Jumat, 03 November 2023

NAMA-NAMA SURGA DALAM AL-QUR'AN

Edisi Jum'at, 3 November 2023 M / 19 Rabi'ul Akhir 1445 H.

Dalam Islam, siapa pun yang senantiasa berbuat baik dan beramal saleh akan dijanjikan tempat yang indah dan nyaman bernama surga. Hal ini pun tercantum dalam Al-Quran surat Al-Bayyinah ayat 7 dan 8 yang berbunyi :

 إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan adalah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. 

Surga sebenarnya terdiri dari beberapa tingkatan. Namun, hanya beberapa nama-namanya yang tertulis atau disebutkan dalam Al-Quran. Lebih lanjut mari langsung kita simak  beberapa nama surga selengkapnya berikut ini :

1. Surga Firdaus 

Nama surga ini muncul dalam QS Al-Mu’minun ayat 1-11. Disana Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman tentang calon penghuni surga firdaus, yakni surga yang terbuat dari emas. Adapun calon penghuni surga firdaus berdasarkan ayat tersebut di antaranya adalah:

Orang-orang yang khusyu sholatnya, Siapa pun yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tak berguna, Orang yang menunaikan zakat, menjaga kehormatannya, Orang yang memelihara amanat dan sholatnya.

Golongan tersebutlah yang nantinya akan menempati surga firdaus dan mereka kekal di dalamnya. 

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Mu’minun ayat 11).

2. Surga Al Jannah 

Arti dari nama surga ini adalah tertutup dan tersembunyi. Dalam bahasa Arab, kata ini juga berarti sebuah surga di mana di dalamnya ada kebun yang penuh dengan pepohonan dan kurma. Nama surga ini disebutkan sebanyak 54 kali dalam 28 surat di Al-Quran. 

Kata jannah diantaranya disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 124:

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا.

Artinya: "Dan barangsiapa yang mengerjakan amal kebaikan, laki-laki atau perempuan sedang dia beriman, maka mereka akan masuk ke dalam surga (jannah) dan mereka tidak dizalimi sedikit pun." (QS. An-Nisa: 124).

3. Darul Khuldi 

Merupakan surga yang di dalamnya terdapat kehidupan kekal dan abadi. Di sana tidak ada kematian. Nama surga ini pernah disebutkan dalam surat Qaf ayat 34.

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.

4. Jannatul Ma’wa 

Saat diartikan, nama surga ini memiliki arti sebagai tempat berlindung. Orang yang masuk ke dalamnya akan terlindungi oleh Allah Subhanahu WaTa'ala. Nama surga ini pernah dimunculkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat An-Najm ayat 15. 

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

Di dekatnya ada surga tempat tinggal

5. Surga ‘Adn 

Nama surga ini muncul dalam firman Allah di QS Maryam ayat 61 yang berbunyi:

“Yaitu Surga ‘Adn yang telah dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya. Sekalipun surga itu tidak tampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti ditepati.”

جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا

yaitu surga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati.

6. Surga Na’im 

Merupakan surga yang banyak mengandung keberkahan di dalamnya. Orang yang menempati surga itu akan diberkahi apa yang ia inginkan seperti makanan, minuman, pakaian, dan lainnya. Nama surga ini muncul dalam surat Lukman ayat 8.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,

7. Darussalam 

Nama surga ini sebutkan dalam surat Al-An’am ayat 127. Surga ini disebut sebagai tempat berlindung bagi mereka yang senantiasa mengerjakan amal-amal shaleh. 

لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.

8. Jannatul Khuld 

Surga Jannatul Khuld merupakan tempat yang kekal bagi mereka yang bertakwa. Ini merupakan tempat yang dihadiahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagi umat Muslim yang selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Nama surga ini disebut dalam surat Al-Furqan ayat 15.

قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا

Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?".

9. Darul Muqamah 

Nama surga ini disebutkan dalam surat Fathir ayat 34 dan 35. Ini merupakan surga yang kekal di mana semua penghuninya tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu. Surga ini disediakan untuk mereka yang selalu bersyukur atas berkah Allah Subhanahu WaTa'ala.

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".

