Rabu, 03 April 2024

MANFAAT PUASA RAMADHAN BAGI KESEHATAN, BIKIN AWET MUDA HINGGA CEGAH KANKER !

Edisi Rabu, 3 April 2024 M / 23 Ramadhan 1445 H.

Ibadah puasa Ramadhan tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan sisi ruhani umat Muslim, namun juga berdampak pada kesehatan.  Menurut Ilmu Kedokteran terbukti bahwa makan dan minum yang berlebih-lebihan bisa membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kerja jantung, menyebabkan mengerasnya pembuluh darah, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan kencing manis. 

Sehubungan dengan hal ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah mengingatkan dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raaf ayat 31, 'Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Juga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, yang artinya, 'Perut itu gudangnya penyakit',"

Manfaat puasa tidak hanya belajar ikhlas, sabar, menghindari perbuatan dosa, dan lainnya. Ternyata, dari segi kesehatan tubuh juga sangat berkhasiat! Puasa Ramadhan pada dasarnya adalah menahan lapar dan hawa nafsu dari sebelum terbit hingga tenggelamnya matahari. 

Memiliki tubuh yang selalu sehat adalah keinginan banyak orang. Berbagai macam cara ditempuh mulai dari menjaga pola makan hingga mengonsumsi suplemen-suplemen tambahan. Akan tetapi, kesehatan juga bisa Anda dapatkan dari puasa!

Berikut ini sejumlah manfaat puasa yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan Kesehatan 

Ini adalah salah satu manfaat puasa yang utama, terutama bagi orang yang memiliki masalah kesehatan terkait sindrom metabolik, yang memiliki banyak manfaat terhadap kardiovaskular secara langsung.

Berpuasa dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular, komposisi darah, dan tekanan darah. Mereka yang menderita diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi mungkin bisa menjalani puasa untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan terkait.

2. Menurunkan Tekanan Darah 

Ketika menjalankan ibadah puasa, tidak sedikit orang yang mengalami penurunan tekanan darah, terutama selama minggu pertama puasa Ramadan. Tapi, bukan hanya puasa yang dapat menurunkan tekanan darah, juga asupan garam secara signifikan lebih rendah dan peningkatan kehilangan garam melalui urine.

Penelitian yang dilansir National Center for Biotechnology Information (NCBI) di tahun 2017, riset pada 110 orang dewasa yang gemuk menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu di bawah pengawasan medis secara signifikan menurunkan tekanan darah, serta kadar trigliserida darah, kolesterol total dan kolesterol jahat LDL.

3. Menurunkan Gula Darah 

Hanya dalam beberapa hari pertama menahan lapar dan haus, manfaat puasa dapat menurunkan kadar gula darah lebih dari 30%, ini merupakan hasil yang signifikan bagi siapa pun yang menderita hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi.

Penurunan gula darah biasanya membuat orang merasakan energi yang berkurang, namun kadar gula darah dalam tubuh harus tetap stabil saat menjalankan puasa.

4. Menurunkan Berat Badan 

Berpuasa atau makan makanan berlemak sehat membantu tubuh mengurangi lemak atau ketosis. Ketosis membantu tubuh membakar cadangan lemak. Lemak sentral berlebih yang tersimpan di sekitar organ, seperti hati dan ginjal, dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Puasa, terutama puasa intermiten (puasa beberapa waktu dalam satu hari) dapat membantu tubuh mencapai ketosis lebih cepat daripada pembatasan kalori.

Satu penelitian di Department of Internal Medicine IV, University of Vienna, Austria, menemukan bahwa puasa jangka pendek secara signifikan dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung 

Manfaat puasa bagi kesehatan ternyata dapat menyehatkan jantung Anda. Meskipun penelitian masih terbatas pada hewan, hasilnya bahwa puasa kemungkinan dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Peneliti juga menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan kinerja otot jantung, mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, dan meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah di dalam jantung.

Satu penelitian Intermountain Heart Collaborative di Utah, Amerika Serikat di tahun 2008, dilakukan pada 4.629 orang yang terkait puasa dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih rendah, serta risiko diabetes yang secara signifikan lebih rendah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

6. Bikin Awet Muda dan Memperpanjang Umur 

Menurut penelitian yang dilansir NCBI di tahun 2008, tikus yang berpuasa setiap hari menghambat dan hidup 83% lebih lama dari tikus yang tidak berpuasa.

Sementara penelitian pada hewan lain memiliki hasil yang serupa, dilaporkan bahwa puasa efektif dalam meningkatkan umur panjang dan meningkat kelangsungan hidup.

