Sabtu, 18 Februari 2023

KUMPULAN UCAPAN ISRA MIRAJ YANG MENYENTUH HATI DAN PENUH DOA

Edisi Sabtu, 18 Februari 2023 M / 27 Rajab 1444 H

Isra Mi’raj adalah suatu peristiwa luar biasa dalam Islam, di mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperjalankan Nabi Muhammd dari Masjidil haram Makkah, menuju Masjidil Aqsha Palestina, kemudian nabi pergi melintasi lapisan-lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau pengetahuan malaikat, manusia, maupun jin, dengan mengendarai Buraq. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, yaitu:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya, “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS Al-Isra’ [17]: 1).

Peristiwa bersejarah ini lumrah dirayakan oleh umat Islam, khususnya di Indonesia dengan beragam kegiatan dan motif yang berbeda-beda, seperti pengajian umum, zikir, shalawat, doa, kumpul-kumpul, makan-makan dan lainnya. Karena semua perjalanan Nabi Muhammad memiliki kisah yang luar biasa untuk terus dikenang dan diteladani. Tidak hanya perihal keikhlasannya dalam berdakwah, namun juga kesabaran dalam berjuang menyebarkan Islam.

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani menyatakan :

“Telah berlaku suatu tradisi, yaitu berkumpul untuk mengenang beberapa peristiwa bersejarah, seperti maulid, memperingati isra mi’raj. Dalam anggapan kami, semua ini adalah murni tradisi yang tidak memiliki hubungan dengan hukum syariat, sehingga tidak bisa dianggap anjuran atau sunnah, sebagaimana ia tidak bertentangan dengan pokok dan beberapa pokok agama Islam.” Jika semua itu dilakukan dalam rangka untuk berzikir, membaca shalawat, melakukan kebajikan, atau sekadar manifestasi cinta kepada nabi, maka ini cukup menjadi alasan untuk mendapatkan rahmat dari Allah dan anugerah dari-Nya."

Sedangkan Syekh Syauqi Ibrahim Allam, salah satu mufti besar Mesir menyatakan merayakan Isra Mi’raj pada tanggal 27 Rajab hukumnya sunnah.

“Menghidupkan malam dalam rangka memperingati isra mi’raj dengan perbuatan ibadah yang bermacam-macam adalah dianjurkan secara syariat, di dalamnya terdapat bentuk mengagungkan dan memuliakan pada nabi.” (Syekh Dr. Syauki, Darul Ifta al-Mishriyah, nomor fatwa 14336, 5 April 2018). Berikut ini adalah beberapa ucapan selamat Isra Miraj yang bisa menjadi bahan referensi :

1. "Dalam peringatan Isra Miraj 1444 H, mari kita mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan memperbanyak ibadah dan dzikir. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari godaan dan dosa. Selamat Isra Miraj 1444 H."

2. "Melalui perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesucian hati dan meningkatkan ketaqwaan. Mari kita mengambil hikmah dari peristiwa yang mulia ini. Selamat menyambut Isra Miraj 1444 H."

3. "Peringatan Isra Miraj 1444 H mengingatkan kita untuk selalu bersabar dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang datang dalam hidup. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran. Selamat Isra Miraj 1444 H."

4. "Momen Isra Miraj mengajarkan kita untuk selalu memohon ampunan dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita selalu berdoa dan memohon perlindungan-Nya. Selamat merayakan Isra Miraj 1444 H/2023 M."

5. "Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mendapatkan keistimewaan yang luar biasa. Mari kita belajar dari beliau tentang kesederhanaan, kejujuran, dan keteguhan hati dalam menghadapi segala rintangan. Selamat Isra Miraj 1444 H."

6. "Isra Miraj 1444 H menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berusaha mengembangkan akhlak yang mulia dan menjauhi sifat-sifat yang merusak. Semoga kita selalu dijauhkan dari godaan dan keingkaran. Selamat Isra Miraj 1444 H."

7. "Peringatan Isra Miraj 1444 H mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama. Mari kita selalu membantu orang lain dan menyebarkan kebaikan di sekitar kita. Selamat memperingati perjalanan suci Isra Miraj 1444 H."

8. "Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengalami berbagai pengalaman yang luar biasa dan menyentuh hati. Mari kita mengambil hikmah dan inspirasi dari peristiwa tersebut untuk menguatkan iman dan ketaqwaan. Selamat Isra Miraj 1444 H."

