Jumat, 03 April 2020

17 AYAT AL-QUR'AN TENTANG PERGAULAN DALAM ISLAM

Edisi Jum'at, 3 April 2020 M / 9 Sya'ban 1441 H

Pergaulan adalah jalinan atau hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga satu sama lain saling mempengaruhi. Pergaulan juga merupakan salah satu interaksi individu dalam lingkungan sosialnya. Pergaulan dapat berwujud sebagai hikmah silaturahmi dalam islam, persahabatan, juga perbuatan saling membantu atau tolong menolong. Pergaulan diperbolehkan dalam islam, Allah tidak melarang hamba hamba Nya untuk saling berinteraksi. Dalam islam pergaulan sudah diatur dengan etika dan berbagai syariat nya.

Pergaulan dalam islam harus sesuatu yang berniat positif, disertai dengan tetap menjaga diri dan kehormatan, serta memberikan manfaat dari pergaulan yang dilakukan tersebut, bukan bertujuan untuk sesuatu yang maksiat seperti memusuhi, pertengkaran, dll yang bertujuan menyakiti orang lain. Untuk lebih memahami pergaulan dalam sumber syariat islam, mari kita simak 17 ayat Al Qur’an tentang pergaulan dalam islam.

Allah Menciptakan Manusia Beraneka Ragam 

Allah dengan kuasa Nya menciptakan manusia beraneka ragam, tidak ada dua orang yang mirip dalam segi apapun walaupun merupakan kakak adik atau saudara kembar. Allah menciptakan setiap hamba dengan berbagai keunikannya dengan tujuan untuk saling mengenal, saling toleransi dan menghargai, serta saling berinteraksi secara islami.

1. QS Al Hujarat Ayat 13 

“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal”.

Pergaulan Secara Syariat Islam 

Dalam islam, diperbolehkan interaksi dengan cara islami sesuai syariat yang telah diatur dalam Al Qur’an dan Hadist, interaksi hendaknya sesuatu yang membawa kepada kebaikan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada kemungkaran.

2. QS Ali Imran Ayat 104 

“Hendaklah ada diantara kami segolongan yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan munkar. Itulah orang yang paling bahagia”

Pergaulan dengan Orang Orang yang Sholih 

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa diri kita adalah teman kita, bagaimana kebiasaan atau tingkah laku seseorang dapat dilihat dari teman teman pergaulannya, sebab itulah dalam islam dianjurkan untuk bergaul dengan orang orang yang sholeh sehingga kita nantinya dapat mencontoh teladan kebaikannya, dapat mengambil ilmu darinya, serta dapat mencegah kita dari pergaulan yang tidak sehat (tidak sesuai syariat islam) sehingga pergaulan tersebut berdampak positif dan menjadi sarana kita untuk memperbaiki diri. Berikut firman firman Allah tentang hal tersebut :

3. QS Ali Imran Ayat 101 

“Bagaimana mungkin kalian menjadi kafir sedangkan ayat ayat Allah dibacakan pada kalian dan Rasul Nya pun berada di tengah tengah kalian?”. 

Tindakan yang paling mudah dicontoh adalah kebiasaan dari tindakan dan tutur kata, jika kita bergaul dengan orang orang yang bertindak dan bertutur kata baik secara langsung kita akan mencontoh dan hal tersebut ikut menjadi kebiasaan baik diri kita pula.

4. QS At Taubah Ayat 119 

“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”.

Teman bergaul adalah cermin dari perilaku dan ahlaq kita, maka carilah teman pergaulan yang memiliki sifat jujur. 

5. QS Asy Syu’ara Ayat 99 – 101 

“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang orang yang berdosa. Maka kami tidak memberi syafaat seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab”. 

Jika ada seseorang yang sering mengajak kemaksiatan, ada baiknya menjauh dari orang tersebut sebab manusia bisa saja dalam kondisi iman yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau godaan syetan.

6. QS Ali Imran Ayat 118 

“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang orang di luar kalangan mu karena mereka tidak henti hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu”.