10. Maq’adu Shidq 

Disebutkan dalam surat Al-Qamar ayat 54-55. Merupakan surga yang di dalamnya terdapat taman dan sungai-sungai. 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,

11. Qadama Shidq 

Merupakan surga yang disediakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk orang-orang beriman. Pada Al-Quran, nama surga ini disebutkan dalam surat Yunus ayat 2. 

أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ مُّبِينٌ

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata".

12. Al-Maqamul Amin 

Nama surga ini muncul dalam surat Adh-Dhukhan ayat 51 yang berbunyi:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

“Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada dalam tempat yang aman (Al-Maqamul Amin)”.

13. Darul Qarar 

Merupakan tempat yang kekal. Nama surga ini disebutkan dalam surat Ghafir ayat 39 yang berbunyi:

“Wahai kaumku! Sesungguhnya dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itu negeri yang kekal”

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

14. Darul Muttaqin 

Merupakan surga yang dijanjikan oleh Allah untuk orang bertakwa dan senantiasa menjauhkan dirinya dari perbuatan syirik dan munafik. Nama surga ini pun disebutkan dalam firman Allah Subhanahu WaTa'ala pada surat An-Nahl ayat 30. 

وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا خَيْرًا ۗ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

15. Al-Husna 

Nama surga ini muncul dalam surat Yunus ayat 26. Di sana disebutkan bahwa dalam surga ini, penghuninya kekal dan wajah mereka bersinar. Ini merupakan surga untuk orang yang sering berbuat baik.

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

16. Al-Ghurfah 

Merupakan tempat untuk orang-orang yang beriman atas kesabaran mereka. Nama surga ini disebutkan dalam surat Al Furqan ayat 75.

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.

17. Darul Hayawan 

Arti dari nama surga ini adalah tempat yang kekal di mana tidak ada kematian di dalamnya. Nama surga ini disebutkan dalam surat Al-Ankabut ayat 64.

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Itulah beberapa nama surga yang disebutkan dalam Al Qur'an. Janganlah kita semata-mata berbuat baik dan beriman hanya karena ingin mengharapkan imbalan berupa surga. Sebab pada dasarnya, kebaikan dan amal saleh sesungguhnya perlu dilakukan secara ikhlas dan tulus, sementara surga merupakan bonus dari Allah Ta’ala karena kita berhasil melakukan hal itu.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Jum'at, 3 November 2023 M / 19 Rabi'ul Akhir 1445 H.

Surga Kenikmatan Abadi yang Telah Ada 

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال ،قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia’.”(al-Bukhari dalam ash-Shahih no. 3244 dan 4779, Muslim dalam ash-Shahih no. 2824).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits : 

1- Hadits qudsi yang sedang kita bahas adalah salah satu dalil Ahlus Sunnah wal Jamaah bahwa al-jannah telah diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan sudah ada saat ini.

2- Perhatikan hadits qudsi di atas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ

“Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh.”

Kata (أَعْدَدْتُ) dalam bahasa Arab adalah fi’il madhi (kata kerja lampau) yang menunjukkan telah berlalunya satu pekerjaan. Dengan demikian, artinya adalah ‘aku telah menyediakan’. Maknanya, al-jannah telah disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, telah diciptakan oleh-Nya. Oleh karena itu, Imam al-Bukhari rahimahullah memberi satu judul bab bagi hadits ini, “Bab Ma Ja’a fi Shifatil Jannah wa Annaha Makhluqah (bab tentang sifat al-jannah dan bahwa ia telah diciptakan oleh Allah)”.

3- Sadar atau tidak, seluruh anak Adam sedang melangkah menuju hari-hari abadi. Perjalanan itu berakhir di janah Allah subhanahu wa ta’ala atau neraka-Nya, wal ‘iyadzubillah. Cukuplah kiranya hadits qudsi di atas mendorong seorang mukmin berlomba mendapatkan janah Allah subhanahu wa ta’ala. Negeri yang sangat indah. Kampung halaman yang sangat mempesona dan penuh kebahagiaan.

4- Surga, Kenikmatan yang Belum Pernah Tebersit dalam Hati

Janah adalah kenikmatan luar biasa yang belum pernah dilihat mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah tebersit dalam kalbu manusia. 

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Quran : 

1- Dalil yang lain tentang keberadaan al-jannah dan an-nar sebagai dua makhluk yang telah diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada janah yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).

Juga firman-Nya,

فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24).

