Minggu, 02 Juni 2024

JENIS-JENIS TOLERANSI YANG DIPERBOLEHKAN DALAM ISLAM

Edisi Ahad, 2 Juni 2024 M / 24 Dzulqa'idah 1445 H.

Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, toleransi berarti sabar dan menahan diri sebagai upaya hukum diskriminasi dalam islam. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Toleransi sudah dipaparkan dalam Alqur'an secara komprehensif dimana merupakan dasar hukum islam, diantaranya sebagaimana Allah menjelaskan dalam surat Al-Kafirun dari ayat 1 sampai ayat 6. Asbabun-nuzulnya adalah tentang awal permintaan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa untuk saling menghormati antar-agama, maka pemuka Quraisy meminta supaya nabi menginstruksikan kepada penganut muslim untuk bergiliran penyembahan terhadap dua Tuhan: hari ini menyembah Tuhan Nabi Muhammad dan esok hari menyembah Tuhan kaum Quraisy. (Al-Maraghi, Musthafa. Tafsir al-Maraghi. Beirut.).

Dengan adanya keadilan dan keutamaan adil terhadap diri sendiri dalam pelaksanaan ibadah dari kedua agama tersebut, maka menurut pemuka Quraisy akan terjadi toleransi antar-agama. Keputusan ini tentunya ditentang oleh Allah, dengan menurunkan surat Al-Kafirun ayat 1-6. Ternyata dalam agama tidak boleh ada pencampuradukan keyakinan, lapangan toleransi hanya ada di wilayah muamalah. Hal ini bisa dilihat dari rujukan kitab-kitab tafsir, di antaranya Tafisr Al-Maraghi, juz 30 tentang penafsiran surat Al-Kafirun.

Tentunya dari kisah tersebut dapat disimpulkan sesuai sumber syariat islam bahwa ada hal hal yang boleh dan tidak boleh ditoleransikan, berikut selengkapnya kita ulas mengenai 17 Jenis Jenis Toleransi yang Diperbolehkan dalam Islam.

1. Prinsip toleransi, yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama 

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9).

2. Berbuat baik dan adil kepada setiap agama 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang hukum meremehkan akhlak orang lain, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247).

3. Islam mengajarkan menolong siapa pun, baik orang miskin maupun orang yang sakit 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244). 

Lihatlah Islam masih mengajarkan peduli sesama.

4. Tetap menjalin hubungan kerabat  pada orang tua atau saudara non muslim 

Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15). 

Meskipun dipaksa syirik, namun tetap kita disuruh berbuat baik pada orang tua.

5. Tetap berbuat baik kepada orang tua dan saudara 

Lihat contohnya pada Asma’binti Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ibuku pernah mendatangiku dimasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan membenci Islam. Aku pun bertanya pada Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam untuk tetap jalin hubungan baik dengannya. Beliau menjawab, “Iya, boleh.” Ibnu ‘Uyainah mengatakan bahwa tatkala itu turunlah ayat,

 “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ….” (QS.Al Mumtahanah: 8) (HR. Bukhari no. 5978).

6. Boleh memberi hadiah pada non muslim 

Lebih-lebih lagi untuk membuat mereka tertarik pada Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

“’Umar pernah melihat pakaian yang dibeli seseorang lalu ia pun berkata pada Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam, “Belilah pakaian seperti ini, kenakanlah ia pada hari Jum’at dan ketika ada tamu yang mendatangimu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata, “Sesungguhnya yang mengenakan pakaian semacam ini tidak akan mendapatkan bagian sedikit pun di akhirat.”

Kemudian Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam didatangkan beberapa pakaian dan beliau pun memberikan sebagiannya pada ‘Umar. ‘Umar pun berkata, “Mengapa aku diperbolehkan memakainya sedangkan engkau tadi mengatakan bahwa mengenakan pakaian seperti ini tidak akan dapat bagian di akhirat?”

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam menjawab, “Aku tidak mau mengenakan pakaian ini agar engkau bisa mengenakannya. Jika engkau tidak mau, maka engkau jual saja atau tetap mengenakannya.” Kemudian ‘Umar menyerahkan pakaian tersebut kepada saudaranya  di Makkah sebelum saudaranya tersebut masuk Islam. (HR.Bukhari no. 2619). Lihatlah sahabat mulia ‘Umar bin Khottob masih berbuat baik dengan memberi pakaian pada saudaranya yang non muslim.