Pergaulan untuk Silaturahmi dan Menjaga Kedamaian 

Pergaulan dalam islam ditujukan untuk hal yang positif, untuk menjalin persaudaraan dengan bersilaturahmi dan menjaga kedamaian dengan sesama. Silaturahmi yang dilakukan dilakukan dengan niat ibadah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Hukum tolong menolong dalam islam memang sangat dianjurkan. 

7. QS An Nisa Ayat 1 

 “Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Allah memerintahkan hamba Nya untuk bersilaturahmi dengan jalan pergaulan yang sesuai syariat islam, hal itu merupakan salah satu perbuatan yang disukai Allah, dengan silaturahmi, akan memperbanyak saudara dan melapangkan rejeki.

8. QS An Nahl Ayat 90 

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.

Selain pergaulan dengan niat silaturahmi, tolong menolong dalam kebaikan juga dianjurkan dalam islam, hal itu dapat memberikan kebahagiaan dan bermanfat untuk orang lain. 

Pergaulan dengan Niat Menyebarkan Ilmu 

Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari no 3461). Hadist tersebut merupakan salah satu dari perintan Rasulullah untuk menyampaikan sebuah ilmu (ayat Al Qur’an dan Hadist) walaupun hanya satu ayat atau satu kata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pergaulan yang sehat dengan niat ibadah karena Allah. Sedikit ilmu yang disampaikan tetap akan menjadi amal jariyah bagi orang yang melakukannya.

9. QS An Nahl Ayat 44 

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya”. 

Dalam firman tersebut contohnya ialah pergaulan dalam sebuah majelis atau pengajian yang membahas tentang syariat agama. Hal yang demikian selain menambah saudara dan ilmu, juga mendapat pahala dari Allah

10. QS Al Furqon Ayat 57 

“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan kepatuhan orang orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya”. 

Dalam menyampaikan ilmu tak harus menerima upah atau imbalan, memberikan ilmu yang bermanfaat dijamin pahala kebaikannya oleh Allah.

Pergaulan Bukan dengan Niat Zina 

Contohnya yang demikian ialah pergaulan yang tidak ada batasan antar lawan jenis, misalnya pacaran, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, atau bepergian bersama dengan yang bukan mahram nya tanpa alasan sesuai syariat islam. Hal itu tentu tidak diperbolehkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan yang menjurus kepada zina, sedangkan pergaulan dalam islam boleh dilakukan dengan syarat bertujuan untuk kebaikan dan tetap menjaga diri serta kehormatan.

 11. QS Al-Isra' Ayat 32 

"Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan."

Zina merupakan dosa besar yang harus kita hindari, oleh karena itu hendaknya kita menjauhi zina dengan cara menjaga pergaulan yang sesuai syariat. 

12. QS An Nisa Ayat 25 

"Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.

Wanita yang baik menurut islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. 

13. QS Al Mu’minun Ayat 7 

"Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”

Pergaulan yang tidak sehat seperti hal nya pacaran tentu tidak diijinkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan zina yang melampaui batas dan tidak di ridhoi Allah. 

Menjaga Diri dalam Pergaulan 

Di jaman yang sangat terbuka seperti saat ini dimana berbagai contoh baik dan buruk mudah sekali didapat di media baik televisi maupun internet, sebagai umat mukmin wajib menghindari segala sesuatu yang tidak sesuai syariat islam, iman adalah yang menjadi pondasi nya, dengan memiliki iman yang kuat, seseorang akan mampu membedakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Hendaknya dalam pergaulan tetap disertai dengan rasa istiqomah untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.

14. QS An Nuur Ayat 31 – 32 

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”.

Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat islam.

15. QS Al Ahzab  Ayat 53. 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak(pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah."

