Kamis, 03 November 2022

17 PONDOK PESANTREN PALING TUA DAN TERBAIK DI INDONESIA

Edisi Kamis, 3 November 2022 M / 8 Rabi'ul Akhir 1444 H.

Pondok pesantren adalah tradisi pendidikan yang terus berlangsung di Indonesia. Pesantren menjadi tonggak penting penyebaran Islam dan pengajaran bagi masyarakat Indonesia. Tiap pesantren memiliki sejarahnya sendiri sejak zaman penjajah kolonial.

Dari 17 pondok tertua dan terbaik di wilayah Indonesia, Pondok Pesantren Jamsaren yang berada di Jl. Veteran No. 263 Serengan Surakarta merupakan pondok tertua dan terbaik keenam. Pondok ini pertama kali berdiri sekitar tahun 1750.

Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830-1878. Semula, pondok pesantren yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Pada waktu itu PB IV mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian nama itu menjadi nama pondok untuk menghormati pendirinya.

Berikut ini 17 Pondok tertua dan terbaik di wilayah Indonesia selengkapnya :

1. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen berusia 546 tahun 

Dikutip dari laman Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1475. Pendirinya adalah Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani dari Hadhramaut, Yaman.

Bukti pendirian pesantren terdapat pada prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) berbobot 9 kg di dalam masjid pondok tersebut. Pesantren ini menjadi bukti penyebaran Islam yang sudah ada sejak zaman Prabu Brawijaya (1447-1451) penguasa Majapahit.

2. Pondok Pesantren Luhur Dondong, Semarang berusia 412 tahun 

Layanan perpustakaan digital UIN Walisongo, Semarang, menyatakan pondok pesantren ini sebagai yang tertua di Jawa Tengah. Salah satu santrinya KH. Ihsan bin Mukhtar mendirikan pesantren Al-Ishlah.

Situs Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir menyatakan, ponpes ini didirkan Kiai Syafi'i Pijoro Negoro pada tahun 1609. Kiai tersbeut adalah salah satu komandan pasukan Sultan Agung saat menyerbu Batavia.

3. Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang berusia 319 tahun 

Pesantren yang sudah melayani masyarakat selama tiga abad ini berdiri pada tahun 1702. Dikutip dari situsnya, pendirian ponpes berawal dari kisah Babat Tanah Prajjan yang dilakukan Kyai Abdul 'Allam.

Sang kyai yang bernama asli Pang Ratoh Bumi diperintah gurunya untuk berdakwah di timur utara kota Sampang yaitu desa Panyajjeen. Wilayah itu kini menjadi Desa Prajjan, Kecamatan Camplong. Saat ini, ponpes juga menyediakan layanan pendidikan formal bagi masyarakat.

4. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon berusia 306 tahun 

Dikutip dari website PCNU Kabupaten Cirebon, pondok pesantren Babakan Ciwaringin berdiri pada tahun 1705. Ponpes ini didirikan Ki Jatira yang merupakan kiai berdarah Mataram.

Nama asli Ki Jatira adalah Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif dari Kajen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Ki Jatira memilih wilayah Babakan yang saat itu merupakan padukuhan kecil di Kabupaten Cirebon barat daya. Kehadiran ponpes diharapkan bisa mengubah kehidupan masyarakat miskin serta menyebarkan Islam.

5. Pondok Pesantren Buntet, Cirebon berusia 271 tahun 

Buntet awalnya adalah sebuah desa yang menjadi lokasi tempat tinggal Mbah Muqoyyim. Dikutip dari situsnya, dialah yang kemudian mendirikan pondok pesantren usai melepas jabatan sebagai mufti Kesultanan Cirebon.

Sosoknya sangat dihormati masyarakat dan pihak kolonial usai menangani Cirebon yang saat itu terserang wabah. Selain sebagai sosok karismatik, Kiai Moqoyyim juga terkenal tidak mau berkompromi dengan penjajah hingga memilih hidup bersama masyarakat yang menghadirkan rasa damai.

6. Pondok Pesantren Jamsaren, Surakarta berusia 271 tahun 

Dikutip dari situs laduni id, ponpes ini berdiri pada 1750 diambil dari nama pendirinya Kiai Jamsari. Pesantren berdiri pada masa Pakubuwono IV yang awalnya berupa surau kecil.

Ponpes sempat vakum pada 1830 - 1878 akibat serangan penjajah kolonial. Seorang alim bernama Kiai H Idris, yang merupakan salah satu pembantu Pangeran Diponegoro membangun kembali tempat itu hingga besar dan sukses seperti sekarang.

7. Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH), Malang berusia 253 tahun 

PPMH lebih dikenal sebagai pondok pesantren Gading, Malang, karena letaknya di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ponpes ini didirikan KH Hasan Gunadi pada 1768.