Meski begitu, penelitian saat ini masih terbatas pada hewan. Oleh karenanya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana puasa berdampak pada umur panjang dan penuaan pada manusia.

7. Mengurangi Peradangan 

Manfaat puasa bagi kesehatan selanjutnya adalah kemampuannya mengurangi peradangan. Peradangan banyak penyebabnya, tetapi pola makan yang tidak sehat adalah sumber radikal bebas yang konsisten dan makanan yang menyebabkan peradangan, misalnya gula rafinasi (gula yang dimurnikan), karbohidrat olahan, alkohol, susu, daging, dan makanan yang digoreng.

Namun, tidak hanya bersumber dari makanan, reaksi metabolisme juga menghasilkan radikal bebas seperti superoksida dan hidrogen peroksida. Melewatkan sarapan saja dapat mencegah peradangan.

Cara lain agar puasa mengurangi peradangan adalah melalui keseimbangan hormon yang lebih baik. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kadar insulin yang lebih rendah dan sensitivitas insulin yang lebih baik dapat mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

8. Meningkatkan Regenerasi Sel 

Seiring bertambahnya usia, sel-sel jahat dapat berkembang biak di seluruh tubuh tanpa terkontrol dan jaringan yang rusak ini turut berperan terhadap penyakit progresif.

Manfaat puasa bagi kesehatan membuat tubuh mendaur ulang sel, suatu proses pencernaan sendiri pada tingkat sel yang disebut autophagy. Tapi Anda tidak hanya mencerna lemak untuk mengisi energi saat puasa. Tubuh juga menargetkan sel-sel yang rusak dan jaringan tua untuk mengoptimalkan energi untuk bertahan hidup.

Khasiat puasa terhadap kesehatan dapat meningkatkan kerusakan sel dan jaringan yang tidak berfungsi melalui perlindungan selektif, yang dapat melindungi jaringan sehat karena mereka merespons kondisi buruk seperti kelaparan atau puasa.

9. Melindungi Otak 

Penelitian tentang penuaan dan fungsi otak telah meningkat secara substansial dalam dekade terakhir. Animo publik yang besar terhadap kesehatan otak di semua tahap kehidupan mencerminkan keinginan untuk awet muda, sehat, dan dengan kemampuan mental yang sehat. Kabar baiknya, manfaat puasa tampaknya secara spesifik membantu mekanisme perlindungan di otak.

Satu penelitian yang dilansir situs Healthline, riset pada tikus menunjukkan bahwa menjalankan puasa berselang selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak.

Sementara pada penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengevaluasi efek puasa pada fungsi otak manusia.

10. Mengurangi Produksi Protein Berbahaya 

Ada banyak protein dan produk metabolisme yang menyebabkan peradangan, terutama di otak. Puasa dan membatasi kalori dapat menghambat produksi radikal bebas dan protein yang mengiritasi seperti sitokin inflamasi.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa ini juga dapat menghambat penuaan otak dan bahwa manfaat puasa bagi kesehatan dapat menurunkan produksi radikal bebas serta melindungi Anda dari dampaknya.

Hal yang menarik, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tidak hanya kerusakan radikal bebas dan produksi sitokin inflamasi melambat, tetapi produksi sitokin pelindung meningkat saat berpuasa.

11. Mendorong Respons Stres yang Sehat 

Stres yang ringan dan jarang ternyata baik untuk tubuh. Ini merupakan tantangan untuk tubuh, dan Anda menjadi lebih kuat setelah melaluinya. Stres pendek pada otak juga memberikan hasil yang serupa.

Khasiat puasa untuk kesehatan memberi sedikit tekanan pada otak. Stres ini menyebabkan serangkaian tindakan yang melindungi neuron dari kerusakan dan kematian pada hewan percobaan.

12. Membantu Pemulihan Cedera 

Manfaat puasa setelah cedera, terutama pada otak yang membutuhkan glukosa, ternyata membuat pemulihan menjadi lebih cepat.

Dalam satu penelitian terhadap hewan, puasa intermiten setelah mengalami cedera dapat meningkatkan fungsi otak dari stroke dan penyakit yang memengaruhi otak. Saat ini, mekanismenya belum dipahami, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum praktisi kesehatan dapat mulai merekomendasikan puasa intermiten untuk pemulihan cedera.

13. Menyehatkan Kulit 

Diet penting untuk penampilan kulit, tetapi puasa juga dapat meningkatkan karakter dan penampilan kulit Anda. Gula darah tinggi mengubah struktur kolagen, melemahkan kekuatan dan ketahanannya.

