Sabtu, 03 September 2022

17 CIRI-CIRI ORANG MUNAFIQ DALAM ISLAM (BAGIAN 1)

Edisi Sabtu, 3 September 2022 M / 6 Shafar 1444 H. 

Orang beriman dalam Al-Qur’an dihadap-hadapkan dengan orang munafik. Keimanan berseberangan dengan kemunafikan. Pasalnya, orang munafik atau kemunafikan termasuk ke dalam kategori orang kafir atau kekafiran karena mereka hakikatnya bukan orang yang beriman.

“Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ditanya tentang tanda orang beriman dan orang munafik. Rasulullah menjawab, ‘Orang beriman selalu bimbang pada sembahyang, puasa, dan ibadah. Sedangkan orang munafik bimbang pada makanan dan minuman seperti binatang ternak,’” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz III, halaman 75). 

Hatim Al-Asham menyebutkan sifat-sifat orang beriman dan orang munafik. Orang yang beriman sibuk tafakur dan mengambil pelajaran. Sedangkan orang munafik sibuk dengan katamakan dan angan-angan. Orang yang beriman berputus asa dari semua orang kecuali Allah. Sedangkan orang munafik berharap kepada manusia kecuali Allah. Orang yang beriman merasa aman dari kejahatan manusia kecuali azab Allah. Sedangkan orang munafik merasa takut kepada manusia kecuali siksa Allah. Orang beriman mengorbankan hartanya untuk membela agama. 

Sedangkan orang munafik mengorbankan agama untuk membela hartanya. Orang beriman berbuat baik dan menangis. Sedangkan orang munafik berbuat buruk dan tertawa. Orang beriman, kata Hatim, menyukai khalwat dan kesendirian. Sedangkan orang munafik senang keramaian dan perkumpulan. Orang yang beriman menanam dan khawatir tanaman rusak. Sedangkan orang munafik mencabut tanaman dan berharap hasil. Orang beriman melakkan amar makruf dan nahi mungkar sebagai siasat untuk kemaslahatan. Sedangkan orang munafik melakukan keduanya untuk meraih kekuasaan dan merusak. (Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: III/75).

Berikut ciri-ciri orang munafik selengkapnya :

1. Tidak Sesuai Antara Zahir Dengan Bathin 

Orang-orang munafik sebenarnya secara zahir telah menyadari dan mengakui tentang adanya Nabi Muhammad sebagai Rasul utusan Allah, namun secara Bathinnya ia masih mendustakan kesaksian tersebut dan memiliki perasaan terselubung yang busuk dan menghancurkan. Penampilan luarnya terlihat beriman namun dalam hatinya hanya main-main.

2. Takut Terhadap Kejadian Apa Saja 

Orang-orang munafik selalu memiliki siasat jahat sehingga ia selalu merasa takut jika orang lain juga memiliki siasat jahat terhadapnya. Jiwanya tidak tenang dengan pikiran-pikiran negative yang selalu menggerogoti hatinya dan terlalu sibuk dengan persoalan duniawi. Sehingga ia berharap bahwa hidupnya tetap seperti ini dan tidak diganggu oleh siapapun padahal kehidupan manusia adalah layaknya seperti roda yang terus berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. 

3. Beruzur Dengan Dalih Dusta 

Orang munafik selalu punya alasan untuk menghindari tanggung jawab apalagi yang bersifat mengorbankan diri seperti berperang atau membantu sesama umat muslim.

وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ ٱئۡذَن لِّي وَلَا تَفۡتِنِّيٓۚ أَلَا فِي ٱلۡفِتۡنَةِ سَقَطُواْۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ ٤٩

Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah”. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. (At-Taubah: 49).

4. Menyuruh Kemungkaran Dan Mencegah Kemakrufan 

Orang-orang munafik secara diam-diam akan terus merusak bumi dan seisinya terlebih dengan akhlak masyarakatnya dengan berbagai cara seperti menggembar-gemborkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konser, menyebarkan majalah-majalah porno (semi-porno) dan narkoba.

Ia terus mengajak orang-orang untuk menikmati hidup yang singkat dan Cuma sekali. Ia mengajak supaya orang-orang tidak terlalu larut dengan ibadah dan keagamaan yang menurutnya semu.

5. Pelit 

Orang-orang munafik biasanya sangat gila harta dan sangat pelit walau hanya untuk membagi sedikit kekayaannya untuk keluarganya sendiri sekalipun apalagi untuk orang lain yang bukan keluarganya seperti bersedekah atau infak. 

