Kamis, 20 Oktober 2022

17 CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK DALAM AL QUR'AN DAN SUNNAH LENGKAP DENGAN DALILNYA (2)

Edisi Kamis, 20 Oktober 2022 M / 24 Rabi'ul Awwal 1444 H.

Dengan mengenali ciri-ciri orang munafik berdasar hujah yang shahih akan memudahkan kita untuk menjauhi dan membersihkan diri kita sendiri dari sifat-sifat tercela tersebut. Selain itu, kita bisa lebih berhati-hati dan bersikap lebih waspada terhadap tipu daya orang-orang munafik dan perilakunya yang jahat dan merusak.

Namun sebelum masuk ke dalam rincian penjelasan karakteristik orang munafik terlebih dahulu kita pahami definisi nifaq (kemunafikan) menurut istilah syara’. Pengertian munafik dalam syara’ adalah orang yang menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang ada dalam batin. Apabila yang dia sembunyikan itu berupa pendustaan terhadap pokok-pokok iman maka dia adalah orang munafik tulen.

Hukumnya orang munafiq di akhirat adalah hukum orang kafir. Namun terkadang lebih berat adzabnya karena dia menipu orang-orang mukmin dengan cara menampakkan keislamannya.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” [QS. an-Nisa: 145]

Berikut ini Ciri Orang Munafik Dalam Al Quran :

1. Lari dari melawan musuh saat perang. 

Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.” [Al Hasyr:12].

2. Hatinya tertutup sehingga tidak mampu memahami kebenaran 

“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” [Muhammad: 16]

3. Memfitnah manusia, 

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” [Al Hadid 12]

“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” [Al Hadid: 14]

4. Menipu Allah 

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka…” [An Nisa’: 142].

Maksudnya adalah Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dengan memperlihatkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Padahal sesungguhnya Allah-lah yang menipu mereka.

Karena Allah telah melindungi darah mereka meskipun Allah mengetahui kekafiran mereka. Dan Dia telah menyiapkan hukuman yang sangat berat bagi mereka di Akhirat.

[afsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram). 

5. Malas dalam melaksanakan shalat 

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ

“…Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.” [An Nisa’: 142].

Mereka sholat dengan malas dan merasa berat tanpa mengharapkan pahala dan takut pada siksaan. [Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah].

6. Riya’ 

Allah Ta’ala berfirman tentang orang munafi:

يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ

“Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia..” [An Nisa’: 142].

7. Sedikit berdzikir 

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali..” [An Nisa’: 142].

Dikeluarkan oleh Imam Muslim dan Abu Dawud hadist dari Rasulullah bahwa ia menyebutkan salah satu ciri shalat orang-orang munafik dengan sabdanya: “Mereka akan menunggu matahari sampai pada dua tanduk setan (hampir terbenam) lalu mereka melakukan shalat empat rakaat dengan cepat, mereka tidak berzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.” 

8. Terombang-ambing antara orang – orang mukmin dan kafir 

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. [An Nisa’: 143].

9. Menipu orang-orang mukmin 

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” [ Al Baqarah: 9].

10. Berhukum kepada thaghut 

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” [An Nisa: 60].

11. Sangat kuat dalam menghalangi hukum Allah dan tidak rela berhukum kepada hukum Allah. 

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah Diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.” [An Nisa’: 61].

(Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu) Yakni kabur dan berpaling dari berhukum kepada al-qur’an dan Rasulullah.

[Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah].

12. Menimbulkan kerusakan di kalangan orang-orang mukmin 

“Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah Mengetahui orang-orang yang zalim.” [At Taubah: 47].

13. Sumpah palsu 

وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ

“Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, [At Taubah: 56].

Mereka bersumpah palsu demi Allah bahwa mereka termasuk orang-orang mukmin. Pada hakikatnya mereka bukan termasuk orang-orang mukmin. Keislaman mereka hanya secara zhahir, namun tidak ada iman dalam hati mereka.

[Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah].

14. Penakut dan pengecut 

وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ

“akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut .” [At Taubah: 56].

Yakni takut untuk bertempur menghadapi musuh. Pendapat lain mengatakan, yang dimaksud adalah mereka takut akan menimpa mereka apa yang telah menimpa orang-orang musyrik berupa terbunuh atau tertawan; oleh sebab itu mereka menunjukkan kepada kalian keislaman untuk tipu daya dan bukan benar-benar ber-Islam.

[Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah].

15. Membenci orang-orang Muslim dan keluar dari wilayah mereka 

“Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.” [At Taubah: 57].

