Minggu, 03 Januari 2021

17 AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG DUNIA

Edisi Ahad, 3 Januari 2021 M / 19 Jumadil Awwal 1442 H

Dunia adalah tempat persinggahan sementara. Kita kelak akan meninggalkan dunia yang hina ini. Celakalah orang yang mengambil dunia sebagai pegangan utamanya dan mengabaikan kehidupan akhirat. Orang beriman tidak pantas menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Dunia ini sangat hina, sangat memperdaya, hanya permainan. Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama, tapi jangan lupakan bagian kita di dunia.

Silahkan cari gelar pendidikan setinggi-tingginya, silahkan memiliki harta yang banyak, silahkan kejar dunia, tapi jangan jadikan itu tujuan utama. Tujuan kita di akhirat. Memang saat di dunia, akhirat hanya khayalan. Tetapi ketika kita di akhirat, dunia lah yang menjadi khayalan.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang dunia. Simak selengkapnya pada tulisan ini.

1. Q.S. Huud : 15 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (Q.S. Huud : 15)

2. Q.S. Al-A’raaf : 156 

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (Q.S. Al-A’raaf : 156)

3. Q.S. Al-A’raaf : 51 

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (Q.S. Al-A’raaf : 51)

4. Q.S. Al-Ahqaaf : 35 

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Q.S. Al-Ahqaaf : 35)

5. Q.S. Al-An’aam : 130 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-An’aam : 130)

6. Q.S. Al-An’aam : 27 

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (Q.S. Al-An’aam : 27)

7. Q.S. Al-Baqarah : 114 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (Q.S. Al-Baqarah : 114)

8. Q.S. Al-Baqarah : 212 

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Q.S. Al-Baqarah : 212)

9. Q.S. Al-Hadiid : 20 

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Q.S. Al-Hadiid : 20)

10. Q.S. Al-Hajj : 15 

مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ

Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya. (Q.S. Al-Hajj : 15)

11. Q.S. Al-Israa’ : 18 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.S. Al-Israa’ : 18)

12. Q.S. Al-Jaatsiyah : 24 

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (Q.S. Al-Jaatsiyah : 24)

13. Q.S. Al-Jaatsiyah : 35 

ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. (Q.S. Al-Jaatsiyah : 35)

14. Q.S. Al-Kahf : 28 

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Q.S. Al-Kahf : 28)

15. Q.S. Al-Qashash : 77 

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qashash : 77)

16. Q.S. Ali ‘Imran : 117 

مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Q.S. Ali ‘Imran : 117)

17. Q.S. Ali ‘Imran : 14 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Q.S. Ali ‘Imran : 14)

Itulah berbagai ayat Al-Quran yang membicarakan tentang dunia. Semoga tulisan ini menjadikan kita tidak mengedepankan dunia dibandingkan akhirat. Semoga menjadi renungan dan introspeksi bagi diri kita masing-masing.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 01 Januari 2021

17 KEDUDUKAN SHALAT DALAM ISLAM DAN DALILNYA

Edisi Sabtu, 2 Januari 2021 M / 18 Jumadil Awwal 1442 H

Shalat merupakan salah satu ibadah yang menjadi kewajiban utama umat muslim dan merupakan rukun islam yang kedua. Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 238 “Peliharalah semua shalat mu , berdirilah untuk Allah dalam shalat mu yang khusyu”.

Dalam islam, shalat wajib terdiri dari 5 waktu yaitu subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya’ yang di dalamnya memiliki berkah berkah masing masing dan kerugian bagi yang tidak melaksanakan. Shalat menjadi jalan untuk mengingat sejenak dan berdoa kepada Allah, ketika sedang bekerja atau dalam kesibukan yang padat, dengan shalat akan membuat hati dan pikiran menjadi tenang dan lebih segar, yang tentunya akan membuat seseorang lebih bersemangat ketika kembali melanjutkan pekerjaan. Shalat juga merupakan salah satu ujian bagi umat mukmin, apakan ia mampu istiqomah menjalankannya dalam keadaan apapun.

Allah menjunjung tinggi amal ibadah shalat ini, berikut kedudukan shalat dalam islam

1. Tiang Agama 

“Pokok perkara adalah islam, tiangnya adalah shalat”. (HR Tirmidzi 2616). Tiang berarti dasar utama sebuah bangunan, jika dasar tersebut rusak maka hancurlah bangunan tersebut. Begitu pula dengan shalat, jika seorang mukmin mampu menjalankan shalat dengan khusyu’ dan istiqomah InsyaAllah akan memiliki dasar yang kuat dalam kehidupan sehari hari, ia akan hidup sesuai syariat islam, dalam petunjuk Allah, dan jalan yang lurus.