6. Lupa Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Allah sang pencipta seluruh alam dan isinya adalah dzat yang sudah sepatutnya kita ingat dan kita sembah. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi para munafik. Mereka hanya mengingat kekayaan dan kesenangan duniawi tanpa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

7. Mendustakan Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala Dan Rasul-Nya 

Allah adalah maha benar dan Rasul adalah utusan Allah yang membawa kebenaran dan keselamatan bagi umat manusia. Namun mereka (orang munafik) tidak mengakuinya dan malah menyebarkan bahwa hal itu adalah dusta semata.

Hal ini dijelaskan dalam Qur’an surat al-Ahzab ayat 12 yang berbunyi:

وَإِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ مَّا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورٗا ١٢

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya” (Al-Ahzab: 12).

8. Lebih Memperhatikan Zahir, Mengabaikan Bathin 

Orang munafik selalu sibuk memperbaiki penampilan mereka namun tidak pernah memperhatikan penampilan batin mereka di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mereka hanya sibuk berbelanja duniawi tanpa menerapkan sholat, dzikir, dan lainnya.

9. Sombong Dalam Berbicara 

Orang munafik tidak memiliki ilmu apapun namun ia selalu bersikap dan berbicara seolah-olah ia adalah orang berilmu dan berpendidikan. Bicaranya selalu wah dan angkuh supaya terlihat terhormat dan berwibawa.

10. Tidak Memahami Ad Din 

Orang munafik hanya tertarik pada urusan duniawi dan mendalami segala hal untuk memperkaya harta serta derajat di mata manusia lain seperti mengendarai mobil dan mendalami ilmu-ilmu untuk terlihat keren namun ia enggan untuk mempelajari agama sehingga pengetahuan tentang keagamaannya sangat nihil.

11. Bersembunyi Dari Manusia Dan Menentang Allah Dengan Perbuatan Dosa 

Orang munafik berbaur dan bersama-sama melakukan kebaikan dengan orang taat, namun sesungguhnya ia selalu menganggap ringan perkara-perkara yang melawan hukum Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahkan menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi.

يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا ١٠٨

Artinya:

Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan. (An-Nisa’: 108).

12. Senang Melihat Orang Lain Susah, Susah Bila Melihat Orang lain Senang 

Orang munafik merasa senang melihat orang lain susah, namun sebaliknya ia merasa susah bila melihat orang lain senang. Ia senantiasa mengikuti perkembangan berita dan menyebarluaskan berita-berita duka dengan memasang caption ikut prihatin padahal hatinya senang dan terhibur karena berita duka tersebut.

13. Melalaikan sholat fardhu 

Orang munafik tidak hanya menipu dan merugikan orang lain tapi juga dengan sengaja melalaikan sholat fardhu tanpa merasa bersalah sedikitpun.

14. Dengki 

Orang munafik selalu merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan selalu menghasut orang-orang untuk juga merasakan iri seperti yang ia rasakan.

15. Ghasab 

Orang munafik memiliki sifat pelit namun selalu menganggap apa yang milik orang lain itu bisa ia pinjam atau pinta tanpa harus ia meminta ijin terhadap si pemilik, dan jika ia tidak dibolehkan untuk meminjam maka ia marah dan menyebarluaskan ke orang-orang lain bahwa orang tersebut pelit.

16. Memakan Harta Anak Yatim 

Orang munafik tidak pernah puas dengan kekayaan harta yang dimilikinya sehingga ia tidak segan-segan untuk memakan harta anak yatim. 

17. Tidak Membayar Hutang dan memutus silaturahmi 

Orang munafik selalu gila harta dan enggan membagi hartanya walaupun dalam bentuk pinjaman kepada sesama umat muslim yang membutuhkan. Namun ketika ia membutuhkan bantuan berupa pinjaman uang maka ia akan sulit dan tidak rela untuk membayar hutangnya tersebut. Orang munafik tidak memperdulikan hal lain selain kesenangan dirinya dalam hal duniawi walaupun harus memutus silaturahmi.

Demikianlah pembahasan mengenai sifat-sifat munafik yang harus kita hindari. Semoga artikel ini memberi manfaat positif bagi para pembaca sekalian.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 02 September 2022

17 ADAB ISTRI TERHADAP SUAMI

Edisi Jum'at, 2 September 2022 M / 5 Shafar 1444 H.