Berpuasa secara substansial menurunkan gula darah, karenanya Anda dapat menganggapnya sebagai bagian normal dari rutinitas perawatan kulit untuk mencegah penuaan.

14. Meningkatkan Fungsi Organ Tubuh 

Manfaat puasa bagi kesehatan juga akan memberikan beberapa rangsangan, termasuk ke seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan memulihkan dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.

15. Meningkatkan Fungsi Organ Reproduksi 

Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis (kelenjar produsen hormon tertentu).

16. Membantu Mencegah Kanker 

Penelitian pada hewan dan tabung menunjukkan bahwa manfaat puasa dapat membantu pengobatan dan pencegahan kanker. Faktanya, penelitian pada tikut oleh Departamento de Clínica Veterinária, Faculdade de Medicina Veterinária e Zootecnia, UNESP, Botucatu, Brazil, menemukan bahwa puasa alternatif atau puasa selang-seling dapat membantu menghambat pembentukan tumor.

Demikian pula, sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa mengekspos sel kanker pada beberapa siklus puasa sama efektifnya dengan kemoterapi dalam menghambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan efektivitas obat kemoterapi untuk mengobati kanker.

Terlepas dari temuan ini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana puasa dapat menghambat perkembangan dan pengobatan kanker pada manusia.

17. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh 

Manfaat puasa selanjutnya, terutama puasa intermiten, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan membuat kelaparan sel kanker.

Kita ambil contoh nyata, ketika hewan di alam liar sedang sakit mereka berhenti makan dan sebaliknya mereka fokus untuk istirahat. Ini adalah insting utama untuk mengurangi stres pada sistem internal mereka sehingga tubuhnya dapat melawan infeksi. Sementara manusia adalah satu-satunya spesies yang mencari makanan ketika sakit, bahkan ketika tidak membutuhkannya.

Nah, itu dia manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui. Jika Anda ingin berpuasa, tetapi tubuh sedang tidak fit atau sedang hamil atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah dampak yang tidak baik untuk tubuh.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 3 April 2024 M / 23 Ramadhan 1445 H. 


Puasa itu Menahan Diri

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الظَّمَأُ وَكَمْ مِنْ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ

Artinya :”Betapa banyak orang yang shaum, tidaklah memperoleh  apa-apa baginya dari shaumnya selain lapar, dan betapa banyak orang yang mendirikan shalat, tidaklah memperoleh apa-apa baginya dari shalatnya kecuali lelah”. (H.R. Ad-Darimi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Bagi umat Islam datangnya bulan Ramadhan merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan. Karena dari 12 bulan yang ada, hanya di bulan Ramadhan ini umat Islam bisa mendapatkan pahala yang berlipat. Namun sangat disayangkan jika kita tak mampu meraup keuntungan di bulan suci ini. Justru kerugian yang didapatkan. Lalu apa sebabnya? 

2- Ada perilaku yang membatalkan pahala puasa tapi tidak  membatalkan puasanya (Ghibah, Hoax, berdusta, memandang sesuatu dengan syahwat/birahi, sumpah PHP, berkata kotor, dan lain-lain). Yang pastinya diera sekarang ini sadar atau tidak sadar kita sering melakukannya. 

3- Untuk itu, marilah di puasa Ramadhan ini, kita perketat penjagaan pribadi kita dari perkataan dan perbuatan dosa, yang hanya akan merusak nilai ibadah puasa.

4- Jika ini bisa kita lakukan, puasa dengan penuh keimanan dan kesadaran, insya-Allah dari ibadah puasa Ramadhan ini dapat menjadikan penghapus dosa-dosa yang lalu dan menjadikan kita orang-orang yang  taqwa. 

Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an :

-Puncak daripada tujuan disyariatkan puasa dan bentuk puasa yang diinginkan oleh Allah ‘azza wa jalla, supaya menjadi orang yang taqwa artinya untuk tidak berbuat maksiyat. Puasa mampu membendung fitnah syahwat entah itu fitnah syahwat butun atau faroj. Semua kemaksiyatan sumbernya dari syahwat itu. Maka orang berpuasa    yang tidak bisa meninggal kan maksiyat ia hanya mendapatkan lapar dan dahaga

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi insan yang bertakwa” (QS. Al- Baqarah: 183).

Selasa, 02 April 2024

KUMPULAN HADITS YANG BERKAITAN DENGAN ITIKAF DAN LAILATUL QADAR

Edisi Selasa, 2 April 2024 M / 22 Ramadhan 1445 H. 