Pesantren ini mengalami kemajuan saat diasuh KH Moh Yahya yang merupakan salah satu santrinya. Sang Kiai membolehkan para santri menuntul ilmu di lembaga formal di luar pesantren. Dalam praktiknya dia selalu mewanti-wanti siswa dengan ucapan, Niatmu jangan sampai keliru. Yang pertama adalah niat mengaji dan niat yang kedua adalah niat sekolah, Insya Allah akan berhasil kedua-duanya.

8. Pondok Pesantren Qomaruddin, Gresik, berusia 246 tahun 

Pesantren ini memiliki nama lengkap Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah, yang didirikan Kiai Qomaruddin. Saat itu masjid berdiri di dukuh Sampurnan, antara Masjid Kiai Gede Bungah dengan Kantor Distrik Kecamatan Bungah.

Kata Sampurnan merupakan kependekan dari kata sampurno temenan, yaitu benar-benar tampat yang sempurna Pada tahun 1960-an atas inisiatif putra Kiai Sholih Musthofa, Kiai Hamim Shalih, pesantren ini diberi nama Darul Fiqih. Pada 1972, ponpes resmi memiliki badan hukum dalam bentuk yayasan bernama Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin.

9. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan 234 tahun 

Dikutip dari situsnya, pesantren berawal dari sebuah langgar kecil yang didirikan Kyai Itsbat bin Ishaq. Pondok didirikan pada tahun 1787 yang terkenal dengan karakter sederhana, rendah hati, dan bijaksana.

Pesantren awalnya berlokasi di sebidang tanah yang sempit dan gersang dengan sebutan Banyuanyar. Nama ini berarti air baru, yang diharapkan bisa menjadi harapan bagi masyarakat sekitar. Nama Darul Ulum digunakan secara formal sejak tahun 1980an sebagai nama lembaga.

10. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur (berdiri tahun 1718) 

Sidogiri dibabat oleh seorang Sayyid dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau adalah keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban.

Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

11. Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur (berdiri tahun 1830) 

Setelah Bagus Darso (nama kecil KH. Abdul Manan) menyelesaikan pelajarannya di Pondok Tegalsari Ponorogo, beliau lantas mendirikan pondok di daerah Semanten [2km arah utara kota Pacitan], Namun dikemudian hari pondok tersebut akhirnya dipindah ke Tremas.

12. Pondok Pesantren Langitan Tuban Jawa Timur (berdiri tahun 1852) 

Pondok pesantren Langitan berdiri pada tahun 1852. Ponpes ini adalah pesantren yang sangat berpengaruh di daerah Surabaya ke arah barat menjangkau kabupaten Bojonegoro, Gresik, Cepu, Tuban serta Lamongan. Figur yang sangat mempunyai kharisma tinggi di pesantren ini adalah adalah KH Abdullah Faqih yang turut berkiprah di kancah politik Nasional. Hal inilah yang menambah dikenalnya pesantren Langitan ini.

13. Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan (berdiri tahun 1861) 

Syaikhona (Syaichona) Kholil mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan. Setelah putrinya, Siti Khatimah, dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha (Muhammad Thaha); pesantren di desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut. Dan Kiai Khalil sendiri, pada tahun 1861 M., mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota; sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak pesantren yang baru itu, hanya selang 1 kilometer dari pesantren lama dan desa kelahirannya. Pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai pesantren Syaikhona Kholil.

14. Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung Jabar (berdiri tahun 1881) 

Pondok Pesantren Sukamiskin yang didirikan oleh K.H. Raden Muhammad bin Alqo pada tahun 1881 M ini telah mampu mencetak berbagai alumni yang tersebar di berbagai pelosok. Tak sedikit diantara alumni tersebut yang telah mendirikan pondok pesantren sebagai wadah memanfaatkan ilmu yang didapatnya selama di Sukamiskin. Wajar saja, karena pada kenyataannya pesantren yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan pesantren tertua di Bandung.

15. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim (berdiri tahun 1899) 

Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 M. Pesantren ini didirikan setelah ia pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekkah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.

16. Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (berdiri tahun 1911) 

Pada tahun 1911, sepulang dari belajardi Mekkah selama 21 tahun, KH. Munawir yang tinggal di kampung Kauman, Yogyakarta (di belakang Masjid Agung alun-alun Yogyakarta) membuka pengajian di rumahnya. Kian hari santri terus bertambah, dan rumah Kyai tak mampu lagi menampung. Maka dipindahkanlah tempat pengajian itu ke desa Krapyak Kulon. Beberapa bangunan pondok yang dibangun di tempat baru inilah yang kemudian dikenal sebagai kompleks Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak.

17. Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Sumut (berdiri tahun 1912) 

Pesantren ini merupakan pesantren tertua berdiri tahun 1912 yang berada di Sumatera Utara, selain itu pesantren ini juga merupakan pesantren terbaik dan terpopuler di Sumatera Utara. Tidak sedikit para lulusan santri yang melanjutkan studi ke luar negeri, selain itu banyak juga alumni lulusan ini yang menjadi tokoh berpengaruh di lokal maupun nasional. Nama lain dari pesantren ini adalah pesantren Purba Baru.

Semoga bermanfaat....

Rabu, 02 November 2022

17 PONDOK PESANTREN TERBAIK DI JAWA TIMUR

Edisi Rabu, 2 November 2022 M / 7 Rabi'ul Akhir 1444 H.

Berkembangnya Islam di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren. Lembaga pendidikan Islam Nusantara ini terus berkembang dengan aneka "varian", ada yang tradisional, ada yang modern, ada pula yang memadukan keduanya, namun tetap tidak meninggalkan akarnya, yakni menekankan pendidikan agama dan akhlakul karimah.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan khas Nusantara, bisa dilihat dari nama-nama pondok pesantren legendaris yang rata-rata tak menggunakan bahasa asing. Sebut saja Pondok Pesantren Lirboyo, Tremas, Tebuireng, Sidogiri, Buntet, Genggong, atau Langitan. Ada yang namanya menggunakan bahasa asing (Arab) tapi tetap penyebutannya di mata masyarakat kental Nusantara misalnya Pondok Pesantren Sarang, Pesantren Ploso, Pesantren Asembagus atau Pesantren Denanyar. 

Bukan berarti ulama Nusantara alergi dengan nama berbahasa Arab. Rata-rata nama pondok pesantren Nusantara menggunakan bahasa Arab, namun ada ciri khas, yakni kalimatnya selalu mengandung hikmah, misalnya Darul Ulum, Nurul Jadid, Miftahul Ulum, Mamba'ul 'Ulum, Darussalam atau Riyadlus Shalihin, jarang menggunakan nama-nama yang "berat". Kalaupun pesantren menggunakan nama seseorang, umumnya lebih memilih menisbatkan pada sosok Walisongo atau ulama lokal karena dirasa lebih membumi.

Jawa Timur memiliki banyak sekali pondok pesantren, baik pondok pesantren modern maupun pesantren salafi. Tidak hanya di daerah perkotaan saja, namun di pelosok daerah  di seluruh Jawa Timur banyak terdapat pondok pesantren. Berikut ini beberapa pesantren terbaik dan terpopuler yang ada di Jawa Timur.

1. Pondok Pesantren Al Amien Prenduan Sumenep 

Pondok pesantren Al-Amien Prenduan tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan agama Islam di Prenduan itu sendiri. Karena Kiai Chotib (kakek para pengasuh sekarang) yang memulai usaha pembangunan lembaga pendidikan Islam di Prenduan, juga merupakan Kiai mengembangkan Islam di Prenduan. Usaha Pembangunan lembaga ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari usaha adik ipar beliau, Kiai Syarqowi yang hijrah ke Guluk-guluk setelah kurang lebih 14 tahun membina masyarakat Prenduan dalam rangka memenuhi amanat sahabatnya, Kiai Gemma yang wafat di Mekkah.

2. Pondok Pesantren Al Falah Kediri 

Pondok Pesantren Al-Falah berada di desa Karangkates kecamatan  Ploso  Kabupaten Kediri. Pesantren ini didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Usman yang di bantu oleh Muhammad Qomar dan didirikan pada tahun 1925. 

Ponpes Alfalah Ploso menganut sistem manajemen tradisional, dalam arti, kepemimpinan tunggal yang tersentral pada figur seorang kiai memegang otoritas yang tinggi dalam pengelolaan pesantren. Manajemen semacam itu terus berlangsung sampai pada saat sekarang saat pesantren ini diasuh oleh KH. Zainuddin Djazuli putra Kiai Djazuli. 

3. Pondok Pesantren Al Khairaat Malang 

Pondok ini berada di Jl KH Syuhud Karangsuko Pagelarang Malang. Pondok pesantren ini memiliki jenjang pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi dan telah memiliki cabang kurang lebih 1800. 

PPA Malang didirikan oleh Kyai Haji (KH) Muhammad Syuhud Zayyadi. Lembaga ini dahulunya adalah hanya sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Al-Khoirot, KH. Syuhud Zayyadi mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat. Untuk santri putri, kepemimpinan dipegang oleh istrinya Ny. Hj. Masluhah Muzakki. Desa Karangsuko dipilih setelah melalui proses konsultasi spiritual dengan seorang ulama Madura bernama KH. Abdul Hamid Baqir bin Abdul Majid.