2- Janah adalah kenikmatan luar biasa yang belum pernah dilihat mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah tebersit dalam kalbu manusia. Dalam sebagian riwayat hadits qudsi di atas, setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meriwayatkan firman Allah subhanahu wa Ta'ala 

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

‘Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. As-Sajdah: 17).

Kamis, 02 November 2023

CARA MENINGKATKAN KESABARAN DALAM ISLAM

Edisi Kamis, 2 November 2023 M / 18 Rabi'ul Akhir 1445 H.

Sabar secara umum diartikan menahan diri. Sabar mengandung keutamaan dalam agama Islam. Sabar atas maksiat mencegah orang dari perbuatan keji. Sabar dalam taat menguatkan orang dalam menjalankan perintah agama. Sabar atas musibah dan malapetaka meneguhkan hati seseorang dalam mengalami kepahitan hidup.

Sabar merupakan sifat manusiawi yang menunjukkan seberapa kuat seseorang dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Sabar juga merupakan ujian dari Allah Subhanahu WaTa'ala kepada hamba-Nya. Tujuan dari ujian tersebut tidak lain adalah untuk menjadikan hamba-Nya menjadi lebih baik, mencapai tujuan hidup menurut Islam, dan memperkuat keimanannya. Akan tetapi banyak orang yang tidak sabar ketika diuji oleh Allah Subhanahu WaTa'ala. Pada akhirnya mereka merasa stres dan menjadi putus asa.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan kesabaran. Berikut ini adalah 17 cara meningkatkan kesabaran menurut Islam :

1. Niatkan Segala Sesuatunya Karena Allah 

Salah satu Cara Meningkatkan Kesabaran adalah dengan meluruskan niat. Dari Umar Radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Segala sesuatu hendaklah diniatkan karena Allah Subhanahu WaTa'ala. Sesungguhnya sesuatu yang diniatkan karena Allah akan mendapat ridha dari-Nya. Dan keridhaan dari Allah akan menimbulkan kesabaran.

2. Puasa Sunnah 

Puasa merupakan salah satu cara mengasah kesabaran, karena kita diharuskan menahan segala bentuk hawa nafsu.

Esensi dari berpuasa adalah menahan berbagai macam hawa nafsu. Seperti lapar, emosi, dan syahwat. Berpuasa juga dapat disamakan dengan berlatih untuk memerangi hawa nafsu tersebut. Dengan begitu, memperbanyak puasa sunnah dapat meningkatkan kesabaran.

Sebagaimana sabda Rasulullah :

“Puasa adalah tameng, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah, ‘Saya sedang berpuasa’.” [HR. Muslim].

3. Membaca Al Qur’an 

Al Qur’an merupakan pedoman bagi umat islam. Di dalamnya banyak terkandung pelajaran-pelajaran hidup yang berharga yang akan menuntun kita kepada kebaikan. Sebagaimana Fungsi Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca Al Qur’an dan mengamalkannya dapat membuat hidup menjadi lebih baik dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang terjadi. Sehingga kesabaran akan muncul dan tumbuh di dalam diri.

Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.(Q.S. Al-Isra’ : 82).

4. Berdzikir 

Amalan berdzikir yang dapat kita lakukan sangat lah banyak, seperti Amalan Dzikir Pembuka Rezeki, dzikir sebelum tidur menurut islam, dsb. Selain bentuk-bentuk dzikir sederhana yang dapat kita lakukan, bedzikir juga dapat membuat hati tenang dan kesabaran akan meningkat.

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aat: 37-41).

5. Berlatih untuk Bersabar 

Melatih kesabaran secara terus menerus akan dapat meningkatkan kesabaran. Lebih dari itu, kesabaran yang dilatih secara terus menerus dapat menjadi kebiasaan. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“… barang siapa yang menyabar-nyabarkan diri (berusaha bersabar), maka Allah akan menjadikannya orang yang sabar…” (HR. Bukhari).

6. Berpikir Positif 

Pikiran yang positif akan sangat berpengaruh terhadap perilaku di kehidupan sehari-hari. Kesuksesan, keberhasilan, ketenangan hati, dan kesabaran juga didapat dari pikiran yang positif. Pikiran yang positif juga akan selalu menimbulkan sikap optimis. Sikap optimis akan membuat perasaan putus asa sulit untuk muncul. Dengan begitu, kesabaran akan meningkat.