 Pergaulan dengan Tetap Teguh pada Syariat Islam 

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam, berbagai agama, suku, dan status sosial. Sebagai umat mukmin kita wajib berpegang teguh pada syariat islam dalam pergaulan kita, boleh saja memiliki teman berbagai agama dan suku, tetapi syariat islam tetap yang utama, dalam contoh kehidupan sehari hari ialah misalnya kita berteman dengan orang yang beragama lain yang mereka memiliki kebiasaan merayakan hari tertentu seperti hari Natal, hari Valentine, Hari  Waisyak,  Hari Galungan  dll yang tidak ada hubungannya dengan islam maka kita tidak seharusnya untuk ikut merayakan sebab tidak ada dalam syariat agama islam.

16. QS Asy Syura Ayat 15 

“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. 

Tetap berteman dengan semua orang di lingkungan kita tanpa terpengaruh hal hal yang di luar syariat islam. Amal kita lah yang akan menjadi bekal di akherat nanti dan biar setiap hamba Allah bertanggung jawab atas amalnya masing masing.

17. QS Al Kafirun Ayat 4 – 6 

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”.

Tiap agama tentu memiliki kepercayaan masing masing terhadap sesuatu yang mereka sembah. Tak perlu saling menjauhi, menghina, atau memusuhi, tetap lakukan pergaulan dengan lingkungan sekitar dan kuatkan diri dengan rasa iman.

Demikian artikel tausiah mengenai 17 ayat tentang pergaulan islam, mudah mudahan dapat diaplikasikan untuk kehidupan sehari hari. Terima kasih.

Semoga bermanfaat....

Kamis, 02 April 2020

17 KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN PENTINGNYA BELAJAR

Edisi Kamis,  2 April 2020 M / 8 Sya'ban 1441 H

Menuntut ilmu memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain itu kita bisa paham dengan konsep kehidupan dan bidang lainnya. Apalagi dalil menuntut ilmu sudah tertera dalam Al Quran dan hadits. Allah SWT menyeru menuntut ilmu bukan semata-mata untuk kebaikan di dunia, tetapi bekal hingga akhirat. Terdapat juga keutamaan menuntut ilmu selain bisa menaikkan derajat mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

Ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat meningkatkan martabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa maklumat tertentu dalam proses menuntut ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah SWT. Dengan adanya ilmu, manusia dapat membaca Al Quran yang mana terkandung segala persoalan yang nyata di muka bumi ini. Ilmu juga membolehkan manusia mengkaji alam semesta ciptaan Allah ini.

Menuntut ilmu tidak hanya terbatas pada hal-hal ke akhiratan saja, tetapi juga tentang keduniaan. Jelaslah kunci utama keberhasilan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat adalah ilmu. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”

Untuk kehidupan dunia kita memerlukan ilmu yang dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di akhirat. Kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat membekali kehidupan akhirat. Dengan demikian, kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai tujuan hidup insya Allah akan tercapai.

Menuntut ilmu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh kita sebagai umat manusia. Karena dengan menuntut ilmu dapat memperluas wawasan kita tentang pengetahuan sehingga kita dapat diakui oleh lingkungan masyarakat yang ada di sekitar kita. Selain itu, menuntut ilmu juga salah satu bentuk ibadah  yang diwajibkan di dalam Islam. Berikut ini keutamaan menuntut ilmu, diantaranya:

1. Dapat Mengetahui Kebenaran 

Dengan Ilmu kita bisa menjadi saksi kebenaran tentang keberadaan Allah dan itu disebutkan dalam firman Allah SWT:

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak untuk disembah) melainkan Dia, Yang Menegakkan Keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga yang menyatakan demikian itu). Tak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran : 18)

2. Mendapatkan Pahala Sama dengan Orang yang Diajarkan 

Dari penjelasan Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia memaparkan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang menunjuk kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Kemudian diperkuat dengan hadits lainnya yang melengkapi penjelasan sebelumnya yakni, sabda Rasulullah berikut ini :

“Barang siapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR Ibnu Majah)

3. Tanda Seseorang Diberikan Petunjuk dan Hidayah 

Ketika seorang hamba mendapatkan kemudahan untuk memahami serta mempelajari ilmu syar’i. Itu berarti bahwa Allah telah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, serta membimbing hambanya menuju kepada perihal yang diridhai-Nya.

