازات الأبطا

عيد استقلال إندونيسيا! لنتكاتف ونحافظ على وحدة الأمة لتحقيق إندونيسيا أفضل.

Eid istiqlal Indonisiya! Linta’atef wa nuhafiz ‘ala wahdat al-umma litahqiq Indonisiya afdal.

Artinya :

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia! Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 16 Agustus 2024

KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN HARI JUM'AT

Edisi Jum'at, 16 Agustus 2024 M / 11 Shafar 1446 H.

Setiap hari dalam Islam mempunyai kelebihan masing-masing. Di antara 7 hari yang ada dalam setiap minggu itu juga, kaum Yahudi berbangga dengan hari Sabtunya dan penganut Kristian pula merayakan hari Ahadnya, maka Umat Islam sudah tentu memiliki hari kebesarannya tersendiri dan amat menghargai dengan Kemuliaan Hari Jum'at sebagai ‘Penghulu Segala Hari’.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala telah menjadikan kota Makkah dan Madinah sebagai kota Suci; menjadikan Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa sebagai masjid yang paling utama; menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan paling mulia di antara bulan-bulan lainnya, menjadikan malam Lailatul Qadar sebagai malam Seribu bulan; menjadikan sepertiga malam sebagai waktu paling berkesan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Khaliq; begitu juga hari Jum'at, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menjadikan Hari Jum'at sebagai ‘Sayyidul Ayyam’ atau penghulu segala hari (hari paling utama). Terdapat banyak kebaikan dan kelebihan pada hari ini termasuk Sholat Jum'at.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hari paling baik di mana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam Alaihissallam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam syurga, serta diturunkan dari syurga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi pada hari tersebut terdapat suatu waktu di mana tidaklah seorang mukmin sholat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.”  (HR. Muslim).

Hari Jum'at merupakan hari yang amat istimewa bagi kaum Muslimin. Hari Jum'at mempunyai banyak kelebihan dan keutamaan yang disediakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada hamba-hambaNya.

Berikut adalah keistimewaan dan keutamaan hari Jum'at:

1. Hari Paling Mulia 

Hari Jum'at adalah hari yang paling utama dan merupakan penghulu segala hari. Terdapat beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jum'at ini, di antaranya:

Allah Subhanahu wa ta'ala ciptakan Adam Alaihissallam, Nabi Adam alaihissallam dimasukkan ke dalam syurga, Nabi Adam alaihissallam diturunkan dari syurga menuju bumi, Allah mewafatkannya Nabi Adam Alaihissallam.

Hari Jum'at juga merupakan hari akan berlakunya Qiamat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hari paling baik di mana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu juga Adam dimasukkan ke dalam syurga, serta diturunkan dari syurga. Pada hari itu juga kiamat akan terjadi dan pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin sholat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim).

Abu Hurairah Radhiyalahu ‘anhu meriwayatkan, bahawa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum'at; pada hari inilah Adam Alaihissalam diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) dimasukkan ke dalam syurga, dan pada hari inilah juga Baginda dikeluarkan dari syurga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini.” (HR Muslim).

Dalam riwayat Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu pula menyatakan:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعِقَةُ …….

“Sesungguhnya seutama-utama hari kamu adalah hari Jum'at; pada hari ini Adam Alaihissalam diciptakan, pada hari ini juga ia dimatikan, pada hari ini ditiupkan sangkakala (tanda kiamat), dan pada hari ini juga hari kebangkitan.”

2. Hari Bagi Kaum Muslimin 

Hari Jum'at adalah hari berkumpulnya Umat Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti sholat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jumaat yang mengandungi wasiat bertaqwa dan nasihat-nasihat, serta doa.