7. Prinsip Lakum Diinukum Wa Liya Diin 

Islam mengajarkan kita toleransi dengan membiarkan ibadah dan perayaan non muslim, bukan turut memeriahkan atau mengucapkan selamat. Karena Islam mengajarkan prinsip “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. Al Kafirun: 6).

8. Sesuai keadaan masing masing 

Prinsip sesuai dengan keadaan, yakni tetap bertahan pada akidah, “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” (QS. Al Isra’: 84).

“Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41).

“Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55).

9. Jangan mengorbankan agama 

Ibnu Jarir Ath Thobari menjelaskan mengenai ‘lakum diinukum wa liya diin’, “Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 14:425).

10. Tidak berhubungan dengan perayaan non muslim 

Ibnul Qayyim rahimahullahberkata, “Tidak boleh kaum muslimin menghadiri perayaan non muslim dengan sepakat para ulama. Hal ini telah ditegaskan oleh para fuqoha dalam kitab-kitab mereka. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dengan sanad yang shahih dari ‘Umar bin AlKhottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Janganlah kalian masuk pada non muslim di gereja-gereja mereka saat perayaan mereka. Karena saat itu sedang turun murka Allah.” Umar berkata, “Jauhilah musuh-musuh Allah diperayaan mereka.” Demikian apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 723-724.

11. Tidak berhubungan dengan acara maksiat 

Juga sifat ‘ibadurrahman, yaitu hamba Allah yang beriman juga tidak menghadiri acara yang di dalamnya mengandung maksiat. Perayaan natal bukanlah maksiat biasa, karena perayaan tersebut berarti merayakan kelahiran Isa yang dianggap sebagai anak Tuhan. Sedangkan kita diperintahkan Allah Ta’ala berfirman menjauhi acara maksiat lebih-lebih acara kekufuran,

“Dan orang-orang yang tidak memberikan menghadiri az zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja)dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon: 72). 

Yang dimaksud menghadiri acara az zuur adalah acara yang mengandung maksiat. Jadi, jika sampai ada kyai atau keturunan kyai yang menghadiri misal natal, itu suatu musibah dan bencana.

12. Tidak memaksakan kehendak 

Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita;

Tidak mencela/ menghina agama lain dengan alasan apapun; serta

Tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agama/kepercayaannya.

13. Menghargai orang lain 

Antara lain : menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras,agama, dan antar golongan.

14. Toleransi sebatas wilayah mu’amalah 

Toleransi atau juga dikenal dengan istilah tasamuh adalah hal yang menjadi prinsip dalam agama islam. Dengan kata lain, islam itu menyadari dan menerima perbedaan. Namun demikian, dalam praktik toleransi islam juga memiliki aturan  atau batasan toleran itu. Toleran dalam islam dibatasi pada wilayah mu’amalah dan bukan pada wilayah ubudiah.

15. Toleransi tidak berkenaan dengan aqidah dan ibadah 

Islam adalah agama yang menyadari pentingnya interaksi, maka dalam islam hubungan dengan mereka yang non-muslim bukan hanya diperbolehkan namun juga didorong. Seperti pepatah, “tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”. Ilmu adalah bagian dari mu’amalah. Maka aspek-aspek muamalah misalnya perdagangan, kehidupan sosial, industri,kesehatan, pendidikan dan lain lain, diperbolehkan dalam islam. Dan yang dilarang adalah berkenaan dengan aqidah serta ibadah.

16. Berbuat Baik Dan Adil Kepada Siapapun 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang hukum meremehkan kaum non muslim, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247).

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9).

Selama umat lain tidak memerangi, memecah belah, atau menjauhkan umat islam dari aturan agama, kita wajib untuk berbuat baik dan berlaku adil.

17. Saling Menolong Terutama Orang Yang Membutuhkan (Orang Miskin, Sakit, Orang Tua, Anak-Anak) 

Masih ingat kisah Rasulullah yang dilempari kotoran setiap hari setiap akan pergi ke masjid oleh seorang nenek dari kalangan Yahudi? Sampai suatu ketika nenek tersebut tidak lagi melemparkan kotoran dan Rasulullah bertanya keadaan nenek tersebut. Tetangganya pun bertanya kembali pada Rasulullah, “untuk apa engkau menanyakan kabar orang yang setiap hari menghinamu wahai Rasulullah.” Agungnya akhlak beliau dengan hanya membalas pertanyaan itu lewat senyuman pertanda kesabaran dan ketulusan.