Dengan keberadaan ilmu tersebut kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, selain itu juga kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Hal tersebut telah dikatakan pada Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga ada hadits lain yang berbunyi :
“Sesungguhnya Allah S.W.T menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan, Lalu Allah memberikan kepada mereka dari cahaya-Nya, maka siapa yang mendapatkan cahaya tersebut, maka dia mendapatkan hidayah, dan siapa yang tidak mendapatkannya maka dia tersesat.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Disahihkan oleh syaikh Al-Albani)

4. Ahli Ilmu Lebih Utama Daripada Ahli Ibadah 

Ilmu saja sebenarnya merupakan bagian dari sebuah ibadah, yaitu jika ilmu yang kita miliki diajarkan kepada manusia lain akan bernilai jariyah. Selain itu dengan Ilmu kita dapat lebih mengerti tentang ibadah yang kita lakukan sehingga niat, maksud, dan tujuan dari kita ibadah lebih terarahkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dimana yang dimaksud dalam hadits ini bahwasanya ahli ilmu itu sangat sedikit sedangkan ahli ibadah, itu bisa mencakup hampir seluruh muslim yang jumlahnya sangat banyak.

5. Terhindar dari Fitnah dan Laknat Allah Azza Wa Jalla 

Hal ini telah disebutkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali zikir kepada Allah dan amalan- amalan ketaatan, demikian pula seorang yang alim atau yang belajar.” (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh syaikh Al-Albani dalam sahih al-jami’)

Dalam menjelaskan makna dari hadits tersebut, syaikh Al-Munawi berkata: “dunia terlaknat, disebabkan karena ia memperdaya jiwa-jiwa manusia dengan keindahan dan kenikmatannya, yang memalingkannya dari beribadah kepada Allah lalu mengikuti hawa nafsunya.” (Tuhfatul ahwadzi:6/504)

6. Dia yang Paling Takut Pada Allah Adalah Orang Yang Berilmu 

Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).

7. Allah Tidak Memerintahkan Nabi-Nya Meminta Tambahan Selain Ilmu 

Allah berfirman:
“Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu“. (QS. Thaaha [20] : 114). Ini dalil tegas diwajibkannya menuntut ilmu.

8. Orang Yang Di pahamkan Agama Adalah yang Dikehendaki Kebaikan 

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

9. Amalan yang Tidak Akan Terputus 

Mencari ilmu merupakan bentuk amalan yang tidak akan terputus. Sebagaimana anjuran menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat, maka amalan ini merupakan amalan yang harus terus dilakukan. Mereka yang sudah tidak muda lagi saja masih memiliki  semangat yang luar bisa untuk terus belajar, maka bagi anda yang dalam kondisi sempurna dan normal justru bermalas malasan. Hal ini juga ditegaskan dalam hadits berikut ini :

”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)

10. Perintah Allah SWT 

Perintah menuntut ilmu merupakan perintah langsung dari Allah kepada nabinya Muhammad SAW untuk meminta ditambahkan ilmu seperti pada  tujuan penciptaan manusia menurut Islam. Maka sebagai umatnya kita juga wajib melaksanakan perintah ini.  Sebagaimana dalam firman Allah,

“Dan katakanlah: Ya Rabb ku, tambahkanlah kepadaku ilmu” (QS.Thahaa 114)

11. Orang Berilmu Akan Diangkat Derajatnya 

Dengan mencari ilmu, maka kita akan menjadi seorang yang berilmu dan sebagai cara  sukses dunia akhirat menurut Islam. Jangan lupa bahwa janji Allah yang kepada mereka yang berilmu ialah mengangkat derajat mereka. Sebagaimana dalam Firman Allah berikut ini :

“Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan). (QS. Mujadilah 11)

12. Keberadaan Ilmu Merupakan Sebuah Anugerah 

Ilmu merupakan sebuah anugerah dan juga  dasar hukum Islam yang di karuniakan Allah SWT .  Maka dari itu, mencari ilmu merupakan sebuah keutamaan yang luar biasa, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini :

“Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah”. ( QS. Al-Baqarah 269)

13. Ilmu Sebagai Benteng dari Syubhat dan Fitnah 

Karena dengan keutamaan menuntut ilmu kita dapat menjaga diri dari berbagai syubhat (kerancuan pemikiran) yang menyerang. Dengan ilmu juga kita dapat membantah argumen orang-orang yang ingin merusak agama.