Istri dan suami adalah dua insan yang saling mengikatkan diri melalui perkawinan. Terdapat hak dan kewajiban bagi  masing-masing termasuk yang berkaitan dengan adab. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang adab istri terhadap suami sebagai berikut:

 آداب المرأة مع زوجها: دوام الحياء منه، وقلة المماراة له، ولزوم الطاعة لأمره، والسكون عند كلامه، والحفظ له في غيبته، وترك الخيانة في ماله، وطيب الرائحة، وتعهد الفم ونظافة الثوب، وإظهار القناعة، واستعمال الشفقة، ودوام الزينة، وإكرام أهله وقرابته، ورؤية حاله بالفضل، وقبول فعله بالشكر، وإظهار الحب له عند القرب منه، وإظهار السرور عند الرؤية 

Artinya :

Adab terhadap suami, yakni: selalu merasa malu, tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara,  menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami, menjaga badan tetap berbau harum, mulut berbau harum dan berpakaian bersih, menampakkan qana’ah, menampilkan sikap belas kasih, selalu berhias, memuliakan kerabat dan keluarga suami, melihat kenyataan suami dengan keutamaan, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami, dan taat pada suami”  

Dari kutipan di atas dapat diuraikan ketujuh belas adab istri terhadap suami sebagai berikut:

Pertama, senantiasa merasa malu terhadap suami. 

Seorang istri hendaknya tetap mempertahankan rasa malu kepada suami meski sudah bukan pengantin baru lagi. Tentu saja malu dalam konteks ini adalah rasa malu dalam arti positif,  seperti malu ketika bau badannya menimbulkan ketidaknyamanan; malu berpenampilan tidak menarik; atau malu berperilaku buruk, dan sebagainya.  

Kedua, tidak banyak mendebat. 

Perdebatan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik. Seorang istri hendaknya tidak  mendebat suami dalam hal-hal yang tidak perlu. Namun demikian diskusi serius dengan suami  untuk mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan tidak sebaiknya dihindari. Hal ini justru baik dalam rangka bermusyawarah. 

Ketiga, senantiasa taat atas perintahnya. 

Taat pada suami adalah kewajiban. Namun demikian apabila perintah suami bertentangan dengan syara’, seorang istri dapat mengajukan keberatan dengan tetap mengedepankan kesopanan dan cara yang baik dalam menolaknya. Atau, istri dapat mengajukan alternatif lain dari perintah suami. 

Keempat, diam ketika suami sedang berbicara. 

Seorang istri hendaknya mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan suaminya. Jika ia bermaksud memotong pembicaraannya sebaiknya meminta persetujuannya terlebih dahulu. Jika ternyata suami tidak memberi ijin, sebaiknya istri diam dan tidak memprotes secara keras demi mencegah timbulnya ketegangan. 

Kelima, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi. 

Seorang istri hendaknya tetap berperilaku baik meski suami sedang tak ada dirumah. Dalam situasi seperti ini seorang istri hendaknya tidak memanfaatkan kesempatan untuk bersenang-senang menuruti hawa nafsu, misalnya dengan  pergaulan yang sangat longgar. Hal ini sangat tidak baik sebab bisa berpotensi menimbulkan fitnah.

Keenam, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami. 

Seorang istri adalah pihak yang paling dipercaya suami untuk menjaga hartanya. Kepercayaan ini tidak sebaiknya dikhianati dengan penghambur-hamburan yang tidak perlu. Apalagi jika harta itu digunakan untuk kemaksiatan yang sudah pasti akan menimbulkan persoalan yang tidak baik di kemudian hari.  

Ketujuh, menjaga badan tetap berbau harum. 

Seorang istri hendaknya menjaga bau badannya sedemikian rupa sehingga suami merasa nyaman di sampingnya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang istri harus mandi parfum. Mandi secara teratur dengan air dan sabun mandi yang  wangi merupakan cara paling mudah untuk menjaga badan tetap segar. 

Kedelapan, mulut berbau segar dan berpakaian bersih. 

Tidak hanya terkait dengan bau badan, tetapi juga bau mulut hendaknya menjadi perhatian istri, yakni selalu segar. Demikian pula pakaian yang ia kenakan sehari-hari juga harus bersih. Semua ini adalah agar mereka sama-sama nyaman dalam berinteraksi baik di dalam maupun di luar rumah. 

Kesembilan, menampakkan qana’ah. 

Seorang istri hendaknya tidak menuntut lebih dari apa yang mampu diberikan suami kepadanya. Ia hendaknya mensyukuri berapa pun jumlah atau wujud pemberiannya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang istri tidak boleh mendorong dan mendoakan suami agar lebih maju lagi dalam bidang ekonomi atau bidang lainnya. 