9. "Isra Miraj 1444 H menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita selalu memperbanyak dzikir dan mengucapkan rasa syukur kepada-Nya. Selamat Isra Miraj 1444 H."

10. "Semoga peringatan Isra Miraj 1444 H membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi kita dan keluarga. Mari kita terus berusaha mengembangkan akhlak yang mulia dan memperkuat iman kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selamat Isra Miraj 1444 H."

11. "Isra Miraj adalah momen yang membawa banyak pelajaran dan inspirasi bagi kita, seperti tentang pentingnya kesabaran dan ketekunan, menjaga akhlak yang baik, dan berpegang teguh pada iman kita. Mari kita belajar dari keteladanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan memperkuat hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

12. "Peringatan Isra Miraj menjadi pengingat bagi kita tentang kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, serta tentang pentingnya memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Mari kita refleksikan diri dan berupaya meneladani sikap dan prilaku Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam menjalani hidup yang penuh dengan cobaan dan tantangan. Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

13. "Peringatan Isra Miraj menjadi pengingat bagi kita tentang betapa besar dan mulianya perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam ke langit, dan tentang pentingnya memperkuat iman kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita refleksikan diri dan berupaya meningkatkan kualitas hidup kita dengan mengambil hikmah dari momen ini. Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

14. "Peringatan Isra Miraj menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengutamakan kebaikan dan memperkuat hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita merenungkan dan mengambil hikmah dari perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

15. Mari kita mengenang perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pada saat Isra Miraj, dan mengambil inspirasi dari ketekunan dan kesabaran beliau dalam menghadapi rintangan dan tantangan. Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

16. "Peringatan Isra Miraj menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam setiap langkah dan tindakan kita. Mari kita belajar dari keteladanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam dan memperkuat hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

17. "Peristiwa Isra Miraj mengajarkan kita untuk selalu mengejar kebenaran, menjaga akhlak yang baik, dan memperkuat hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita refleksikan diri dan berupaya meneladani perilaku dan sikap Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam Selamat memperingati Isra Miraj 1444 H !"

Semoga bermanfaat....

Jumat, 17 Februari 2023

KALAM ULAMA HABIB AHMAD BIN ZEIN AL-HABSYI

Edisi Jum'at, 17 Februari 2023 M / 26 Rajab 1444 H.

Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi (1069-1144 H) merupakan salah satu ulama keturunan Rasulullah dari Yaman. Beliau murid langsung Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad. Risalah Jamiah adalah salah satu kitab karangannya yang banyak dibaca pelajar dan santri. Silsilah asab Habib Ahmad al-Habsyi bersambung kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, beliau adalah cucu ke-28 Nabi.

Beliau juga salah satu ulama yang mengumpulkan keilmuan lahir (fikih) maupun batin (tasawuf). Sang ulama ahli fikih yang berhias dengan suluk dan akhlak mulia, didikan madrasah lembah Hadramaut. Beliau pengarang kitab Risalatul al-Jamiah sebuah kitab ringkas yang mengumpulkan 3 disiplin keilmuan Islam: akidah, fikih dan tasawuf. Kitab ini tersebar luas hingga manfaatnya dirasakan oleh santri-santri pesantren di Indonesia.

Selain dikenal sebagai ulama, al-Allamah Habib Ahmad pula dikenal sebagai orang yang dermawan, gemar bersedekah. Tak tanggung-tanggung beliau sering memberikan donasi kepada masjid-masjid tua yang tak aktif—hingga beliau makmurkan kembali. Atas hal tersebut gurunya pun menjulukinya Abul Masajid. 

Al-Allamah Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi wafat pada tahun 1144 H, dalam usia 74 tahun. Beliau dimakamkan di daerah Hauthoh. Makamnya pun ramai diziarahi, serta menjadi tujuan murid untuk belajar di ribat dan pesantren peninggalan beliau. Ratusan tahun berlalu setelah wafat, namun manfaat dan keberkahan Habib Ahmad al-Habsyi masih dapat kita rasakan melalui karangan, dan nasihat-nasihat yang tertulis di dalam manaqibnya. Berikut ini adalah beberapa diantara kalam beliau :