“Si nenek tua itu hidup sebatang kara di rumahnya, dan sekarang ia sedang sakit”, ujar tetangganya tersebut.

Tidak tunggu lama, Rasulullah pun terus bergegas menuju rumah nenek tersebut. Membantu menyiapkan makanan, menimbakan air, dan membersihkan rumah. Justru dengan keikhlasan beliau membantu si nenek, nenek tersebut akhirnya minta maaf dan berjanji akan menerima islam sebagai ajaran yang akan dianutnya kelak.

Semoga bermanfaat...


ONE DAY ONE HADITS 

Ahad, 2 Juni 2024 M / 24 Dzulqa'idah 1445 H.

Keutamaan Mendamaikan Antara Dua Orang Yang Sedang Berselisih 

قال الواحدي: هذا مما حثَّ عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال لأبي أيُّوب الأنصاري: ((ألاَ أَدُلُّك على صدقة هي خير لك من حمر النعم)). قال: نعم يَا رسول الله. قال: ((تصلح بين الناس إذا فسدوا، وتقرَّب بينهم إذا تباعدوا)).

Al Wahidi berkata: Inilah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau pernah bersabda kepada Abu Ayyub al Anshari,

“Maukah aku tunjukkan kepada sedekah yang lebih baik dari onta merah (harta yang paling berharga)?”

Abu Ayyub berkata, “Mau ya Rasulullah.”

Rasulullah bersabda, “Kamu mendamaikan antara manusia apabila mereka berbuat kerusakan (permusuhan, pertikaian, dsb), dan kamu mendekati mereka apabila mereka saling berjauhan.” 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits : 

1- Islam selain mengajak kepada kedamaian, ia juga mengajak kepada perdamaian. Apabila suatu waktu terdapat pertikaian atau perselisihan di antara dua orang atau dua kelompok, maka Islam mengajak pemeluknya untuk bisa menjadi penengah yang mendamaikan dan meleraikan pertikaian atau perselisihan dua orang atau dua kelompok tsb.

2- Mendamaikan dua orang atau dua kelompok yang sedang bertikai dan berselisih memiliki potensi pahala yang besar, bahkan tergolong sebagai bagian dari sedekah terbaik di sisi Allah subhanahu wata’ala.

3- Keistimewaan  mendamaikan dua orang atau dua kelompok yang sedang bertikai dan berselisih sebagai mana sedekah  yang lebih baik dari onta merah (harta kendaraan yang paling berharga), mungkin sekarang seperti sedekah dengan mobil alphart atau pajero. 

Tema hadits yang berkaitan dengan al quran : 

1- Islam mengajak pemeluknya untuk bisa menjadi penengah yang mendamaikan dan meleraikan pertikaian atau perselisihan dua orang atau dua kelompok tersebut.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat : 10).

2- Mendamaikan dua orang atau dua golongan yang baru berselisih dengan ikhlas dalam mengerjakannya  seraya mengharapkan pahala yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala

Yakni pahala yang berlimpah, banyak, dan luas.

لاَ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إلا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ[النساء: 114].

"Tiada kebaikannya sama sekali dalam banyaknya pembicaraan rahsia mereka itu, melainkan orang yang memerintahkan bersedekah, menyuruh berbuat kebaikan serta mengusahakan perdamaian antara seluruh manusia." (QS. An-Nisa': 114).

Sabtu, 01 Juni 2024

CARA MEMBERI NASEHAT YANG BAIK

Edisi Sabtu, 1 Juni 2024 M / 23 Dzulqa'idah 1445 H.

Memberikan nasihat kepada orang lain adalah baik karena ada kewajiban kita untuk saling menasihati dalam kebenaran. Namun sesuatu yang baik harus ditempuh dengan cara yang baik pula. Memberi nasihat adalah salah satu pesan yang ada dalam Alquran. Pesan ini ditemukan setidaknya 13 kali di berbagai ayat dalam Alquran, terutama pesan terkait dengan pengutusan nabi dan tugas nabi-nabi tersebut.

Nabi Nuh, Salih, Hud, Shuʻaib, dan lainnya, semua ditugaskan untuk memberi tahu umatnya bahwa sifat misi mereka adalah memberi peringatan. Nabi Hud berkata kepada kaumnya, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS Al-A’raf: 68).