2. Amalan yang Pertama Kali Dihisab 

Di hari kiamat nanti ketika semua makhluk dihitung amal nya, yang pertama kali dilihat adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka keseluruhan dari amal perbuatannya dianggap baik, sebab itu hendaklah senantiasa menjalankan shalat wajib 5 waktu agar memiliki bekal untuk kehidupan akherat kelak, hal ini dijelaskan secara nyata dalam sebuah hadits, dariAbu Hurairah Rasulullah bersabda “amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya, apabila shalatnya baik maka dia akan mendapat keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi”.

3. Rukun Islam Kedua 

Sebagaimana kita ketahui bahwa rukun islam yang pertama adalah membaca syahadat, yang kedua adalah shalat seperti hadits berikut : “…rukun islam kedua yaitu mendirikan shalat…”. (HR Bukhari : 8), jika shalat tidak dijalankan sama saja tidak menjadi umat mukmin yang sempurna sebab tidak menjalankan kewajiban dasar (rukun) islam.

4. Diwajibkan Langsung Tanpa Perantara 

Allah memberi wahyu pada nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyampaikan perintah kepada segenap umat muslim bahwa shalat adalah kewajiban, Allah menyampaikan perintah tersebut secara langsung kepada Rasululllah ketika Isra’ dan Mi’raj tanpa perantara malaikat Jibril. Hal itu menunjukkan pentingnya ibadah shalat dimana Allah langsung yang menyampaikan perintah tersebut.

5. Ciri Orang Bertaqwa 

Shalat merupakan kewajiban merata bagi umat muslim, setiap manusia diperintahkan untuk menyampaikan dan senantiasa saling mengingatkan untuk menjalankannya, dalam keluarga misalnya, seorang suami bertanggung jawab atas ibadah shalat istri dan anak anak nya kelak, wajib bagi nya untuk memastikan keluarga nya menjalankan ibadah shalat sebagai wujud dan cara meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah seperti firman Nya berikut, “dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertaqwa”. (QS Thaha : 132).

6. Diperingan Oleh Allah 

Awalnya Allah mewajibkan shalat sebanyak 50 rakaat dalam sehari, ini menunjukkan bahwa Allah amat menyukai ibadah shalat. Kemudian Allah memberi keringanan dengan menurunkan menjadi shalat 5 waktu dalam sehari semalam, tetapi shalat tersebut tetap dihitung sebanyak pahala 50 shalat, ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan shalat di sisi Allah. Shalat 5 waktu tidaklah membutuhkan waktu yang lama, hendaknya kita senantiasa bisa menjalankannya tepat waktu sebab Allah senantiasa mengingat hamba yang mengingat Nya pula.

7. Dipuji Oleh Allah 

“dan ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, ia adalah orang yang di ridhai di sisi Rabb Nya”. (QS Maryam : 55). Allah menyukai orang yang teguh dalam menjalankan shalat, shalat sama halnya dengan berdoa dimana semua bacaan di dalamnya adalah memohon perlindungan dan kebaikan kepada Allah, Allah akan memberi ridha pada setiap urusannya.

8. Terhindar Dari Sesat 

Iblis senang melihat manusia dalam kondisi sesat, sebagai umat muslim tidak selayaknya terpengaruh oleh tipu daya iblis, umat muslim wajib memiliki landasan keimanan kuat yang tidak mudah lengah oleh godaan, dengan shalat, seseorang akan dilindungi dari bisikan syetan dan terhindar dari jalan yang sesat, orang yang tidak menjalankan shalat akan hidup dalam kebimbangan karena jauh dari petunjuk Nya, Allah menjelaskan dalam firman Nya “maka datanglah sesudah mereka pengganti orang yang menyia nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu mereka, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (QS Maryam : 59).

9. Wasiat Rasulullah 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam setiap kesempatan senantiasa mengingatkan umat nya untuk istiqomah menjalankan shalat dengan menyampaikan pesan : “jagalah shalat kalian”. (HR Ahmad 6/290). Menjaga artinya selalu melaksanakan, dalam kondisi sehat atau sakit, muda atau tua, di rumah atau dalam kondisi bepergian, bahkan dalam kondisi perang pun shalat tetap wajib dijalankan.

10. Perkara yang Terakhir Hilang 

Jika shalat telah hilang, maka hilang pula agama secara keseluruhan. “Tali islam akan putus seutas demi seutas, setiap kali terputus manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang paling terakhir adalah shalat”. (HR Ahmad 5/251).

