Sabtu, 05 September 2020

17 AYAT-AYAT AL QUR'AN TENTANG PENYEBUTAN TUMBUH-TUMBUHAN

Edisi Ahad, 6 September 2020 M / 18 Muharram 1442 H

Tumbuh-tumbuhan dan pepohonan memiliki banyak manfaat bagi makhluk di muka Bumi. 

Dalam buku Tafsir Alquran Tematik 'Pelestarian Lingkungan Hidup' yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI mengungkap mengenai fungsi dan manfaat tetumbuhan dan pepohonan.

Tumbuhan adalah sumber makanan. Fungsi tumbuhan sebagai sumber makanan bagi manusia dan hewan dijelaskan di dalam Alquran.

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu," Surah Abasa Ayat 24-32.

Pada suatu ekosistem, sumber makanan suatu makhluk berasal dari makhluk lainnya. Misalnya tikus memakan padi yang nantinya tikus tersebut adalah makanan untuk ular. Kecuali tumbuhan, tidak ada makhluk yang dapat memproduksi makanannya sendiri dari alam tanpa sumbangsih dari makhluk lainnya.

Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makananya sendiri (bersifat autotrof). Setiap makhluk bertahan hidup dengan memakan makhluk hidup lainnya begitu juga manusia.


Proses makan memakan ini dinamakan rantai makanan. Rantai makanan ini akan selalu berputar dan tidak berhenti. Bahkan, makhluk terkuat dan terbesar dari rantai makanan tersebut, contohnya ular, masih tetap menyambung rantai makanan di mana bangkai dari binatang tersebut akan menjadi unsur-unsur mineral di dalam tanah.


Pada manusia, sumber makanan berasal dari tumbuhan dan juga dari binatang. Sumber yang berasal dari tumbuhan disebut sumber nabati, sedangkan dari binatang disebut sumber hewani.


Dari tumbuhan, makanan mengandung berbagai macam kandungan seperti vitamin, karbohidrat, lemak, serat, juga kandungan protein nabati. Sedangkan pada binatang, manusia dapat memperoleh manfaat dari lemak dan juga protein hewani.

Berikut ini beberapa ayat-ayat Al Qur'an tentang penyebutan tumbuhan sebagai sumber makanan :

1. QS Al Baqarah : 61 

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نَصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya“. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta“. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

2. QS Al Baqarah : 261 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

3. QS Al Anam : 99 

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

4. QS Yunus : 24 

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

5. QS Al Hijr : 19 

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

6. QS An Nahl : 11 

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

7. QS Al Kahf : 45 

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

8. QS Thaha : 53 

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْ نَبَاتٍ شَتَّىٰ

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

9. QS Al Hajj : 5 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

10. QS Al Muminun : 19 

فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,

QS Al Muminun : 20 

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِلْآكِلِينَ

dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.

11. QS Asy Syuara : 7 

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?

12. QS An Naml : 60 

أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

13. QS Luqman : 10 

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

14. QS Yasin : 34 

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

QS Yasin : 36 

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

15. QS Ash Shaffat : 146 

وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ

Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

16. QS Qaf : 7 

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,

QS Qaf : 9 

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam

17. QS An Naba : 15 

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 04 September 2020

17 KEUTAMAAN DAN MANFAAT SILATURAHMI YANG DIANJURKAN DALAM ISLAM

Edisi Sabtu, 5 September 2020 M / 17 Muharram 1442 H

Salah satu ajaran Islam yang sangat mudah untuk dikerjakan sekaligus mendapatkan keutamaan adalah menjalin silaturahmi. Baik dengan keluarga, saudara, teman, rekan kerja, kenalan, tetangga, dan lainnya. Saat kita berusaha memperkokoh tali silaturahmi, akan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh, baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain.

Silaturahmi berasal dari kata shilah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari Ar Rahmah yang berarti kasih sayang, sehingga sering disebut dengan berkasih sayang atau menjalin kekerabatan pada istilah silaturahmi.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa,

“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi”. (HR Bukhari).

Menyambung silaturahmi menurut hadits di atas juga termasuk ke dalam bagian dari ajaran islam. Untuk itu Rasulullah memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Di hadits yang lain juga disebutkan bahwa,

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kekerabatan” (HR Bukhari dan Muslim). 

Hal ini berarti sangat penting hubungan silaturahmi dilakukan dan dengan itulah umat islam bisa kuat dan saling menyokong satu sama lain. Jika tidak maka akan bercerai berai.