Di antara serangkaian amalan sunnah di bulan suci Ramadhan adalah beri’tikaf. Kendati termasuk amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, tetapi khususnya di bulan Ramadhan, i’tikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir. Keutamaannya pun sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar

Secara terminologi, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata beribadah kepada Allah, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid. Demi meraih keutamaan yang lebih besar, seseorang tentu dapat memperbanyak ragam niatnya, seperti berniat mengunjungi dan menghormati  masjid sebagai rumah Allah, berzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, mengharap rahmat dan rida-Nya, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya.    

Melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, lebih diutamakan utama dibanding pada waktu-waktu yang lain, demi menggapai keutamaan Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan Allah. Karena dirahasiakan itulah, maka siapa pun kita harus senantiasa mengisi malam-malam Ramadhan dengan berbagai amaliah, baik wajib maupun sunnah, dengan tujuan agar tidak terlewatkan.   

Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam yang berkaitan dengan Itikaf dan Lailatul qadar :

1. Wanita Beristihadhah Boleh I'tikaf 

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ بَعْضَ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ اعْتَكَفَتْ وَهِىَ مُسْتَحَاضَةٌ

Dari Aisyah berkata : Sebagian Ummul Mukminin melakukan i'tikaf sementara mereka mengeluarkan darah istihadhah. (H.R. Bukhari no. 311).

2. I'tikaf Di Luar Bulan Ramadhan Tidak Harus Berpuasa 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ عَلَى الْمُعْتَكِفِ صِيَامٌ إِلاَّ أَنْ يَجْعَلَهُ عَلَى نَفْسِهِ

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Tidak ada kuajiban bagi orang yang beri'tikaf berpuasa kecuali ia telah mewajibkan atas dirinya sendiri. (H.R. Baihaqi no. 8849, Hakim no. 1555 dan Daruquthni no. 2380).

3. Wanita Boleh I'tikaf di Masjid 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Dari Aisyah rah istri Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, bahwa Nabi Shallallahu alaihi Wasallam  melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat. (H.R. Bukhari no. 2026, Muslim no. 2841).

4. Pertanda turunnya Lailatul Qadar 

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لاَ بَرْدَ فِيْهَا وَلاَ حَرَّ وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

Rasulullah bersabda : Sesungguhnya pertanda Lailatul Qadar ialah cuacanya bersih lagi terang seakan-akan ada rembulan, tenang lagi hening, suhunya tidak dingin dan tidak pula panas, dan tiada suatu bintangpun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari. Dan sesungguhnya pertanda Lailatul Qadar itu di pagi harinya terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan di malam purnama, dan tidak diperbolehkan bagi setan ikut muncul bersamaan dengan terbitnya matahari di hari itu.  (H.R. Ahmad no. 23436).

5. Anjuran Mencari Lailatul Qadar di Malam Dua Puluh Tujuh 

عَنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمِ بْنِ أَبِى النَّجُوْدِ سَمِعَا زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يَقُوْلُ سَأَلْتُ أُبَىَّ بْنَ كَعْبٍ  رَضِىَ اللهُ عَنْهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُوْدٍ يَقُوْلُ مَنْ يَقُمِ الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ. فَقَالَ رَحِمَهُ اللهُ أَرَادَ أَنْ لاَ يَتَّكِلَ النَّاسُ أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِى رَمَضَانَ وَأَنَّهَا فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ. ثُمَّ حَلَفَ لاَ يَسْتَثْنِى أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ فَقُلْتُ بِأَىِّ شَىْءٍ تَقُوْلُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْعَلاَمَةِ أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِى أَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا

Dari Abdah dan Ashim bin Abun Najud keduanya mendengar Zirr bin Hubaisy berkata, saya bertanya kepada Ubay bin Ka'b radhiyallahu anhu Saya katakan, sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas'ud berkata : Barang siapa yang menunaikan shalat malam sepanjang tahun, niscaya ia akan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Maka Ubay bin Ka'b berkata : Semoga Allah merahmatinya. Ia menginginkan agar manusia tidak hanya bertawakkal. Sesungguhnya ia telah mengetahui bahwa Lailatul Qadr terjadi pada bulan Ramadlan, yakni dalam sepuluh hari terakhir tepatnya pada malam ke dua puluh tujuh. kemudian Ubay bin Ka'b bersumpah, bahwa adanya Lailatul Qadr adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Maka saya pun bertanya : Dengan landasan apa, engkau mengatakan hal itu ya Abu Mundzir? Ia menjawab : Dengan dasar alamat atau tanda-tanda yang telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam kepada kami, bahwa di hari itu matahari terbit dengan pancaran cahaya yang tidak menyengat. (H.R. Muslim no. 2834).

