Kamis, 02 Mei 2024

AYAT AL-QUR'AN DAN HADITS RASULULLAH TENTANG PENDIDIKAN

Edisi Kamis, 2 Mei 2024 M /23 Syawal 1445 H.

Hardiknas yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Mei tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 316 tahun 1959. Tanggal tersebut merupakan tanggal di mana Ki Hajar Dewantara ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh Pemerintah Soekarno. Ki Hajar Dewantara merupakan Menteri Pendidikan pertama untuk periode 1945. Dua Mei juga merupakan hari yang spesial bagi Ki Hajar Dewantara. Sebab tanggal tersebut adalah tanggal kelahirannya. Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir 2 Mei 1922.

 Beliau adalah sosok yang berpengaruh terhadap sistem pendidikan di Indonesia, corak pemikirannya yang berbasis kepribadian dan kebudayaan memiliki dampak positif untuk arah gerakan pendidikan kala itu. Petuah fenomenal yang kerap kita jumpai adalah Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani'. Saduran bebas pemaknaan istilah tersebut adalah 'di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberikan dorongan'. Slogan tersebut sampai kini masih menjadi acuan bagi guru dalam mendidik para siswanya. 

Penguatan jiwa nasionalisme pada siswa bisa di berikan materi ajar tentang empat pilar kebangsaan dan pengenalan tokoh tokoh nasional, lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah dan tentunya penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Ini untuk menumbuhkan generasi islam yang moderat. Islam yang moderat dan nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai wujud pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa sendiri. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat menjaga keutuhan bangsa, persatuan bangsa, dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif bangsa dan agama.

Sebagai agama yang sempurna, Islam juga sangat memperhatikan pendidikan. Oleh karena itu, terdapat ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan rujukan. Ayat Al Qur'an dan hadits ini akan membantu untuk menghasilkan pertumbuhan anak agar memiliki kepribadian yang seimbang dan harmonis. Karena merupakan pedoman hidup manusia di dunia, banyak sekali ayat Alquran tentang pendidikan yang dapat dipelajari, serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa ayat Alquran dan Hadits Rasulullah tentang pendidikan di antaranya:

1. Menghayati Penciptaan Dunia dan Isinya 

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥

"Iqra` bismi rabbikallażī khalaq, khalaqal-insāna min 'alaq, iqra` wa rabbukal-akram, allażī 'allama bil-qalam, 'allamal-insāna mā lam ya'lam."

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” (QS Al-A'laq: 1-5).

2. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Ditinggikannya Derajat Manusia yang Beriman dan Berilmu 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr."

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Mujadilah: 11).

3. Alquran Sebagai Sumber Pelajaran Orang yang Berpikir 

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

"Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb."

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran,” (QS Shad: 29).

4. Ayat Alquran tentang Pendidikan Mendalami Pengetahuan Agama 

وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ

"Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn."

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” (QS At-Taubah: 122).

5. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Keimanan 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ

"Wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn."

Artinya: “Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman’. Mereka menjawab: ‘Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu,” (QS Al-Baqarah: 31).

6. Ayat Alquran tentang Pendidikan yang Menjelaskan Ajaran Pencarian Kebenaran Ilmu 

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا

"Qāla lahụ mụsā hal attabi'uka 'alā an tu'allimani mimmā 'ullimta rusydā."

Artinya: “Musa berkata kepada Khidhr: 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?',” (QS Al-Kahfi: 66).

7. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menjaga Amanah 

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Huwallażī anzala 'alaikal-kitāba min-hu āyātum muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa ukharu mutasyābihāt.

Fa ammallażīna fī qulụbihim zaigun fayattabi'ụna mā tasyābaha min-hubtigā`al-fitnati wabtigā`a ta`wīlih.

Wa mā ya'lamu ta`wīlahū illallāh, war-rāsikhụna fil-'ilmi yaqụlụna āmannā bihī kullum min 'indi rabbinā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb."

Artinya: "Dialah yang menurunkan Al Kitab (Alquran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal," (QS Ali ‘Imran: 7).

8. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menghindari Berkomentar Tanpa Ilmu 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

"Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm, innas-sam'a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna 'an-hu mas`ụlā."

Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya," (Al-Isra Ayat 36).

9. Ayat Alquran tentang Pendidikan Orang yang Berakal 

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih, qul hal yastawillażīna ya'lamụna wallażīna lā ya'lamụn, innamā yatażakkaru ulul-albāb."

Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran," (Az-Zumar Ayat 9 ).

Hadits tentang Pendidikan 

Selain ayat Alquran tentang pendidikan, beberapa hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ini juga menujukkan betapa pentingnya pendidikan dan ilmu bagi umat Islam. Inilah beberapa di antaranya:

10. Pentingnya Menguasai Ilmu untuk Keberkahan Dunia dan Akhirat 

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

Artinya: "Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

11. Menjadi Pendidik yang Baik 

كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

Artinya: "Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak," (HR. Bukhari).

12. Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak 

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Artinya: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?," (HR Bukhari).

13. Kewajiban Menuntut Ilmu dan Pentingnya Saling Berbagi Ilmu 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim," (HR Ibnu Majah).

يَتْبَغِ لِلْجَاهِلِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى جَهْلِهِ وَلَا لِلْعَالِمِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى عِلْمِهِ

Artinya: "Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya," (HR Ath-Thabrani).

14. Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala Memudahkan Jalan ke Surga bagi Orang yang Menuntut Ilmu 

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim).

15. Hadits tentang Pendidikan dan Harta 

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak,” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

16. Hadits tentang Pendidikan Karakter Pemberian Utama Orang Tua kepada Anak 

اِفْتَحُوْا عَلَى صِبْيَانَكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ

Artinya: “Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian 'La ilaha Illallah," (HR Al-Hakim).

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik,” (HR Al-Hakim).

17. Ajaran untuk Menghormati Guru 

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketenteraman dan ketenangan, serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya," (HR Ath-Thabrani).

Itulah beberapa ayat Alquran tentang pendidikan beserta haditsnya yang bisa digunakan sebagai pedoman meraih ilmu, baik untuk diri sendiri ataupun untuk anak.

Semoga bermanfaat...


ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 2 Mei 2024 M / 23 Syawal 1445 H. 

Pentingnya Menuntut Ilmu

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ أَوْ عَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Dunia dan seluruh isinya dilaknati, kecuali dzikir mengingat Allah, taat pada-Nya (mau mengikuti tuntunan), orang yang berilmu (seorang alim) atau orang yang belajar ilmu agama.” (HR Ibnu Majah, no. 4112; Tirmidzi, no. 2322).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits : 

1- Kalimat di atas seakan-akan maksudnya adalah dunia itu dicela, artinya dunia itu tidak dipuji kecuali bagi yang rajin berdzikir, yang beribadah pada Allah, seorang alim, atau yang mau belajar atau mendalami agama.

2- Kesimpulannya jika ingin selamat maka jadilah bagian dari empat orang berikut ini:

-Orang yang rajin berdzikir

-Orang yang beribadah sesuai tuntunan

- Orang yang ‘alim (berilmu)

- Orang yang mau belajar.

3- Dari Al-Hasan Al-Bashri, dari Abu Ad-Darda’, ia berkata,

كُنْ عَالِمًا ، أَوْ مُتَعَلِّمًا ، أَوْ مُسْتَمِعًا ، أَوْ مُحِبًّا ، وَلاَ تَكُنْ الخَامِسَةَ فَتَهْلَكُ. قَالَ : فَقُلْتُ لِلْحَسَنِ : مَنِ الخَامِسَةُ ؟ قال : المبْتَدِعُ

“Jadilah seorang alim atau seorang yang mau belajar, atau seorang yang sekedar mau dengar, atau seorang yang sekedar suka, janganlah jadi yang kelima.”

4- Humaid berkata pada Al-Hasan Al-Bashri, yang kelima itu apa. Jawab Hasan, “Janganlah jadi ahli bid’ah (yang beramal asal-asalan tanpa panduan ilmu) (Al-Ibanah Al-Kubra karya Ibnu Batthah).

Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an : 

1- Ada banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan atau hanya sekedar menyinggung tentang keutamaan menuntut ilmu,

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi orang-orang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.[QS.At taubah :122].

2- Sesungguhnya barang siapa yang berendah diri terhadap perintah Allah, niscaya Allah akan meninggikan kedudukannya dan mengharumkan namanya. 

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah: 11).

UCAPAN SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL DALAM BAHASA INGGRIS

Edisi Khusus Kamis, 2 Mei 2024 M / 23 Syawal 1445 H.