4. Pondok Pesantren As Salafi Al Fitrah Surabaya 

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah didirikan pada tahun 1985 bermula dari kediaman Hadhratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA. dan mushola. Pada saat itu ikut serta beberapa santri dari Pondok Pesantren Darul ‘Ubudiyah Jatipurwo Surabaya yang didirikan dan diasuh Hadhrotusy Syaikh Al Arif  Billah KH. Muhammad Utsman Al Ishaqy ra.

Pada tahun 1990 datanglah beberapa santri dengan kegiatan ‘ubudiyah dan mengaji secara sorogan & bandongan di mushola. Dalam perkembangannya jumlah anak yang ingin mengaji dan nyantri semakin banyak sehingga pada tahun 1994 Hadhratusy Syaikh memutuskan untuk mendirikan Pondok Pesantren dan mengatur pendidikan secara klasikal. 

5. Pondok Pesantren Bata-bata Pamekasan 

Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata didirikan oleh RKH .Abd Majid yang tak lain merupakan putra RKH. Abd Hamid bin RKH Itsbat, Banyuanyar pada tahun 1943 M / 1363 H, Kepemimpinan RKH Abd Majid berlangsung selama 14 tahun terhitung mulai tahun 1943 M sampai dengan 1957 M. Pada masa kepemimpinan beliau pembelajaran di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata bersifat Pengajian kitab dengan sistem sorogan, pada saat itu belum berdiri pendidikan formal, dalam hal jumlah santri sampai mencapai 700 santri, Beliau Wafat pada tanggal 6 Syawal 1364 H/ 1957 M.

6. Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang 

Pondok Pesantren Darul 'Ulum didirikan oleh Kyai Haji Tamim Irsyad dibantu Kyai Haji Cholil sebagai mitra kerja dan sekaligus menantunya pada tahun 1885 M. Pondok Pesantren ini didirikan bermula dari kedatangan Kyai Haji Tamim Irsyad dari Bangkalan, Madura ke Desa Rejoso. Dia adalah murid Kyai Haji Cholil Bangkalan. Ketika Dia datang ke Jombang atas perintah dan amanat gurunya KH. Kholil Bangkalan untuk mengamalkan ilmunya di masyarakat. 

Sebagai salah satu wadah pendidikan pondok pesantren Darul Ulum sejak didirikannya telah ditanamkan beberapa kriteria dasar tentang tujuan dan dasar didirikannya. Hal itu sering kali disebut secara eksplisit oleh para sesepuh sebelum beliau memberikan estafe kepemimpinan pondok pesantren Darul Ulum kepada penerusnya.

7. Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo 

Pondok pesantren Darussalam atau lebih dikenal dengan pondok Gortor Merupakan Pondok Modern yang terkenal di Indonesia dan telah memiliki banyak cabang di beberapa wilayah di Indonesia. Pondok induknya berada di kabupaten Ponorogo Jawa Timur.  Pondok Pesantren modern Gontor didirikan pada tahun 1928 oleh tiga Kiai mereka adalah  KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie dan KH Imam Imam Zarkasy. Mereka bertiga adalah tiga bersaudara yang terkenal dengan sebutan Trimurti. 

8. Pondok Pesantren Ilmu Al Quran Malang 

Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) yang terletak di Singosari kabupaten Malang, (±10 km utara kota Malang) adalah lembaga pendidikan kepesantrenan semi salaf. Didirikan oleh KHM. Basori Alwi Murtadlo pada tanggal 1 Mei 1978. Sesuai dengan namanya, PIQ mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran pada Al-Quran. Hal ini erat kaitannya dengan figur KHM. Basori Alwi sebagai seorang intelektual Al-Quran dan notabene pendiri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, suatu lembaga yang banyak melahirkan intelektual Al-Quran di Indonesia. Juga tak lepas dari faktor demografi masyarakat Singosari yang rata-rata pesantrennya bernuansakan Al-Quran.

9. Pondok Pesantren Langitan Tuban 

Pondok langitan merupakan pondok tertua di Indonesia. Pondok pesantren ini terletak di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1852 dan menempati lahan seluas 7 hektar.  Pondok pesantren ini sangat terkenal. Lembaga pendidikan ini dahulunya adalah hanya sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Langitan, KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir komponi Belanda.

10. Pondok Pesantren Lirboyo Kediri 

Salah satu pondok pesantren terbesar di kediri adalah pondok pesantren Lirboyo. Pesantren ini berada di kecamatan Kota Kediri Jawa timur. Pondok pesantren ini memiliki ribuan siswa.

Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim yang pada mulanya bertempat tinggal di Desa Lirboyo (sekarang Kelurahan Lirboyo) pada tahun 1910 M. Sebelum menetap di Desa Lirboyo, ia mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng asuhan K.H. M. Anwar Manshur. 