Penjelaan dari hadits tersebut ialah, ketika seorang muslim terputus dari hukum islam, ia masih disebut sebagai umat islam, tetapi ketika ia putus shalat, maka putuslah agamanya atau disebut dengan kafir. Seseorang yang mengaku beragama Islam tetapi tidak menjalankan shalat maka tidak dianggap sebagai umat islam.

11. Kewajiban Sejak Anak Anak 

“Perintahkan anak anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika mereka berumur 10 tahun dan tidak mau menjalankan shalat”. (HR Abu Daud 495). Hadits di atas menegaskan bahwa shalat harus dibiasakan sejak kecil, hal ini merupakan kewajiban orang tua, ketika anak masih kecil wajib diajarkan dan diberi teladan untuk menjalankan shalat 5 waktu agar ketika dewasa nantinya dia menjalankan dengan istiqomah dan memiliki dasar iman yang kuat. Selain itu kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah saling mengingatkan dalam hal kebaikan.

12. Tidak Bisa Digantikan 

Terkadang manusia dalam kondisi lalai, misalnya dalam kondisi sangat lelah dan tertidur hingga bangun melewati waktu subuh dan lupa menjalankan shalat subuh, maka dia tetap wajib mengganti shalat tersebut langsung ketika dia ingat jam berapapun dia bangun, hal ini wajib seperti dalam hadits berikut “Barang siapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya ialah shalat ketika ia ingat”. (HR Muslim no 684). Allah maha pengampun, tentunya dalam kondisi yang tidak disengaja Allah memberi keringanan, tetapi hal tersebut tidak selayaknya menjadi kebiasaan, umat muslim harus menjalankan shalat wajib tepat waktu sebab sudah menjadi kewajiban. Sesuatu yang rutin dilaksanakan tentu akan terasa kurang atau mengganjal jika tidak dilakukan.

13. Dalam Keadaan Apapun 

“Jika kau takut ada bahaya maka shalatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan”. (QS Al Baqarah 238). Shalat tetap wajib dijalankan walaupun berada dalam perjalanan atau situasi yang tidak aman, boleh dilakukan dengan cara cara yang dijelaskan syariat islam seperti hadits di atas yaitu dijalanan dengan berjalan kaki atau berkendaran jika kondisi tidak memungkinkan untuk berhenti. Tentu akan memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah karena mampu menjalankan perintah Nya dengan istiqomah.

14. Mendapat Pertolongan Allah 

“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153). Manusia senantiasa diuji Allah baik dengan kesenangan atau kedukaan, dengan ujian tersebut akan dinilai oleh Allah siapa hamba Nya yang memiliki amal terbaik, apapun yang kita alami baik dalam kondisi lapang atau sempit, shalat tetaplah menjadi kewajiban utama, ketika dalam kondisi lapang kita wajib shalat sebagai bentuk syukur kepada Allah, ketika kondisi sempit pun kita wajib shalat agar Allah memberikan ketenangan dan pertolongan. Orang yang mengingat Allah ketika senang akan diingat dan diberi petunjuk pula oleh Allah ketika dalam kondisi sempit.

15. Allah mencela orang yang melalaikan dan malas-malasan dalam menunaikan shalat. 

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59).

Dalam ayat lain disebutkan,

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’: 142).

16. Allah membuka amalan seorang muslim dengan shalat dan mengakhirinya pula dengan shalat. 

Ini juga yang menunjukkan ditekankannya amalan shalat.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9).

17. Penyebab Masuk Neraka Jika Ditinggalkan 

Hidup di dunia hanyalah sementara untuk mencari bekal hidup di akherat yang pasti berjalan selama lamanya, begitu banyak diriwayatkan dalam Al Qur’an orang orang yang menyesal tidak menjalankan shalat ketika di dunia dan memohon agar dikembalikan ke dunia agar bisa memperbaiki amal perbuatannya, tentu tidak akan mungkin sebab ketika manusia telah kehilangan nyawa maka kehilangan kesempatan untuk beribadah.

Sebab itu kita yang masih diberi kesempatan wajib dipergunakan sebaik mungkin untuk beribadah sebanyak banyaknya dengan beriman kepada Allah, ada pepatah yang mengatakan “shalatlah sebelum dishalati”, yang menjelaskan bahwa kita wajib menjalankan shalat sebelum kita di shalati ketika meninggal dunia nanti, tentu setiap umat tidak ingin masuk neraka seperti kisah dalam ayat Al Qur’an berikut “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka saqar? Mereka menjawab dahulu kami tidak termasuk orang yang mengerjakan shalat’. (QS Al Muddatstsir : 42-43). Sebab itu bersyukurlah masih diberi kesempatan.