KH Said Aqil Siroj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah menyampaikan harapannya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2019 lima tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan sebelum pendemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Situasi pendemi ini yang akhirnya mendasari perubahan transformasi pendidikan menjadi Kurikulum Merdeka. Saat itu beliau menyampaikan: "Semoga dengan Hardiknas bangsa Indonesia tergugah, ke depan harus membangun kualitas, martabat, budaya, ilmu pengetahuan bagi seluruh warga bangsa."

Hal yang sangat penting terkait pendidikan adalah pendidikan karakter yang baik, yang di dalam ajaran Islam disebut juga pendidikan akhlakul karimah. "Tanpa itu (aklhakul kariman) bangsa Indonesia tidak akan dihormati oleh bangsa-bangsa yang lain." Mengutip seorang pujangga asal Mesir, Ahmad Tsauiq, Kiai Said mengatakan martabat sebuah bangsa adalah tergantung budayanya, tergantung akhlak moralnya. "Ketika bangsa itu bermoral berbudaya tinggi maka martabat bangsa semakin tinggi." 

Di lain pihak, ketika budaya hancur, maka martabat atau harga diri suatu bangsa tersebut akan hancur. Oleh karena itu kemajuan suatu bangsa, tidak kecuali Indonesia, bukan hanya bergantung karena faktor ekonomi atau kemajuan teknologinya. Akan tetapi, yang paling penting adalah membangun karakter yang berbudaya, bermartabat, dan berakhlak. Dengan begitu, ke depan, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih diperhitungan oleh banga-bangsa lain dan Indonesia semakin dihargai di dunia internasional.

Hari Pendidikan Nasional menjadi momen yang istimewa bagi para pendidik di seluruh Indonesia, karena pada hari itu, penghargaan dan apresiasi terhadap peran mereka dalam membentuk generasi masa depan sangatlah penting. Melalui ucapan-ucapan yang penuh makna, Hari Pendidikan Nasional menjadi waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para guru atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen mereka dalam membimbing dan mendidik anak-anak bangsa. Ucapan-ucapan tersebut bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan akan peran penting guru dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan generasi muda untuk masa depan yang lebih baik.

Berikut ini adalah ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional dalam Bahasa Inggris yang dapat menjadi referensi :

1.  Ki Hadjar Dewantara was a pioneer of education in the colonial era. His services inspire us to become strong individuals. Happy Birthday to the Father of Indonesian Education! (Ki Hadjar Dewantara adalah seorang pelopor pendidikan di era kolonialisme. Jasanya mengantarkan kita menjadi pribadi yang kuat dan merdeka belajar. Selamat hari lahir Bapak Pendidikan Indonesia kita!)

2. Happy National Education Day 2024. Let's pray for education fighters wherever they are, so that they will always be given strength. For those who have fallen, may they be given the best place by His side. (Selamat Hari Pendidikan Nasional 2024. Mari kita doakan para pejuang pendidikan di manapun berada, agar senantiasa diberikan kekuatan. Untuk mereka yang telah gugur, semoga diberi tempat terbaik di sisi-Nya).

3. Happy National Education Day. Let's support and continue the dream so that education for every Indonesian child is evenly distributed throughout. (Selamat hari pendidikan nasional. Mari dukung dan lanjutkan impian agar pendidikan bagi setiap anak Indonesia merata hingga ke penjurunya).

4. Education is no longer cheap, it is just a generosity to share knowledge and knowledge for those who have not tasted the world of education. Happy National Education Day (Pendidikan tidak lagi murah, cuma kemurahan hati untuk membagi ilmu dan pengetahuan bagi mereka yang tidak sempat mencicipi dunia pendidikan. Selamat Hari Pendidikan Nasional).

5. Happy National Education Day. People who have ethical intelligence always think and feel and always use definite and permanent measures, scales, and basics. (Selamat Hari Pendidikan Nasional. Orang yang mempunyai kecerdasan budi pekerti itu senantiasa memikir-mikirkan dan merasa-rasakan serta selalu memakai ukuran, timbangan, dasar-dasar yang pasti dan tetap).

6. The struggle is difficult, but difficulties can be resolved with struggle, too. Happy National Education Day 2024. (Perjuangan ini terasa berat, tetapi kesulitan juga bisa diselesaikan dengan perjuangan. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2024).

7. Happy National Education Day! Hopefully, education in Indonesia will grow through each passing day (Selamat Hari Pendidikan Nasional! Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju).

8. Happy National Education Day! Let's study hard to make this life better. (Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari kita belajar keras untuk membuat hidup ini lebih baik).