Selain itu, memberi nasihat bisa menjadi alat penting untuk mendapatkan umpan balik yang tulus dan setia. Kita melakukan tindakan kita tanpa kemampuan untuk mengamati perbuatan kita secara obyektif seperti yang kita lakukan, dan karenanya Nabi Muhammad mengingatkan kita, “Sesama orang beriman berfungsi sebagai cermin bagi satu sama lain.” (HR Abu Dawud).

Memberi nasihat yang baik adalah hadiah yang baik. Namun, terkadang masalah timbul karena cara menyampaikannya. Tidak semua orang dilahirkan dengan kemampuan memberi nasihat secara bijaksana atau memberikan kritik yang membangun secara efektif. Kebanyakan orang lupa bahwa tujuan memberi nasihat adalah membantu orang lain menjadi sukses dan tidak merendahkan atau meremehkan nilai atau kemampuan mereka.

Memutuskan untuk memberikan nasihat secara tidak benar, terutama kepada anggota keluarga dekat, dapat membahayakan suatu hubungan. Kemampuan memberi nasihat dengan cara yang positif dan bermanfaat adalah seni. Jika anda ingin memberikan nasihat kepada orang lain, silakan pertimbangkan beberapa hal terkait adab dan tips-nya. Berikut ini 17 hal yang perlu diperhatikan tersebut:

1. Periksalah niat anda 

Periksalah sifat hubungan anda dengan orang yang anda pertimbangkan untuk diberi nasihat. Tanyakan pada diri anda apakah nasihat yang akan  diberikan benar-benar akan membantu orang itu. Juga, pastikan bahwa anda melakukannya dengan tulus dan ikhlas karena Allah bukan demi pencitraan.

2. Bersikaplah hati-hati tentang cara menyampaikan masalah 

Sadarilah kapan dan di mana anda dapat mengemukakan masalah dan pastikan anda memiliki cukup waktu dan privasi. Memberikan nasihat kepada orang lain tentang sesuatu hal yang negatif atau kurang baik hendaknya disampaikan ketika sepi tidak ada orang lain yang melihat atau mendengarnya. Hal ini dalam rangka menjaga nama baik orang itu sehingga kesalahan atau keburukannya tidak menyebar secara luas.

3. Hindari memberi nasihat berupa teguran 

Menurut Imam Al-Ghazali, perbedaan utama antara memberi nasehat dan teguran adalah bahwa memberi nasehat bersifat rahasia dan sopan, sedangkan teguran bersifat terbuka dan tidak bijaksana.

Dikatakan bahwa Imam Asy-Syafi’i mengamati bahwa ketika seseorang mengoreksi saudaranya secara rahasia, dia memberinya nasihat, tetapi jika dia mengoreksinya secara terbuka, dia mengejek dan meremehkannya.

Al-Fudayl ibn ʻIyad berkata, “Orang beriman menutupi dan menasihati (rekan seimannya), sedangkan pelaku kejahatan menyingkapkan dan mempermalukan (orang lain).”

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali mengomentari perkataan Al-Fudayl dengan mengatakan, “Dianggap nasihat jika dilakukan secara pribadi sementara jadi hina jika disiarkan.”

Dia menambahkan, “(Adapun) orang yang menasihati saudaranya secara pribadi, itu adalah nasihat. (Mengenai). Orang yang mendesaknya di depan orang, itu hanya memarahi! ”

4. Jaga Privasi 

Memberi nasihat dalam Islam seharusnya tidak melibatkan pengungkapan atau eksplorasi privasi dan kelemahan pribadi orang. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “(Karena) siapa pun yang mengejar kekurangan saudara Muslimnya, Allah akan mengejar kekurangannya.” (HR At-Tirmidzi).

5. Minta izin 

Nasihat yang tanpa ijin adalah penyebab utama kesedihan di antara teman dan anggota keluarga. Jadi, menanyakan apakah nasihat yang diinginkan, itu menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain dan mencegah kebencian.

6. Dengarkan dulu 

Meskipun aturan ini berlaku untuk semua komunikasi yang baik, itu menjadi keharusan ketika kita ingin memberi nasihat.

Masalah seringkali lebih kompleks dari yang awalnya muncul. Dengan mendengarkan terlebih dahulu, kita membuka ruang bagi pembicara untuk mendeskripsikan situasi secara lebih lengkap dan untuk lebih memahaminya. Sebab, apa gunanya menawarkan nasihat berdasarkan informasi parsial?