Ibnu Katsir berkata:

“Jikalau mereka memperoleh tempat perlindungan.” Maksudnya tempat untuk mereka berlindung dan benteng yang dapat dijadikan tempat bersembunyi.

“atau gua-gua.” Yaitu gua-gua yang terdapat di bukit-bukit.

“atau lubang-lubang.” Yakni lubang di dalam tanah (bungker) dan terowongan. Tafsir ketiga lafaz di atas dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.

“niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.

Maksudnya, mereka pasti akan bersegera pergi dari kalian, karena sesungguhnya mereka mau bergaul dengan kalian hanyalah karena terpaksa, bukan karena senang; bahkan hati mereka berharap seandainya saja mereka tidak bergaul dengan kalian, tetapi keadaan darurat rupanya membuat mereka terpaksa melakukannya. Karena itulah mereka selalu dicekam oleh rasa sedih dan susah, sebab Islam dan para pemeluknya terus-menerus meraih kemenangan dan ketinggian.ix

16. Nampak rasa takut pada diri mereka ketika disebutkan perang di dalam ayat-ayat Allah. 

“Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surat (tentang perintah jihad) yang diturunkan?” Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.” [Muhammad: 20].

17. Mencela amal shaleh 

“Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat)…” [At Taubah: 58].

Yakni diantara orang-orang munafik itu terdapat golongan yang mencelamu dalam hal pembagian zakat. [Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah].

Demikian uraian ringkas tentang 17 ciri-ciri orang munafik. Semoga tulisan ini bisa menambah lengkap pengetahuan kita tentang ciri-ciri orang munafik. Semoga ini lebih memudahkan kita untuk menghindarkan diri kita darinya.

Kita berharap kepada Allah agar Dia berkenan mengaruniakan kepada kita keyakinan yang benar, istiqamah di atas keyakinan tersebut serta ‘afiah (keselamatan dari bencana baik di dunia maupun akhirat).

Semoga bermanfaat....

Rabu, 19 Oktober 2022

17 CIRI-CIRI ORANG MUNAFIQ DALAM AL QUR'AN DAN SUNNAH LENGKAP DENGAN DALILNYA (1)

Edisi Rabu, 19 Oktober 2022 M / 23 Rabi'ul Awwal 1444 H.

Ciri-Ciri Orang Munafik, Kata yang sering kita dengar walau belum tentu setiap orang memahaminya dengan benar. Munafik adalah orang yang melakukan tindakan kemunafikan (nifaq). Atau dengan kata lain, munafik itu orangnya dan nifaq adalah perbuatannya.

Orang munafik itu memiliki ciri-ciri tertentu sehingga bisa diidentifikasi. Ciri-ciri orang munafik banyak diterangkan di dalam Al Quran maupun As Sunnah. Bahkan sebagian ulama salaf juga memberikan penjelasan tentang ciri–ciri orang munafik.

Bila sedemikian besar perhatian Al Quran, As Sunnah, dan para ulama salaf dalam menerangkan ciri-ciri orang munafik, maka sudah semestinya kita juga memiliki komitmen besar untuk mempelajarinya dengan baik. Tujuannya agar kita bisa terhindar dari penyakit tersebut dan makar jahat mereka.

Tulisan ini akan memberikan rincian ciri-ciri orang munafik. Ada beberapa ciri orang munafik yang dibahas berdasarkan keterangan Al Quran, Sunnah dan para ulama. Berikut ini Ciri Orang Munafik Dalam Al Quran :

1. Hatinya sakit 

“Dalam hati mereka ada penyakit..” [Al Baqarah: 10].

2. Kesukaan yang sangat kuat terhadap hal-hal yang terkait syahwat 

“ Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” [Al Ahzab: 32]

3. Cenderung menyimpang kepada hal-hal yang syubhat 

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” [Al Hajj: 53].

4. Buruk sangka kepada Allah 

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” [QS Al Fath: 6].

5. Mengolok-olok ayat-ayat Allah 

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).”

Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” [At taubah: 64-65].