6. Anjuran Mencari Lailatul Qadar di Malam Kesembilan, Ketujuh, Kelima 

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُخْبِرَنَا بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ فَتَلَاحَى رَجُلَانِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَالَ خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ فَرُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْرًا لَكُمْ فَالْتَمِسُوْهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

Dari Ubadah bin Ash-Shamit berkata : Nabi Shallallahu alaihi Wasallam keluar untuk memberitahukan kami tentang Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari kaum Muslimin yang membantah beliau. Akhirnya beliau berkata : Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan menyanggah aku, sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan). (H.R. Bukhari no. 2023).

7. Anjuran Mencari Lailatul Qadar dalam Malam Ganjil 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan. (H.R. Bukhari no. 2017).

8. Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا  أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلْتَمِسُوْهَا فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

Dari Ibnu Abbas rahimallah bahwa Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan, pada sisa malam kesembilan, ketujuh, dan  kelima. (H.R. Bukhari no. 2021).

9. Anjuran Mencari Lailatul Qadar pada Tujuh Malam Terakhir 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ اْلأَوَاخِرِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ اْلأَوَاخِرِ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu bahwa ada seorang dari sahabat Nabi Shallallahu alaihi Wasallam yang menyaksilan Lailatul Qadar dalam mimpi terjadi pada tujuh hari terakhir. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Aku memandang bahwa mimpi kalian tentang Lailatul Qadar tepat terjadi pada tujuh malam terakhir, maka siapa yang mau mencarinya, maka carilah  pada tujuh malam terakhir. (H.R. Bukhari no. 2015 dan Muslim no. 2818).

10. Anjuran Mencari Lailatul Qadar pada Tujuh Hari yang Tersisa dari Bulan Ramadhan 

عَنْ عُقْبَةَ - وَهُوَ ابْنُ حُرَيْثٍ - قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْتَمِسُوْهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

Dari Uqbah, dia adalah Ibnu Harits berkata : Aku mendengar Ibnu Umar rahimallah berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan. (H.R. Muslim no. 2822).

11. Anjuran Mencari Lailatul Qadar Pada Malam Kedua Puluh Tujuh 

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ اللهِ إِنِّى لَأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ

Dari Ubay bin Ka'ab, dia berkata tentang Lailatul Qadar : Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam  memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam kedua puluh tujuh. (H.R. Muslim no. 1822).

12. Ibadah di Malam Lailatul Qadar karena Allah Diampuni Dosa-Dosanya 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Barang siapa yang melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang melakukan ibadah di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (H.R.Bukhari no. 1901, Baihaqi no. 8786).

13. Perempuan Boleh I'tikaf di Masjid 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Dari Aisyah radhiyallahu anha istri Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi Wasallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang terahir dari bula Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. (H.R. Bukhari no. 2026, Muslim no. 2841).

14. Dianjurkan I'tikaf di Masjid Jami '

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتِ السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لاَ يَعُوْدَ مَرِيْضًا وَلاَ يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلاَ يَمَسَّ امْرَأَةً وَلاَ يُبَاشِرَهَا وَلاَ يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلاَّ لِمَا لاَ بُدَّ مِنْهُ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ بِصَوْمٍ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِى مَسْجِدٍ جَامِعٍ.

Dari Aisyah bahwasanya ia berkata : Disunnahkan bagi orang yang beri'tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak keluar masjid kecuali untuk hajat yang tidak dapat ditinggalkan. Tidak boileh i'tikaf kecuali dengan berpuasa dan tidak boleh i'tikaf kecuali di dalam masjid jami' (H.R. Abu Daud no. 2475, Baihaqi no. 8856).

15. Bacaan pada malam Lailatul Qadar 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Aisyah ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam : Bagaimana seandainya aku tahu terjadinya malam Lailatul Qadar, apa yang aku baca pada malam itu? Beliau bersabda : Bacalah : ALLOHUMMA INNAKA 'AFUWWUN KARIIM TUHIBBUL 'AFWA FA'FU 'ANNII (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Mulya, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku). (H.R. Tirmidzi no. 3855, Ibnu Majah no. 3982 dan lainnya). 

16. Mengharap pahala Allah 

 مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Bukhari 217Muslim 759).

