Selasa, 03 Januari 2023

DIAM SEJENAK, SALAH SATU DARI RUKUN SHALAT

Edisi Selasa, 3 Januari 2023 M / 10 Jumadil Akhir 1444 H

Shalat artinya berhadap hati kepada Allah dalam bentuk ibadah. Shalat dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Perintah sholat disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 43: 

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ - ٤٣

"Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk." (Al Baqarah ayat 43). 

Keutamaan memperbaiki shalat didasarkan pada sebuah hadits yang menerangkan bahwa amal perbuatan manusia di dunia selama hidupnya yang pertama kali dihisab adalah shalatnya. 

Dari Abu Hurairah radhiyalahu'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta'ala berfirman, 'Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.' Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya." (HR. Tirmidzi dan An Nasa'i). 

Rukun shalat adalah ucapan atau gerakan yang harus dilakukan di dalam shalat. Jika ada salah satu rukun shalat yang tidak dilaksanakan, tanpa adanya alasan syar'iy, maka sesuai ketentuan fiqh, shalatnya tidak sah. Setidaknya, ada 17 rukun shalat yang harus dilakukan dalam mendirikan shalat. Salah satunya diam sejenak sebelum berpindah ke gerakan shalat yang selanjutnya, seperti diamnya seluruh anggota tubuh lainnya pada saat ruku', i;tidal dan pada beberapa bagian lainnya. Bagian inilah yang kerap diabaikan oleh sebagian orang saat mengerjakan shalat.

Demi memperbaiki shalat, simak penjelasan dari 17 rukun shalat yang telah dikutip dari Buku Pendidikan Agama Islam bagi Masyarakat Awam, Imam Durori berikut ini. 

1. Berdiri bagi yang mampu berdiri 

Seseorang yang bisa berdiri maka wajib baginya berdiri saat mengerjakan shalat. Selain itu, tatapan mata juga dianjurkan menghadap ke tempat sujud.

2. Niat Shalat 

Niat adalah menyengaja melaksanakan shalat tertentu. Tempat niat ada di dalam hati, unutk menghadirkan hati sebagian umat islam melafadzkan niat tersebut. Berikut contoh niat shalat subuh: 

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Latin: "Usholli Fardlon Shubhi Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala" Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

 3. Takbiratul ihram 

Takbiratul ihram adalah mengucapkan lafadz اللّٰهُ أَكْبَر "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua telapak tangan hingga sejajar dengan bahu sambil menghadirkan hati berniat shalat. Kemudian membaca do'a iftitah 

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil 'Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin."

Artinya : "Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hitnya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.

4. Membaca Surat Al Fatihah 

Surat Al-Fatihah dibaca pada tiap-tiap rakaat. Saat membaca surat ini hendaknya secara tartil, baik dan benar dan tidak terburu-buru serta lebih bagus lagi apabila kita juga meresapi mak'nanya. Saat kita membaca surat ini, letakkan tangan kiri di perut, yakni antara pusar dan dada, kemudian tangan kanan memegang hasta tangan kiri tersebut. Berikut surat Al Fatihah secara lengkap:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - ١

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ - ٢

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, 

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ - ٣

Yang Maha Pengasih

Maha Penyayang, 

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ - ٤

Pemilik hari pembalasan. 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ -ەۙ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ -٦

Tunjukilah kami jalan yang lurus, 

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ - ٧ 

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Ruku' 

Ruku' yakni posisi badan membungkuk hingga membentuk siku 90 derajat. Pada saat ruku' diannjurkan membaca tasbih sebagi berikut: 

3x سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ Subhaana Rabbiyal 'Adziimi Wa Bihamdih. (Dibaca 3 kali). 

Artinya : "Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya".

6. Diam sejenak saat ruku' 

Badan benar-benar diam minimal beberapa detik sewaktu badan membentuk siku 90 derajat. 

7. I'tidal 

I'tidal yakni badan tegak berdiri setelah ruku'. Selesai ruku', badan bangkit, tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setengh telinga, sambil membaca

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'Allahu Liman Hamidah Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya".

Pada waktu berdiri tegak (i'tidal) terus membaca 

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba'du.