1. Dalam satu shalawat, terpendam 40 faedah. Diantaranya; menghapus dosa-dosa, mengusir kesumpekan, menuntaskan cita-cita, memercik kabar gembira akan sorga sebelum ajal tiba, membersihkan diri, menanggung keselamatan dan kecamuk hari kiamat, mengharumkan majelis-majelis, menafikan kefakiran dan sifat kikir, mengokohkan langkah kala di atas shirath, mengenyahkan kekeringan, menabur berkah pada raga, umur dan amal, memantik rahmat Allah dan rasa cinta dari nabi Shallallahu alaihi wasallam menghidupkan nurani, dan memancing hidayah Ilahi. Wal hasil faedah shalawat tersebut tak terbilang, duniawi maupun ukhrawi. Tidak terhitung, betapa sering Allah membukakan pintu hajat, melonggarkan keruwetan, dan melipatgandakan anugerah dengan shalawat. Shalawat adalah amalan istemewa dan penuh berkah. Ia adalah penjamin rasa aman dari murka Allah dan neraka-Nya. Ia adalah pelontar kesucian amal dan ketinggian derajat. Ia adalah perniagaan yang takkan pernah merugi.

2. Shalawat adalah dzikir. Karena itu disyaratkan khusyuk dan hudlur, serta takzim kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam Saat bershalawat dianjurkan pula menghadirkan zat nabi Shallallahu alaihi wasallam kala berdo’a  dalam shalawat, dengan harapan agar curahan anugerah kepada beliau senantiasa lestari. Dengan adab itulah, segala faedah shalawat niscaya tercapai. Bahkan bisa lebih dari itu. Shalawat tak hanya dzikir, shalawat juga bermakna do’a, bahkan ia adalah essensi do’a itu sendiri.

3. Larangan memasuki tempat para penguasa dan mendatangi mereka bukanlah larangan mutlak, melainkan bagi orang yang mencari dunia. Adapun bagi orang yang tujuannya memberikan nasehat kepada mereka, ia terlepas dari celaan. Jadi, memutlakan celaan atas hal itu adalah salah, karena banyak orang shaleh yang masuk ke tempat mereka (penguasa) tetapi tujuannya untuk memeberikan nasehat kepada mereka dank arena kasihsayang kepada mereka dankepada kaum muslimin. Ada keterangan yang mengatakan bahwa al-alaydrus pernah mencium kaki seorang penguasa untuk menolak kejahatan yang ingin ia (penguasa itu) timpakan kepada kaum muslimin.

4. Ilmu itu adalah amanah yang mesti dijaga dan tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang dapat dipercaya, dapat menjaganya, memiliki sifat wara’, dan bertaqwa. Kalau tidak, ia akan menyia-nyiakannya dan akan meletakkannya pada bukan tempatnya.

5. Bagi orang yang ingin mendapatkan manfaat dengan ilmu untuk dirinya sendiri saja tanpa memperhatikan apakah ilmu itu bermanfaat untuk orang lain atau tidak, hendaklah ia mengutamakan ilmu yang lebih berpengaruh terhadap hatinya dan lebih dapat melembutkannya. Dan hendaklah ia mengikatnya dengan menulis, mengulang-ulangi, dan semacamnya, yang dapat membuatnya bertambah kukuh. Karena, hal itu lebih bermanfaat bagi dirinya dibandingkan banyak ilmu yang tidak membuatnya mendapatkan pengaruh, kelembutan dan kekhusyu’an.

6. Hendaknya seorang penuntut jalan akhirat senantiasa mencari-cari manfaat dimanapun berada, baik kepada orang yang ahli maupun bukan ahli, mau mengambil dari setiap orang bagaimanapun ia, baik ia orang alim maupun orang awam. Karena, terkadang akhlaq yang bagus ia dapati pada sebagian orang awam dan tidak ia dapati pada yang lainnya dan juga tidak pada dirinya.

7. Pemahaman itu bagi yang memilikinya merupakan nikmat yang sangat besar, tetapi mereka terkadang tidak merasakannya sebagai nikmat, karena mereka memandang hal itu bisa diperoleh dari membaca kitab, misalnya. Dan orang yang melakukan muthala’ah kitab-kitab hendaknya memohon pertolongan kepada Allah agar memudahkan pemahaman baginya dan dapat membayangkannya sehingga ia dapat memperoleh apa yang dituntut dan Allah membukakan baginya pemahaman dalam agama.

