Selasa, 02 Mei 2023

AYAT AL QUR'AN DAN HADITS RASULULLAH TENTANG PENDIDIKAN

Edisi Selasa, 2 Mei 2023 M /11 Syawal 1444 H.

Hardiknas yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Mei tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 316 tahun 1959. Tanggal tersebut merupakan tanggal di mana Ki Hajar Dewantara ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh Pemerintah Soekarno. Ki Hajar Dewantara merupakan Menteri Pendidikan pertama untuk periode 1945. Dua Mei juga merupakan hari yang spesial bagi Ki Hajar Dewantara. Sebab tanggal tersebut adalah tanggal kelahirannya. Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir 2 Mei 1922.

 Beliau adalah sosok yang berpengaruh terhadap sistem pendidikan di Indonesia, corak pemikirannya yang berbasis kepribadian dan kebudayaan memiliki dampak positif untuk arah gerakan pendidikan kala itu. Petuah fenomenal yang kerap kita jumpai adalah Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani'. Saduran bebas pemaknaan istilah tersebut adalah 'di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberikan dorongan'. Slogan tersebut sampai kini masih menjadi acuan bagi guru dalam mendidik para siswanya. 

Penguatan jiwa nasionalisme pada siswa bisa di berikan materi ajar tentang empat pilar kebangsaan dan pengenalan tokoh tokoh nasional, lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah dan tentunya penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Ini untuk menumbuhkan generasi islam yang moderat. Islam yang moderat dan nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai wujud pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa sendiri. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat menjaga keutuhan bangsa, persatuan bangsa, dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif bangsa dan agama.

Sebagai agama yang sempurna, Islam juga sangat memperhatikan pendidikan. Oleh karena itu, terdapat ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan rujukan. Ayat Al Qur'an dan hadits ini akan membantu untuk menghasilkan pertumbuhan anak agar memiliki kepribadian yang seimbang dan harmonis. Karena merupakan pedoman hidup manusia di dunia, banyak sekali ayat Alquran tentang pendidikan yang dapat dipelajari, serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa ayat Alquran dan Hadits Rasulullah tentang pendidikan di antaranya:

1. Menghayati Penciptaan Dunia dan Isinya 

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥

"Iqra` bismi rabbikallażī khalaq, khalaqal-insāna min 'alaq, iqra` wa rabbukal-akram, allażī 'allama bil-qalam, 'allamal-insāna mā lam ya'lam."

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” (QS Al-A'laq: 1-5).

2. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Ditinggikannya Derajat Manusia yang Beriman dan Berilmu 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr."

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Mujadilah: 11).

3. Alquran Sebagai Sumber Pelajaran Orang yang Berpikir 

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

"Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb."

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran,” (QS Shad: 29).

4. Ayat Alquran tentang Pendidikan Mendalami Pengetahuan Agama 

وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ

"Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn."

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” (QS At-Taubah: 122).

5. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Keimanan 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ

"Wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn."

Artinya: “Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman’. Mereka menjawab: ‘Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu,” (QS Al-Baqarah: 31).

6. Ayat Alquran tentang Pendidikan yang Menjelaskan Ajaran Pencarian Kebenaran Ilmu 

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا

"Qāla lahụ mụsā hal attabi'uka 'alā an tu'allimani mimmā 'ullimta rusydā."

Artinya: “Musa berkata kepada Khidhr: 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?',” (QS Al-Kahfi: 66).

7. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menjaga Amanah 

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Huwallażī anzala 'alaikal-kitāba min-hu āyātum muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa ukharu mutasyābihāt.

Fa ammallażīna fī qulụbihim zaigun fayattabi'ụna mā tasyābaha min-hubtigā`al-fitnati wabtigā`a ta`wīlih.

a mā ya'lamu ta`wīlahū illallāh, war-rāsikhụna fil-'ilmi yaqụlụna āmannā bihī kullum min 'indi rabbinā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb."

Artinya: "Dialah yang menurunkan Al Kitab (Alquran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal," (QS Ali ‘Imran: 7).

8. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menghindari Berkomentar Tanpa Ilmu 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

"Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm, innas-sam'a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna 'an-hu mas`ụlā."

Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya," (Al-Isra Ayat 36).

9. Ayat Alquran tentang Pendidikan Orang yang Berakal 

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih, qul hal yastawillażīna ya'lamụna wallażīna lā ya'lamụn, innamā yatażakkaru ulul-albāb."

Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran," (Az-Zumar Ayat 9 ).

Hadits Rasulullah tentang Pendidikan 

Selain ayat Alquran tentang pendidikan, beberapa hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ini juga menujukkan betapa pentingnya pendidikan dan ilmu bagi umat Islam. Inilah beberapa di antaranya:

10. Pentingnya Menguasai Ilmu untuk Keberkahan Dunia dan Akhirat 

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

Artinya: "Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

11. Menjadi Pendidik yang Baik 

كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

Artinya: "Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak," (HR. Bukhari).

12. Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak 

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Artinya: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?," (HR Bukhari).