17. Pahala Itikaf 

 يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ  (رواه البخاري، رقم 

“Tidak ada suatu ibadah hamba-Ku kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan apabila hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan (ibadah-ibadah) sunah, maka Aku akan mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya, maka Aku (membimbing) pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar. Aku (membimbing) penglihatannya ketika melihat, (membimbing) tangannya ketika memukul dan (membimbing) kakinya ketika melangkah (sesuai dengan taufik da inayah-Ku). Kalau dia meminta-Ku, pasti akan Aku beri. Kalau dia meminta perlindungan-Ku, pasti akan Aku lindungi.” 

[HR. Bukhari, no. 6502].

Semoga bermanfaat...


ONE DAY ONE HADITS

Selasa, 2 April 2024 M / 22 Ramadhan 1445 H. 

Mencari Keutamaan Malam Lailatul Qadar

عن عائشة رضي الله عنها قالت، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ

Dari Aisyah radhiallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Carilah oleh kalian keutamaan lailatul qadr (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”.

[Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (2017), Muslim dalam kitab Shahih-nya pula (1169).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- “Malam kemuliaan” dikenal dengan malam Lailatul Qadr, yaitu satu malam yang penuh dengan kemuliaan, keagungan dan tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala, karena malam itu merupakan permulaan diturunkannya al-Quran.

2-IbnuAbbas radhiallahu’anhuma berkata, ‘Allah telah menurunkan al-Quran dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (di langit dunia) secara langsung (sekaligus), kemudian menurunkannya kepada Rasulullah secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa-peristiwa (yang terjadi semasa hidupnya) selama dua puluh tiga tahun.

3- Dengan demikian, jelaslah alasan mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam perintahkan umatnya agar sungguh-sungguh mencari keutamaan malam Lailatul Qadr ini. 

4- Amal (shalih), puasa, dan shalat pada malam Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan (seseorang melakukan ibadah)”.

5- Adapun maksud para ulama tafsir bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadr lebih utama dari ibadah selama seribu bulan adalah (seribu bulan) yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadr.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an: 

 - “Malam kemuliaan” dikenal dengan malam Lailatul Qadr, yaitu satu malam yang penuh dengan kemuliaan, keagungan dan tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala, karena malam itu merupakan permulaan diturunkannya al-Quran. 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5)

Senin, 01 April 2024

PAHALA ITIKAF DI BULAN RAMADHAN YANG LUAR BIASA

Edisi Senin, 1 April 2024 M / 21 Ramadhan 1445 H.

Bulan Ramadhan yang mulia ialah bulan dimana kita bisa mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memiliki kesempatan untuk berbuat amal kebaikan sebanyak banyaknya serta memohon ampun atas dosa dosa yang telah lalu. Ramadhan akan terasa lebih indah jika diisi dengan kegiatan berdiam diri untuk menenangkan jiwa dan melepaskan diri dari segala kesibukan dan kepenatan duniawi. Cara tersebut yakni disebut dengan I’tikaf yang dilakukan terutama pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Segala tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentu memiliki dampak baik bagi ketenangan dunia maupun kedamaian di akherat nanti, Allah selalu menyiapkan pahala luar biasa bagi siapa saja yang ikhlas dalam mengerjakan amal baik, termasuk I’tikaf. Apa saja pahala yang tersebut? Mari simak uraian lengkapnya dalam artikel berikut, 17 pahala I’tikaf di bulan Ramadhan.

1. Pahala Ampunan Dosa 

Orang yang melakukan I’tikaf di bulan Ramadhan untuk melengkapi ibadahnya yang lain seperti puasa dan shalat tarawih, serta menjalankannya dengan niat hanya karena Allah berdasarkan keutamaan ikhlas dalam islam maka akan mendapat kebaikan dan ampunan dosa, hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam berkata kepada orang yang beri’tikaf, “Dia menahan dosa-dosa dan dialirkan baginya kebaikan sebagaimana orang yang melakukan kebaikan semuanya.”

2. Pahala Dijauhkan dari Neraka 

I’tikaf artinya ialah berdiam diri untuk merenungi keburukan yang dimiliki untuk bertaubat, berdzikir untuk memuji Allah, serta berdiam untuk mengharap keberkahan di kehidupan akherat dan memohon diterimanya amalan amalan bulan Ramadhan yang dilakukan. Jika dilaksanakan dengan kesungguhan hanya mengharap ridho Allah, baginya akan dijauhkan dari  siksa neraka bagi wanita maupun siksa neraka bagi laki laki.