8. Taubat adalah pangkal cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ya'ala Taubat adalah jendela untuk mengintip keelokan ihwal-Nya, dalam arti sebatas kemampuan seseorang dalam makrifat. Sejatinya, tiada yang mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala  lebih dari diri-Nya. Tak seorangpun kuasa menjelajahi bentangan jalan-Nya kecuali mereka yang dibelenggu rasa cinta pada-Nya. Karena itulah, Dia Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencintai manusia-manusia yang bertaubat.

9. Taubat takkan mungkin wujud tanpa melewati proses ilmu, iman danyakin. Perbuatan dosa adalah laku yang menghempaskan manusia dari dekapan-Nya. Hakikatnya, dosa itu sungguh berbahaya bagi seorang mukmin didunia maupun akhirat.

10. Mengertilah, taubat adalah langkah awal bagi mereka yang hendak mengarungi keredhaan-Nya. Kebanyakkan maqam-maqam mulia terkategorikan ke dalam taubat yang absah. Seperti maqam sabar dan mujahadah. Barangsiapa bertaubat, berarti ia bersyukur, takut, berharap dan cinta. Taubat adalah inti takwa. Namun ada satu hal yang mesti dicamkan baik-baik. Taubat takkan wujud tanpa keikhlasan dan kesungguhan.

11. Sabar adalah puncak Islam dan iman, sekaligus hakikat agama yang semestinya. Sabar berarti menahan dan menabahkan diri agar senantiasa berteguh pada tuntunan syari’at. Dari satu sisi, sabar dan syukur masihsatu makna. Akan tetapi, di sisi lain, sabar merupakan esensi syukur. Syukur tak bakal sempurna tanpa dibarengi kesabaran. Seorang yang bersabar, berarti ia telah mensyukuri nikmat-nikmat yang dianugerah kan kepadanya.

12. Insan mukmin, tatkala harus memilih antara kepentingan individu dan agama, lalu ia mengedepankan agama dari egonya, maka ia telah melintasi maqam sabar dalam sikapnya itu.

13. Pangkal dari rasa syukur adalah kesenangan, adapun pangkal dari kesabaran adalah kesedihan. Namun, terkadang, keduanya bermuara dari satu hal yang sama: musibah, salah satunya.

14. Untuk sebagian orang, musibah tak ubahnya suatu kenikmatan, dan karena itu, ia mensyukurinya. Betapa tidak. Musibah adalah azab yang ditimpakan lebih cepat didunia. Dan itu berarti anugerah. Sebab kelak ia akan terbebas dari siksa akhirat – yang sejatinya lebih pedih dan lebih abadi. Musibah juga merupakan wujud tarbiyah Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada hamba-Nya yang beriman. Seakan-akan, dengan musibah itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan manusia: untuk apakau mencintai manusia: untuk apa kau mencintai dunia? Apa yang bisa diharapkan dari kesenangan dunia? Kenapa hatimu merasa nyaman dengan dunia ? Inilah perhatian dari-Nya. Tiada bimbingan yang lebih indah dari bimbingan-Nya. Karena, tiap insan patut mensyukuri. Di balik bencana yang tampak oleh mata, tersimpan serpihan-serpihan hikmah yang  luhur dari-Nya.

15. Dalam shalat kita harus khusyuk, hudlur dan ikhlas. Jangan memecah fokus shalat kepada hal lain. Tuangkan seluruh pikiran, gerakan, dan konsentrasi pada satu titik, yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata. Jadi essensi shalat adalah hudlur, tafahum (penghayatan), pengagungan, pengharapan dan ketulus ikhlasan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

16. Shalat yang sempurna bisa diwujudkan dengan menyegerakan pelaksanaannya. Awal waktu adalah ridha Allah. Sedang akhir waktu adalah ampunan-Nya. Laksanakanlah shalat malam, sebab shalat malam adalah tradisi kaum shalihin, sarana pendekatan diri kepada Tuhan kalian, penebus dosa-dosa, penangkal maksiat dan  pengusir penyakit dari jasmani kita.

17.  Duduk satu saat bersama orang-orang shaleh, lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada 100 atau 100 kali ‘uzlah (mengasingkan diri dari kehidupan duniawi demi penyucian diri).

Semoga bermanfaat....

