Jumat, 26 Juli 2024

KUMPULAN HADITS YANG BERKAITAN DENGAN KEMATIAN DAN JENAJAH (BAGIAN 1)

Edisi Jum'at, 26 Juli 2024 M / 19 Muharram 1446 H

Kematian merupakan hal yang pasti datang. Tak pandang siapa, kapan, di mana, dan bagaimanapun kondisinya, ketika ajal menjemput, tak ada satu pun yang akan bisa menghindar darinya. 

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ 

“Setiap jiwa pasti merasakan mati,” (QS Ali ‘Imran ayat 185).

Kematian adalah sebuah jembatan yang menghubungkan dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat kita menanam bekal menuju kehidupan yang kekal nan abadi, apa yang akan kita panen di akhirat merupakan hasil dari apa yang kita tanam di dunia.  Nabi menyebut orang yang mempersiapkan dirinya untuk bekal kehidupan setelah mati sebagai orang cerdas. Sebaliknya, orang yang tenggelam dalam nafsu duniawi, disebut Nabi sebagai orang yang lemah.

Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam yang berkaitan dengan kematian dan Jenajah :

1. Penyebab siksa kubur 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيْرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيْدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هٰذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu anhu berkata, dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bahwasanya beliau berjalan melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa, lalu beliau bersabda: "Keduanya sungguh sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan karena berbuat dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing sedang yang satunya lagi karena selalu mengadu domba" Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah daunnya lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Mereka bertanya: "Kenapa anda melakukan ini?". Nabi Shallallahu alaihi Wasallam menjawab: "Semoga diringankan (siksanya) selama batang pohon ini basah". (H.R. Bukhari no. 1361).

2. Orang Shaleh Meninggal, Sisanya Adalah Seperti Ampas 

عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْهَبُ الصَّالِحُوْنَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقٰى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ الشَّعِيرِْ أَوِ التَّمْرِ لَا يُبَالِيْهِمُ اللهُ بَالَةً قَالَ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ يُقَالُ حُفَالَةٌ وَحُثَالَةٌ

Dari Mirdas Al-Aslami dia berkata; Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda: "Orang-orang shalih akan pergi (wafat) satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kwalitasnya seperti ampas gandum atau kurma, dan Allah tidak memperdulikan mereka." (H.R. Bukhari no. 6434).

3. Mendoakan mayat setelah dikubur 

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوْا لِأَخِيْكُمْ وَسَلُوْا لَهُ التَّثْبِيْتَ فَإِنَّهُ اْلآنَ يُسْأَلُ

Dari Utsman radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam apabila telah selesai mengubur mayat, beliau berdiri di atas kubur dan bersabda : Mohonkanlah ampunan untuk saudaramu dan mintakan ketetapan iman, karena ia sekarang sedang ditanya.  (H.R. Abu Daud no. 3223, Baihaqi no. 7315).

4. Anjuran mempercepat mengubur jenazah 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْرِعُوْا بِالْجِنَازَةِ، فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إِلَيْهِ، وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, beliau bersabda : Cepatkanlah kamu mengubur jenazah. Sekitranya jenazah itu baik maka kamu memajukan jenazah yang baik pada kebaikan dan sekiranya ia tidak baik, maka kamu meletakkan kejelekan dari lehermu. (H.R. Bukhari no. 1315, Muslim no. 2229 dan lainnya). 

5. Suami meninggal boleh di mandikan istrinya 

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ : أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَتْ أَنْ يُغَسِّلَهَا زَوْجُهَا عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ

Dari Asma' binti Umais, bahwasanya Fatimah binti Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam telah berwasiat agar dimandikan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu (H.R. Baihaqi no. 6906).

6. wanita boleh berkabung bila ditinggal suaminya mati 

قَالَ يَزِيْدُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ تُحِدُّ الْمَرْأَةُ فَوْقَ ثَلاَثٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلاَ تَلْبَسُ ثَوْباً مَصْبُوغًا إِلاَّ عَصْبًا وَلاَ تَكْتَحِلُ وَلاَ تَمَسُّ طِيبًا إِلاَّ عِنْدَ طُهْرِهَا

Yazid mengatakan; dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, beliau bersabda: Janganlah seorang wanita berkabung melebihi tiga hari, kecuali karena kematian suaminya, maka dia berkabung selama empat bulan sepuluh hari, jangan memakai pakaian yang berwarna warni kecuali pakaian beludru (pakaian kasar), jangan bercelak dan jangan pula memakai wewangian kecuali setelah suci. (H.R. Ahmad no. 21339 dan Abu Daud no. 2304).