14. Ilmu adalah Jalan Menuju Surga 

Dengan ilmu kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

15. Menjalankan Kewajiban 

Jika diingat kembali bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan surat Al-alaq 1-5 yang di dalamnya berisi perintah untuk membaca. Dalam hal ini tentu sangat berkaitan dengan keutamaan mencari ilmu, dimana tentunya hal ini merupakan sebuah bentuk kewajiban yang harus dijalankan oleh semua umat muslim yang ada di dunia. Dimana untuk senantiasa mencari ilmu agar memperoleh nilai nilai dan pengetahuan yang bermanfaat. Hal tersebut sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5)

16. Kebaikan Orang Berilmu 

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada kehidupan yang baik kecuali bagi dua orang: orang berilmu yang pengetahuannya dijalankan dan bermanfaat, serta orang yang mau mendengarkan pelajaran.” (Al-Kafi, jilid 1, Bab Shifah al-ilmi wa Fadhllihi, hadis 7)

17. Pewaris Para Nabi 

Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan baik dirham maupun dinar. Mereka hanya meninggalkan hadis. Maka barangsiapa mengambilnya, ia telah mendapatkan keuntungan besar. Perhatikanlah dari mana kamu memperoleh pengetahuanmu ini!, Sesungguhnya sejumlah orang adil dari Ahlulbait ada di setiap masa. Ia menjaga ilmu dari tahrif yang dilakukan orang-orang yang melampaui batas, klaim yang tak mendasar dan menyimpang, serta pemikiran dari orang-orang bodoh.” (Al-Kafi, jilid 1, Bab Shifah al-ilmi wa Fadhllihi, hadis 7)

Demikian tausiah yang dapat disampaikan sore ini tentang 17 Keutamaan Menuntut Ilmu dan Pentingnya belajar, semoga menjadi tambahan info dan penambah semangat kita untuk terus belajar dalam menuntut ilmu, dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca. 

Semoga bermanfaat....

Rabu, 01 April 2020

17 CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Edisi Rabu, 1 April 2020 M / 7 Sya'ban 1441 H

Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah begitu banyak memberikan nikmat untuk para hamba-Nya. Akan tetapi, apakah anda sudah merenungkan semua nikmat pemberian dari Allah tersebut?. Jika kita coba merenungi, maka bisa ditemukan begitu banyak nikmat yang Allah berikan untuk kita semua seperti contohnya nikmat kesehatan sehingga kita bisa menggerakkan tubuh untuk beraktivitas sampai pada nikmat Iman dan Islam.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. An Nahl: 18].

Selain itu ada pula dalil di dalam Al – Qur’an tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah.” [QS Al Baqarah: 172]

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mensyukuri nikmat yang sudah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan untuk kita dan pada tausiah kali ini, akan kami berikan ulasan selengkapnya mengenai cara mensyukuri nikmat Allah untuk anda.

1. Mensyukuri Dengan Menggunakan Hati 

Mensyukuri dengan hati dilakukan dengan mengakui dan meyakini jika semua nikmat yang kita rasakan hanya semata-mata berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita sebagai manusia hanya menjadi perantara sehingga segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak-Nya. Dengan bersyukur dalam hati, kita akan merasakan ketulusan dari nikmat yang telah Allah SWT berikan baik nikmat iman, ihsan, dan islam selama hidup.