Kamis, 16 Februari 2023

KALAM ULAMA PROF.DR.H.MUJIBURRAHMAN, MA

Edisi Kamis, 16 Februari 2023 M / 25 Rajab 1444 H.

Prof. DR. H. Mujiburrahman, MA bin KH. Jamhari Arsyad, lahir di Amuntai, Kamis, 9 Desember 1971 M (bertepatan dengan 20 Syawal 1391 H). Alumni Pondok Pesantren ‘Al-Falah” Banjarbaru, adalah dosen pada Fakultas Ushuluddin  dan Pasca Sarjana  IAIN Antasari Banjarmasin. Meraih gelar M.A. dari Faculty of  Religious Studies, Mc Gill University, Kanada dan gelar Ph.D dari Universiteit Utrech Belanda (2006).

Sekarang berhasil menduduki jabatan tertinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari (dulu IAIN Antasari) sebagai Rektor UIN “Antasari” Banjarmasin terhitung mulai bulan oktober 2017. Beliau adalah cendekiawan muslim yang produktif menulis. Pernah menyampaikan makalah diberbagai forum nasional dan internasional, seperti Kanada, Belanda, Perancis, Singapura, Australia, Spanyol, Jepang dan Taiwan.

Kitab atau buku-buku karangan beliau yang sudah diterbitkan : Feeling Threatened : Muslim-Chriatian Relation in Indonesia’s New Order (Amsterdam University Press, 2006), Mengindonesiakan  Islam (Pustaka Pelajar, 2008) dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa diantara kalam beliau:

1. “Orang yang sudah mendapat petunjuk tetapi mengabaikan petunjuk itu, kemudian memilih arah yang berlawanan adalah orang yang dimurkai. Sedangkan orang yang menempuh jalan tanpa petunjuk sama sekali adalah orang yang sesat”.

2. “Orang yang secara sadar memilih jalan yang salah itulah orang yang dimurkai, sedangkan orang yang secara tidak sadar menempuh jalan yang salah adalah orang yang sesat”.

3. “Dari sudut pandang dakwah Islam, tindak kekerasan terhadap kelompok yang dianggap sesat justru merugikan. Orang bukannya simpati, malah jadi antipati terhadap Islam. Bahkan boleh jadi, simpati masyarakat meningkat kepada kelompok yang difatwa sesat itu. Karena itu, sudah seharusnya para ulama dan pemerintah dapat mencegah tindak kekerasan. Metode dakwah sebagaimana digariskan oleh al-Qur’an yaitu dengan kearifan (hikmah), nasehat yang baik (mau’izhah hasanah) dan berdebat dengan cara yang santun, harus benar-benar dijadikan pegangan”.

4. “Para sufi senantiasa menganjurkan uzlah. Uzlah itu mengasingkan diri dari orang banyak. Sekarang kita dipaksa untuk melakukan uzlah itu. Kalau zaman dulu, uzlah itu dilakukan antara lain : pertama, dengan berkonsentrasi penuh untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, kedua, untuk bertafakkur dan mengembangkan ilmu pengetahuan”.

5. “Nilai sesuatu yang kita rasakan sehari-hari itu baru terasa ketika sesuatu itu sudah tidak ada. Jadi nilai hubungan dengan si A, si B atau si C, juga kegiatan-kegiatan yang kita lakukan yang selama ini kita anggap biasa-biasa saja, itu justru setelah kita tidak bisa melakukan itu lagi, (maka) kita akan merasakan berharganya sesuatu (yang hilang) itu. Hal ini akan dapat kita rasakan manfaatnya kalau kita mau merenung dan berfikir”.

6. “Apa itu taqwa? Tentu banyak tafsirannya dimana yang umum adalah melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Tetapi makna yang lebih dalam menurut adalah berawal kata Waqo artinya memelihara diri dari kejatuhan moral. Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjaga dirinya dalam kejatuhan moral dalam hidupnya. Maka orang yang berkurban antara lain untuk menjaga diri dari kejatuhan moral. Lepas dari keserakahan. Jadi kedekatan diri kita kepada manusia melalui ibadah kurban melahirkan taqwa dan taqwa itu melahirkan kedekatan diri kepada Allah, dan kedekatan diri kepada Allah itulah kebahagiaan sejati, ini kata kuncinya”.