Berikut beberapa manfaat dan keutamaan silaturahmi yang harus kita ketahui :

1. Sebagai bentuk tawakal kepada Allah Subhanahu WaTa'ala 

Silaturahmi adalah satu di antara sekian banyak cara beribadah yang sangat dianjurkan oleh Allah. Terlebih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam seringkali menggambarkan jalinan silaturahmi dengan para sahabat dan penduduk di sekitarnya.

Dengan kita menjaga hubungan baik antar sesama manusia, secara tidak langsung telah menjalankan tuntunan agama, yakni hablu minannas. Bentuk tawakal kita akan semakin teguh dengan mendekatkan diri kepada Allah, dimana salah satunya yaitu menjalin hubungan silaturahmi.

2. Memperlapang usia dan rezeki 

Setidaknya kita bisa berpedoman pada sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam :

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

Dengan rutin berkunjung ke rumah saudara atau lainnya, kita bisa memperpanjang umur dan meluaskan rezeki ketika Allah menghendakinya. Tentu dengan niat untuk silaturahmi, bukan semata-mata karena umur atau rezeki.

3. Mempererat tali persaudaraan 

Seringkali berkunjung dan dikunjungi oleh saudara ataupun orang lain akan membuat hubungan menjadi akrab dan akan selalu lebih baik.

Banyak yang bisa kita petik jika mengaplikasikan kebiasaan ini. Kita akan semakin mudah untuk saling tolong menolong, gotong royong, menjaga kekompakan, dan masih banyak lagi. Ini juga akan berdampak positif terhadap anak cucu di kemudian hari.

4. Membuat hidup lebih nyaman dan bermakna 

Silaturahmi sangatlah berdampak pada upaya meminimalisir terjadinya konflik antar sesama. Bahkan tidak hanya meminimalisir, melainkan mampu mencegahnya.

Ketika ada orang mengunjungi rumah kita atau sebaliknya dengan tujuan yang baik, tentu sangat tidak mungkin kita atau orang lain memiliki rasa dendam, dengki, dan sejenisnya.

Hal ini apabila kita praktikkan dengan keluarga besar atau tetangga, maka kita bisa membuat hidup terasa lebih nyaman karena terbebas dari upaya saling menyalahkan satu sama lain. Selain itu kita juga akan lebih leluasa dalam menjalankan ibadah.

5. Memperdekat diri kepada Allah 

Silaturahmi merupakan salah satu cara ibadah anjuran langsung dari Allah Subhanahu wa ta'ala selain kewajiban-kewajiban lainnya. Hal ini ditandai  manakala kita berpegang teguh dan berpendirian terhadap segala perintah Allah, termasuk silaturahmi dengan siapapun.

Seseorang yang menyambung tali silaturahmi sama seperti menyambung hubungannya dengan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: “ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.” Dia berfirman: “Benar, apakah engkau rida jika aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: Iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”

6. Menjaga keharmonisan 

Melahirkan suasana guyup rukun antar sesama di sekeliling kita sebagai gambaran cara hidup orang-orang yang mulia. Sebab kita telah menjalankan cara hidup terpuji, sesuatu yang diperintahkan oleh Allah.

Sebagaimana yang kita tahu, setiap orang tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Silaturahmi dijalin agar kita sama-sama bisa memaklumi dan saling memaafkan satu sama lain. Bahayanya lagi, orang yang memutus tali persaudaraan dapat menjadikan hidup seseorang terasa sempit

7. Agar Terhindar dari Api Neraka 

Allah Subhanahu wa ta'ala juga menjamin orang yang rajin bersilaturahmi akan dijauhkan dari api neraka dan diganjar surga.

Manfaat silaturahmi ini juga sudah dijanjikan dalam salah satu hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang berbunyi :

“Engkau menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).

8. Mendapat Pahala Setara Memerdekakan Budak 

Silaturahmi juga memiliki keutamaan yang setara dengan pahala memerdekakan budak.

Hal ini tak terlepas dari tingginya nilai silaturahmi sebagai sebuah perbuatan mulia dengan manfaat yang besar.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sendiri juga sudah menegaskan manfaat silaturahmi ini dalam salah satu haditsnya berikut in :

“Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu”

9. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh 

Silaturahmi sebagai bentuk interaksi sosial antarmanusia tak hanya bermanfaat secara spiritual, tapi juga fisik.

Salah satunya yaitu silaturahmi dapat membantu menguatkan sistem imun tubuh.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh memiliki kaitan yang erat dengan rutinitas bersosialiasi dengan sesama manusia.