7. kesaksian untuk jenazah 

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ مَرُّوْا بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوْا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ وَجَبَتْ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَا وَجَبَتْ قَالَ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا فَوَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الْأَرْضِ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata : Mereka (para sahabat) pernah melewati satu jenazah lalu mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda: Pasti baginya. Kemudian mereka melewati jenazah yang lain lalu mereka menyebutnya dengan keburukan, maka Beliaupun bersabda: Pasti baginya. Maka kemudian Umar bin Al Khaththab radhiyallahu anhu bertanya: Apa yang dimaksud pasti baginya? Beliau menjawab: Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka pasti baginya masuk surga sedang jenazah kedua kalian menyebutnya dengan keburukan, berarti dia masuk neraka karena kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. (H.R.Bukhari no. 1367).

8. Larangan wanita mengantar jenazah 

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أُمِّ الْهُذَيْلِ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ نُهِينَا عَنْ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَلَمْ يُعْزَمْ عَلَيْنَا

Dari Ummu Athiyyah radhiyallahu anha berkata: Kami dilarang mengantar jenazah namun beliau tidak menekankan (mengharamkan) hal tersebut kepada kami.(H.R.Bukhari no. 1278).

9. Anjuran berdiri bila melihat jenazah di bawa 

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمُ الْجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا فَمَنْ تَبِعَهَا فَلَا يَقْعُدْ حَتَّى تُوْضَعَ

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda : Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah dan barangsiapa mengiringinya janganlah dia duduk hingga jenazah itu diletakkan. (H.R.Bukhari no. 1310).

10. Jenazah baik dan buruk 

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ  رَضِىَ اللهُ عَنْهُ  قَالَ كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا وُضِعَتِ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ ، فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُوْنِى . وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ لأَهْلِهَا يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُوْنَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَىْءٍ إِلاَّ الإِنْسَانَ ، وَلَوْ سَمِعَ الإِنْسَانُ لَصَعِقَ

Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahu anhu berkata, Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Bila jenazah diletakkan, lalu dibawa oleh beberapa laki-laki dipundaknya, maka bila ia baik akan berkata: Majukan (percepat) aku (ke kuburan). Bila ia tidak baik, ia berkata kepada keluarganya : Alangkah celakanya, ke manakah kamu membawaku? suara itu didengar oleh segala sesuatu, kecuali manusia. Seandainya meraka mendengarkannya akan pingsan. (H.R.Bukhari no. 1316).

11. Jenazah yang dishalati dengan tiga barisan, maka wajib (masuk surga) 

عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْيَزَنِىِّ قَالَ كَانَ مَالِكُ بْنُ هُبَيْرَةَ إِذَا صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَتَقَالَّ النَّاسَ عَلَيْهَا جَزَّأَهُمْ ثَلاَثَةَ أَجْزَاءٍ ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوْفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

Dari Martsad bin Abdillah Al-Yazaniyyi berkata : Malik bin Hubairah bila menshalati jenazah sedang orang-orang sedikit, maka beliau membariskan dengan tiga barisan. Kemudian beliau berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Barang siapa yang dishalati dengan tiga barisan, maka wajib (masuk surga). (H.R. Tirmidzi no. 1045, Abu Daud no. 3168).

12. Mayat yang dishalati empat puluh orang, doanya diterima Allah 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ  سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيَقُوْمُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُوْنَ رَجُلًا لاَ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيْهِ

Dari Ibnu Abbas berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Setiap laki-laki muslim yang meninggal dunia, lantas empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, melakukan shalat kepadanya, maka Allah akan menerima syafaat (doa) mereka untuk mayat itu. (H.R. Muslim no. 2242).

13. Mayat yang dishalati seratus orang, doanya diterima Allah 

عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَبْلُغُوْنَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُوْنَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوْا فِيْهِ

Dari Aisyah dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Setiap mayat yang dishalati oleh kaum muslimin yang berjumlah seratus lebih, di mana seluruhnya memberikan syafaat (doa) kepadanya, maka syafaat mereka itu diterima (oleh Allah). (H.R. Muslim no. 2241).

14. Jangan Mengharapkan Kematian 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ ، وَإِمَّا مُسِيْئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Jangan salah seorang diantara kalian mengharapkan kematian, kalaulah dia orang baik, siapa tahu bisa menambah kebaikannya, kalaulah dia jahat, siapa tahu ia bisa meminta penangguhan (untuk bertaubat). (H.R. Bukhari no.7235). 

15. Keutamaan Mati Syahid 

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ وَدِدْتُ أَنِّى لَأُقَاتِلُ فِى سَبِيٍلِ اللهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ، ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ ، ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ ، ثُمَّ أُحْيَا . فَكَانَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ يَقُولُهُنَّ ثَلاَثًا أَشْهَدُ بِاللهِ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Demi Dzat yang jiwaku berada di kekuasaan-NYA, sungguh aku suka jika aku berperang fi sabilillah lantas aku terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh. Abu Hurairah mengulanginya tiga kali, saya bersaksi atas nama Allah. (H.R. Bukhari no.7227). 