13. Kewajiban Menuntut Ilmu dan Pentingnya Saling Berbagi Ilmu 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim," (HR Ibnu Majah).

يَتْبَغِ لِلْجَاهِلِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى جَهْلِهِ وَلَا لِلْعَالِمِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى عِلْمِهِ

Artinya: "Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya," (HR Ath-Thabrani).

14. Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala Memudahkan Jalan ke Surga bagi Orang yang Menuntut Ilmu 

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim).

15. Hadits tentang Pendidikan dan Harta 

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak,” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

16. Hadits tentang Pendidikan Karakter Pemberian Utama Orang Tua kepada Anak 

اِفْتَحُوْا عَلَى صِبْيَانَكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ

Artinya: “Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian 'La ilaha Illallah," (HR Al-Hakim).

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik,” (HR Al-Hakim).

17. Ajaran untuk Menghormati Guru 

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketenteraman dan ketenangan, serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya," (HR Ath-Thabrani).

Itulah beberapa ayat Alquran tentang pendidikan beserta haditsnya yang bisa digunakan sebagai pedoman meraih ilmu, baik untuk diri sendiri ataupun untuk anak.

Semoga bermanfaat.....

Senin, 01 Mei 2023

KALAM ULAMA KH.MOH.ZUHRI ZAINI

KH Zuhri Zaini merupakan putra kelima dari pasangan KH Zaini Mun'im dan Nyai Nafi'ah. Beliau lahir di Probolinggo pada 5 Oktober 1948 M. Menikah dengan Nyai Bisyaroh Syuhud, beliau dikaruniai 5 orang putra. Kelahiran beliau sangat dekat dengan KH Abdul Haq Zaini putra keenam dari pasangan KH Zaini Munim. 

Beliau menempuh pendidikan pertama selama 6 tahun di Ma'hadal Nasi'iyah al Islamiyah Nurul Jadid, sebuah lembaga setara Madrasah Ibtidaiyah saat ini. Sejak belajar di tingkat Madrasah Ibtidaiyah ini, KH Zuhri sudah mempelajari berbagai ilmu (Dalam bahasa Indonesia ilmu gramatika bahasa Arab) melalui berbagai kitab, seperti jurmiyah, Mutammimah dan Alfiyah. Kemudian beliau melanjutkan kembali belajarnya di Madrasah Mu'alliminNurul Jadid selama 6 tahun (Setara dengan MadrasahTsanawiyah dan Madrasah Aliyah).

Untuk memperluas keilmuannya dibidang ilmu agama beliau belajar di akademi Dakwah NU Nurul Jadid selama 3 tahun. Selanjutnya beliau mendalami ilmu agama di pesantren Sidogiri Pasuruan selama 3 tahun. Disini beliau belajar ilmu agama langsung dari KH Cholil Nawawi, salah satu pengasuh pondok pesantren tertua tersebut. Dari Sidogiri beliau sempat melanjutkan studi ke PTIQ Jakarta selama beberapa bulan karena terkendala masalah kesehatan.
Berikut ini adalah beberapa kalam beliau :

1.  Jangan menentukan pilihan berdasarkan hawa nafsu.
     Orang yang mengikuti hawa nafsu tidak akan menemukan kebahagiaan

2. Istiqomah itu barokah yang sebenarnya
    Berusahalah menjadi lebih baik, dan jangan pernah merasa baik

3. Pandai-pandailah mencari hikmah, sehingga dalam keadaan apapun kita tidak pernah susah

4. Kedekatan manusia dengan Tuhan sebenarnya diukur dari hatinya.
    Ibadah itu cakupannya luas bukan hanya sebatas sholat dan puasa (sebagai ibadah pokok) termasuk berjuang dalam masyarakat melalui pendidikan dan dakwah dengan niat mensyiarkan Islam pada hakekatnya adalah ibadah.

5. Orang yang sukses adalah orang yang bisa mengisi waktunya dengan amal sholeh.

6. Ilmu hanyalah nilai tambah dalam hidup, tapi dari kesemuanya akhlaq-lah yang paling pokok
Ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang hanya dikaji tanpa diamalkan

7. "Anwarul Qulub (Cahaya hati) lebih berarti daripada cahaya matahari dan rembulan
Jangan menjadi lilin dapat menerangi sekitarnya namun dirinya meleleh

8. Ketajaman penglihatan mata hati melebihi penglihatan mata dhahir

9. Ketika para santri sudah pulang, auratnya tetap dijaga terutama yang putri. Jangan sampai kerudungnya turun sedikit demi sedikit dan akhirnya lepas. Itu jangan sampai terjadi.

10. Belajar bukan hanya di sekolah atau baca buku, tetapi membaca realitas atau fenomena alam dengan akal dan pikiran, itu termasuk belajar.