Dari Kuzhaifah dan Rabii bin Harrasy Radhiyallahu Anhuma bahawa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata, “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari Jum'at, Yahudi pada hari Sabtu, dan Nasrani pada hari Ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari Jum'at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum'at, kerana merupakan ambilan dari kata ‘al-jamu’ yang artinya berhimpun, kerana Umat Islam berkumpul pada hari itu setiap minggu di masjid-masjid. Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk menunaikan ibadah kepada-Nya.”

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ‌ اللَّـهِ وَذَرُ‌وا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ‌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli; Yang demikian itu lebih baik bagimu Jika kamu mengetahui (hakikat yang sebenarnya).” (Surah Al-Jumaah 62: Ayat 9).

3. Penghulu Segala Hari 

Hari Jum'at adalah hari yang teramat istimewa kerana Islam meletakkan Jum'at sebagai hari lebih berbanding hari-hari yang lain. Dalam suatu hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Jum'at dinamakan sebagai ‘Saidul aiyam’ yaitu penghulu segala hari (sebaik-baik hari).”

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata, “Hari Jum'at adalah penghulu segala hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah. Hari Jum'at ini lebih mulia dari hari raya Aidilfitri dan Aidiladha di sisi Allah. Pada hari Jum'at terdapat lima peristiwa; Diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari Jum'at Adam dimatikan, di hari Jum'at juga terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selagi tidak memohon yang haram, dan di hari Jum'at juga akan berlakunya kiamat. Tidaklah seseorang Malaikat yang dekat di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari Jum'at.” (HR. Ahmad).

4. Hari Kebesaran Mingguan 

Dalam 7 hari yang ada, hari Jum'at adalah ‘Hari Besar’ yang berulang setiap minggu.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi Umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri sholat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).

5. Hari Perhimpunan Bagi Sholat Jum'at 

Shalat Jum'at dua rakaat yang difardhukan ke atas umat Islam membuktikan hari itu adalah semulia hari yang perlu ambil manfaat untuk mendapatkan ganjaran Allah Subhanahu wa ta'ala daripada setiap amal ibadat yang dilaksanakan.

Rasulullah  Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesiapa hadir sholat Jum'at pada saat pertama, dia umpama berkorban seekor unta; Siapa hadir sholat Jum'at pada saat kedua, dia seperti berkorban seekor lembu; Siapa yang menghadiri sholat Jum'at pada saat yang ketiga, dia seperti berkorban seekor kibas; Siapa hadir sholat Jum'at pada saat keempat, dia seperti memberi hadiah seekor ibu ayam, dan Siapa hadir sholat pada saat kelima, dia seolah-olah memberi hadiah sebiji telur.”

6. Hari Ramai Malaikat Turun ke Bumi 

Pada hari Jum'at juga, Allah Subhanahu wa ta'ala mengutus para malaikat turun ke muka bumi. Di tangan terdapat mereka tinta kalam emas dan kertas-kertas daripada perak, mereka juga berdiri dan menunggu di pintu-pintu masjid bagi mencatat nama-nama mereka yang hadir ke masjid dan mendirikan Sholat Jum'at.

Apabila telah sempurna dan selesai Sholat Jum'at, mereka kembali ke araysh untuk menyembahkan hasil catatannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan berkata: “Wahai Tuhan kami, kami telah catatkan nama mereka yang masuk masjid dan menunaikan Jum'at.”

Allah Ta'ala berfirman: “Wahai Malaikat-Ku, demi kemuliaan dan kebesaran-Ku, sesungguhnya Aku telah ampunkan mereka, tidak berdosa sedikit pun.”

7. Hari Mustajab Berdoa 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Pada hari itu terdapat suatu masa di mana seorang hamba Mukmin apabila meminta (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sesuatu kebaikan, melainkan Allah ta'ala memakbulkan doanya atau ia meminta Allah ta'ala melindunginya daripada sesuatu kejahatan, melainkan Allah melindunginya daripada kejahatan.” (Hadits riwayat Tarmizi).