Selain itu, jika kita mendengarkan lebih dulu, kemungkinan besar pihak lain akan mendengarkan apa yang kita katakan. Seseorang membutuhkan koneksi sebelum koreksi. Mendengarkan dengan empati lah yang dapat membangun koneksi ini.

7. Pertimbangkan kerangka pikiran orang lain 

Saat-saat pergolakan emosi tidak kondusif untuk memberi nasihat. Selalu nyatakan yang positif terlebih dahulu. Ini akan membuat orang lain rileks dan menerima saran kita.

8. Berikan nasihat tanpa memaksa 

Sampaikan wawasan, pengalaman, dan ide kita seolah-olah itu adalah sudut pandang lain, dan percaya lah pada kebijaksanaan batin pendengar untuk memutuskan apa yang tepat untuknya. Dengan tidak memaksa, anda meningkatkan kemungkinan kata-kata anda dipertimbangkan.

9. Hindari membuat penilaian 

Hindari menghakimi, jangan menyerang karakter pihak lain. Nasihat yang dianggap kasar atau menghakimi kemungkinan besar akan menyinggung perasaan pendengarnya.

10. Hindari mengancam 

Jangan mengancam atau menakut-nakuti seseorang dengan mengubah saran atau kritik menjadi ultimatum terselubung. Sikap otoriter (atau superioritas) seperti itu tidak mungkin membuahkan hasil yang positif.

11. Bersikaplah spesifik dan singkat saja 

Jika anda telah dimintai nasihat tentang masalah tertentu, fokuslah pada masalah yang ditanyakan pada kita dan jangan berkomentar tentang soal lain dalam kehidupan orang tersebut. Selain itu, cobalah untuk mengemas nasihat anda secara singkat dan langsung pada intinya.

12. Hindari memaksa orang lain untuk mengikuti nasihat 

Wajib bagi penasehat untuk memberikan nasehat yang tulus kepada orang lain, tetapi bukan haknya untuk memaksa orang lain untuk mengikuti nasehatnya.

Ibn Hazm pernah berkata, “Seseorang tidak boleh memberi nasihat dengan syarat harus diterima. Jika seseorang melampaui ini, dia akan menindas (orang lain) tidak menasihati, dengan demikian mencari kepatuhan dan kendali.”

13. Memberi nasihat sebagai tindakan ibadah, bukan sebagai kebiasaan 

Bagi sebagian orang, memberi nasehat berubah menjadi pola kebiasaan. Kadang-kadang seseorang memberi nasihat kepada orang lain untuk menghindari berurusan dengan masalahnya sendiri.

Sebuah aturan penting Sufi menyatakan, “Dia yang sibuk mengatakan kepada orang lain untuk menjadi baik mungkin tidak punya waktu untuk menjadi baik.”

14. Tunjukkan kerendahan hati 

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menjelaskan bahwa anda sendiri bersedia meminta dan menerima nasihat. Jika kita mampu menetapkan fakta ini untuk orang yang kita beri nasihat, maka orang itu secara otomatis akan merasa bahwa anda berada pada level yang sama dan akan menerima nasihat atau apa yang anda katakan kepadanya.

15. Praktikkan apa yang kita nasihatkan 

Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman:

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS As-Saff: 3).

ʻUmar ibn ʻAbdul ʻAziz berkata, “Orang yang memberikan nasihat kepada saudaranya dalam hal iman dan memperhatikan dirinya sendiri dengan memperbaiki urusan hidupnya sendiri telah memberikan hadiah yang sangat baik dan memenuhi kewajiban yang seharusnya dia lakukan.”

Francis Bacon, filsuf Inggris yang terkenal, dengan jelas menggambarkan bahaya dari mengkhotbahkan apa yang tidak dipraktikkan oleh seseorang.

“Dia yang memberi nasihat bagus membangun dengan satu tangan; Dia yang memberi nasihat dan teladan yang baik membangun dengan keduanya, tetapi dia yang memberi nasihat yang baik dan teladan yang buruk membangun dengan satu tangan dan merobohkan dengan tangan yang lain.”