7. Mengatur Emosi 

Biasanya ketidaksabaran muncul karena emosi yang tidak baik, seperti marah, kesal, dan putus asa. Apabila kita dapat mengontrol emosi dengan baik, maka kesabaran pun akan tetap terjaga. Cara mengendalikan emosi menurut islam sangat tepat untuk menjadi solusi dalam Cara Meningkatkan Kesabaran.

8. Ikhlas 

Sikap ikhlas membuat kita lebih legowo dalam menghadapai setiap permasalahan. Dengan hati yang tenang dan hanya mengharap ridha dari Allah akan membuat kesabaran semakin meningkat.

9. Membaca Kisah Para Nabi dan Sahabat 

Para Nabi merupakan manusia pilihan Allah yang memiliki tingkat kesabaran yang baik. Bahkan ada beberapa Nabi yang mendapatkan gelar “Ulul Azmi” yang artinya memiliki kesabaran yang luar biasa.

Adapun nabi-nabi yang mendapat gelar tersebut adalah Nabi Nuh Alahissalam, Nabi Ibrahim Alaihissalam, Nabi Musa Alaihissalam, Nabi Isa Alaihissalam, dan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Hal ini bukan menandakan bahwa selain nabi-nabi di atas tidak memiliki sifat sabar. Akan tetapi, gelar tersebut diperuntukkan bagi beliau-beliau yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa berdasarkan dari kisah-kisahnya.

Begitupun dengan para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka adalah orang-orang yang kesalehannya sudah terbukti dan menjadi pendamping bagi Nabi dalam menyiarkan agama islam. Mereka juga merupakan orang-orang yang sabar. Dengan membaca kisah-kisah Nabi dan para sahabat akan memotivasi kita untuk lebih bersabar dalam menghadapi apapun.

10. Mencontoh Orang yang Sabar 

Setelah termotivasi untuk menjadi orang yang lebih sabar, selanjutnya adalah mencoba untuk mencontoh orang-orang yang sabar. Dengan demikian, tingkat kesabaran kita akan bertambah.

11. Lebih Sering Melihat ke Bawah 

Maksud dari lebih sering melihat ke bawah adalah mencoba untuk menyadari bahwa banyak orang lain yang lebih tidak beruntung dari kita. Sehingga kita akan lebih bersyukur dan bersabar ketika mengharapkan sesuatu.

12. Mengingat Janji-Janji Allah 

Begitu banyak ganjaran bagi orang-orang yang sabar yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu WaTa'ala diantaranya adalah:

a. Orang yang Sabar Akan Dijanjikan Surga 

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anhu Meriwayatkan, Aku mendengar Rasullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman, Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR. Bukhari).

b. Orang yang Sabar Akan Diberikan Pahala Tanpa Batas 

Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman:

“… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

c. Orang yang Sabar Akan Diberikan Rahmat dan Petunjuk 

“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 157).

d. Orang yang Sabar Akan Dicintai Allah 

“… Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146).

e. Orang yang Sabar Akan Mendapatkan Pertolongan 

“Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (QS. Ali Imran: 125).

13. Fokus pada Tujuan 

Fokus terhadap tujuan akhir juga termasuk salah satu Cara Meningkatkan Kesabaran. Kesabaran dapat ditingkatkan dengan memfokuskan diri pada tujuan. Orang yang fokus terhadap tujuan akan terus berusaha mendapatkan tujuannya. 

Ingatlah bahwa kita hanya sementara hidup di dunia ini, hakikat penciptaan manusia sesungguhnya adalah akhirat. Waktu kita yang sangat singkat di dunia ini hendaknya dijadikan pacuan untuk terus memperbanyak ibadah dan kuat dalam menghadapi setiap cobaan. Salah satu senjata yang kita gunakan dalam mencapai tujuan hidup adalah kesabaran.

Allah juga telah memberitahukan kita bahwa tujuan kita hanyalah untuk menyembah pada-Nya.

“Dan Aku tidak menciptkan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.” (Q.S. adz-Dzariyat: 56).

14. Berteman dengan Orang Soleh 

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan sifat seseorang. Berbagai karakteristik biasanya terbentuk dari sana. Adapun salah satu sifat atau karakter dari orang soleh adalah penyabar. Dengan bergaul dan berteman dengan orang soleh dapat membuat sifatnya tersebut “menular” kepada kita. Perumpamaan dalam pergaulan telah disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam :

“Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap.“ (HR. Bukhari & Muslim).