2. Mensyukuri Dengan Lisan 

Seorang hamba yang mensyukuri, maka lisannya akan senantiasa dipergunakan untuk dzikir serta mengucapkan Alhamdulillah yang dilakukan sebagai bentuk pujian atas nikmat yang sudah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain itu, berbicara tentang nikmat yang diberikan Allah pada orang lain juga menjadi bentuk dari rasa syukur serta pengakuan pada Allah. Ini semua dilakukan tidak untuk membanggakan diri sendiri dan menyebabkan rasa iri untuk orang lain. Kemudian, mensyukuri dengan lisan bukanlah suatu perbuatan Riya, karena tidak ada dalil yang menyatakan bahwa mengucap syukur secara lisan adalah Riya.

3. Mensyukuri Dengan Anggota Tubuh 

Mensyukuri dengan anggota tubuh adalah melakukan banyak ketaatan pada Allah dan tidak memakai anggota tubuh untuk tujuan kemaksiatan. Mata hanya di pakai untuk melihat hal baik, telinga hanya di pakai untuk mendengar yang bermanfaat dan anggota tubuh lain hanya digunakan untuk beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus menjalankan perkara yang sudah diwajibkan Allah dan menjadi sunnah Rasulullah.

Semua anggota tubuh yang sudah diberikan Allah hanya dipakai untuk menunjukkan ketaatan dan mempergunakan semua nikmat tersebut untuk beramal shalih beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

4. Mensyukuri Dengan Lidah 

Mensyukuri nikmat Allah dengan lidah bisa dilakukan dengan cara memperbanyak ucapan Alhamdulillah dan wa syukru lillah. Cara mensyukuri nikmat yang sudah Allah dengan lidah berikutnya adalah dengan tafakkur pada Allah SWT, pandangan mata batin jika Allah merupakan Sang Maha Pemberi nikmat itu serta bersifat qana’ah yakni untuk urusan duniawi melihat ke bawah dan urusan agama melihat ke atas.

Berpikirlah secara positif pada semua nikmat yang telah Allah berikan, sebab pada dasarnya, nikmat merupakan bentuk ujian dari pandai tidaknya kita untuk bersyukur. Sebab banyak orang hanya ingat Allah di kala susah yang merupakan ujian, namun sering lupa akan Allah saat mendapat ujian dengan nikmat kesenangan.

5. Mensyukuri Dengan Amal Perbuatan 

Mensyukuri dengan amal perbuatan bisa dilakukan dengan ketaatan kita hamba-Nya saat melaksanakan semua yang sudah diperintahkan serta menjauhi semua larangan-Nya. Perintah yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan menunaikan semua perintah Allah yang bersifat wajib, sunnah dan juga mubah.

6. Mensyukuri Dengan Memuji Allah 

Cara mensyukuri nikmat Allah berikutnya adalah dengan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas semua karunia yang sudah diberikan pada kita. Ini bisa dilakukan dengan memanjatkan puji syukur serta menceritakannya secara lahir, sebab dengan mengingat dan menceritakan nikmat yang sudah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka akan mendorong kita untuk lebih bersyukur.

7. Mensyukuri Dengan Menjaga Kesehatan 

Mensyukuri dengan menjaga kesehatan badan bisa dilakukan dengan menghindari rokok serta minuman keras. Kedua hal tersebut adalah mudharat dan akan memberikan banyak masalah kesehatan untuk tubuh kita. Selain itu, janganlah berjudi sebab ini adalah haram hukumnya yang akan menyebabkan seseorang bisa menjadi stress bahkan mengalami stroke.

8. Mensyukuri Dengan Pola Hidup Sehat 

Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara menjaga makan, istirahat sekaligus berolahraga yang merupakan bagian dari pola hidup sehat. Dengan menjalankan pola hidup sehat ini juga merupakan salah satu cara untuk mensyukuri nikmat sehat di dalam Islam yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

9. Mensyukuri Dengan Menjaga Kebersihan 

Islam juga menaruh perhatian lebih dalam urusan menjaga kesehatan serta mensyukuri nikmat sehat yakni dengan cara selalu menjaga kebersihan. Ini senada dengan anjuran menjaga kebersihan yakni “Annadha fatu minal iman” yang berarti kebersihan adalah sebagian dari iman.