Artinya: Ya Allah Tuhan Kami! Bagi-Mulah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

8. Diam sejenak saat i'tidal 

Badan benar-benar diam minimal beberapa detik sewaktu badan tegak berdiri setelah ruku'. 

9. Sujud 

Dalam setiap rakaat, berdasarkan rukun shalat ada dua sujud yang harus dilakukan. Setelah i'tidal, urutan sholat berikutnya sujud. Sujud dengan meletakkan dahi ke lantai, dan ketika turun seraya membaca "Allahu Akbar".

Pada saat bersujud dianjurkan tasbih berikut ini:

 سبحان ربي الأعلى وبحمده

Sub haana robbiyal a'la wabihamdih. 

Artinya: "Maha suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."

Pada waktu sujud, upayakan tujuh anggota badan menempel ke alas sujud, yakni: 

- jidat dan ujung hidung, tanpa terhalang rambut, peci atau pakaian apapun 

- kedua telapak tangan 

- kedua lutut (dalam keadaan tertutup pakaian) 

- kedua ibu jari kaki ditekuk ke depan sehingga kuku ini jari kaki tersebut menghadap kiblat.

10. Diam sejenak pada saat sujud 

Badan benar-benar diam minimal beberapa detik sewaktu sujud (sediktinya bacaan sunkhaanAllah) 

11. Duduk Di Antara Dua Sujud 

Duduk dan meletakkan pantat di atas telapak kaki kiri sehingga kaki kanan diberdirikan dan ujung ibu jari kaki kanan ditekuk sehingga kuku ibu jari kaki kanan tersebut menghadap kiblat.

Adapun tasbih yang dibaca saat duduk di antara dua sujud adalah: 

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii. Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

 12.  Diam sejenak 

Diam sejenak minimal beberapa detik pada saat duduk di antara dua sujud.

13 dan 14. Membaca tasyahud akhir dan membaca shalawat atas nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 

Kalau sholat kita tiga rakaat atau empat rakaat, maka pada rakaat kedua kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.

Shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang dibaca: 

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

15. Duduk saat membaca tasyahud akhir 

Posisi tasyahud adalah duduk dengan meletakkan pantat di lantai tempat duduk, kaki kiri dimajukan sedikit, serta kaki kanan diberdirikan dan ujung jari kaki kanan ditekuk sampai kuku jari kanan menghadap kiblat. 

16. Mengucapkam Salam 

Mengucapkan salam selesai duduk tasyahud akhir, adalah artinya mengakhiri shalat. Salam dilakukan dengan menengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

"Assalaamu alaikum warahmatullah" 

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu." 

17. Tertib 

Semua rukun tersebut haruslah dilakukan dengan baik, benar dan tertib sesuai urutan. 

Dengan penjelasan dari 17 rukun shalat. Marilah kita perbaiki shalat dengan cara menjaga semua rukun-rukun shalat serta berupaya menghayati seluruh bacaan dalam shalat. 

Semoga bermanfaat.....

Senin, 02 Januari 2023

KUMPULAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG PERINTAH DAKWAH

Edisi Senin, 2 Januari 2023 M / 9 Jumadil Akhir 1444 H.

Perjalanan dakwah Islam terus melaju dari satu zaman menuju zaman lainnya, dari satu masa sampai masa yang lain. Semuanya menjadi saksi bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah sukses membumikan Islam dengan ajaran yang ramah, moderat, penuh hikmah, dan sangat santun. Betapa banyak orang kafir Makkah dan sekitarnya berbondong-bondong masuk Islam di hadapan Nabi Shallallahu alaihi wasallam dengan penuh kerelaaan, setelah melihat secara langsung akhlak dan kelembutannya dalam menyampaikan dakwah Islam.

Mengutip penjelasan Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitabnya Fiqhud Da’wah, ada dua ayat Al-Qur’an yang harus diperhatikan yang berkaitan dengan dakwah Islam masa kini. 

Pertama Ayat perihal anjuran kepada umat Islam untuk selalu mengajak orang lain melakukan kebaikan, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur’an :

“Dan hendaklah di antara kalian ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran: 104).