Kesepuluh, menampilkan sikap belas kasih. 

Seorang istri hendaknya bersikap belas kasih  kepada suami atas semua jerih payahnya. Jangan sampai ia bersikap kasar atau bahkan menindas  suami yang kondisinya sedang lemah, seperti sakit. Apalagi dengan sengaja menyakiti perasaannya dengan hinaan yang merendahkan dirinya. Bagaimanapun ia harus mengasihi suaminya dengan sepenuh hati. 

Kesebelas, selalu berhias. 

Seorang istri hendaknya selalu  tampil menarik di depan suami. Banyak manfaat dari hal ini, misalnya suami menjadi lebih betah di rumah dan tidak terdorong untuk mencari-cari alasan keluar rumah.

Kedua belas, memuliakan kerabat dan keluarga suami. 

Seorang istri hendaknya selalu sadar bahwa suami umumnya memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para kerabat dan keluarganya.  Oleh karena itu seorang istri hendaknya dapat memperlakukan kerabat dan keluarga suami dengan respek tanpa mempersoalkan status sosial mereka.  

Ketiga belas, melihat kenyataan suami dengan keutamaan. 

Apapun keadaan suami, seorang isri hendaknya dapat menerimanya sebagai kenyataan. Jika suami keadaannya baik, seorang istri hendaknya mensyukurinya sebagai kenikmatan. Jika sebaliknya, seorang istri hendaknya bersikap sabar. Syukur dan sabar merupakan keutamaan dari Allah subhanahu wa ta’ala. 

Keempat belas, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur. 

Berapa pun penghasilan suami, seorang istri hendaknya dapat mensyukuri. Dengan mensyukuri nikmat-Nya, Allah akan menambahkan dengan berbagai kenikmatan yang lain.  

Kelima belas, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya. 

Seorang istri hendaknya senantiasa menunjukkan rasa cintanya kepada suami terlebih saat berada di dekatnya. Hal ini karena salah satu tujuan dari pembentukan rumah tangga adalah untuk membentuk keluarga yang saling mencintai.  

Keenam belas,  menampakkan rasa gembira di kala melihat suami. 

Kapan saja dan di mana saja seorang istri bertemu dengan suaminya, hendaknya ia selalu menunjukkan rasa gembiranya. Hal ini amat penting karena umumnya suami merasa gembira ketika melihat istrinya bergembira. 

Ketujuh belas, taat kepada suami. 

Taat kepada suami sekaligus menghormatinya tidak saja merupakan kewajiban secara hukum tetapi sekaligus secara moral. Dalam hal perintah suami bertentangan dengan syariat, seorang istri tentu boleh mengingatkan tetapi harus dengan cara yang baik agar mendapat respon yang baik pula. Intinya memang suami dan istri harus saling menasehati sebagaimana ditegaskan dalam Al-quran surat Al-Ashr ayat 3 yang berlaku umum. 

Demikianlah ketujuh belas adab istri terhadap suami sebagaimana dinasihatkan Imam Al-Ghazali. Semakin banyak adab terhadap suami yang bisa dilaksanakan, semakin tinggi derajat kesalehan istri. Istri salehah adalah istri yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban. Semakin tinggi nilai-nilai keadaban seseorang sesunguhnya ia semakin tinggi derajat kemuliaannya baik di mata Allah subhanahu wa ta’ala maupun sesama manusia. 

Semoga bermanfaat....

Kamis, 01 September 2022

17 KATA NASEHAT BIJAK DARI AL-QUR'AN

Edisi Kamis, 1 September 2022 M / 4 Shafar 1444 H 

Alquran sebagai kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat muslim memuat segala hal yang akan mengarahkan manusia menjalani kehidupan yang lurus dan bernilai ibadah di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mulai dari masalah yang berkaitan aqidah atau keyakinan, ibadah, hingga muamalah atau prinsip-prinsip dalam menjalin hubungan terhadap sesama manusia. Tentu saja pedoman hidup yang begitu lengkap dalam alquran hanya bisa bermanfaat bagi mereka yang mau belajar dan menggali pesan-pesan dari ayat alquran.

Jika dicermati dan dipelajari secara seksama, dalam ayat-ayat alquran sesungguhnya terdapat banyak sekali kata-kata indah dan bijak yang memberikan motivasi serta nasehat bagi diri kita dalam berbagai aspek yang menyangkut kehidupan di dunia dan akhirat. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, apakah bisa menangkap pesan-pesan nasehat dan hikmah dari ayat-ayat alquran tersebut ataukah tidak?