16. Pertimbangkan soal kesalahpahaman 

Sadarilah fakta bahwa nasihat tidak selalu diterima dengan baik. Memberi nasihat membutuhkan banyak kesabaran dan pengabdian. Jika orang yang Kita beri nasihat menyerang secara lisan atau bahkan secara fisik, anda tidak boleh membalasnya dengan kasar.

17. Bersikap baik dan lembut 

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Kelemahlembutan tidak ditemukan dalam apa pun kecuali yang menambah keindahannya, dan tidak ditarik dari apa pun tetapi membuatnya menjadi cacat.” (HR Muslim).

Karena itu, seseorang harus lembut dan baik hati saat memberikan nasehat. Metode seperti itu disepakati semua agama dan budaya.

Samuel Taylor Coleridge, seorang penyair Inggris terkenal, berkata, “Nasihat itu seperti salju; semakin lembut ia jatuh, semakin lama ia berdiam, dan semakin dalam ia tenggelam ke dalam pikiran.”

Terakhir, penting untuk disebutkan bahwa memberi nasehat adalah sifat esensial dari karakter seorang Muslim.

Imam An-Nawawi meriwayatkan dalam kitabnya yang terkenal Riyad-us-Shalihin, disebutkan bahwa Jarir bin `kata Abdullah berkata:

“Saya datang kepada Nabi dan menyatakan, ‘Saya berjanji setia kepadamu dalam Islam.”

Nabi berkata, “Dengan syarat bahwa kamu berdoa (shalat), beramal shaleh, dan menawarkan nasihat.”

Jarir kemudian berkata, “Dengan demikian aku berjanji setia.

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 1 Juni 2024 M / 23 Dzulqa'idah 1445 H. 

Saling Memberi Nasehat

عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: بَايَعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، والنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ. (مُتَّفَقٌ عَلَيهِ)

Dari Jarir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah berbaiat (berjanji setia) kepada Rasûlullâh Shallallahu alaihi wasallam supaya menegakkan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 57 dan Muslim no. 56).

Pelajaran yang terdapat pada Hadits di atas :

1.Berdasarkan hadits tersebut menunjukkan bahwa saling menasehati itu didasarkan karena kita sesama muslim adalah bersaudara sehingga kita ingin agar saudara kita pun menjadi baik.

2.Dan juga menunjukkan bahwa bentuk kasih dan sayang terhadap sesama muslim adalah dengan saling nasehat-menasehati.

3.Arti nasehat -menurut para ulama' adalah menginginkan kebaikan pada orang lain. Sebagaimana kata Al-Khottobi rahimahullah,

النصيحةُ كلمةٌ يُعبر بها عن جملة هي إرادةُ الخيرِ للمنصوح له.

“Nasehat adalah kalimat ungkapan yang bermakna memberikan kebaikan kepada yang dinasehati.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 219)

4.Nasehat adalah engkau suka jika saudaramu memiliki apa yang kau miliki. Engkau bahagia sebagaimana engkau ingin yang lain pun bahagia. Engkau juga merasa sakit ketika mereka disakiti. Engkau bermu'amalah (bersikap baik) dengan mereka sebagaimana engkau pun suka diperlakukan seperti itu.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 2: 400)

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan,

المؤمن يَسْتُرُ ويَنْصَحُ ، والفاجرُ يهتك ويُعيِّرُ.

“Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 225)

5.Semoga Allah Ta'ala memberikan kita sifat saling mencintai sesama dengan saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan takwa.

Tema Hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :

1- Maksud nasehat adalah supaya orang lain menjadi baik. Ingatlah maksud nasehat adalah ingin orang lain menjadi baik. Jadi dasarilah niat seperti itu;

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ ۞

"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepada kalian, dan aku hanyalah pemberi nasihat yang dapat dipercaya bagi kalian." (QS. Al-A'raf : 68).

2- Allah Subhanahu Wata'ala bersumpah dengan menyebutkan bahwa manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, yakni rugi dan binasa.

Maka dikecualikan dari jenis manusia yang terhindar dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang shaleh. dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran. Yakni menunaikan dan meninggalkan semua yang diharamkan dan nasihat-menasihati supaya menetapi dalam kesabaran. Yaitu tabah menghadapi musibah dan malapetaka serta gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang ia perintah melakukan kebajikan dan ia larang melakukan kemungkaran;

وَالْعَصْرِ ۞ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۞ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۞

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-'Ashr : 1-3).