Pesantren ini menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.

11. Pondok Pesantren Mamba’us Shalihin Suci Gresik 

Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin dirintis oleh ayahanda KH. Masbuhin Faqih, yaitu Al Maghfurlah Al Mukarrom KH. Abdullah Faqih Suci sekitar tahun 1969 yang pada mulanya berupa surau kecil untuk mengaji AI-Qur’an dan Kitab Kuning di lingkungan desa Suci dan sekitarnya.

Pada tahun 1976 Al Mukarram KH. Masbuhin Faqih (putra pertama KH. Abdullah Faqih Suci) yang baru mendapatkan restu dari Al Mukkarrom KH. Abdullah Faqih Langitan untuk berjuang di tengah masyarakat, namun beliau masih mempertimbangkan kembali untuk mendirikan sebuah Pesantren, meskipun pada saat itu semangat beliau untuk mendirikan Pesantren sangat besar.

12. Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo 

Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo merupakan lembaga pendidikan pesantren yang didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun'im pada tahun 1948. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Sebelum bernama Karanganyar, desa tempat Pondok Pesantren Nurul Jadid berdiri dikenal dengan nama Tanjung. Nama ini diambil dari sebuah pohon besar bernama Tanjung. Sejak zaman dulu, pohon besar, Tanjung, berdiri tegak di tengah-tengah desa. Kemudian, masyarakat setempat juga menganggap pohon tersebut mempunyai kelebihan dan keistimewaan. Tak heran, nama Tanjung kemudian diabadikan sebagai nama desa. Karanganyar sendiri adalah sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Paiton. Sebuah desa kecil yang berada sekitar 30 km ke arah timur Kota Probolinggo, Jawa Timur. Pada mulanya, sebagian besar tanah di desa ini tidak dapat dimanfaatkan. 

13. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo 

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo adalah salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syamsul Arifin pada tahun 1908. Pesantren ini berjarak 34 KM (50 menit) dari arah Kabupaten Situbondo dan 55 KM (1 jam, 13 menit) dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Selain pengajaran ilmu-ilmu kitab-kitab klasik, pada tahun 1978 dibuka Sekolah Menengah Pertama, Universitas Ibrahimy (sekarang Institut Agama Islam Ibrahimy) tahun 1968 dan membuka Ma’had Aly pada tahun 1990 sebagai ikhtiar mengatasi kelangkaan ahli Fiqh. 

14. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan 

Pondok Pesantren Sidogiri adalah lembaga pendidikan salaf yang fokus pada pembekalan akidah, syariah, dan akhlak ala Ahlussunnah wal Jamaah. Didirikan oleh Sayyid Sulaiman. Pesantren Sidogiri juga merupakan Pondok Pesantren tertua di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Yan didirikan pada tahun 1718 saat masa pendudukan Hindia-Belanda di Indonesia.

Sidogiri dibabat oleh seorang Sayyid dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau adalah keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban. Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati. 

15. Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang 

Tebu Ireng merupakan salah satu pondok terbesar di Kota Jombang. Pesantren tebu ireng didirikan oleh Kakek Presiden Ke empat Republik Indonesia KH. Hasyim Asy’arie. Dan menjadi lokasi pemakaman Gusdur. Pesantren ini didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari  pada tahun 1899. 

Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

16. Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang 

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang merupakan salah satu pondok pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur. Berdiri sejak tahun 1838, hingga sekarang pondok ini masih survive di tengah kecenderungan kuat sistem pendidikan formal.

Dengan kultur mandiri, dekat dengan masyarakat, sederhana, dan adaptif, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang terus melakukan pengembangan dan perubahan seiring dengan dinamika perkembangan dan tuntutan global, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur kepesantrenan, berpegang pada prinsip al-muhafadhah ‘al al-qadim al-shalih wa al-akhdhu bi al-jadid al-ashlah dengan di bawah sinaran prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah. 

17. Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang 

Terhtung satu abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1917M. K.H.M Bishri Sansuri bersama istri beliau, Nyai Hj. Noor Khodijah, atas restu gurunya, K.H Hasyim Asyari, serta dorongan mertua beliau, K.H Hasbullah, mendirikan pesantren di Denanyar yang berjarak 2 Km dari arah barat kota Jombang.

Spektrum tantangan masa depan semakin luas, karena itu upaya dan kiat-kiat untuk menghadapi dan mengantisipasi tantangan tersebut haruslah beragam. menyadari hal yang demikian pada tahun 1989, K.H.M Shohib Bisri berupaya mendirikan sebuah lembaga khusus yang dapat menghasilkan santri-santri plus, yang tidak saja mengetahui bidang-bidang agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman yang semakin modern.