16. Kematian dan Kebutuhan kita Ada di Negeri Itu 

عَنْ مَطَرِ بْنِ عُكَامِسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَضَى اللهُ لِعَبْدٍ أَنْ يَمُوْتَ بِأَرْضٍ جَعَلَ لَهُ إِلَيْهَا حَاجَةً

Dari Mathar bin 'Ukamis dia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda : Apabila Allah telah menetapkan kematian seseorang bertempat di suatu negeri, maka Allah akan menjadikan ia memiliki kebutuhan di negeri itu. (H.R. Tirmidzi no. 2297).

17. Posisi Imam Dalam Shalat Jenazah 

 عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَّى عَلَى أُمِّ كَعْبٍ مَاتَتْ وَهِىَ نُفَسَاءُ فَقَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلصَّلاَةِ عَلَيْهَا وَسَطَهَا

Dari Samurah bin Jundub ia berkata : Aku shalat (jenazah) di belakang Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam, menshalatkan jenazah Ummu Ka'ab yang meninggal dunia ketika masa nifas (setelah melahirkan). Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam berdiri di sebelah pinggangnya. (H.R. Muslim no. 2279).

Semoga bermanfaat....


ONE DAY ONE HADITS 

Jum'at, 26 Juli 2024 M / 19 Muharram 1446 H.

Muslim Meninggal Malam atau Hari Jum'at 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ » (رواه الترمذي وأحمد)

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jumat atau pada malamnya melainkan Allah melindunginya dari fitnah kubur” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Pelajaran yang  terdapat didalam Hadits : 

1- Keutamaan muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat.

2- Adanya fitnah kubur.

3- Sebagian hamba Allah yang muslim diselamatkan dari fitnah kubur.

4- Diantara tanda-tanda husnul khotimah muslim yang meninggalkan pada hari jumat atau malam jumat. 

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran: 

1- Setiap jiwa akan merasakan mati dan orang-orang yang benar-benar sukses.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

[QS. Al-Imran : 185].

2- Adanya fitnah kubur

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".

[QS. Al-Ghaafir : 46].

Kamis, 25 Juli 2024

KUMPULAN HADITS TENTANG SEDEQAH DAN AMAL BAIK

Edisi Kamis, 25 Juli 2024 M / 18 Muharram 1446 H.

Sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang besar pahalanya, keberadaannya bukan hanya berkaitan dengan penghambaan kepada Sang Khaliq, namun juga merupakan sikap solidaritas kepada sesama manusia. Adapun perbuatan-perbuatan yang baik jika dilandasi dengan niat yang baik maka setara dengan pahala bersedekah, khususnya bagi orang yang tidak mampu untuk bersedekah.

Sedekah, baik yang wajib yaitu zakat, maupun sedekah sunnah merupakan salah satu pilar ajaran Islam. Keutamaannya pun sangat banyak. Di antaranya adalah sedekah lebih ampuh digunakan sebagai ikhtiar tolak balak daripada sekadar doa. Dalam hal ini, Abu Hurairah radhiyallahu'anhu sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pun mantap memilih sedekah untuk tolak balak daripada sekadar doa.

Di dalam literatur fiqih, Hari Jumat termasuk waktu yang utama untuk bersedekah, karena Jumat merupakan hari raya orang Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits.   Penekanan bersedekah di hari Jumat dan waktu-waktu utama yang lain bukan berarti anjuran untuk menunda sedekah di waktu-waktu tersebut. Namun yang dimaksud adalah bersedekah di waktu-waktu tersebut memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya. Seseorang dianjurkan bersedekah kapan saja dan lebih utama lagi dilakukan di hari-hari spesial seperti Jumat.

Namun begitu, tentu sedekah yang dilakukan semestinya dengan menggunakan harta yang halal, bukan syubhat apalagi haram, sebagaimana riwayat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Innallâha thayyibun lâ yaqbalu illâ thayyiban”, sungguh Allah adalah Dzat yang Mahasuci dari segala kekurangan dan hanya menerima hal-hal yang baik (HR Muslim). Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang berkaitan dengan sedeqah dan amal baik :

1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, "Ia berkata, "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Pada setiap ruas persendian manusia terdapat sedeqah pada setiap hari yang di sinari matahari, berbuat adil di antara dua belah pihak adalah sadaqah, membantu orang untuk mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sadaqah, berucap kata-kata yang baik adalah sadaqah, setiap langkah menuju shalat adalah sadaqah dan menyingkirkan gangguan dari tengah jalan adalah sadaqah".

(HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dari Adiy bin Hatim Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Lindungilah dirimu dari api neraka sekalipun dengan memberikan sedeqah berupa setengah biji kurma. Barangsiapa yang tidak memilikinya, maka dengan berucap kata-kata yang baik".