Kedua Ayat perihal larangan untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang justru menyebabkan perpecahan dan pertikaian antarumat Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur’an :

“Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (QS Ali ‘Imran: 105).

Kedua ayat di atas menurut Habib Abu Bakar al-Adani merupakan pedoman yang harus dijadikan prinsip dakwah Islam oleh semua umat yang memiliki otoritas menyampaikan ajaran-ajaran Islam, sebagai representasi perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Dakwah Islam harus disampaikan dengan penuh kebaikan, tanpa kekerasan yang justru menimbulkan perpecahan, sebagaimana dakwah Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Abu Bakar al-Adni, Fiqhud Dakwah fil Marhalatil Mu’âshirah, [Maktabah Jumhuriyah al-Yamaniyah], halaman 12-13).

Berikut ini adalah Ayat-ayat Al Qur'an tentang perintah dakwah :

1. Q.S. Ali Imran: 104 

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” 

2. Q.S. Ali Imran: 110 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

3. Q.S. An-Nahl :125 

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” 

4. Q.S. Al-Qashash: 87 

وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” 

5. Q.S. Al-Qashash: 56 

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” 

6. Q.S. Yusuf : 108 

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”

7. Q.S. At-Taubah: 122 

نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi mu’minin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” 

8. Q.S. At-Taubah: 71 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 

9. Q.S. Al-Ahzab: 45 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” 

10. Q.S. Al-Ahzab : 46 

وَدَاعِياً إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجاً مُّنِيراً

"dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” 

11. Q.S. Fusilat : 33 

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

12. Q.S. Al An'am : 89 

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَٰٓؤُلَآءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا۟ بِهَا بِكَٰفِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

13. Q.S. Al An'am : 90 

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَٰلَمِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

14. Q.S As Syura : 15 

فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

“Karena itu, serulah (mereka untuk beriman) dan beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita, dan kepada-Nya lah (kita) kembali.”

15. Q.S Al-Ahqaf: 29 

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur’an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!”. Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.”

16. Q.S Adz-Dzariyat: 55 

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.”

17.  Q.S At-Tahrim: 6 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah para malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Semoga bermanfaat...

Minggu, 01 Januari 2023

MUHASABAH DIRI : KUMPULAN KALAM ULAMA UNTUK RENUNGAN MEMPERBAIKI DIRI

Edisi Ahad, 1 Januari 2023 M / 8 Jumadil Akhir 1444 H.

Hampir setiap orang mempunyai keinginan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan melakukan introspeksi untuk mengetahui kekurangan dalam diri. Khusus dalam ajaran agama Islam, instrospeksi lebih dikenal dengan istilah muhasabah. Tentu melakukan muhasabah bukanlah hal yang mudah. Namun cara ini perlahan bisa dilakukan dengan memahami makna dari kata-kata muhasabah diri.

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Hal ini mengingat manusia sebagai makhluk yang memiliki hawa nafsu. Nafsu duniawi terkadang membuat seseorang lupa diri hingga terjerumus pada kesalahan yang besar. Instropeksi atau muhasabah menjadi salah satu cara awal memperbaiki diri.

Memperbaiki diri sendiri, terutama hubungan dengan Allah akan memunculkan suatu kesadaran bahwa pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Sebab, banyak hal yang berada di luar kendali manusia. Dengan Muhasabah kita akan semakin mengenal jauh diri kita, apa kesalahan yang dilakukan dan cara memperbaikinya.

1. "Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada member nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar." (Umar bin Kattab).

2. "Renungkanlah diri Anda, masa lalu, masa kini, dan masa depan Anda. Karena pengetahuan yang paling berharga adalah pengetahuan tentang dirinya. Siapa yang berhasil mengenal sifat dirinya, maka dia berpotensi mengenal sifat Tuhannya." (Quraish Shihab).

3. "Dunia ini hanya memiliki tiga hari: Hari kemarin, yang telah pergi bersama dengan semua yang menyertainya. Hari esok, kau mungkin takkan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kamu miliki. Maka, beramallah di hari ini." (Hasan al Bashri).