Berikut ini beberapa kata mutiara islam dari alquran yang mencakup kata-kata nasehat tentang berbagai hal. Seperti nasehat untuk tidak mudah menyerah dalam hidup, sabar menghadapi kesulitan, janji Allah bagi orang yang bertakwa kepada-Nya, Allah tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya, Allah sang Maha Pemberi Rezeki, motivasi untuk menegakkan shalat yang sebenar-benarnya, Allah Maha Melihat segala perbuatan manusia, dan masih banyak lagi kutipan kata mutiara islam lainnya yang diambil dari potongan ayat-ayat suci alquran.

Koleksi kata mutiara islam dari alquran berikut ini juga sebagai sarana dakwah kepada saudara muslim lainnya dengan cara dibagikan melalui media sosial. Dilengkapi juga dengan teks arab ayat alquran, translation dalam bahasa inggris, serta terjemahan bahasa indonesia.

1. Allah pemberi rezeki 

and Allah is the best of providers. – (Q.S Al-Jumu’ah: 11)

وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki. – (Q.S Al-Jumu’ah: 11)

2. Fungsi shalat 

Indeed, Prayer prohibits immorality and wrongdoing. – (Q.S Al-Ankabut: 45)

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. – (Q.S Al-Ankabut: 45).

And seek help in patience and prayers. – (Q.S Al-Baqarah: 45)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. – (Q.S Al-Baqarah: 45)

3. Allah bersamamu 

He is with you, where you may be; and Allah is seeing your deeds. – (Q.S Al-Hadid: 4)

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ .وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Hadid: 4)

4. Maha Mendengar 

Indeed, My lord is the hearer of supplication. – (Q.S Ibrahim: 39)

إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. – (Q.S Ibrahim: 39)

5. Orang-orang beriman 

Allah is with the believers. – (Q.S Al-Anfal: 19)

وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman. – (Q.S Al-Anfal: 19).

6. Allah tidak suka kesombongan 

Indeed he does not like the proud. – (Q.S An-Nahl: 23)

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. – (Q.S An-Nahl: 23).

7. Jangan takut 

Allah said: fear not. indeed, I am with you both; I hear and i see. – (Q.S Thaha: 46)

قَالَ لَا تَخَافَا ۖ إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ

Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. – (Q.S Thaha: 46).

8. Maha mengetahui 

Indeed, Allah is ever knowing and wise. – (Q.S Al-Insan: 30)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. – (Q.S Al-Insan: 30)

9. Semua milik Allah 

Unquestionably, to Allah Belongs whatever is in the heavens and the earth. – (Q.S Yunus: 55)

أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. – (Q.S Yunus: 55)

10. Pahala tanpa batas 

Indeed, The patient will be given their reward without account. – (Q.S Az-Zumar: 10)

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. – (Q.S Az-Zumar: 10)

11. Ingatlah kepada-Ku 

So remember me i will remmeber you. – (Q.S Al-Baqarah: 152)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152).

12. Karena pertolongan Allah 

My Success is only by Allah. – (Q.S Huud: 88)

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ

Dan tidak ada kesuksesan bagiku melainkan atas (pertolongan) Allah. – (Q.S Huud: 88)

13. Nikmat mana? 

So which of the favors of your lord would you deny?. – (Q.S Ar-Rahman)

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. – (Q.S Ar-Rahman)

14. Tuhan semesta alam 

Say, “Who is lord of the heavens and earth?” Say, “Allah”. – (Q.S Ar-Ra’d: 16)

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. – (Q.S Ar-Ra’d: 16)

15. Kita milik Allah 

Indeed we belong to Allah, and indeed to him we will return. – (Q.S Al-Baqarah: 156)

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua kembali. – (Q.S Al-Baqarah: 156)

16. Sekecil apapun 

So whoever does an atom’s weight of good will see it. – (Q.S Al-Zalzalah: 7)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. – (Q.S Al-Zalzalah: 7).

17. Ucapkan insyaallah 

And never say of anything, “indeed, I will do that tomorrow.” except [when adding]. “if Allah wills”. – (Q.S Al-Kahfi: 23-24)

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا . إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. – (Q.S Al-Kahfi: 23-24)

Itulah beberapa kata mutiara islam dari alquran yang semoga bisa menambah semangat dan menjadi nasehat dan motivasi bagi kita untuk terus berusaha menjadi muslim yang lebih baik.

Semoga bermanfaat ....