Hari Jum'at adalah masa yang mustajab untuk berdoa terutama pada dua waktu terbaik yaitu di antara:

a. Imam duduk di atas mimbar sehingga solat selesai Jum'at.

b. Pada akhir waktu Asar.

Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan: “Di antara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits  yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya sholat. Kedua, sesudah Asar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi.”  (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

8. Hari Dihapuskan Dosa 

Diampuni dosa-dosanya antara Jum'at tersebut dengan Jum'at sebelumnya. Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Sholat lima waktu (sehari semalam) dan Jum'at hingga Jum'at merupakan penebus-penebus dosa (ketika itu) selama tidak dikerjakan dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim).

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu mengatakan bahawa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau memakaikan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia hendak mendirikan sholat yang sesuai dengan tuntutannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (Dosa dosanya yang terjadi) antara Jum'at tersebut dan Jum'at berikutnya.” (HR. Bukhari).

Salman Al Farisi berkata lagi, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesiapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, memakai minyak wangi, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi sesiapa, kemudian sholat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, nescaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at.” (HR. Bukhari).

9. Hari Lebih Utama Bersedekah 

Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu lebih utama dengan sedekah pada enam hari lainnya seumpama di sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.” .

Hadits  dari Ka’ab menjelaskan: “Dan Sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (Mauquf Shahih).

10. Hari Meraih Pahala 

Orang yang hadir dan menunaikan kewajibannya untuk sholat Jum'at akan mendapat pahala untuk setiap langkahnya ke Masjid, setara dengan pahala ibadah satu tahun sholat dan puasa.

Aus bin Aus berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesiapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf didepan kemudian dia berdiam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan sholat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan).

11. Hari Hidayah Daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Hari Jum'at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah Ta'ala berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat lain sebelumnya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ اْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوْتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوْتِيْنَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوْا فَهَدَانَا اللهُ لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ، فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِيْ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ هَدَانَا اللهُ لَهُ –قَالَ: يَوْمُ الْجُمْعَةِ-، فَالْيَوْمُ لَنَا وَغَداً لِلْيَهُوْدِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى.

“Kita adalah umat yang terakhir muncul tapi paling awal tiba pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk syurga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita (Nabi Shallallahu alaihi wasallam menyebut hari Jum'at). Maka hari (Jum'at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu dengan lafaz;

أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ اْلأَحَدِ، فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَاْلأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَاْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيَّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ.

“Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum'at, maka umat Yahudi memperoleh hari Sabtu, umat Nasrani memperoleh hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah untuk memperoleh hari Jum'at. Maka Allah menjadikan hari Jum'at, Sabtu dan Ahad, dan mereka (umat sebelum kita) berada di belakang kita pada hari kiamat. Kita datang paling akhir di dunia, tetapi paling awal datang di hari kiamat yang telah ditetapkan untuk mereka sebelum diciptakan seluruh makhluk.” (Hadits Riwayat  Muslim).

12. Meninggal Pada Hari Jum'at Sebagai Tanda ‘Husnul Khatimah’ 

Meninggal dunia pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah penanda ‘Husnul Khatimah’, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmizi).

13. Hari Terselamat Dari Siksa Kubur 

Orang yang meninggal pada Hari Jum'at, InsyaAllah akan selamat dari fitnah (bencana/siksa) kubur.

Daripada Abdullah bin Amr, sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam: “Tidak seorang Muslim yang mati pada hari Jum'at atau pun malam Jum'at, melainkan diselamatkan Allah  Subhanahu Wa ta'ala daripada fitnah kubur.” (Hadits Riwayat Tarmizi).