Hal ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa beri’tikaf sehari mengharap wajah Allah, maka Allah jadikan antara dia dengan  neraka tiga parit yang lebih jauh di antara timur dan barat.”

3. Menyempurnakan Rangkaian Ibadah Puasa 

Diriwayatkan Dailami dari Aisyah radhiallahu’anha sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beri’tikaf dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” Ibadah bulan puasa tentu akan lebih lengkap jika dijalani dengan keikhlasan dan taubat yang terdalam, I’tikaf akan menyempurnakan rangkaian ibadah puasa yang dilakukan dan memberi kebaikan di masa mendatang. I’tikaf akan memberikan rasa tenang sehingga orang tersebut mampu menahan emosi saat puasa.

4. Mendapat Pahala Haji dan Umrah 

Sungguh luar biasa pahala I’tikaf yang dilakukan di bulan Ramadhan, pahala besar akan didapat yakni pahala seperti beribadah haji dan umrah. Diriwayatkan oleh Baihaqi dan dilemahkannya dari Husain bin Ali radhiallahu’anhuma berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan i’tikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, bagaikan melakukan dua haji dan dua umroh.” keutamaan ibadah haji dan keistimewaannya akan didapat dengan melakukan I’tikaf 10 hari di akhir ramadhan, tentu sebuah pahala yang luar biasa.

5. Mengikuti Sunnah Rasulullah 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).  Rasulullah sejak dahulu selama bulan Ramadhan selalu melakukan I’tikaf dan diikuti oleh istri istrinya sepeninggal beliau. keutamaan i’tikaf di bulan ramadhan yang dilakukan oleh Rasulullah tersebut wajib diteladani oleh kita semua sebagai umatnya, dan menandakan bahwa hal tersebut telah dicontohkan dan disunnahkan oleh Rasulullah, serta bagi siapa saja yang mengikuti sunnah Rasulullah tentu mendapat pahala karena telah menjalankan syariat agama islam yang juga dibuat oleh Allah. Orang tersebut akan diakui sebagai pengikut Rasulullah dan mendapat petunjuk serta jalan yang lurus.

6. Pahala Kenikmatan Dekat dengan Allah 

Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (HR. Bukhari). I’tikaf artinya berdiam diri melupakan hal hal duniawi dan hanya mengingat Allah, dalam kondisi mendekat kepada Allah, tentu Allah juga akan mendekat kepadanya sehingga ia mendapatkan kenikmatan lahir dan batin.

7. Pahala Istiqomah 

Umumnya orang orang akan rajin menjalankan ibadah hanya ketika di awal puasa saja, di pertengahan mereka akan malas dan kembali rajin di akhir Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri, sedangkan orang yang berI’tikaf menunjukkan bahwa ia mampu bersabar dan mengerjakan amal ibadah dengan istiqomah sehingga ia pun mendapat pahala yang luar biasa karena ketekunannya.

8. Pahala Menunggu Waktu Shalat 

Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para Malaikat akan mendoakannya: ˜Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia, (HR Ahmad). Ketika I’tikaf tentu akan berdiam diri di masjid, hal itu sama saja menunggu hingga waktu shalat tiba, dan menunggu waktu shalat terlebih di bulan Ramadhan juga memiliki pahala yang sangat mulia.

9. Diberi Kemudahan Melakukan Ibadah Ramadhan 

Orang yang ber I’tikaf akan memohon kepada Allah untuk mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan, sehingga apapun yang dilakukan akan mendapat petunjuk dan ia mendapat kemudahan untuk melakukan segala amalan kebaikan lain, hal itu terjadi karena ia memiliki niat yang sungguh sungguh untuk menata diri dan berbuat baik serta menunjukkan dan mengusahakannya langsung di hadapan Allah Subhanahu WaTa'ala.

10. Pahala Bersyukur 

I’tikaf artinya bersyukur kepada Allah karena masih diberi waktu untuk bertemu bulan Ramadhan dan masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah, hal itu merupakan ibadah pula sebab Allah menyukai hambaNya yang bersyukur dan akan terus menambah nikmat untuk hambaNya tersebut, sehingga ia akan terus mendapat keberkahan dan ketenangan hidup serta jauh dari sifat kufur.

11. Kenikmatan Waktu yang Bermanfaat 

I’tikaf ialah berdiam diri untuk mengisi waktu dengan mendekat dan menyebut asma Allah, tentu hal demikian jauh lebih bermanfaat karena berlalu dengan tercatatkan pahala untuknya daripada ia tidak melakukan apapun atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat. Ia akan mendapat pahala berupa kenikmatan hati karena memiliki waktu yang terisi dengan amal ibadah.