(HR. Bukhari dan Muslim).

3. Dari Abu Dzar Jundab bin Junadah Radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun perbuatan-perbuatan yang baik, sekalipun itu hanya sekedar menemui saudaramu dengan wajah yang berseri-seri".

(HR. Muslim).

4. Dari Abu Musa al Asy'ari Radhiyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Setiap muslim itu harus bersedeqah".

Ia berkata, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau tak memilikinya?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Bekerjalah dengan kedua tanganmu, lalu manfaatkan hasilnya untuk mu sendiri dan bersedeqahlah".

Ia bertanya kembali, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau tak mampu?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Bantu lah dengan tenaga mu orang yang membutuhkan pertolongan".

Ia berkata kembali, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau tak mampu juga?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Menyuruhlah kepada yang makruf (kebaikan)".

Ia kembali berkata, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau tak mampu juga?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Menahan diri dari perbuatan jahat. Itu juga sedeqah".

(HR. Bukhari dan Muslim). 

5. Dari Jabir Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Tidak ada seorang muslim pun yang menanam tanaman kecuali apa-apa yang di makan darinya adalah merupakan sedeqah, apa yang di curi dari tanaman itu adalah sedeqah, apa-apa yang dimakan binatang, itu juga sedeqah, dan tidak ada seorang pun merugikannya terhadap tanaman itu semua adalah sedeqah".

(HR. Muslim). 

6. Dari Jabir Radhiyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Setiap perbuatan baik adalah sedeqah".

(HR. Bukhari dan Muslim).

7. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "Seseorang datang kepada Rasulullah, kemudian orang itu berkata, "Wahai Rasulullah, sedeqah bagaimanakah yang paling besar pahalanya?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Kamu bersedeqah sedangkan kamu dalam keadaan sehat, sangat berharap kaya, mengkhawatirkan kemiskinan, berangan-angan menjadi kaya, dan pada saat itu janganlah kamu menunda itu semua hingga ajalmu sudah di tenggorokan, lalu kamu berkata, "Untuk si Fulan sekian, untuk Fulan untuk sekian, padahal itu sudah menjadi milik si Fulan (ahli waris)".

(HR. Bukhari dan Muslim).

8. Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Orang miskin itu bukanlah orang yang membutuhkan sebiji atau dua biji kurma, sesuap atau dua suap makanan, akan tetapi orang miskin itu adalah orang yang bisa menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta".

(HR. Bukhari dan Muslim).

9. Dari Abu Sirwa'ah Aqabah bin Harits Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "Saya pernah shalat Ashar di belakang Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam, di Madinah, setelah beliau salam, beliau langsung berdiri, selanjutnya beliau berjalan melewati pundak-pundak orang-orang menuju salah seorang istrinya.

Dengan sangat cepat, beliau (Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam) tiba kembali, dan Beliau bersabda, "Aku tadi meninggalkan emas di dalam rumah ku untuk di zakatkan, dan aku tak ingin emas ini sampai menginap di rumahku". (HR. Bukhari). 

10. Dari Abu Dzar Jundab bin Junadah Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam, "Ya Rasulullah, perbuatan apakah yang paling utama?".

Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berjihad di jalan Nya".

Aku bertanya kembali, "Memerdekakan hamba sahaya yang seperti apa yang paling utama?". 

Beliau menjawab, "Yang paling di sukai oleh tuannya dan yang paling mahal harganya".

Aku bertanya kembali, "Bagaimana jika aku tak mampu melakukannya?".

Beliau menjawab, "Membantu orang yang sedang melakukan sesuatu (kebaikan)".

Aku bertanya kembali, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau aku berat untuk melakukan amal-amal itu?".

Beliau menjawab, "Tahanlah kejahatan mu dari orang-orang di sekelilingmu. Sesungguhnya itu juga sedeqah".

(HR. Bukhari dan Muslim). 

11. Dari Abu Mas'ud al Badri Radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Jika seseorang laki-laki memberi nafkah kepada keluarganya dengan ikhlas, maka itu di hitung sebagai sedeqah".

(HR. Bukhari dan Muslim). 

12. Dari Salman bin Amr Radhiyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Memberi kepada orang miskin adalah satu sedeqah, memberi kepada kaum kerabat adalah dua sedeqah karena itu merupakan penyambung silaturahim".

(HR. At Thirmidzi).

13. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Ada 7 orang yang akan di berikan perlindungan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pada hari dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Nya, yaitu Pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dengan selalu beribadah kepada Allah, seseorang yang selalu hatinya terpaut kepada masjid, sepasang manusia yang mencintai karena Allah, mereka bersatu dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang di rayu oleh seorang perempuan yang memiliki pangkat, kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata, "Aku tak mau, dan aku takut kepada Allah, seorang laki-laki bersedeqah kemudian ia menyembunyikan sedeqahnya sehingga tangan kirinya tak tahu apa yang di sedeqahkan tangan kanannya, dan seseorang laki-laki yang berzikir kepada Allah, (di penghujung malam) lalu ia menangis". 