Telah diriwayatkan Imam Tobari dalam tafsirnya (14/333) dari Sa’ad dari Zaid bin Aslam:

“Ada seseorang dari kalangan orang munafik mengatakan kepada Auf bin Malik dalam perang Tabuk, “Ada apa dengan orang-orang yang pandai membaca Qur’an diantara kita? Paling gendut perutnya dan paling pembohong lisan diantara kita serta paling pengecut diantara kita ketika bertemu (dengan musuh)? Maka Auf mengatakan kepadanya, “Engkau bohong. Sesungguhnya kamu adalah munafik. Pasti akan saya laporkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Maka Auf pergi menemui Rasulullah untuk melaporkan kepadanya. Ternyata Al-Qur’an telah mendahuluinya. Maka Zaid mengatakan, Abdullah bin Umar mengatakan, “Saya melihat dia bergelantungan di pelana unta Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tersandung bebatuan. Dia mengatakan, (Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja) QS. At-Taubah: 65. Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” QS. At-Taubah: 65. Tanpa menambahinya.”

6. Duduk-duduk bersama orang-orang yang suka mengolok-olok ayat-ayat Allah 

“ Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” [An Nisa’: 140].

7. Bersembunyi di balik sebagian amal-amal yang disyariatkan dengan tujuan untuk menimpakan madharat kepada orang-orang Mukmin. 

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” [At Taubah: 107].

Ayat ini turun berkaitan dengan pembangunan Masjid Dhirar oleh orang-orang munafik di dekat Masjid Quba’. Jarak antara Masjid Dhirar dengan Madinah sekitar 4 kilometer.

8. Memecah belah persatuan orang-orang beriman 

Memecah belah persatuan orang yang beriman dan melakukan persekongkolan jahat, menyalakan api fitnah, mengeksploitasi perselisihan dan memperluas jangkauan perselisihan tersebut.

9. Melakukan kerusakan di muka bumi 

Ciri 8 dan 9 ini masih berkaitan dengan dalil ciri ke 7

10. Mengklaim dirinya melakukan perbaikan. 

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” [Al Baqarah: 11-12].

11. Bodoh 

Maksudnya orang-orang bodoh yang tidak mengetahui hakikat dari apa yang mereka kerjakan. Lihat: Tafsir Al-Wajiz hal. 4/ Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

12. Dan menuduh orang – orang mukmin sebagai orang bodoh. 

“ Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.” [Al Baqarah: 13].

13. Bersikap sangat keras dalam perselisihan namun terkadang dalam keadaan tertentu diiringi dengan kata-kata yang indah. 

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.” [Al Baqarah: 204].

14. Tidak kembali kepada kebenaran serta bersikap fanatik serta. 

“Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” [Al Baqarah: 206].

15. Berwali kepada orang-orang kafir 

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” [An Nisa’: 138-139]

16. Menunggu-nunggu untuk melihat keadaan orang mukmin 

“(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” [An Nisa: 141].

17. Melakukan kesepakatan dengan Ahli Kitab untuk melawan orang-orang mukmin. 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan tentang kesepakatan orang-orang Munafik dengan Yahudi Bani Nazhir dalam memerangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Allah Subhanahu Wa Ta'ala menceritakan perihal orang-orang munafik —seperti Abdullah ibnu Ubay dan teman-temannya— ketika mereka mengirimkan utusannya kepada orang-orang Bani Nadir untuk menjanjikan kepada mereka akan dukungan dan pertolongannya.

Untuk itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لإخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ

“Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara Ahli Kitab, “Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu; dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu.” (Al-Hasyr: 11).

Maka dijawab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui firman berikutnya:

وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.” (Al-Hasyr: 11).

Yakni benar-benar pendusta dalam janji mereka. Ini dikatakan oleh mereka barangkali karena hanya sebagai basa-basi saja karena sudah sejak semula mereka berniat tidak akan memenuhinya. Atau barangkali mereka merasa bahwa apa yang mereka katakan itu tidak mampu mereka lakukan.

Demikian uraian ringkas tentang 17 ciri-ciri orang munafik. Semoga tulisan ini bisa menambah lengkap pengetahuan kita tentang ciri-ciri orang munafik. Semoga ini lebih memudahkan kita untuk menghindarkan diri kita darinya.

Kita berharap kepada Allah agar berkenan mengaruniakan kepada kita keyakinan yang benar, istiqamah di atas keyakinan tersebut serta ‘afiah (keselamatan dari bencana baik di dunia maupun akhirat).

Semoga bermanfaat...

Selasa, 18 Oktober 2022

17 TANDA-TANDA RUQYAH BERHASIL, CATAT 3 TAHAPAN DAN NILAI SETELAH PROSES DILAKUKAN

Edisi Selasa, 18 Oktober 2022 M / 22 Rabi'ul Awwal 1444 H.

Apa tanda-tanda ruqyah berhasil ? Pertanyaan itu muncul bagi para pelaku ruqyah, baik bagi peruqyah maupun yang diruqyah.