15. Menyadari dosa yang telah diperbuat 

Ketika cobaan datang, maka hendaklah introspeksi diri bahwa kita mempunyai begitu banyak dosa sehingga inilah balasan yang kita dapatkan dari dosa-dosa kita. Hanya dengan terus berusaha, pasrah dan bersabar, kita dapat melalui cobaan hidup.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S.Al-Baqarah :155).

16. Menghilangkan sifat Pemarah 

Ketika menghadapi orang lain yang sedang emosi, kita butuh kesabaran, tidak bereaksi berlebihan, dan mampu menahan diri. Lebih-lebih saat kita sendiri dalam situasi tersinggung. Kemarahan dan emosi kadang membutakan akal sehat. Saat itu, kita perlu rem berupa kesabaran. Kesabaran dalam konteks tersebut berarti suatu kematangan mental untuk mampu menahan diri dalam bertindak dan berucap, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda : “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya berwudhu."

17. Berdoa 

Terakhir adalah meminta kepada Allah atau berdoa untuk meningkatkan kesabaran. Segala usaha akan menjadi lengkap jika dibarengi dengan doa. Sesungguhnya kesabaran itu merupakan anugerah dari Allah Subhanahu WaTa'ala. Oleh karena itu, mintalah kepada-Nya untuk menjadi orang yang sabar.

Mari kita sadari, bahwa tanpa kesabaran, kita akan mudah terjebak dalam komunikasi negatif dan sulit menjalin hubungan sosial yang membangun. Tanpa kesabaran kita cenderung mudah melakukan tindakan-tindakan tak terkendali yang mengundang penyesalan di kemudian hari. Sebaliknya melatih kesabaran berarti memperkecil kemungkinan bersalah dan terjadinya penyesalan.

Semoga dengan cara-cara di atas dapat meningkatkan kesabaran kita. Sehingga kita dapat memahami hakikat manusia menurut islam  sesuai dengan fungsi agama Islam, dan menjadi manusia yang hidup bahagia dalam islam.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Kamis, 2 November 2023 M / 18 Rabi'ul Akhir 1445 H. 

Pentingnya Melatih Kesabaran 

عن أبي سَعيد سعدِ بن مالكِ بنِ سنانٍ الخدري رضي الله عنهما: أَنَّ نَاسًا مِنَ الأَنْصَارِ سَألوا رسولَ الله صلى الله عليه وسلم فَأعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَألوهُ فَأعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِندَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أنْفْقَ كُلَّ شَيءٍ بِيَدِهِ: ((مَا يَكُنْ عِنْدي مِنْ خَيْر فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر)). مُتَّفَقٌ عليه. 

Dari Abu Said iaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahawasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

"Apa saja kebaikan - yakni harta - yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan ku simpan sehingga tidak ku berikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri - dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah - kaya hati dan jiwa - dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikurnia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikurniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya - daripada kurnia kesabaran itu." (Muttafaq 'alaih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits : 

1- Barang siapa yang melatih diri untuk bersabar, maka Allah akan menjadikan dia sabar.

2- Kemudian disebutkan dalam kalimat keempat bahwa jika Allah Azza wa Jalla memberikan kesabaran kepada seorang hamba, maka pemberian itu merupakan anugerah yang paling utama dan pertolongan yang paling luas serta paling agung. 

3- Sabar, seperti halnya akhlak-akhlak terpuji lainnya, membutuhkan kesungguhan jiwa dan latihan. Karena itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang melatih diri untuk bersabar,” yaitu orang yang mencurahkan jiwanya untuk bersabar, “Maka Allâh Azza wa Jalla akan menjadikannya sabar,” yaitu Allâh akan menolongnya agar ia bisa bersabar.

Sabar itu merupakan pemberian yang paling agung, karena ia berkaitan dengan semua urusan seorang hamba dan sebagai penyempurnanya. Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam segala keadaan selama hidupnya.

4- Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam segala hal, di antaranya:

a. Dalam menjalankan ketaatan kepada Allâh sampai dia bisa mengerjakan dan menunaikannya.

b. Sabar dalam menjauhkan maksiat kepada Allâh sampai dia bisa meninggalkannya karena Allâh Azza wa Jalla.

c. Sabar atas takdir-takdir Allah yang menyakitkan sampai dia tidak marah karenanya.

d. Bahkan seorang hamba membutuhkan sabar atas nikmat-nikmat Allah dan hal-hal yang dicintai oleh jiwa, sehingga dia tidak membiarkan jiwanya tenggelam dalam kesenangan dan kegembiraan yang tercela, tetapi dia terus menyibukkannya dengan bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla .

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran : 

1- Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam setiap keadaannya. Dengan kesabaran, seorang hamba akan mendapat kemenangan. 

وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ, سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“…Sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;(sambil mengucapkan), ‘Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.’ maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” [QS. Ar-Ra’d/13: 23-24].

2- Mereka mendapatkan surga beserta kenikmatannya.

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا

Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka… [QS. Al-Furqân/25:75].

Rabu, 01 November 2023

BAHAYA RIBA DALAM ISLAM

Edisi Rabu, 1 November 2023 M / 17 Rabi'ul Akhir 1445 H.

Riba adalah menetapkan tambahan atau bunga dalam jumlah tertentu yang telah disepakati bersama yang biasanya berlaku dalam urusan pinjam meminjam uang. Riba sudah menjadi hal yang sangat umum, mudah ditemui dimana saja dan dilakukan oleh siapa saja. Dari hal yang sepele hingga hal yang besar banyak diantaranya mengandung riba. Riba yang paling mudah dijumpai ialah adanya bunga tambahan yang harus dibayarkan ketika membayar pinjaman.

Sering kita menemui di berbagai lembaga tentang kemudahan untuk bertransaksi dan mendapat pinjaman dengan syarat akan mengembalikan uang yang dipinjam tepat waktu beserta uang atau bunga tambahan yang telah ditetapkan, jika ada keterlambatan atau kekurangan pun akan dikenakan denda yang dibebankan pada peminjam. 

Bagaimana pandangan mengenai hal tersebut menurut islam? apakah termasuk dosa besar dalam islam? Untuk memahaminya lebih dalam, mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel tausiah berikut tentang bahaya riba dalam islam.

1. Haram Hukumnya 

Riba adalah perbuatan yang haram, riba yang umum misalnya yang terdapat dalam pinjaman walaupun dimaksudkan untuk menambah rezeki tetap saja tidak boleh untuk dilakukan. Hal yang sudah biasa terjadi dalam masyarakat ini merupakan sesuatu yang berbahaya dan merusak masa depan baik bagi pelaku riba maupun orang yang membantunya.

“Dan riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah dan apa yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah maka yang berbuat demikian itulah orang orang yang melipatgandakan pahalanya”. (QS Ar Ruum : 39). Banyak cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an yang halal, dan riba tidak termasuk di dalamnya.

2. Mendapat Siksa yang Pedih 

“Disebabkan mereka memakan riba padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk mereka itu siksa neraka yang pedih”. (QS An Nisa : 161). Sesuatu yang dilarang Allah tetapi tetap dilakukan maka hukumnya tidak lain adalah mendapat siksa yang pedih di akherat apalagi jika dilakukan oleh seseorang yang sudah memahami akan larangan tersebut. Rasa iman dalam islam seharusnya bisa mencegah seseorang dari riba sehingga terhindar dari siksa pedih di akherat yang tentu bukan urusan ringan tetapi merupakan siksa yang kekal.

3. Dilarang Allah 

Riba memang akan menghasilkan keuntungan secara duniawi karena mendapat uang lebih dari uang yang sebelumnya diberikan atau dipinjamkan, tetapi hal tersebut dilarang Allah karena bukan cermin dari orang yang beriman, apapun yang dihasilkan dari riba barang yang haram karena dilarang oleh Allah. Dunia menurut islam memang penuh dengan ujian, termasuk adanya perbuatan riba untuk menguji tingkat keimanan manusia. “Hai orang orang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. (QS Ali imran : 130).

4. Sejalan dengan Syetan 

“Orang orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila”. (QS Al Baqarah : 275). Syetan selalu mengarahan manusia untuk melakukan segala sesuatu yang dilarang Allah, begitu pula dengan riba, orang yang melakukan riba sama saja seperti menjalani hidup yang sejalan dengan syetan karena kerakusan yang dimilikinya. sifat rakus juga nantinya akan menimbulkan kesombongan dalam islam yang berbahaya.