Menjaga kebersihan bisa dilakukan dengan berusaha meraih kesehatan serta bagian dari begitu banyak ulasan kesehatan. Dengan memiliki fisik sehat, maka otomatis kita akan lebih khusyuk saat beribadah, fokus saat bekerja dan belajar, lebih memperdalam amanah sekaligus lebih total dalam mengerjakan segala urusan.

10. Mensyukuri Dengan Taat Beribadah 

Salah satu bentuk nyata mensyukuri nikmat Allah adalah dengan meningkatkan ibadah dan bukan sebaliknya yakni berbuat lebih banyak kemaksiatan, sebab pada dasarnya, merealisasikan segala macam amal shalih merupakan bentuk dari mensyukuri nikmat Allah.

11. Mensyukuri Dengan Senyuman 

Senyum menjadi salah satu bentuk ucapan syukur atas semua nikmat yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain itu, senyuman juga akan memberikan energi positif untuk banyak orang lain sehingga bisa ikut merasakan nikmat Allah yang sudah diberikan pada kita.

12. Mensyukuri Dengan Acara Syukuran 

Mengadakan sebuah acara syukuran menjadi bentuk dari wujud ucapan syukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala saat ada hajat yang kita inginkan tercapai. Hal ini dilakukan untuk ucapan rasa berterima kasih kita pada Allah karena sudah membuat terlaksana sesuatu yang kita inginkan.

13. Mensyukuri Dengan Harta 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bersyukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menggunakan harta seperti belajar, mengamalkan serta berdakwah ajaran Islam, berjihad untuk membela Islam dan kaum muslim yang dibutuhkan, membangun masjid dan mushola, membangun sarana pendidikan, membantu kaum fakir miskin dan orang terlantar. Ini semua dapat dilakukan untuk memanjatkan rasa syukur pada Allah atas segala nikmat yang sudah Ia berikan untuk kita.

14. Mensyukuri Dengan Zakat dan Menunaikan Haji 

Cara mensyukuri nikmat Allah berikutnya adalah dengan mengeluarkan zakat serta menunaikan ibadah haji jika mampu dan sudah memenuhi segala syarat wajibnya. Alangkah baiknya jika kita menggunakan harta benda yang kita miliki untuk lebih meningkatkan zakat dan menunaikan ibadah haji sebagai salah satu bentuk syukur atas rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

15. Mensyukuri Dengan Kegiatan Sosial 

Cara mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala berikutnya adalah dengan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan sosial dari mulai hal yang sederhana seperti membersihkan lingkungan sekitar yang juga menjadi bentuk wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan untuk kita.

16. Mensyukuri Dengan Mengingat Nikmat Allah 

Untuk lebih menumbuhkan perasaan syukur yang lebih mendalam pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya :
Melihat yang berada di bawah kita.
Mengingat keutamaan syukur sebab orang beriman akan yakin jika bersyukur pada Allah maka akan mendapat kenikmatan.

17. Mensyukuri dengan Cara Merenung dan bukan membayangkan 

Melihat yang memberi nikmat, bukan ukuran besar kecilnya nikmat yang diberikan. “Jika engkau mendapatkan nikmat dari Allah, jangan lihat besar kecilnya nikmat, tapi
lihatlah yang memberi nikmat (Rabbul ’alamin)”.
Melihat yang berada di bawah kita.
Mengingat keutamaan syukur sebab orang beriman akan yakin jika bersyukur pada Allah maka akan mendapat kenikmatan.
Menyadari jika yang mampu memberikan hidayah bersyukur hanya Allah semata.

Demikian pembahasan dari kami kali ini tentang beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah yang sudah diberikan untuk kita semua. Mudah-mudahan bisa semakin memperdalam wawasan kita tentang Islam.

Semoga bermanfaat....