12. Pahala Shalat Berjamaah 

I’tikaf di masjid tentu akan menunggu waktu shalat disertai dengan melakukan shalat berjamaah, hal itu akan mendapatkan pahala yang berlipat lipat dimana orang yang melakukan shalat berjamaah di bulan Ramadhan dijamin pahala yang jauh lebih besar serta mendapat rasa khusyu’ yang lebih dalam beribadah. Tentu ia akan memiliki kebahagiaan dalam menjalani ibadah Ramadhan.

13.  Jauh dari Tamak Duniawi 

I’tikaf mengajarkan tentang kesederhanaan dan rasa pasrah, ketika menjalankan ibadah tersebut, ia akan berdiam diri dan merenung, sehingga ia akan menyadari arti kehidupan dan jauh dari segala bentuk ketamakan duniawi. Ia pun menjadi seseorang yang semakin dekat dengan Allah dan semakin berkurang ketamakannya terhadap hal hal duniawi.

14. Pahala Mengunjungi Masjid 

Orang yang menggantungkan hatinya dengan masjid (HR Bukhari). Hadits tersebut ialah ciri orang mulia yang mendapat pahala yang jelas orang yang menjalankan ibadah I’tikaf termasuk di dalamnya karena ia rutin berada di masjid dan menggantungkan hidupnya disana. Ia menjadi seseorang yang mencintai masjid dan merawatnya sehingga bertambah lagi kebaikan untuknya.

15. Pahala Menjemput Malam Lailatul Qadar 

Carilah malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim). i’tikaf yang dilakukan terutama di 10 hari menjelang Ramadhan berakhir dimana di hari hari tersebut terdapat malam yang mulia, orang yang ber I’tikaf juga tentunya mengharap kenikmatan di malam tersebut dan mendapat pahala darinya.

16. Teladan Sahabat Rasulullah 

“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah.” Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau. (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167). Jelas bahwa I’tikaf juga dicontoh sahabat Rasulullah sebab itu juga disunnahkan untuk dicontoh semua umat muslim.

17. Dianjurkan oleh Allah 

“Tidak ada suatu ibadah hamba-Ku kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan apabila hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan (ibadah-ibadah) sunah, maka Aku akan mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya, maka Aku (membimbing) pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar.

Aku (membimbing) penglihatannya ketika melihat, (membimbing) tangannya ketika memukul dan (membimbing) kakinya ketika melangkah (sesuai dengan taufik da inayah-Ku). Kalau dia meminta-Ku, pasti akan Aku beri. Kalau dia meminta perlindungan-Ku, pasati akan Aku lindungi.” (HR. Bukhari, no. 6502).

Allah menganjurkan hambaNya untuk melakukan I’tikaf di bulan Ramadhan untuk mencapai kenikmatan Ramadhan yang sempurna dan jika ada manusia yang melakukannya murni semata karena Allah maka baginya ialah pahala yang mulia berupa perlindungan dan kasih sayang dari Allah. Sungguh nikmat yang luar biasa.

Demikian artikel mengenai pahala I’tikaf di bulan Ramadhan, semoga memberi motivasi bagi kita untuk meningkatkan amal kebaikan untuk menggapai berkah ramadhan yang sempurna. Terima kasih sudah membaca. 

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Senin, 1 April 2024 M / 21 Ramadhan 1445 H. 


I'tikaf Ramadhan Bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالت، 

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata, 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.”[HR.Bukhari no. 2026 dan  Muslim no. 1172].

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالت، 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ – قَالَ – فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ

Dari 'Aisyah radhiyallahu anha berkata, 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i’tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[HR.Bukhari no. 2041].

Pelajaran yang terdapat didalam hadits : 

1- Jika ingin beri’tikaf bersama  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan.

 2- Para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadhan. Mereka mengatakan bahwa yang namanya 10 hari yang dimaksudkan adalah jumlah bilangan malam sehingga seharusnya dimulai dari awal malam.

3- Adab i'tikaf hendaknya ketika beri’tikaf, seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.[Shahih Fiqh Sunnah, 2/150-158].

4- Semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membuahkan amalan tentunya.

Tema Hadits yang berkaitan dengan Al qur'an : 

- I’tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.

I’tikaf disyariatkan berdasarkan al-Quran 

… فَاْلآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.

Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang  ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” [QS. al-Baqarah (2):187].