11. Punya kesempatan shodaqoh, tidak punya uang , kesempatan puasa

12. Kata yang diucapkan oleh kita hakikatnya berasal dari hati, sehingga kondisi hati mempengaruhi kata-kata yang diucapkan
Kalau kita ingin memperbaiki kata-kata tidak cukup hanya belajar bahasa dan sastra akan tetapi memperbaiki hati

13. Ya Allah,hakikat santri adalah wajah Islam Nusantara. Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Semoga kau jadikan kami para santri kiblat keislaman yang damai, sejuk, dan pemersatu dalam kehidupan, berbangsa, bernegara, bahkan diantara sesama manusia.

14. Kalau kita mengetahui bahwa perjalanan akherat begitu panjang, mengapa kita masih santai mempersiapkan bekal ?
Banyak realitas dalam kehidupan ini yang sebetulnya diluar jangkauan pancaindera dan nalar kita, maka disitulah pentingnya iman.

15.Akal manusia dapat menggapai derajat yang tinggi. Namun ketika akal manusia tidak berfungsi, maka derajat manusia akan rendah.

16. Ketika yang diatas pandai menyuruh, maka yang dibawah akan selalu berontak
Kita bergaul di masyarakat pasti ada perbedaan suku dan agama. Kita harus menghargai. Akan tetapi menghargai itu bukan berarti menyetujui.

17. Tugas warga negara adalah membangun negara dan mempertahankannya dari rongrongan dan ancaman baik dari dalam maupun luar Indonesia.

Semoga bermanfaat....

AYAT AL QUR'AN YANG MENYEBUTKAN JENIS PROFESI MANUSIA (BAGIAN 3)

Edisi Senin, 1 Mei 2023 M / 10 Syawal 1444 H.

Hidup di muka bumi yang penuh dengan berbagai kebutuhan menuntut manusia untuk bekerja. Bukankah Tuhan maha memberi, mengapa kita harus bekerja? Pemberian Tuhan sudah lebih dari sekadar cukup, hanya saja manusia terlalu banyak ke-ingin-annya untuk memenuhi nafsunya.

Salah satu ulama menyebutkan bahwa rezeki terbaik bukanlah rezeki harta, tetapi ketenangan jiwa, akal yang cerah, tubuh yang sehat, hati yang bersih, pikiran yang jernih, doa seorang Ibu, kasih sayang Ayah, keberadan saudara, gelak tawa anak, perhatian sahabat, dan doa sang kekasih kepada Allah.  

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Siapa yang mencari kehidupan dunia dengan cara yang halal dan niat untuk menjaga kehormatannya dari meminta-minta, menafkahi keluarganya, dan menyantuni tetangganya yang kekurangan, kelak di hari kiamat wajahnya bagai bulan pernama. Sebaliknya, siapa yang mencari dunia dengan cara yang halal, namun dengan niat mengumpulkan kekayaan, kelak ia akan bertemu dengan Allah dengan kondisi yang dibenci oleh-Nya.” (HR. al-Nasa’i. (hal. 74).

Berikut ini adalah kelanjutan ayat al Qur'an yang menyebutkan tentang jenis profesi manusia di muka bumi :

1. Sastrawan 

وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ

أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah,

Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (Qs. Asy-Syu’ara (26) : 224-227).

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. sedikit sekali kamu beriman kepadanya. (Qs. Al-Haqqah (69) : 41).

2. Da’i 

وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. (Qs. Al-Ahzab (33) : 46).

3. Pelajar 

قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa Berkata kepada Khidhr: "Bolehkah Aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang Telah diajarkan kepadamu?" (Qs. Al-Kahfi (18) : 66).

4. Guru/pendidik 

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil". (Qs. Al-Isra (17) : 24).

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Baqarah (2) : 129).

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) kami Telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (Qs. Al-Baqarah (2) : 151).

5. Penggembala 

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (Qs. An-Nahl (16) : 10).

6. Mujahid 

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (Qs. Al-Furqan (25) : 52).

7. Penyuluh/ Widyaiswara 

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Qs. An-Nahl (16) : 64).

8. Olahragawan/ Joki/ kaveleri 

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Qs. Al-Anfal (8) : 60).

9. Pemanah/ Sniper 

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

Dan Sesungguhnya kami Telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, Maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang Kuat dan panah-panah api,

Dan Sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (Qs. Al-Jin (72) : 8 – 9).

10. Pemanjat tebing 

وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ

Dan Adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? (Qs. Shad (38) : 21).

11. Pelari 

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

(Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, (Qs. Ash-Shaffat (37): 140).

12. Pendaki 

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs. Al-An’am (6) : 125).

13. Arsitek 

وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ

Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; (Qs. Asy- Syu’ara (26): 149).

14. Tukang 

فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا

Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".(Qs. Al- Kahfi (18): 77).

15. Astronom 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui. (Qs. Al-An’am (6) : 97).

16. Penerjemah 

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana"

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Qs. Al-Baqarah (2) : 31- 33).

17. Instruktur/ pelatih binatang 

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang Telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang Telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. (Qs. Al-Maidah (5) : 4).

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya kami Telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang Telah kami ciptakan dengan kekuasaan kami sendiri, lalu mereka menguasainya?

Dan kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. (Qs. Yasiin (36) : 71- 72).

Semoga bermanfaat....