UCAPAN SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA 2024 BAHASA INGGRIS DAN INDONESIA

Edisi Khusus Sabtu, 1 Juni 2024 M / 23 Dzulqa'idah 1445 H.

Hari Lahir (Harlah) Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Penetapan Hari Lahir Pancasila muncul karena pentingnya mengokohkan dasar negara sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang justru belum diperingati hari lahirnya. NU yang memiliki sejarah panjang dalam merumuskan dan menegakkan Pancasila memberikan masukan berharga agar Harlah Pancasila ditetapkan pada 1 Juni setiap tahunnya.

Penetapan Hari Lahir Pancasila juga berangkat dari tokoh NU yang juga Pahlawan Nasional, KH Masjkur yang pernah mengusulkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Sedangkan Pancasila dirumuskan Panitia Sembilan yang terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, KH A. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo dan Mohammad Yamin. Mereka awalnya merumuskan salah satu bunyi Piagam Jakarta yaitu “Ketuhanan, dengan Kewajiban Menjalankan Syari'at Islam bagi Pemeluk-pemeluknya”.

Namun, sebelum Pembukaan/Muqaddimah (Preambule) disahkan, pada 17 Agustus 1945 Mohammad Hatta mengutarakan aspirasi dari rakyat Indonesia bagian Timur yang mengancam memisahkan diri dari Indonesia jika poin “Ketuhanan” tidak diubah esensinya. Akhirnya setelah berdiskusi dengan para tokoh agama di antaranya Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wahid Hasyim, dan Teuku Moh. Hasan, ditetapkanlah bunyi poin pertama Piagam Jakarta yang selanjutnya disebut Pancasila itu dengan bunyi: “Ketuhanan Yang Maha Esa."

Tokoh ulama yang berperan menegaskan konsep Ketuhanan yang akomodatif tersebut adalah KH Wahid Hasyim. Menurut Kiai Wahid Hasyim kala itu, “Ketuhanan Yang Esa” merupakan konsep tauhid dalam Islam. Sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk menolak konsep tersebut dalam Pancasila. Artinya, dengan konsep tersebut, umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa mendiskriminasi keyakinan agama lain. Di titik inilah, menjalankan Pancasila sama artinya mempraktikkan syariat Islam dalam konsep hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga tidak ada sikap intoleransi kehidupan berbangsa atas nama suku, agama, ras, dan lain-lain.

Tema Memperingati Hari Lahir Pancasila ke-79 pada 1 Juni 2024 ini adalah “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Dengan membagikan spirit atau semangat Pancasila, setidaknya kita juga menjadi bagian yang mau bergerak untuk bersama-sama membawa Indonesia tetap bersatu. Berikut ini ini adalah ucapan selamat hari lahir Pancasila 2024 dalam bahasa Inggris dan Indonesia :

1. Pancasila is as the ideology of Indonesia, the reflection of the nation life. Happy Birthday Of Pancasila Indonesia, glorious of My Country. 

Artinya: Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, cerminan hidup berbangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila Indonesiaku, Harumlah Negeriku.

2. Pancasila Day is the birthday of Pancasila as the only one of Ideology and Basic Country which is only owned by Indonesia in this world. Happy Commemorating the Birthday of Pancasila 2024!

Artinya: Hari Pancasila merupakan hari lahirnya Pancasila sebagai satu-satu nya Ideologi dan Dasar Negara yang hanya dimiliki oleh Indonesia di dunia ini. Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2024!

3. With the birthday of Pancasila June 1 we commemorate as the historic day of the Indonesian nation to the glory of the Republic of Indonesia.

Artinya: Dengan hari lahir Pancasila 1 Juni kita peringati sebagai hari bersejarah bangsa Indonesia menuju kejayaan Republik Indonesia.

4. From a positive angle, we can not awaken our culture of personality to the best if there is no healthy sense of nationality. Happy Commemorating the Birthday of Pancasila.

Artinya: Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang sehat. Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila.

5. The inspiration of the omnipotent divine value by which our lives are colored by religious values (religion, norms, values) and condemn atheism and values far from divinity.

Artinya: Inspirasi nilai ketuhanan yang maha esa yang dengannya kehidupan kita diwarnai nilai-nilai keyakinan (agama, norma, nilai) dan mengutuk atheisme dan nilai-nilai yang jauh dari ketuhanan.

6. A just and civilized humanity, with a just and civilized humanity we reject the notion of radicalism and destructive in destroying and spilling the blood of fellow children of the nation.