Demikian artikel tausiah kali ini, semoga menambah kecintaan anda untuk menjalankan ibadah shalat dengan istiqomah. 

Semoga bermanfaat....

17 AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG 'ARSY

Edisi Jum'at, 1 Januari 2021 M / 17 Jumadil Awwal 1442 H

Salah satu di antara ciptaan Allah Tabaraka Wa Ta’ala adalah ‘Arsy. ‘Arsy adalah makhluk Allah Ta’ala yang paling besar. ‘Arsy berada di atas langit. Di atas ‘Arsy inilah Tuhan kita Allah Jalla Jalaluh bersemayam sesuai yang dikehendaki-Nya. ‘Arsy memiliki empat pemikul, dan pada hari kiamat akan berjumlah delapan (karena ditambah empat). ‘Arsy memiliki kaki yang ditopang oleh para malaikat-Nya. Adapun salah satu sifat ‘Arsy disebutkan dalam banyak hadits.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

"Aku telah diizinkan untuk menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa ‘Arsy. Sesungguhnya antara daun telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun." (HR. Abu Daud, no. 4727)

Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dia berkata,

"Antara langit dunia dengan langit berikutnya berjarak lima ratus tahun dan jarak antara masing-masing langit berjarak lima ratus tahun. Antara langit ketujuh dengan Kursi berjarak lima ratus tahun. Sedangkan jarak antara Kursy dengan air berjarak lima ratus tahun. ‘Arsy berada di atas air, sedangkan Allah berada di atas ‘Arsy. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya amal-amal kalian." (HR. Ibnu Khuzaimah dalam At-Tauhid, hal. 105, Baihaqi dalam 'Al-Asma wa Ash-Shifat, hal. 401. Riwayat ini dishahihkan oleh Al-Imam Ibnu Qayim dalam 'Ijtima Juyusy Islamiyah', hal. 100 dan Al-Imam Adz-Dzahabi dalam 'Al-Uluw', hal. 64)

Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan ‘Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

1. Q.S. Al-A’raaf : 54 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)

2. Q.S. At-Takwiir : 20 

ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, (Q.S. At-Takwiir : 20)

3. Q.S. Al-Haaqqah : 17 

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (Q.S. Al-Haaqqah : 17)

4. Q.S. Al-Hadiid 4 : 

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Hadiid : 4)

5. Q.S. Al-Mu’min : 7 

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (Q.S. Al-Mu’min : 7)

6. Q.S. Al-Mu’min : 15 

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ

(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). (Q.S. Al-Mu’min : 15)

7. Q.S. Az-Zukhruf : 82 

سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. (Q.S. Az-Zukhruf : 82)

8. Q.S. Az-Zumar : 75 

وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Q.S. Az-Zumar : 75)

9. Q.S. As-Sajdah : 4 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Q.S. As-Sajdah : 4)

10. Q.S. Al-Furqaan : 59 

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Q.S. Al-Furqaan : 59)

11. Q.S. Al-Anbiyaa’ : 22 

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 22)

12. Q.S. Al-Mu’minuun : 86 

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" (Q.S. Al-Mu’minuun : 86)

13. Q.S. Al-Mu’minuun : 116 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. (Q.S. Al-Mu’minuun : 116)

14. Q.S. Thaahaa : 5 

قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy. (Q.S. Thaahaa : 5)

15. Q.S. Al-Israa’ : 42 

قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy." (Q.S. Al-Israa’ : 42)

16. Q.S. Yunus : 3 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Yunus : 3)

17. Q.S. At-Taubah : 129 

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung." (Q.S. At-Taubah : 129)

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah, meskipun Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘Arsy, itu tidak menunjukkan Allah membutuhkan ‘Arsy, melainkan sebaliknya, ‘Arsy lah yang membutuhkan Allah. Karena ‘Arsy itu makhluk ciptaan Allah, dan Allah tidak membutuhkan makhluk.

Itulah pembahasan kita mengenai ayat-ayat Al-Quranul Hakim tentang ‘Arsy. Semoga pembahasan kita ini menambah iman dan taqwa kita kepada Allah Ta’ala, bahwasannya ‘Arsy itu sangatlah besar, dan Allah Ta’ala adalah Penciptanya, Pencipta segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dia bersemayam di atas ‘Arsy, tetapi ilmu-Nya meliputi segala sesuatu sehingga tidak ada yang luput dari-Nya.

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S. At-Taghaabun : 4)

Semoga bermanfaat....