5. Kekal di Dalam Neraka 

“Maka orang itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menghalalkan sedekah”. (QS Al Baqarah : 276). Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan kehidupan yang abadi adalah kehidupan di akherat. Begitu pula yang berhubungan dengan kehidupan di neraka, orang yang melakukan riba sepanjang hidupnya memiliki urusan dan harta yang tidak berkah, nantinya ia akan menjadi penghuni neraka yang kekal jika ia tidak menghentikan kebiasaan dosa besar tersebut.

6. Membinasakan Umat Manusia 

“Hindarilah tujuh hal yang membinasakan,…..memakan riba….”. (HR Muslim). cuplikan dari hadits tersebut berisi tentang tujuh hal yang membinasakan manusia, diantaranya tujuh hal tersebut ialah memakan riba, yakni seseorang yang memiliki pekerjaan dalam kesehariannya berupa urusan yang berhubungan dengan riba, ia akan binasa karena perbuatan dosa yang dilakukannya sendiri. Apapun yang dilarang Allah memang akan tetap menimbulkan kerugian.

7. Semua yang Berperan Turut Berdosa 

“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja”. (HR Imam Muslim). orang yang berdosa karena dilakukannya riba bukan hanya yang memiliki modal utama atau yang melakukan secara langsung, tetapi juga orang orang yang berperan di dalamnya. Misalnya ialah dalam suatu lembaga keuangan yang bekerja dengan sistem riba, maka setiap karyawan yang bekerja di dalamnya juga turut menanggung dosanya.

8. Mendapat Azab Berat 

“Lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya hingga berdarah dan kembali seperti semula. Aku (Rasulullah) bertanya, apa ini? salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab, yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba”. (HR Imam Al Bukhari). Hadits tersebut ialah sebuah kisah mimpi yang dialami oleh Rasulullah tentang seseorang yang disiksa di akherat, ternyata orang tersebut ialah pemakan riba hingga di akherat ia mendapat penyiksaan yang berat dan dilakukan secara terus menerus.

9. Dosa Lebih Besar Dari Zina 

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui bahwa di dalamnya adalah hasil riba, dosanya itu lebih besar dari melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali”. (HR Ahmad). Sering kita memandang buruk terhadap seseorang yang melakukan perbuatan zina, padahal ternyata riba yang sering disepelekan memiliki kadar dosa yang jauh lebih besar dari zina. Tentu azabnya juga akan lebih berat, di dunia maupun di akherat.

10. Kufur Bagi yang Menghalalkan 

“Sekali kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS Al Muthaffifin : 14). Riba membuat siapapun yang melakukannya menjadi seseorang yang memiliki hati yang keras dan menjadi orang yang kufur. Hal tersebut akan membuat orang tersebut melakukan perbuatan perbuatan yang tercela lebih banyak lagi.

11. Menimbulkan Sifat Tamak 

Jelas bahwa riba memang memberikan keuntungan yang besar bagi pihak yang memiliki modal, hal tersebut akan menimbulkan sifat tamak karena orang ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Sifat tamak tersebut nantinya akan menimbulkan sifat buruk lain seperti sifat kikir, sifat sombong, dan menggunakan harta hasil riba tersebut untuk segala kenikmatan duniawi.

12. Menyusahkan Orang Lain 

Jelas bahwa riba akan menyusahan orang lain karena menambah beban, misalnya ialah riba yang berhubungan dengan pinjaman uang, tentu orang yang meminjam berada dalam kondisi susah dan membutuhkan pertolongan berupa pinjaman uang, tetapi keadaan tersebut justru menjadi sarana untuk menambah beban yang dialami.

13. Menularkan Keburukan 

Riba menularkan keburukan karena semua yang terlibat ikut menanggung dosanya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa semua yang terlibat seperti saksi, pencatat, dan lain lain yang berhubungan walaupun memiliki peran yang kecil, tetap saja terkena dosa sehingga riba akan menularkan keburukan kepada sekitarnya.

14. Hartanya Tidak Berkah 

“Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka”. (HR At Tirmidzi). Jika ada seseorang yang bekerja dengan sistem riba, maka jika harta tersebut diberikan kepada keluarga atau orang terdekatnya, maka harta tersebut tidak menimbulkan keberkahan, justru orang yang diberi tersebut akan ikut menanggung dosa atau siksa di akherat.