Semoga bernanfaat....

Selasa, 01 November 2022

17 AYAT AL-QUR'AN TENTANG BERSYUKUR DAN ARTINYA YANG PERLU ANAK TAHU

Edisi Selasa, 1 Nopember 2022 M / 6 Rabi'ul Akhir 1444 H.

Salah satu pendidikan dasar yang harus Anda tanamkan pada anak adalah bersyukur. Untuk membantu menanamkan pendidikan ini pada anak, Anda bisa menggunakan ayat alquran tentang bersyukur. Dengan dasar ayat alquran ini tentu anak akan lebih percaya dan yakin.

Tidak hanya itu, dengan pedoman ayat Alquran anak juga akan lebih cepat paham. Anak-anak akan lebih mudah menyerap jika pendidikan yang Anda berikan berdasarkan dengan dalil yang ada di alquran. Cara bersyukur kepada Allah atas nikmat yang tak terbatas bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala nikmat yang diberikan kepada manusia, baik nikmat Islam dan iman, sehat rohani dan jasamani, nikmat memiliki anggota tubuh yang sempurna dan lainnya. Kedua, dengan cara menggunakan anggota badan untuk melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebab, dengan melakukan ketaatan artinya seseorang sudah bersyukur dengan segala nikmat yang diterimanya.

Ada banyak ayat-ayat alquran yang menjelaskan tentang bersyukur, antara lain :

1. Surat Al Baqarah Ayat 152 

Ayat alquran yang menjelaskan mengenai syukur yang pertama adalah surat Al Baqarah ayat 152, yang berbunyi:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

Artinya:

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

Ayat ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak agar selalu mengingat kepada Allah. Apapun yang terjadi dan apapun yang didapatkan haruslah bersyukur dengan mengingat Allah.

2. Surat Al Baqarah Ayat 157 

Dalam surat Al Baqarah masih terdapat ayat yang mengharuskan untuk bersyukur yaitu ayat 157, yang berbunyi:

اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

ulaaa-ika ‘alaihim sholawaatum mir robbihim wa rohmah, wa ulaaa-ika humul-muhtaduun

Artinya:

Mereka itulah yang memperolah ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan merekah itulah orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat ini bisa menjadi inspirasi keluarga ketika mengajarkan anak tentang rasa syukur. Makna tersirat dalam ayat ini adalah siapa saja yang bersyukur maka dialah yang akan mendapatkan ampunan dan petunjuk dari Allah.

3. Surat Al Baqarah Ayat 172 

Dalam surat Al Baqarah juga masih terdapat ayat yang menjelaskan tentang bersyukur yaitu ayat 172, yang bunyinya:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا کُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَا شْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ کُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuluu ming thoyyibaati maa rozaqnaakum wasykuruu lillaahi ing kungtum iyyaahu ta’buduun

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Tidak hanya tentang bersyukur saja, dalam ayat ini kita diajarkan untuk makan dari rezeki yang halal. Anda bisa mengajarkan ayat ini kepada anak agar dia selalu ingat kepada Allah dan memakan makanan yang halal.

4. Surat Ibrahim Ayat 7 

Ayat yang menjelaskan tentang keharusan bersyukur juga ada pada surat Ibrahim ayat 7, yaitu:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

wa iz ta-azzana robbukum la-ing syakartum la-aziidannakum wa la-ing kafartum inna ‘azaabii lasyadiid

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Sudah jelas dalam ayat ini menjelaskan bahwa siapa saja yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah. Sedangkan jika tidak bersyukur maka azab yang akan menimpa sangat berat. Anda bisa mengajarkan ayat ini kepada anak agar dia selalu bersyukur. Karena dengan bersyukur nikmat yang ia terima akan ditambah berkali-kali lipat.

5. Surat Luqman Ayat 12

 Di dalam surat Luqman juga terdapat ayat tentang kewajiban bersyukur yaitu Surat Luqman ayat `2, yang berbunyi:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِ نَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

wa laqod aatainaa luqmaanal-hikmata anisykur lillaah, wa may yasykur fa innamaa yasykuru linafsih, wa mang kafaro fa innalloha ghoniyyun hamiid

Artinya:

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.”

Ayat ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak bahwa bersyukur sama dengan menghargai diri sendiri. Melalui ayat ini Anda bisa mengajarkan kepada anak bahwa Allah Maha Kaya dan Terpuji. Semakin bersyukur maka nikmat Allah tidak akan henti-hentinya mengalir.