(HR. Bukhari dan Muslim). 

14. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Orang yang bekerja untuk menafkahi seorang janda dan orang-orang miskin layaknya ia seorang mujahid di jalan Allah. Dan seperti orang yang berdiri untuk shalat yang tak berhenti dan seperti orang yang shaum (puasa) yang tak pernah berbuka".

(HR. Bukhari dan Muslim).

15. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang memberi makan anak yatim untuk makan dan minum, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menetapkan untuknya surga selama-lamanya, kecuali ia melakukan dosa yang tak berampun. Dan barangsiapa yang mendidik tiga orang anak perempuan yatim, kemudian ia mendidik dan memberikan perhatian serta kasih sayang, kepada mereka, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kecukupan untuknya, dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan surga untuknya".

Salah seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, Bagaimana kalau satu atau dua anak perempuan yatim?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Ya, meskipun satu atau dua anak perempuan yatim".

(Syarah Sunnah oleh al Baghawi). 

16. Dari Abu Malik al Harits bin Ashim al Asy'ari Radhiyallahu'anhu, ia berkata, "bahwasanya Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman. Mengucapkan lafadz Alhamdulillah akan memberatkan timbangan (mizan) dan Subhanallah dan Alhamdulillah akan memenuhi ruangan langit dan bumi. Shalat itu adalah cahaya. Sedeqah adalah petunjuk, kesabaran adalah pelita dan Al Qur'an adalah hujjah. Setiap manusia pergi dari rumahnya, ada yang menjual dirinya (kepada setan), ada juga yang memerdekakan jiwanya (dengan sedeqah) dan ada juga yang menghinakan dirinya".

(HR. Muslim).

17. Dari Abu Dzar Radhiyallahu'anhu bahwasanya beberapa orang sahabat, berkata kepada Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam : "Wahai Rasulullah. Para hartawan (orang kaya) telah melebihi kami dengan balasan-balasan amal mereka. Orang kaya itu, mereka shalat sebagaimana kami (yang miskin) ini shalat. 

Mereka berpuasa (shaum) sebagaimana kami berpuasa, dan dengan harta mereka yang banyak, mereka bisa bersedeqah".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam bersabda, "Bukankah Allah Subhanawa'ala telah memberikan mu untukmu apa-apa yang bisa kamu sedeqahkan? Sesungguhnya setiap kamu mengucapkan lafadz kalimat tasbih itu adalah sedeqah, setiap ucapan takbir, itu adalah sedeqah, setiap ucapan tahlil itu sedeqah, menyuruh orang untuk berbuat kebaikan, itu sedeqah, mencegah diri dari perbuatan buruk, itu sedeqah, dan pada kemaluan kalian juga ada sedeqah?"

Para sahabat bertanya kembali, "Ya Rasulullah, bagaimana ada sedeqah pada kemaluan itu?. Dan ada pahalanya?".

Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasallam menjawab, "Kalian tentu mengetahuinya, jika kalian menyalurkan hasrat syahwat kepada yang halal (istri), tentu itu menjadi sedeqah dan itu ada pahalanya".

(HR. Muslim).


ONE DAY ONE HADITS 

Kamis, 25 Juli 2024 M / 18 Muharram 1446 H. 

Setiap Seruas Tulang Manusia Wajib di Sedekahinya 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

"Setiap seruas tulang dari seluruh manusia itu harus memberikan sedekahnya pada setiap hari yang matahari terbit pada hari itu. Mendamaikan dengan cara yang adil antara dua orang adalah sedekah, menolong seseorang pada kenderaannya lalu mengangkatnya di tas kendaraannya itu atau mengangkatkan barang-barangnya ke sana, itupun sedekah, ucapan yang baik juga sedekah dan setiap langkah yang dijalaninya untuk pergi shalat juga merupakan sedekah, menyingkirkan benda-benda yang berbahaya dari jalan termasuk sedekah pula." (Muttafaq 'alaih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits: 

 1- Sulam, tulang badan dan ruasnya. Rasulullah bersabda: " Diciptakan manusia atas tiga ratus enam puluh ruas. 

2- Memperbarui sedekah-sedekahnya setiap hari sebagai wujud rasa syukur kepada Allah ta'ala atas nikmat-nikmatnya yang berupa kesehatan. Didalam hadist lain disebutkan :(sesungguhnya sedekah itu bisa menolak penyakit). 

3- Allah telah menjadikan -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap seruas tulang anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya.

4- Sedekah tidak hanya terbatas dengan harta saja tetapi sedekah itu banyak. 

Temasuk sedekah adalah :

Anjuran untuk mendamaikan kedua belah fihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat.

5- Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak.

6- Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al quran : 

1- Menolong sesama manusia : 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

ِ[QS.Al-Maidah : 2].

Rabu, 24 Juli 2024

CARA MENJAGA KESEHATAN SESUAI TUNTUTAN NABI

Edisi Rabu, 24 Juli 2024 M / 17 Muharram 1446 H.

Berbagai hal yang membahas tata cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam ini, sebenarnya juga telah dijelaskan pada berbagai ayat di Al-Quran dan juga Hadits. Bahkan ada beberapa cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tersebut yang sudah termasuk ke dalam sunnah, yang tentu akan sangat baik jika dilakukan.

Memang, Islam selalu mengajarkan dan akan membawa para pengikutnya kepada jalan yang baik dan benar. Bahkan untuk masalah gaya hidup dalam Islam juga sudah mengatur hal tersebut. mulai dari cara makan, cara tidur, dan berbagai hal lainnya. Tentu semua semata-mata demi terjaganya kesehatan dari umat Islam itu sendiri dan terhindar dari berbagai malapetaka.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa agama Islam memang menjadi agama yang rahmatan lil alamin dimana agama Islam membawa banyak maslahat ataau manfaat bagi manusia. Dan dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tentu sangat membantu manusia dalam mendapatkan hal yang terbaik bagi kehidupannya.

Dewasa ini, gaya hidup sehat seakan menjadi hal yang tidak terlalu diperhatikan. Bahkan hampir seluruh sumber penyakit sebenarnya berasal dari gaya hidup yang tidak sehat tersebut. Seperti penyakit stroke contohnya, yang bisa timbul karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah akibat dari menumpuknya lemak yang terlalu banyak dikonsumsi sehari-hari.

Padahal, salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah dengan tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan terlalu berlebihan. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam yang lainnya? Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam :

1. Tidak Makan Berlebihan 

Sempat disinggung di awal tadi, bahwa ada baiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Bukan tanpa alasan tentunya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengajarkan hal tersebut. Apabila makan dengan berlebihan, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai kerugian, seperti makanan yang justru tidak habis hingga mengalami mual dan muntah karena kekenyangan.

Dari Aisyah Radhiyallahu'anha, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

2. Berhenti Makan Sebelum Kenyang 

Salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah dengan berhenti makan sebelum kenyang. Hal ini ternyata merupakan cara yang cukup ampuh untuk menghindari dari berbagai penyakit yang bisa timbul.

Dilihat dari sisi medis, berhenti makan sebelum kenyang dapat mencegah berbagai masalah pencernaan yang bisa sangat merugikan tubuh tentunya.

Menurut hadits riwayat Bukhari Muslim dijelaskan bahwa, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan.” Hadits tersebut dhaif, namun maknanya benar.

3. Atur Porsi Makan 

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam juga memberi contoh yang baik nengenai bagaimana porsi makanan yang baik untuk dikonsumsi. Umat muslim disarankan untuk menjaga makanan yang masuk dengan mengatur porsi makanan, minuman, dan udara agar seimbang. Sebab, kondisi perut yang terlalu penuh dengan makanan dan minuman akan membuat tidak adanya ruang bernafas atau ruang udara dalam perut dan akan membuat sesak nafas.

Ada hadits yang menjelaskan mengenai hal tersebut yang berbunyi, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

4. Hindari Makanan Haram 

Jangan sekali-kali umat Islam mengonsumsi makanan yang haram, sebab hal tersebut dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi tubuh. hal tersebut dijelaskan juga pada surat Al Maidah ayat 3 yang memiliki arti, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

5. Tidak Minum Khamr 

Menganai minuman berupa khamr sudah dijelaskan pada salah satu ayat Al-Quran yaitu pada surat Al Maidah ayat 90-91 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, yang adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

6. Puasa 

Puasa sudah tidak perlu diragukan lagi dan begitu banyak penelitian yang menjelaskan mengenai puasa tersebut. Puasa di dalam Islam sangatlah banyak macamnya, mulai dari puasa wajib pada bulan Ramadan, dan juga berbagai puasa sunnah seperti puasa daud, puasa muharam, puasa senin dan kamis, dan lain sebagainya.

Diriwayatkan pada hadist Bukhari yang berbunyi, “Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu.” Hal tersebut memberi sebuah arti jika puasa akan memberi manfaat yang baik dan sehat bagi tubuh. Puasa juga menjadi sebuah cara detoks tubuh untuk mengeluarkan berbagai racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan berbagai zat merugikan lainnya.

7. Jangan Tidur Tengkurap 

Mungkin hal ini tidak banyak disadari, padahal tidur tengkurap sangat dilarang dalm Islam karena merupakan tidurnya setan. Selain itu, dengan tidur tengkurap akan mengganggu saluran pernafasan yang akan berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, usahakan jangan tidur tengkurap.