Artinya, semakin sering bersosialisasi, semakin baik pula kinerja tubuh dalam meningkatkan sistem imunnya.

10. Menjaga Kewarasan dan Kesehatan Mental 

Manfaat silaturahmi ini berkaitan erat dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial.

Ya, sebagai makhluk sosial sudah tentu manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran orang lain.

Berinteraksi dengan orang lain, terutama keluarga, adalah praktik paling sederhana dalam menjaga kewarasan dan kesehatan mental.

Tak hanya itu, silaturahmi juga dapat memperbaiki mood dan kebahagiaan melalui interaksi fisik dan emosional.

11. Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan 

Selain dapat mendekatkan diri dengan Allah Subhanahu wa ta'ala, silaturahmi juga dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama. Momentum saling memaafkan saat bersilaturahmi dapat membuat hubungan menjadi rukun. Pasalnya setiap manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa, sehingga sudah barang tentu seseorang akan minta maaf dan saling memaafkan.

Seseorang yang memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak bumi. Bahkan ia juga akan menerima kutukan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam salah satu hadits berikut, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi".(HR. Bukhari dan Muslim).

12. Menjadi Makhluk Mulia 

Manfaat silaturahmi lainnya yaitu dapat menjadikan kita sebagai makhluk yang mulia. Pasalnya menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayaimu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu."

Sedangkan seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak kehidupan. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam salah satu surah Al-Quran berikut ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka".(QS. Muhammad:22-23)

13. Silaturahmi Dapat Menjadi Kunci Masuk Surga 

Allah Subhanahu wa ta'ala menjanjikan pahala dan keberkahan bagi setiap hamba-Nya yang senantiasa menjaga tali silaturahmi. Janji Allah tersebut salah satunya adalah mendekatkan surga kepada hamba-Nya yang mampu menjaga silaturahmi dengan sesamanya, sebagaimana tertuang dalam hadits berikut:

“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Balasan bagi siapa saja yang mampu menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba adalah ia didekatkan kepada surga dan dijauhkan dari panasnya api neraka.

14. Merupakan Bentuk Ketaatan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka dengan menjalankan perintahnya, kita telah taat kepada Allah, menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak yang terpuji. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun berfirman,

“dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. Ar-Ra’d : 21).

15. Terhubung dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Menyambung tali silaturahmi sama dengan menyambung hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: Iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”.

16. Menambah Kekuatan dan Kesatuan Islam 

Di dalam Islam, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sering kali menyuruh umat Islam untuk saling bersatu agar tidak bercerai berai. Tentu saja, efek silaturahmi kekuatan umat Islam bisa bersatu dan saling bahu membahu.

Bayangkan saja kalau umat Islam hidup individualis dan tidak saling membantu, maka umat Islam bisa bercerai berai dan kesatuan Islam akan terancam. Untuk itulah dibutuhkan untuk saling bersilaturahmi.

Selain itu, dengan bersilaturahmi kita juga bisa saling mengenal dan memperluas persaudaraan. Awalnya hanya mengenal satu orang, kemudian akan banyak mengenal sahabat-sahabat atau saudara yang lainnya.

17. Konsekuensi Iman Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Silaturahmi merupakan tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”.

Semoga bermanfaat....

Kamis, 03 September 2020

17 MOTIVASI BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR'AN, MENDAPAT BERBAGAI KEMUDAHAN

Edisi Jum'at, 4 September 2020 M / 16 Muharram 1442 H

Al Qur'an memiliki berbagi keistimewaan yang terkandung di dalamnya. Sebagai kitab suci terakhir yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala turunkan kepada nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam melalui malaikat jibril, untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia.

Membaca Alquran adalah satu dari sekian jenis ibadah yang diperintahkan atas setiap Muslim. Di dalam wahyu pertama yang diturunkan, dua kali perintah “membaca” terbilang: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Mencipta” (QS al-‘Alaq: 1); “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia” (QS al-‘Alaq: 3). 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga pernah berpesan, ”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan agak dilipatgandakan hingga sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan aliflâmmîm itu satu huruf. Namun, alif satu huruf, lâm satu huruf dan mîm satu huruf (HR  at-Tirmidzi).

Hadits di atas memberikan motivasi membaca Alquran dengan ganjaran berupa  satu sampai 10 pahala dari setiap huruf yang dibacanya. 

Di dalam buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur'an Abdul Aziz menyebutkan betapa pentingnya kita bercengkrama dengan Al Quran. Berikut ini rangkuman diantaranya,

1. Membangun langkah untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. 

Bisa diawali dengan mulai rajin membaca Al Qur'an, mengkaji isi, ilmunya, dan mengamalkannya.