6. Surat Luqman Ayat 14 

Masih dalam surat Luqman, ayat tentang bersyukur dipertegas lagi dalam ayat 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

wa washshoinal-ingsaana biwaalidaiih, hamalat-hu ummuhuu wahnan ‘alaa wahniw wa fishooluhuu fii ‘aamaini anisykur lii wa liwaalidaiik, ilayyal-mashiir

Artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Dalam ayat ini tidak hanya menjelaskan tentang bersyukur kepada Allah saja tapi juga kepada orang tua. Anda sebagai orang tua bisa menjadikan ayat ini sebagai bahan pembelajaran agar anak juga berterimakasih kepada Anda sebagai orang tua.

7. Surat Al Anfal Ayat 26 

Ingin keluarga kecil Anda menjadi keluarga bahagia dan selalu bersyukur? Anda bisa mengajarkan anak-anak kandungan surat Al Anfal ayat 26. Bunyi dari surat ini adalah:

وَا ذْكُرُوْۤا اِذْ اَنْـتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَ رْضِ تَخَا فُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّا سُ فَاٰ وٰٮكُمْ وَاَ يَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

wazkuruuu iz angtum qoliilum mustadh’afuuna fil-ardhi takhoofuuna ay yatakhoththofakumun-naasu fa aawaakum wa ayyadakum binashrihii wa rozaqokum minath-thoyyibaati la’allakum tasykuruun

Artinya:

Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah akan menculik kamu, maka Dia memberimu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur

Dalam ayat ini Anda bisa mengingatkan kepada anak bahwa orang beriman akan selalu ditolong oleh Allah. Allah akan menolong setiap umatnya yang senantiasa tabah dan selalu bersyukur.

8. Surat An Nahl Ayat 78 

Dalam surat An Nahl ayat 78 juga menjelaskan tentang bersyukur, bunyi surat ini yaitu:

وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

wallohu akhrojakum mim buthuuni ummahaatikum laa ta’lamuuna syai-aw wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abshooro wal-af-idata la’allakum tasykuruun

Artinya:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.

Pelajaran yang bisa Anda ajarkan kepada anak dari ayat ini adalah Allah memberikan mata, telinga, dan hati untuk bersyukur. Jadi sebagai umat muslim yang baik kita harus selalu bersyukur. Tanpa kuasa Allah kita tidak akan mendapatkan penglihatan dan hati nurani seperti sekarang ini.

9. Surat An Nahl Ayat 114 

Allah mempertegas perintah untuk bersyukur dalam surat An Nahl ayat 114, yang berbunyi:

فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّا شْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْـتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

fa kuluu mimmaa rozaqokumullohu halaalang thoyyibaw wasykuruu ni’matallohi ing kungtum iyyaahu ta’buduun

Artinya:

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Sudah jelas jika dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk bersyukur dan selalu makan dari rezeki yang halal.

10. Surat Al Ankabut Ayat 17 

Dalam surat Al Ankabut juga terdapat ayat yang menjelaskan keharusan bersyukur yaitu Al Ankabut ayat 17 yang berbunyi:

اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَا نًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَـكُمْ رِزْقًا فَا بْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَا عْبُدُوْهُ وَا شْكُرُوْا لَهٗ ۗ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

innamaa ta’buduuna ming duunillaahi ausaanaw wa takhluquuna ifkaa, innallaziina ta’buduuna ming duunillaahi laa yamlikuuna lakum rizqong fabtaghuu ‘ingdallohir-rizqo wa’buduuhu wasykuruu lah, ilaihi turja’uun

Artinya:

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan

Dalam ayat ini menjelaskan jika menyembah selain Allah hanyalah kebohongan belaka. Karena rezeki yang kita dapatkan datangnya dari Allah, oleh karena itu kita wajib bersyukur hanya kepada-Nya.

Pelajaran dari ayat ini sangat bagus untuk Anda ajarkan kepada anak-anak sejak dini. Tidak hanya pelajaran bersyukur saja tapi juga pelajaran Aqidah tidak boleh menyembah selain Allah.

11. Surat Al A’raf Ayat 10

Di dalam surat Al A’raf ayat 10 Allah mengingatkan tentang manusia yang lalai untuk bersyukur. Bunyi dari surat ini yaitu:

وَلَقَدْ مَكَّـنّٰكُمْ فِى الْاَ رْضِ وَجَعَلْنَا لَـكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

wa laqod makkannaakum fil-ardhi wa ja’alnaa lakum fiihaa ma’aayisy, qoliilam maa tasykuruun

Artinya:

Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kamu sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

Melalui ayat ini Anda bisa menjelaskan kepada anak bahwa Allah telah menciptakan alam semesta untuk hidup manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia kita haruslah bersyukur dan selalu mengingat-Nya.