9. Your future is determined by what you start today. Happy National Education Day. (Masa depanmu ditentukan oleh apa yang kamu mulai hari ini. Selamat Hari Pendidikan Nasional).

10. Happy National Education Day. Hopefully Indonesia has increased the quality of education in order to produce leaders seeds of this country. (Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga Indonesia telah meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan bibit pemimpin negeri ini).

11. Happy National Education Day. Only education can save the future. Without education, Indonesia would not have survived. (Selamat Hari Pendidikan Nasional. Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan). 

12. Happy National Education Day. Hopefully Education in Indonesia can be enjoyed equally and to all citizens of Indonesia. (Selamat Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat dinikmati merata dan untuk semua warga negara Indonesia).

13. Chase your future by getting best education. it is not for others, but for yourself. Happy Education Day. (Raihlah masa depanmu dengan mendapatkan pendidikan yang terbaik. Ini bukan untuk orang lain, melainkan untuk dirimu sendiri. Selamat Hari Pendidikan).

14. When you teach a child, you are bringing a beautiful change in his life. Warm wishes on National Education Day. (Ketika Anda mengajar seorang anak, Anda membawa perubahan yang indah dalam hidupnya. Salam hangat di Hari Pendidikan Nasional). Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today. Happy National Education Day! (Pendidikan adalah paspor menuju masa depan, karena hari esok adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini. Selamat Hari Pendidikan Nasional!).

15. Education's purpose is to replace an empty mind with an open one. Warm wishes to everyone on National Education Day. (Tujuan pendidikan adalah untuk mengganti pikiran yang kosong dengan pikiran yang terbuka. Ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional untuk semua orang).

16. Time to celebrate HARDIKNAS! Our best investment is education. Therefore, do not stop learning! (Waktunya merayakan HARDIKNAS! Investasi terbaik kita adalah investasi pendidikan. Oleh karena itu, jangan putus belajar dan terus berjuang menelusuri Samudera dengan pendidikan yang berkualitas!)

17. Happy National Education Day. Hopefully in the future Indonesia will have a higher quality of education with a qualified young generation as well.(Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga di masa depan Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang lebih tinggi dengan generasi muda yang berkualitas pula).

Semoga bermanfaat....

Rabu, 01 Mei 2024

PAHALA BEKERJA DALAM ISLAM

Edisi Rabu, 1 Mei 2024 M / 22 Syawal 1445 H.

Hidup adalah perjuangan, hidup butuh uang untuk mencukupi segala kebutuhan dan mencapai sukses menurut islam, tak ada yang mengingkari mengenai hal tersebut. Manusia tentu yang bisa berusaha sendiri memenuhi kebutuhannya dengan berjuang semampu yang ia bisa, tidak tergantung pada orang lain baik itu tergantung pada orang tua atau pada orang lain yang dirasa lebih darinya.

Tentu sebagai manusia jauh lebih bahagia jika mampu berusaha sendiri mencukupi segala kebutuhan untuk menjadi orang yang sukses dan bahagia dengan cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an, terlebih jika tidak hanya kebutuhan sendiri yang tercukupi melainkan ikut membantu orang tua dan bermanfaat bagi orang lainnya sehingga bisa menjadi jalan pahala yang lebih besar lagi.

Kita semua tentu tahu, tiap orang memang punya rezeki masing masing, rezeki itu bukanlah takdir yang tidak bisa diubah, namun rezeki itu adalah nasib yang bisa berubah sesuai apa yang diusahakan dan kehendak Allah sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya tentunya. Untuk bisa mencapainya, tiap orang memiliki jalannya sendiri, ada yang mungkin sudah memiliki keberuntungan dan mendapat pekerjaan yang nyaman, ada pula yang harus bekerja keras seharian hingga sekujur tubuh terasa lelah di akhir hari.

Namun, apapun jenis pekerjaan yang dilakukan selama itu halal termasuk istri bekerja menurut islam, nantinya akan menjadi jalan pahala dan jalan keberkahan, orang yang bekerja keras amat disukai dan disayangi oleh Allah tentunya dengan tetap melibatkan Allah dalam setiap usaha dan doa, bagi kita semua yang saat ini masih terus berusaha mencapai masa depan yang lebih baik dan membahagiakan orang orang yang disayangi harus terus bersemangat dan terus rajin bekerja agar mencapai keluarga bahagia menurut islam yang memiliki kecukupan dalam segala hal, sebab terdapat 17 Pahala Bekerja dalam Islam yang semuanya berisi tentang pahala besarnya dan manfaatnya untuk dunia dan akherat, mari simak selengkapnya agar kita semua lebih semangat lagi mengumpulkan rezeki yang halal.