2. Tingkatkan iman untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. 

Jika belum sepenuhnya memahami tentang Islam, bisa mulai mendalaminya, lalu tingkatkan ibadah amal shaleh kita, dengan perbanyak amalan sunah dan mulai merutinkan dzikir.

3. Belajar dari mukmin yang tinggi semangat berjihadnya. 

Sesekali kita cari sosok di sekitar, baik anak yatim,anak anak yang mulai hafalkan Al Quran,  orang tua yang sudah lanjut usia dengan semangat tinggi, atau para difable di tengah keterbatasan namun masih semangat untuk belajar dan menghafalkan Al Quran

4. Menjawab dengan segera, was-was setan saat berinteraksi dengan Al Qur'an 

Adakalanya kita merasa malas, menunda nunda membaca, mengkaji atau menghafal Al Qur'an. Maka segera tepis hal itu dengan segera membaca Al Quran walau sedikit namun setiap hari minimal tetap membaca atau mendengarkan tilawah Al Qur'an.

5. Siap bekerja keras dan berlama- lama saat berinteraksi dengan Al-Quran 

Banyak melakukan mujahadah, termasuk tilawah, shalat, dan banyak bergaul dengan orang orang yang mencintai Al Qur'an, dan kurangi aktifitas yang kurang bermanfaat.

6. Mendambakan Al Qur'an sebagai kenikmatan seperti kita mendambakan harta 

"Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan, seseorang yang diberi Al Qur'an oleh Allah, kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang. Dan orang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang."(Muttafaqun'alaih)

7. Berusaha memperbanyak amal shaleh disertai keihlasan hanya karena Allah

Adapun yang mengawasi kita adalah Dzat Yang maha melihat, Allah Ta’ala senantiasa mengawasi kita, dan kepada Allah-lah tempat kembali.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

“Barangsiapa yang beramal seberat semut kecil berupa kebaikan, dia pun akan melihat hasilnya. Dan barangsiapa yang beramal seberat semut kecil berupa keburukan, dia pun akan melihat hasilnya.” (QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8)

8. Berdoa dengan penuh keikhlasan 

Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.’ (QS. Ghafir [40]: 60)

 9. Mencari figur teladan 

"Dan sesungguhnya kamu (Muhammad )benar benar berbudi pekerti yang agung". (Q.S Al Qalam 68:4).

Selain itu para istri Rasulullah, sahabiyah wanita tealadan, para sahabat Rasulullah, para pejuang islam juga bisa menjadi teladan.

10. Meraih cita-cita dari yang terdekat

 "Dan diantara mereka ada orang yang berdoa: ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka (Q.S Al Baqarah 2: 201)

11. Tidak merasa takut tidak kebagian rezeki 

Orang yang bertakwa kepada Allah dengan penuh keikhlasan maka Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak di sangka sangka sebagaimana tercantum dalam surah Ath Thalaq ayat 2 dan 3

12. Kokohkan tekad, jangan mudah berubah pikiran terus istiqomah dalam kebaikan 

Sebgaimana doa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang tercantum dalam hadits riwayat at Turmudzi, yang artinya, Wahai dzat yang maha membolak balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu.

13. Berlatih dengan ekstrim 

Mulai berlatih mengistiqomahkan ibadah qiyamulail, dengan perpanjang bacaan, juga mentadaburinya. Banyak ikuti kajian dan bersikap waro( berhati hati) dalam berbagai hal.

14. Berbahagia jika kita bersama orang-orang yang beriman 

"Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur / berterima kasih". (Q.S Saba :13).

"Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Q.S Hud {11} : 40).

15. Tidak merasa takut terhadap keadaan masa depan 

"Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadaMu, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati." (Q.S Al Baqarah  {2} : 38)

16. Tidak suka memvonis diri 

Sejatinya orang yang sering berinteraksi dengan Al Quran tidak suka memvonis diri seperti umat terdahulu

" Dan mereka berkata:"Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman". (Q.S Al Baqarah  {2}:88).

Jangan mudah berputus asa terhadap dosa karena Allah maha pengasih dan penyanyang juga maha  penerima tobat hambaNya, sebagaimana tercantum dalam surah Az Zumar ayat 53.

17. Merayu diri agar mencintai Al Qur'an 

"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada TuhanMu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku". (Q.S Al Fajr : 27-30).

Sumber : Republika.Id, Portal Jember 

Semoga bermanfaat....