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, beliau berkata, “Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.’ Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

8. Tidur Miring ke Kanan 

Larangan tidur tengkurap sudah jelas pada poin sebelumnya, lalu seperti apa cara tidur yang benar? Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sangat menyarankan untuk tidur dalm posisi miring ke kanan karena dapat memperlancar kerja jantung dan hati. Selain itu, proses metabolisme tubuh serta detoksifikasi saat tidur akan lebih lancar saat tidur miring ke sisi kanan badan.

Seperti sabda dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

9. Menjaga Kebersihan Lingkungan 

Dengan menjaga kebersihan memang sudah tidak perlu diragukan lagi menjadi hal penting agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Apabila lingkungan sangat kotor tentu akan tinggi risikonya untuk timbul berbagai sumber penyakit seperti demam berdarah.

Hal yang membahas tentang kebersihan tersebut telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).

10. Menjaga Kebersihan Tubuh 

Dari kebersihan lingkungan, lalu beranjak pada kebersihan dari tubuh. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Dan dengan menjaga kebersihan tubuh akan menghindarkan seseorang dari penyakit.

Berdasar Hadits riwayat Muslim dan Tirmidzi yang mengatakan, “Waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak melebihi 40 hari.”

Dan akhirnya, sebagai umat muslim tentu wajib untuk mengikuti berbagai sunnah dan tuntunan salah satunya cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tersebut, agar tidak mendapat kerugian di masa yang akan datang.

11. Menjaga adab ketika makan dan minum 

Diantaranya adalah dengan selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan serta makan dengan menggunakan tangan kanan. Beliau juga selalu makan dan minum dalam posisi duduk yang mana akan membuat makanan bisa tercerna secara maksimal sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Hadits riwayat 'Aisyah radhiyallahu 'anha:

بِسْمِ اللهِ

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَ رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah,kami dalam rezeki yang telah engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka." (HR Bukhari dan Muslim).

Penelitian modern membuktikan bahwa posisi makan dan minum dengan cara duduk dengan tenang adalah cara makan yang sangat bagus untuk kesehatan.

Posisi duduk lebih memberikan peluang pada tubuh untuk bisa membuat makanan dicerna dengan mudah dan cepat diproses menjadi energi. Kondisi tenang juga akan membuat sistem pencernaan bekerja dengan lebih maksimal.

12. Seimbang antara aktivitas dan waktu istirahat 

Ada waktunya tubuh bekerja dan ada pula waktu untuk tubuh beristirahat. Apabila tubuh terus menerus dipakai untuk bekerja tanpa istirahat sedikit pun, sudah hal yang pasti bahwa suatu saat tubuh akan tumbang.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Qashash ayat 73, “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”. Jadi ingat ya, sesibuk apapun kamu jangan lupa untuk tetap beristirahat.

13. Memelihara kesehatan rohani 

Selain kesehatan jasmani, rohani manusia juga memiliki hak untuk dipelihara. Menurut ajaran Islam, cara memelihara kesehatan rohani adalah dengan senantiasa mendekatkan diri dan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena hanya Allah lah yang mampu memberikan ketenangan dan ketentraman dalam hati.

Bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Yaitu dengan melaksanakan sholat lima waktu, berdzikir, dan melaksanakan ibadah mulia lainnya yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

14. Konsultasi dengan Dokter 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga menganjurkan untuk mencari pengobatan jika sakit. Beliau bersabda: "Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan Dia juga yang menurunkan obatnya." (HR. Abu Dawud). Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk mencari bantuan medis dan tidak hanya bergantung pada doa.

15. Menjaga kesehatan sosial 

Menjaga kesehatan sosial juga diperlukan karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Seperti kata Aristoteles, seorang filsuf yunani, ia mengungkapkan istilah zoon politicon, yang artinya kodrat manusia itu hidup bermasyarakat dan berinteraksi dengan satu sama lain.

Lebih jauh lagi, Allah juga menerangkan dalam QS Al-Hujurat ayat 13 “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.”

16. Menghindari Stres dan Menjaga Kesehatan Mental 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam selalu menunjukkan ketenangan dan keikhlasan dalam setiap situasi. Beliau mengajarkan pentingnya tawakkal (berserah diri) kepada Allah dan selalu berpikir positif. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga menganjurkan untuk berzikir dan berdoa sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengurangi stres. Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk menenangkan hati adalah: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari beban hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari).

17. Rutin olahraga 

Terakhir adalah rutin berolahraga. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, seperti lari, berjalan, sepak bola, basket, renang dan olahraga lainnya. Selain untuk menjaga agar berat badan tetap ideal, olahraga juga dapat membuat tubuh tetap bugar dan kuat, mengatasi stress, menjauhkan dari beragam penyakit, membuat tubuh lebih tegap, meningkatkan daya pikir dan masih banyak lagi.