1. Mendapat Hasil Sesuai yang Diusahakan 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusaha­kan­nya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepa­da­nya. Kemudian akan diberi bala­san kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).

Tiap orang mendapat apa yang sesuai dilakukannya , yang rajin dan tekun pasti akan sukses dan bahagia dan memiliki rezeki yang berkah dan melimpah, yang malas dan sombong, walaupun memiliki segalanya, lambat laun akan hilang juga karena apa yang dilakukannya, jangan lelah dengan apa yang diusahakan, tetap berusaha dan terus berdoa memohon keberkahan rezeki pada Allah.

2. Mendapat Perlindungan Allah 

Allah Ta'ala berfirman :

“Dan orang-orang yang berji­had untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. Jangan takut untuk bekerja keras dan berusaha , siapa saja yang bekerja keras di jalan Allah selalu dalam lindunganNya dan selalu dalam keberkahannya sehingga apa yang diusahakan tidak akan ada yang sia sia sebab usaha sungguh sungguh adalah jalan terbaik untuk mendapat banyak rezeki.

(QS. Al-Ankabut ayat 69).

3. Pahala Keberkahan Hidup 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam AlQur'an:

“Tidak wajar bagi seseorang manu­sia yang Allah berikan kepa­danya Al kitab, hikmah dan kena­bian, lalu dia Ber­kata kepada manu­sia: “Hendak­lah kamu men­jadi pe­nyem­bah-pe­nyem­bahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (Dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabba­ni, Ka­rena kamu selalu menga­jarkan Al Kitab dan dise­bab­kan kamu tetap mempelajarinya.

(QS. Al-Imron ayat 79).

4. Pahala Amal Shaleh 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

“Siapakah yang lebih baik perka­taannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, menger­jakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

(QS.Fushilat : 33).

5. Pahala Berusaha Sungguh Sungguh 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : 

“Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. Pahala bekerja dalam islam didapatkan atau dapat dilakukan dengan usaha sungguh sungguh dan tak lupa berdoa kepada Allah.

(QS Jumuah ayat 10).

6. Pahala Membahagiakan Keluarga 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya Telah me­ngan­­dungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu”.

(QS. Luqman ayat 14).

7. Pahala Ketika Merasa Lelah 

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka” (QS. At Taubah ayat 111). 

Apa yang diusahakan, segala lelah dan segala kegigihan dalam menghadapi ujian untuk mendapat rezeki yang berkah nantinya akan diganti oleh Allah menjadi surga. Jadi pastikan kita memiliki pekerjaan yang halal apapun itu dan niatkan untuk bekerja dari hati, bekerja karena Allah.

8. Jauh dari Api Neraka 

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”  (Q.S. A-Tahrim/66: 6).

9. Pahala Melewati Ujian dalam Bekerja 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (Q.S Al Baqarah ayat 155). 

Jelas, setiap manusia pasti memiliki cobaan dalam hidupnya, tak perlu bersedih hati, cobaan adalah bagian dari kenikmatan Allah dimana dari cobaan itu Allah menyediakan jalan untuk ke surga, yang tentu harus disyukuri , tidak semua orang bisa mendapat jalan ke surga.

10. Mendapat Pakaian Terbaik di Surga 

“Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka:

“De­ngan (kesabaran)mu dalam menga­jarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.” Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Pahala­mu sesuai dengan kadar lelahmu.”

11. Dekat dengan Allah 

Suatu ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berko­mentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergu­nakan­nya di jalan Allah.” Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Apa­bila dia keluar men­cari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah.

Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesom­bongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

12. Dosa Dosa Diampuni Sepanjang Hari 

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah” (HR Ahmad). 

Ketika sepanjang hari kita lelah bekerja hingga mungkin seluruh kaki dan tangan terasa pegal, jangan mengeluh di malam harinya, melainkan syukuri apa yang ada yakni masih mendapat kekuatan dari Allah untuk bekerja dan pada malam itu dosa dosa kita diampuni sehingga menjadi hamba yang mulia di sisiNya.