12. Surat Al Jasiyah Ayat 12 

Ayat 12 surat Al Jasiyah juga menjelaskan mengenai bersyukur, bunyinya yaitu:

اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَـكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَ مْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

allohullazii sakhkhoro lakumul-bahro litajriyal-fulku fiihi bi-amrihii wa litabtaghuu ming fadhlihii wa la’allakum tasykuruun

Artinya:

Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

Ayat ini bisa Anda ajarkan kepada anak ketika sedang bermain di laut. Anda bisa menjelaskan bahwa tanpa kuasa Allah kapal-kapal tidak akan bisa berlayar di lautan luas. Oleh karena itu, kita semua harus senantiasa bersyukur kepada Allah.

13. Surat An Naml Ayat 40 

Di dalam surat An Naml Allah memberikan pelajaran bersyukur melalui kisah Nabi Sulaiman. Bunyi dari surat ini adalah:

قَا لَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْـكِتٰبِ اَنَاۡ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَ ۗ فَلَمَّا رَاٰ هُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَا لَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ ۗ لِيَبْلُوَنِيْٓءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُ ۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِ نَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

qoolallazii ‘ingdahuu ‘ilmum minal-kitaabi ana aatiika bihii qobla ay yartadda ilaika thorfuk, fa lammaa ro-aahu mustaqirron ‘ingdahuu qoola haazaa ming fadhli robbii, liyabluwaniii a asykuru am akfur, wa mang syakaro fa innamaa yasykuru linafsih, wa mang kafaro fa inna robbii ghoniyyung kariim

Artinya:

Seorang yang mempunyai ilmu dari kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, Maha Mulia.”

Ketika mengajarkan ayat ini Anda bisa sambil mendongengkan kisah Nabi Sulaiman. Melalui dongeng yang diselipkan ajaran mengenai bersyukur anak akan lebih paham dan cepat mengerti.

14. Surat Al Qasas Ayat 73 

Dalam surat Al Qasas ayat 73 juga menjelaskan tentang bersyukur. Bunyi dari ayat ini adalah:

وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَـكُمُ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

wa mir rohmatihii ja’ala lakumul-laila wan-nahaaro litaskunuu fiihi wa litabtaghuu ming fadhlihii wa la’allakum tasykuruun

Artinya:

Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Ayat ini bisa Anda ajarkan kepada anak ketika akan tidur. Anda bisa menjelaskan bahwa siang dan malam diciptakan karena kekuasaan Allah. Jadi sebagai umat manusia sudah sepatutnya jika selalu bersyukur hanya kepada Allah.

15. Surat Al Furqan Ayat 62 

Bersyukur karena diciptakannya siang dan malam dipertegas kembali dalam surat Al Furqan ayat 62, yang berbunyi:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَا دَ اَنْ يَّذَّكَّرَ اَوْ اَرَا دَ شُكُوْرًا

wa huwallazii ja’alal-laila wan-nahaaro khilfatal liman arooda ay yazzakkaro au arooda syukuuroo

Artinya:

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.

Penjelasan Anda mengenai terciptanya siang dan malam bisa Anda perkuat dengan ayat ini. Semakin banyak dalil alquran yang Anda gunakan tentunya anak akan lebih cepat untuk percaya.

16. Surat Az Zumar Ayat 66 

Di dalam surat Az Zumar ayat ke 66 Allah juga mempertegas mengenai keharusan untuk bersyukur. Bacaan alquran surat ini adalah:

بَلِ اللّٰهَ فَا عْبُدْ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ

balillaaha fa’bud wa kum minasy-syaakiriin

Artinya:

Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur.

Ayat ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak mengenai tauhid sekaligus kewajiban untuk bersyukur.

17. Surat Saba’ Ayat 15 

Ayat ke 15 surat Saba’ menjelaskan bagaimana Allah melimpahkan nikmat kepada kaum Saba’. Karena hal inilah kaum Saba’ diharuskan untuk bersyukur kepada Allah. Adapun bunyi dari surat ini yaitu:

لَقَدْ كَا نَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَا لٍ ۗ کُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَا شْكُرُوْا لَهٗ ۗ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ‏

laqod kaana lisaba-ing fii maskanihim aayah, jannataani ‘ay yamiiniw wa syimaal, kuluu mir rizqi robbikum wasykuruu lah, baldatung thoyyibatuw wa robbun ghofuur

Artinya:

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu, dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Untuk menanamkan rasa bersyukur pada anak tidak cukup hanya dengan mengenalkan ayat atau dalil yang ada di dalam alquran saja. Anda sebagai orang tua juga harus memberikan contoh bagaimana sikap bersyukur.

Gaya hidup yang sederhana dan selalu mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkan rezeki walaupun kecil bisa menjadi salah satu contoh. Sekecil apapun tindakan orang tua akan menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.

Semoga bermanfaat...