Islam juga menganjurkan umatnya untuk melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sendiri sangat menekankan pentingnya bergerak dan beraktivitas. Beliau bersabda "Badan yang sehat adalah modal utama bagi semua aktivitas dalam hidup ini" (HR. Bukhari). Dengan berolahraga, tubuh menjadi lebih sehat, metabolisme meningkat, dan kita dapat menjaga keseimbangan badan.

Semoga bermanfaat...


ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 24 Juli 2024 M / 17 Muharram 1446 H.

Sakit Menghapuskan Dosa-Dosa

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”[HR. Bukhari & Muslim].

Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:

1- Orang yang sakit juga selayaknya semakin bergembira mendengar berita ini karena kesusahan, kesedihan dan rasa sakit karena penyakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”[HR. Bukhari].

2- Dan beliau Shallallahu alaihi wasallam  bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،

حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”[HR. Muslim]

Bergembiralah saudaraku, bagaimana tidak, hanya karena sakit tertusuk duri saja dosa-dosa kita terhapus. Sakitnya tertusuk duri tidak sebanding dengan sakit karena penyakit yang kita rasakan sekarang.

3- Sekali lagi bergembiralah, karena bisa jadi dengan penyakit ini kita akan bersih dari dosa bahkan tidak mempunyai dosa sama sekali, kita tidak punya timbangan dosa, kita menjadi suci sebagaimana anak yang baru lahir. Nabi Shallallahu alaihi wasallam  bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ

حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.”[HR. Ahmad].

4- Hadits ini sangat cocok bagi orang yang mempunyai penyakit kronis yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya dan vonis dokter mengatakan umurnya tinggal hitungan minggu, hari bahkan jam. Ia khawatir penyakit ini menjadi sebab kematiannya. Hendaknya ia bergembira, karena bisa jadi ia menghadap Allah suci tanpa dosa. Artinya surga telah menunggunya.

Bagaimana kita tidak gembira dengan berita ini, orang-orang yang tahu kita sakit, orang-orang yang menjenguk kita, orang-orang yang menjaga kita sakit,  kelak di hari kiamat sangat ingin terbaring lemah seperti kita tertimpa penyakit.

5- Meskipun sakit, pahala tetap mengalir.

Mungkin ada beberapa dari kita yang tatkala tertimpa penyakit bersedih karena tidak bisa malakukan aktivitas, tidak bisa belajar, tidak bisa mencari nafkah dan tidak bisa melakukan ibadah sehari-hari yang biasa kita lakukan. Bergembiralah karena Allah Ta'ala ternyata tetap menuliskan pahala ibadah bagi kita yang biasa kita lakukan sehari-hari. Nabi Shallallahu alaihi wasallam  bersabda,

إذا مرض العبد أو سافر كتب له مثل ما كان يعمل مقيما صحيحا

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang melakukan safar, Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.”[HR. Bukhari]

Subhanallah, kita sedang berbaring dan beristirahat akan tetapi pahala kita terus mengalir, apalagi yang menghalangi anda untuk tidak bergembira wahai orang yang sakit.

6- Sesudah kesulitan pasti datang kemudahan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراْْْ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ً

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [QS. Al Insyirah : 5 - 6].

Ini merupakan  janji Allah Ta'ala, tidak pernah kita menemui manusia yang selalu merasa kesulitan dan kesedihan, semua pasti ada akhir dan ujungnya. Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan, susah-senang, lapar-kenyang, kaya-miskin, sakit-sehat. 

7- Salah satu hikmah Allah Ta'ala menciptakan sakit agar kita bisa merasakan nikmatnya sehat. sebagaimana orang yang makan, ia tidak bisa menikmati kenyang yang begitu nikmatnya apabila ia tidak merasakan lapar, jika ia merasa agak kenyang atau kenyang maka selezat apapun makanan tidak bisa ia nikmati. Begitu juga dengan nikmat kesehatan, kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat setelah merasa sakit sehingga kita senantiasa bersyukur, merasa senang dan tidak pernah melalaikan lagi nikmat kesehatan serta selalu menggunakan nikmat kesehatan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang sering terlupakan oleh banyak orang: nikmat sehat dan waktu luang.”[HR. Bukhari].

Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an :

1- Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَقَ‍‍دْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّ‍‍‍‍نْ قَ‍‍‍‍بْ‍‍لِكَ فَأَخَذْنَاهُ‍‍مْ بِ‍‍الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. Al-An'am : 42).

2- Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَإِنْ يَّ‍‍مْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَ‍‍لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَّ‍‍مْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَ‍‍هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَ‍‍دِيرٌ

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (QS. Al-An'am : 17).

3- Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَ‍‍نْظُ‍‍رْ نَفْسٌ مَّ‍‍ا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِ‍‍مَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hashr : 18).