Sesungguhnya diantara dosa-dosa, ada yang tidak bisa dihapus dengan pahala sholat, sedekah atau haji, namun hanya dapat dihapus dengan bersusah payah dalam mencari nafkah” (HR. Ath- Thabrani).

13. Pahala Sama dengan Mujahid 

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (profesional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla.” (HR Ahmad).

14. Pahala Melakukan Kewajiban Kedua Setelah Shalat 

“Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti salat, puasa, dan lain-lain)” (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi). Ternyata bekerja keras adalah kewajiban, yakni yang utama setelah shalat fardhu, tentu sudah terbayang berapa besar pahalanya jika dilakukan dengan sungguh sungguh, sebab itu tetap berusaha dan jangan lelah berdoa agar menjadi orang yang lebih baik.

15. Pahala Bersusah Payah Mendapat Rezeki Halal 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah-payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal.” (HR. Ad-Dailami).

16. Pahala Berwajah cerah di akherat 

Orang yang bekerja keras untuk mencari nafkah, nanti di akhirat akan datang dengan wajah laksana bulan purnama

“Siapa yang mencari nafkah halal untuk menjaga diri dari meminta minta ,memenuhi keluarga serta berbagi dengan keluarga maka ia datang dihari kiamat dengan wajah seperti bulan purnama.”(HR. Ath Thabrani).

17. Pahala melihat Allah di Akherat 

Orang yang bekerja  mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di akherat nanti akan melihat wajah Allah.

“Sungguh tidakah engkau menginfakan (harta) dengan tujuan mengharap (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti)kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran sampaipun makanan yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR : Bukhari).

Demikian yang dapat disampaikan, jika kita sudah menjadi orang sukses, tentunya tak boleh lupa dan sombong , nasib bisa berubah kapan saja dan segalanya hanya titipan jadi tak ada yang perlu disombongkan. Tetap menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan bermanfaat bagi orang lain apapun status sosial dan apapun yang sedang dititipkan Allah pada kita saat ini. Mudah-mudahan kita semua senantiasa mendapat rezeki yang berkah dunia akherat. Aamiin.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Rabu, 1 Mei 2024 M / 22 Syawal 1445 H. 

Mencari Rezeki Dengan Cara Halal 

عن جابربن عبد الله رضي الله عنه قال، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

لا تستبطئوا الرزق, فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له, فأجملوا في الطلب;أخذ الحلال وترك الحرام

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallah anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Janganlah kalian putus asa dari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati kecuali telah sampai genap rezekinya yang merupakan bagiannya, maka perbaikilah cara mencari rezeki; mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram".

HR. Al Hakim dlm Al Mustadrak (2/4).

Pelajaran yang terdapat didalam hadits: 

1.  Seseorang tidak akan wafat hingga telah sempurna bagian rezekinya, maka bertakwalah, perbaikilah cara mencari rezeki, maka jika salah seorang diantara kalian telah putus asa dari rezekinya maka janganlah ia mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah, karena keutamaan dari Allah tidaklah akan didapatkan dengan maksiyat.

2.  Yakin bahwa rezeki itu dijamin, kewajiban kita hanya ikhtiar berdoa dan tawakal, rezeki kadang tidak matematis dengan konsep berkah maka rezeki seberapapun akan dirasa cukup.

3.  Allah  memberikan rezeki kepada  seluruh makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang terlewat dari mendapatkan rezeki dari-Nya dan semua itu tidak akan pernah mengurangi kekayaan-Nya sedikit pun.

4.  Manusia di dalam hidup ini sudah Allah Subhanahu wa ta'ala tetapkan, jatah, nasib kehidupan dunia dan rezekinya. 

5.  Jika demikian, maka yang harusnya kita lakukan adalah ikhtiar, berdoa dan bertawakkal kepada Allah, karena wajib hasil itu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menerima semua yang diberikan oleh Allah dan selalu syukur atas apa saja yang telah diberikanNya. 

6.  Yakinlah bahwa selagi kita masih hidup, berarti Allah masih memberi rizki kepada kita. 'Tidak ada satupun orang diantara anak Adam meninggal dunia, sebelum disempurnakan semua rezekinya. Telah dilengkapi semua rezekinya.

Tema Hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an : 

 - Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan bahwa Dialah yang menjamin rezeki makhluk­Nya, termasuk semua hewan yang melata di bumi, baik yang kecil, yang besarnya, yang ada di daratan, maupun yang ada di lautan. Dia pun mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. 

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6).