4. "Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan yaitu : Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna." (Sayyidina Abu Bakar).

5. "Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai." (A'idh Al-Qorni).

6. "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun, jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kau tak akan bisa lari darinya." (Umar bin Khattab).

7. "Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan ka'bah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka Allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir." (Habib Umar bin Hafidz).

8. "Setiap nafas kita adalah selangkah menuju kematian, dan kematian itu akan selalu membayangi kita lebih dekat dari bayangan kita sendiri."

Kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan ini, sedikit saja kita lalai dari mengingat kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan ini". (Habib Munzir al Musawa).

9. Sebab kegagalan dalam hal apapun, adalah dikarenakan maksiat. Lebih mengutamakan Ridho manusia ketimbang Ridhonya Allah. Berupaya menyenangkan hati manusia namun ia tak peduli kalau hatinya Rasulullah sedih. (Habib Jindan bin Novel bin Jindan).

10. Seseorang tidak seharusnya menuntut kesempurnaan, baik ia sendiri maupun orang lain. Sebab, jika ia menuntut kesempurnaan dari dirinya, ia tidak akan beramal. Jika ia menuntut kesempurnaan dari orang lain, ia tidak akan memandang mulia seorangpun, ia bahkan akan memandang rendah semua orang. (Habib Luthfi bin Yahya).

11. "Belajarlah mengalah sampai tak seorangpun mengalahkanmu. Belajarlah merendah sampai tak seorangpun merendahkanmu. Belajarlah sabar sampai Allah Ta'alaa mengangkat derajatmu." (Habib Syech Abdul Qodir Assegaf).

12. Salah satu tanda-tanda hati dipenuhi dengan cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah memperlakukan makhluk Allah dengan kasih sayang, kecintaan dan selalu memberikan manfaat. (Habib Ali Al-Jufri).

13. "Berniat melakukan kebajikan letaknya di dalam hati. Akan tetapi kita harus segara menikdaklanjuti dengan amal nyata Semampu yang kita bisa, Maka kita akan mendapat pahala sebesar niat kita. Walau amal yang dilakukan masih jauh dari yang di cita-citakan. Tanpa amal nyata, niat di dalam hati bukanlah niat yang dimaksud Baginda Nabi. Akan tetapi ia adalah lamunan yang dihembuskan setan ke dalam hati." (Habib Novel Alaydrus)

14. Jadikan pusat perhatian kalian pada istri, anak-anak dan keluarga kalian (jangan sampai terbawa arus), karena media sosial sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian mereka, banyak keluarga yang hancur karenanya, media sosial (yang tidak didasari dengan akhlah islami) bisa merusak dan membahayakan akhlak, rizki dan keadaan kita. (Al-Habib Abu Bakar al-Masyhur).

15. Diantara hal-hal yang bisa mendatangkan rizki adalah perhatian seseorang kepada keluarga dan anak-anaknya, apakah sudah sholat? apakah sholatnya sudah benar? Dan apabila seseorang telah menunaikan kewajibannya sesuai apa yang diperintahkan syariat, maka Allah akan memberikannya rizki di luar dugaannya. (al-Habib Umar bin Hamid al-Jailani).

16. Salah satu orang shaleh berkata: Saya heran terhadap orang yang lupa (akan akhirat) padahal akhirat tidak melupakannya (semua amal akan tampak di akhirat kelak), Saya juga heran terhadap orang yang giat mencari dunia padahal kematian selalu mengikutinya, dan saya juga heran terhadap orang yang membangun istana padahal peristirahatan terakhirnya adalah kuburan. (al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Balfaqih).

17. Harga dari sifat tawadhu' sangatlah mahal dan tinggi, yang bisa mengangkat seseorang pada derajat yang tinggi dan abadi. Begitu juga sifat bersedih hati karena Allah (menyesali dosa-dosa yg telah dilakukan, takut akan azab Allah, merasa sangat bersyukur karena begitu besar nikmat yang Allah berikan), sifat ini dapat melahirkan kedekatan diri seorang hamba dengan Allah. (Al-Habib Umar bin Hafidz)

Semoga bermanfaat....