Sebelum meruqyah atau diruqyah, yang perlu diperhatikan adalah tata caranya. Jangan sampai terjebak dalam tata cara yang tidak diperbolehkan.

Tata cara ruqyah secara syariah sangatlah berbeda dengan proses ruqyah yang mengandung kesyirikan, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam ruqyah secara syariah. Adapun untuk dapat membedakannya akan dijelaskan dibawah ini.

1. Persiapan 

Membersihkan tempat ruqyah dari barang najis, benda-benda sihir, jimat, gambar-gambar makhluk yg bernyawa, musik, alat musik, laki-laki memakai emas, perempuan tidak menutup aurat, dan pelanggaran syariat lainnya.

Membersihkan penderita dari isim, tamimah, penangkal, atau jimat yang dikenakannya. Memberi pelajaran aqidah kepada penderita dan keluarganya hingga menghapuskan ketergantungan hati kepada selain Allah.

Kemudian Menjelaskan tentang ruqyah syar’ iyyah dan perbedaannya dari ruqyah syirkiyyah. Mendiagnosis penderita dengan beberapa pertanyaan terkait penyakitnya, hal-hal yang dialami ketika tidur dan jaga, tentang mimpinya dan keluhan lainnya.

Setelah itu Meminta penderita berwudhu, menutup aurat, kalau penderita wanita wajib disertai muhrimnya. Tahap persiapan terakhir adalah dengan berdoa kepada Allah agar membantu dan menolong menyembuhkan penderita.

2. Pengobatan 

Membacakan ayat-ayat Alquran atau doa-doa ma’ tsur di depan penderita dengan suara nyaring dan tartil. Jika penyakitnya karena gangguan jin atau sihir biasanya akan timbul reaksi tertentu atau jin di dalam tubuh penderita akan berbicara.

Jangan terlalu banyak berbicara dengan jin, karena mereka suka berdusta. Bicaralah seperlunya dan nasehatilah jin itu, ajaklah masuk Islam, tuntun mengucapkan kalimat syahadat, suruh belajar Islam kepada jin muslim, dan perintahkan segera keluar dan tidak kembali lagi untuk selamanya.

Jika jin itu membangkang, bacakanlah lagi Alquran, insya Allah jin-jin itu akan tersiksa, panas, bahkan terbakar atau keluar dengan segera. Jika penyakitnya bukan gangguan jin, maka tidak akan terjadi reaksi tertentu, tetapi dengan izin Allah dan pertolonganNya penderita akan sembuh, insya Allah.

3. Selesai Pengobatan 

Setelah selesai, maka duanjurkan untuk melaksanakan ibadah sholat dan menjaga shalat berjamaah. Tidak mendengarkan lagu dan musik. Berwudhu dan membaca ayat kursi sebelum tidur. Berbusana muslim ( menutup aurat) dalam kesehariannya..Membaca basmalah setiap mengawali melakukan sesuatu aktivitas.

Ketiga tahapan diatas harus dijalani bagi si pasien agar esensi ruqyah terlihat dan berfungsi, keberhasilan mutlaq Ruqyah pada dasarnya terletak Ruqyah mandiri yang dilakukna secara istiqomahan atau dilakukan tersu menerus tanpa mengeluh dan putus asa, modal keihklasan, keyakinan dan tawakl kepada Allah akan menentukan keberhasilan ruqyah.

Berikut ini ada 17 tanda-tanda ruqyah berhasil yakni :

1. Mual muntah

2. Menangis

3. Reaksi keras, Frontal, tidak terkendali

4. Melawan secara fisik

5. Reaksi cenderung tenang, tersenyum, meremehkan

6. Pingsan

7. Reaksi ngomel, banyak berbicara ataupun lebih dominan berbicara dibanding reaksi fisik

8. Setelah ruqyah badan lemas artinya jin belum keluar

9. Tercekik

10. Tidak ada reaksi

11. Melihat munculnya secara visual saat Memejamkan mata

12. Badan berasa enteng dan fresh

13. Badan melayang, sempoyongan

14. Sesak di dada

15. Jin menertawakan, meremehkan, atau 

16. Pasien mendadak tersenyum dan ingin tertawa

17. Selain beberapa tanda-tanda diatas, disebutkan juga bahwa parameter ruqyah berhasil adalah membaiknya kondisi seseorang yang diruqyah. Misal, terlepas dari gangguan jin.

Demikianlah ulasan mengenai tanda-tanda keberhasilan ruqyah. Semoga dapat menjadi referensi Anda.

Semoga bermanfaat...