7. “Dalam perjuangan moral itu, turun ke lembah nista dan dosa  lebih mudah daripada mendaki puncak gunung kebaikan dan kemuliaan. Turun derajat  menjadi hewan lebih gampang daripada naik derajat melampaui malaikat”

8. ”Menurut al-Qur’an, Islam  adalah  rahmat buat semesta. menjadi rahmat tentu bukan berarti melenyapkan identitas, tapi menjembatani antar identitas. jembatan itu akan kokoh jika fondasinya adalah keadilan dan kesejahteraan bersama.”

9. “Do’a-do’a itu bagi saya adalah harapan disertai pengakuan akan kekurangan dan kelemahan diri dihadapan Allah”

10. “Tujuan hidup kita di dunia ini hanya mengabdi kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Makna hidup ini adalah berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya. Nah, itulah kebahagiaan yang hakiki”.

11. “Kesediaan untuk mendengarkan suara-suara yang berbeda dan kesabaran mendengarkan nasehat dan pendapat orang lain adalah wujud dari kerendahan hati”.

12. “Sikap positif itu penting karena manusia dengan segala keterbatasannya, memiliki ruang untuk menciptakan hidupnya  sendiri. Setiap peristiwa di dunia ini pada dasarnya netral. Sikap manusialah yang membuat peristiwa itu menjadi bermakna”.

13. “Berdakwah jangan hanya ceramah, tetapi yang lebih penting adalah melakukan  pelayanan  social  seperti  menolong orang muslim dengan memberinya bantuan  ekonomi, menolong orang sakit dengan membuat rumah sakit, melindungi anak yatim dengan membuka panti asuhan, dan sebagainya”.

14. “Para ulama sufi lebih jauh lagi mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh merasa yakin 100 % bahwa dirinya diredhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan sebaliknya tidak boleh pula  berputus asa bahwa Allah tidak akan mengampuni segala dosanya. Seorang mukmin harus meletakkan diri diantara kedua posisi itu, yakni antara takut (khauf) akan kemurkaan Allah dan harap (raja’) akan rahmat Allah. Sikap yang seperti ini jelas akan melahirkan kerendahan hati dalam beragama”.

15. “Agama adalah perjanjian azali manusia dengan Tuhan, untuk tunduk kepada-Nya, mengikuti kebenaran dan kebaikan yang diwahyukan-Nya guna meraih kebahagiaan sejati. Jika manusia bekerja sekuat tenaga mewujudkan kebenaran dan kebaikan yang diajarkan agama, maka dia telah “menolong” agama Allah”.

16. “Tanazalul malaikatu waruuhu, turunnya para malaikat dan roh (lihat surah al-Qadr). Roh disini ditafsirkan dengan Jibril. Tetapi kata-kata roh ini, kita teringat didalam diri kita juga ada roh. Roh ini adalah ungkapan yang diberikan kepada sesuatu yang ada, hakiki, tetapi tidak dapat dilihat. Kalau dalam bahasa arab, roh itu seakar kata dengan “Riih” . Riih artinya angin. Jadi angin ini dapat kita rasa tetapi tidak dapat dilihat. Artinya bersifat sesuatu yang rohani, spiritual. Jadi ada pengalaman rohaniah yang didapat oleh orang ketika dia begitu dekat dengan Tuhan. Ketika dia mengalami kontak langsung dan kemudian kontak itu begitu dekat sekali, sehingga dia merasakan sesuatu yang lain daripada pengalaman sehari-harinya. Inilah pengalaman yang dialami orang yang mendapatkan anugerah Lailatul qqadar itu”.

17. “Apabila seseorang mengalami kedekatan dengan Tuhan karena dia banyak beribadah, karena banyak beristighfar, mendekatkan diri kepada Allah, kemudian dia mendapatkan suatu “penampakan” dsri nama-nama Tuhan (yang bersifat Jalal), maka dia akan mengalami rasa takut tetapi rasa takut yang bukan membuat orang lari. Misalnya, ketika dia (seseorang) shalat, berdzikir dan berdo’a, maka akan merasa “kaganangan” (teringat) akan dosa-dosa yang telah dilakukan. Lalu kita ini merasa sedih, sedih sekali, menangis, takutan kita lawan azab Allah. Nah, apabila ada perasaan sedemikian, maka itu salah satu bentuk dari pengalaman spiritual, pengalaman rohani yang diberikan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya”.

Semoga bermanfaat...