Artinya: Kemanusiaan yang adil dan beradab, dengan kemanusiaan yang adil dan beradab kita menolak paham radikalisme dan destruktif dalam merusak dan menumpahkan darah sesama anak bangsa.

7. Pancasila is not only used for rote but practice the noble values that exist in Pancasila also. Happy Commemorating the Birthday of Pancasila 2024!

Artinya: Pancasila tidak hanya dijadikan untuk hafalan semata tetapi amalkanlah nilai-nilai luhur yang ada di Pancasila. Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2024!

8. The spirit of Pancasila is the spirit of unity and unity that is applied in the life of the Believing Godhead, realizing a just and civilized Humanity in all sectors of life, and social justice for all Indonesian people. Happy Commemorating the Birthday of Pancasila 2024!

Artinya: Semangat Pancasila adalah semangat persatuan dan kesatuan yang diaplikasikan dalam kehidupan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, mewujudkan Kemanusiaan yang adil dan beradab di seluruh sektor kehidupan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2024!

9. Let's love Pancasila by applying a behavior that upholds togetherness, deliberation, equality, and mutual help (gotong royong). Happy Commemorating the Birthday of Pancasila 2024.

Artinya: Mari cintai Pancasila dengan menerapkan perilaku yang menjunjung tinggi kebersamaan, musyawarah, persamaan derajat, dan saling tolong menolong (gotong royong). Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2024.

10. I always feel proud to be here, a country that has succeeded to bear a country with diversity that probably is not found in other countries. Happy Pancasila Day

Artinya : Aku selalu bangga berada disini, sebuah negara telah berhasil melahirkan bangsa dengan keberagaman yang mungkin tidak ditemukan pada negara lain. Selamat Hari Lahir Pancasila.

11. Pancasila is a pearl, the value and culture is dug from the heritage land of Indonesia. That's our responsibility to keep it. Happy Pancasila Day

Artinya : Pancasila adalah mutiara, nilai dan budaya yang digali dari tanah pusaka Indonesia. Sudah sepatutnya kita menjaganya. Selamat Hari Lahir Pancasila.

12. Pancasila makes diversity become a wealth. Pancasila brings diversity and beauty. Pancasila is crucial pillar of Indonesia's ideology. Happy birthday of Pancasila, the Indonesian nation June 1, 2024.

Artinya : Pancasila membuat perbedaan menjadi kekayaan. Pancasila merajut keragaman dan keindahan. Pancasila adalah pilar penting ideologis negara Indonesia." Selamat hari lahir Pancasila bangsa Indonesia 1 Juni 2024.

13. The diversity is not an obstacle, let's keep step forward to honor the unity. Happy birthday of Pancasila 2024. 

Artinya : Perbedaan bukan penghalang, mari terus maju menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Selamat Hari Lahir Pancasila 2024.

14. How Indonesia would be without the existence of Pancasila. The 5 values of it are not only to be memorized, but also should be implemented by us in our real life. Happy Pancasila Day

Artinya : Bagaimana jadinya negara Indonesia ini tanpa kehadiran dari Pancasila? Lima sila yang terkandung di dalamnya bukan sekedar untuk kita hafalkan begitu saja, namun juga harus kita implementasikan di dunia nyata. Selamat Hari Lahir Pancasila.

15. From Pancasila, we can learn about humanity that every citizen in homeland Indonesia deserves fair and civilized treat.

Artinya : "Dari Pancasila kita bisa belajar tentang perikemanusiaan bahwa setiap warga negara di Bumi Pertiwi berhak mendapat perlakuan yang adil dan beradab."

16. The 5 values of Pancasila does not need to be uttered, but applied into real life. All of the people can talk about Pancasila, but not many of them are able to implement the values of Pancasila sincerely. Let's be better.

Artinya : "Pancasila tak butuh diucapkan kelima butirnya. Namun ia butuh diamalkan dalam kehidupan nyata. Semua orang bisa berbicara Pancasila, tapi tidak banyak dari mereka yang mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan kesungguhan hati. Marilah kita berbenah."

17. Through Pancasila, we who come from many different tribes, cultures, languages and religions can unite into one nation, Indonesia

Artinya : Lewat Pancasila, kita yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa dan agama dapat bersatu dalam satu atap, Indonesia.

Semoga bermanfaat....