14. Hari Berlakunya Qiamat 

Jum'at merupakan hari yang selalu dikaitkan dengan berlakunya ‘Qiamat’ (hari pembalasan). Dalam suatu hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ada menyebut bahwa: “Pada hari Jum'at juga Qiamat akan berlaku. Pada hari itu tidaklah seorang yang beriman meminta sesuatu daripada Allah melainkan akan dikabulkan permintaannya.” (Hadits Riwayat Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Hari Yang Dijanjikan ialah Hari Qiamat. Hari Yang Disaksikan ialah Hari Arafah, dan Hari Yang Menyaksikan ialah Hari Jum'at. Matahari tidak terbit dan tidak terbenam pada mana-mana hari yang lebih mulia dan afdal daripada hari Jum'at.”

Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Pada hari itu Qiamat akan terjadi dan tidaklah seorang pun malaikat muqarrabun pun di sisi Allah Azzawajalla melainkan ia takut pada hari Jum'at, (tetapi) tidak langit dan tidak bumi melainkan ia merasa kasih pada hari Jum'at.” (Hadits Riwayat  Ibnu Majah dan  Al-Baihaqi).

15. Hari Dapat Melihat Allah Subhanahu Wa Ta'ala Di Syurga 

Hari tatkala Allah Subhanahu Wa Ta'ala menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di syurga.

Firman Allah Subhanahu wa ta'ala

وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ ﴿٣٥

“Dan di sisi Kami ada lagi tambahan (limpah kurnia yang tidak terlintas di hati mereka).”

(Surah Al-Jumuaah 50; Ayat 35).

Seorang sahabat, Anas bin Malik dalam mengulas ayat 35 di atas : “‘Dan Kami memiliki pertambahannya’; Beliau mengatakan; “Allah Subhanahu Wa Ta'ala menampakkan diri kepada mereka setiap Hari Jum'at.”

16. Hari dianjurkan memperbanyak Shalawat dan dimuliakannya para wali kaum mukminin 

Hari jumat dianjurkan memperbanyak salawat karena akan ditampakkan pada Rasulullah

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam  : “Perbanyaklah membaca salawat untukku pada hari jum'at, karena sesungguhnya salawatmu itu disaksikan, yang menyaksikan adalah para malaikat, dan sesungguhnya seseorang tidaklah ia membaca salawat kepadaku melainkan doa salawat itu mesti ditampakkan padaku, sehingga ia selesai bersalawat.” (HR. Ibnu Majah).

Ia juga adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,

(( وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ))

”Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)

Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”

17. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun. 

Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Semoga Hari Jum'at ini menjadikan kita insan yang lebih Bertaqwa, lebih Berhikmah, lebih Berjaya Dan Lebih Cemerlang di dunia dan akhirat. Jadi, marilah sama-sama kita berdoa agar Allah Subhanahu wa ta'ala memilih kita di kalangan golongan yang diberikan kelebihan oleh Allah ta'ala. 

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar).

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS

Jum'at, 16 Agustus 2024 M / 11 Shafar 1446 H. 

Ibadah di Hari Jum'at

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الجُمعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْن الجُمُعَةِ وَزِيادَةُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الحَصَا فَقَدْ لَغَا . (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, katanya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'nya kemudian mendatangi shalat Jum'at, lalu mendengarkan - khutbah serta berdiam diri - tidak bercakap-cakap sedikitpun, maka diampunilah untuk antara Jum'at itu dengan Jum'at yang berikutnya dan ditambah pula dengan tiga hari lagi. Barangsiapa yang memegang - mempermain-mainkan - batu kerikil - di waktu ada khutbah - maka ia telah berbuat kesalahan." (Riwayat Muslim no. 857).

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

1- Berwudhu' merupakan syarat sahnya shalat maka hendaknya dilakukan dengan benar, baik dan sempurna.

2- Makna ampunan baginya diantara dua Jum'at dan ditambah tiga hari, yaitu: Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh semisalnya.

3- Hadits tersebut sebagai isyarat adanya anjuran untuk fokus yaitu: hati, fikiran dan seluruh anggota badan kepada khutbah, dan menjauhkan dari yang sia-sia.

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :

-Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk berkumpul guna mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jum'at;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ۞

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah."  (QS. Al-Jumu'ah: 9).