15. Tidak Mendapat Pahala Jika Diamalkan 

Amalan berupa sedekah atau memberi bantuan kepada seseorang yang membutuhkan yang hartanya didapatkan dari riba maka tidak akan diterima oleh Allah, Allah tidak menerima amal perbuatan yang berasal dari harta walaupun amalan tersebut dilakukan dengan keinginan dan niat yang baik. sehingg amal perbuatannya sia-sia.

16. Tidak Memiliki Iman 

Iman artinya ialah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan niat karena ibadah. Orang yang melakukan riba berarti tidak memiliki iman di hatinya karena melanggar perintah Allah. Riba ialah perbuatan dosa yang memiliki banyak pintu keburukan seperti pada hadist berikut “Riba itu ada 73 pintu dosa yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri”. (HR Al Hakim).

17. Doa Tidak Dikabulkan 

“Makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan Allah?” (HR Muslim). Orang yang melakukan riba artinya memiliki berbagai barang dari sesuatu yang haram. Hal tersebut akan berpengaruh dalam kesehariannya yakni ketika ia memohon sesuatu dan berdoa, doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah.

Sebagai umat muslim, sudah selayaknya kita menghindari segala perbuatan yang dilarang oleh agama termasuk perbuatan riba, sekarang anda sudah mengerti dengan jelas bukan, apa saja bahaya riba dalam islam? Jangan lupa untuk menghindarinya agar terhindar dari dosa.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Rabu, 1 November 2023 M / 17 Rabi'ul Akhir 1445 H. 

Ancaman Terhadap Pelaku Riba 

عن عبد الله بن حنظلة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

اَلرِّبَا اِثْنَانِ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَدْنَاهَا مِثْلُ إِتْيَانِ الرَّجُلِ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Handolah rodhiAllahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:

"Riba itu memiliki tujuh puluh dua pintu, yang paling ringannya adalah seperti seseorang mendatangi (menggauli) ibunya." (Shahih dengan semua jalannya, diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al Awsath ).

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberinya, dua saksinya dan penulisnya. Beliau juga bersabda, “Mereka sama (dosanya).”

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits : 

1- Riba secara bahasa artinya bertambah. Sedangkan secara syara’ adalah penambahan pada ra'sul maal (harta pokok) sedikit atau banyak. 

2-  Riba bisa juga diartikan dengan kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterima.

3- Riba terbagi dua; Riba Nasii’ah dan Riba Fadhl.

a- Riba Nasii'ah artinya tambahan yang disyaratkan oleh pemberi pinjaman dari si peminjam sebagai ganti dari penundaan.

b- Riba Fadhl artinya terjadinya kelebihan di salah satu barang pada barang-barang yang terkena hukum riba (ribawi), yakni menjual uang dengan uang atau makanan dengan makanan dengan adanya kelebihan.

Di dalam hadits disebutkan lebih jelas pengharaman riba pada enam barang; emas, perak, bur/gandum, sya’ir, kurma dan garam. Jika barang-barang ini dijual dengan barang yang sejenis, diharamkan adanya kelebihan di antara keduanya.

 4- Ancaman pelaku riba sangat berat, paling ringan saja seperti menzinai ibunya.

5- Rasûlullâh shallallah alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberinya, dua saksinya dan penulisnya. Beliau juga bersabda, “Mereka sama (dosanya).”

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran: 

1- Di ayat tersebut Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa orang yang bermu’amalah dengan riba tidak dapat bangkit dari kuburnya pada hari kebangkitan melainkan seperti berdirinya orang yang terkena penyakit ayan, hal ini disebabkan mereka memakan riba ketika di dunia.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِييَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. (QS. Al Baqarah: 275).

2-  Pengharaman riba lebih keras daripada pengharaman maisir, yaitu judi. Bahkan memakan riba adalah sifat orang-orang Yahudi yang mendapatkan laknat.

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan juga (disebabkan) mereka mengambil riba padahal mereka telah dilarang melakukannya, dan (disebabkan) mereka memakan harta orang dengan jalan yang salah (tipu, judi dan sebagainya). Dan (ingatlah) Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir di antara mereka, azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

[QS. An-Nisa' 161].